Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Setelah KBY ulas cukup panjang di artikel hasil Top Speed Yamaha R15M standar di Sentul kemarin ini, sekarang giliran mengulas versi modifikasinya. Bisa dibilang versi yang punya warna World Gran Prix 60th Anniversary Yamaha ini adalah modifikasi ringan saja, lebih ke buat harian, tapi kita wajib tahu rasa dan bedanya saat mengetes Yamaha R15M modif ringan ini. Sekaligus KBY mau ungkap fakta yang di dapat dari hasil tes dua motor tersebut dikomparasikan dengan milik pabrikan. Are you ready dari hasil tes motor yang hampir bikin KBY crash ini? Hehe.

Setelah 8 lap keliling dengan Yamaha R15M standar berwarna biru hitam yang bikin tampangnya mirip banget moge Yamaha R1M, kini giliran switch ke R15M versi modifikasi ringan yang dibekali 3 item dari GMA Product Series. Jadi ini koridornya:

  • Ban sama sama pakai Pirelli Diablo Corsa II di depan, dan Diablo Sport di belakang.
  • Busi brisk tipe racing
  • Rantai Regina
  • Kabel malaikat Maxxwire 2 buah (Kabel Negatif dan Dekat Coil)

Tenaga Padat Akselerasi Kuat!

Bukan bermaksud promosi, namun faktanya yang dirasakan memang sesuai dengan sub judul di atas lads, tenaga padat dan akselerasinya kuat. Torsi dan tenaganya terasa tebal dari bawah hingga atas! Itu yang KBY rasakan ketika keluar dari pit, gigi 1, 2 hingga 5 dorongannya terasa mantap.

Yamaha R15M Modif

Sesuai data yang KBY ambil dari blog TMCBlog, feeling KBY ternyata memang akurat, dalam arti jika diterjemahkan ke dalam data, maka memang terjadi adanya peningkatan dari sisi akselerasi. Cekidot di bawah ini:

Tentu KBY pribadi tidak melakukan pengolahan data yang sama, bisa saja catatan waktunya berbeda dengan TMC. Namun setidaknya data wak haji bisa dijadikan acuan dibanding hanya feeling belaka ya kan hehe.

Setuju dengan wak haji, ada dua item modifikasi yang paling berperan dalam perubahan dan peningkatan tenaga tersebut, yaitu busi brisk dan maxxwire si kabel setan eh kabel malaikat hehehe. Sementara Regina chain lebih berefek ke suara dari putaran ban dan rantai yang lebih senyap.

TOP SPEED YAMAHA R15M MODIF

Selain itu yang KBY rasakan adalah, nafas Yamaha R15M modif ini terasa lebih panjang terutamanya pada saat berada di gigi 6. Efeknya, straight line Sentul yang hanya 900 meter (sumber wikipedia) tak mampu mewadahi nafasnya yang lebih panjang dibanding versi standar.

Yamaha R15M Modif

Akibat lainnya, top speed justru lebih rendah dibanding versi standar, KBY hanya mampu mencapai top speed Yamaha R15M modif dengan kecepatan terbaik di angka 134km/jam, sekeras apapun mencobanya. R15M standar sendiri mampu KBY geber hingga 139km/jam.

Dengan tenaga atas yang belum mencapai peaknya, catatan waktu pun drop, dari 2:28 menjadi 2:31.. Tapi ada catatan penting lain dari “gagalnya” KBY mendapatkan performa terbaik dari motor sport fairing 150cc ini, yaitu..

NYARIS CRASH!

Saat sedang asik menikmati tebalnya tenaga yang dirasakan dari R15M Modif GMA ini terutama saat keluar tikungan eh satu tragedi nyaris terjadi! KBY nyaris high side alias terpental dari atas pelana sang motor!

Yamaha R15M Modif

Saat di tengah R10 dan menuju R11 sebelum mencapai straight, tikungan yang sebenarnya biasa saja jika dibandingkan R3 – R4, di sini kecepatan bisa dipanteng pada 90-95km/jam (untuk 150cc dan versi KBY) sebelum melesat keluar dengan kecepatan 98-103km/jam dan terus gaspol hingga R1.

Tiba tiba saja ban belakang bergeser diiringin bunyi sraaakk keras, sontak motor oleng dan KBY terlempar ke atas dari jok motor! (lihat video). Dalam keadaan terlempar KBY sempat melirik TCS berkedip (mantap bener dah),  tetap tenang walau super kaget, gak ngerem, cukup tutup gas dan kurangi kecepatan, R15M kembali on track.. alhamdulillah.

Hingga kini masih bingung penyebabnya, dibilang air, KBY gak lindas sama sekali, dibilang terlalu rebah, kayaknya gak serebah itu ya, kayaknya loh.. Bisa juga ada pasir, karena track Sentul yang – yah tau sendiri lah. So meski tetap meneruskan track day dan geber pol, namun jujur saja, KBY sudah kena mental! Tikungan lain sih masih bisa dilibas, tapi giliran ketemu R10 dan R11, jadi ekstra hati hati, kecepatan pun diturunkan dan berharap bisa gaspolnya persis saat keluar tikungan R11.

Yamaha R15M Modif

Namun seperti yang KBY sebutkan di atas, dimana nafasnya panjang tapi treknya pendek, ya ga dapat dapat itu top speed, mentok di 134km/jam dengan catatan waktu terbaik 2:31. Meski kecewa dengan hasil yang diraih, tapi alhamdulillah banget ya Alloh, gak sampe crash, berkat Traction Control juga sih.

KESIMPULAN

Mengapa saat di bawah hingga tengah, tenaga Yamaha R15M modifikasi ini bisa terasa kuat dan padat sementara atasnya terasa melandai? Ini bicara tanpa data loh ya, menurut KBY pribadi karena pemasangan dua item (Busi Brisk dan Maxxwire) yang berpengaruh pada performa tersebut sifatnya plug n play, pasang dan gas. Andai saja ada penyesuaian misal settingan CO dan sejenisnya, menurut KBY bisa lebih maksimal atasnya loh. Mangga jika lads punya pendapat lain.

Yamaha R15M Modif

FUN FACT

Ngobrol ngalor ngidul di paddock/pit terkait motor Yamaha R15M ini, ada pembicaraan menarik yaitu terkait performa motor konsumen (kita sebut dua motor yang dites ini milik konsumen ya) dengan motor test dari pabrikan di lain hari.

Menurut sumber yang menikmati dua test berbeda tersebut, komennya adalah unit test milik pabrikan terasa lebih kencang dan powerful! Tidak aneh jika rata rata tester saat itu mampu mengail top speed dengan mudah ke 140km/jam, dan cukup banyak yang mampu mencapai di atas itu. Kondisi trek masih basah dan menggunakan ban IRC Road Winner (tapi yang buatan Thailand).

KBY tidak menilai negatif loh ya, karena parameternya banyak juga. Misal nih, kami yang gak becus bawa motornya, kemudian kondisi dingin habis hujan memang membuat udara lebih padat sehingga pembakaran lebih baik membuat tenaga keluar maksimal. Bisa juga BBM pertamax yang diisi di unit kami mutunya jelek, serta ban road winner sebenarnya memang bagus, kembali lagi, kami aja yang gak becus ridingnya hehe.

Soalnya jika kita berpikiran negatif, maka sesi test ride motor (terutama di sirkuit) mau pabrikan manapun maka akan dipukul sama rata, ya kan? Jadi memang kami yang masih kurang dan harus mengasah lagi skill-nya.

Semoga bermanfaat lads. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog [KSLTV]

49 KOMENTAR

  1. Menurut Saia adalah TC.
    Ada perubahan gak Normal yang dibaca ECM dari putaran roda belakang walau mungkin sepersekian detik terjadi hingga mengakibatkan timbulnya reaksi dari TC yang mengakibatkan mang kobay mental. Namun seketika si TC juga mengoreksi abnormal tsb.. hingga motor kembali aman dilintasan.

  2. Tanpa TC kadang kita siap menghadapi ndlosor.
    Dengan TC kita belum tentu siap dengan interupsi yang tiba2 dan kapan datangnya.

    Kalau mang kobay diminta muter2 lagi d Sentul…kira2 TC nya mau on apa off ?

  3. Jelas lebih kenceng karena road winner sih… Karena bannya licin jadi saat ngerem masih kerasa kenceng karena ga ngegrip..

  4. wah ya jelas kenceng punya pabrikan lah mang ….
    sekenceng amplop nya mungkin ….
    kabooooooooorrrrrrr ……

  5. Akhir akhir ini blur/vision/sonwep jarang komen,bahkan ada artikel yg tanpa komen mereka…apakah karena artikel “tttiiiiiitttttt” jadinya ewuh pekewuh seperti kata zuragan…😂😂😂😂😂..

    • Oke… Saia harus jujur sekarang.
      Semalaem saya ditelp si Ani….katanya bang Joki dan mas Eka lagi sibuk bikin Masker , pelindung lutut kanan sebagai bonus tambahan tuk jualan paijoo .
      Si Ani menambahkan , sebagai eksperimen awal mereka… , B-ra saya sampe 10 dipotong potong…..keluhnya

      😂

  6. Mungkin krn efek ban lebih nge-grip yg membuat top speed berkurang.
    Efek rolling resistance lebih besar dari ban std.

    Coba lain kali test dgn ban ukuran 60/70 depan & 80/80 belakang mang 😁
    Mirip anak² “hobby kami mahal” 🤭

  7. Usul ganti sendalpot racing mang, kurang all out ini mongdipnya..

    Secara mongtor sunmorian rata rata modip gituan, mayan buat referensi orang awam like kita kita ini .

  8. wow artikel yamaha lagi!!!! selamat ya buat para blogger ahmplopan, sekarang udah jadi blogger yamahamplop.
    emang amplop nya buat brapa artikel mang?

    • Sek, sek, sek, sek…. Itu foto paling bawah, pose sambil nahan perut yg ditarik kebelakang ya? 😅

      • Kurang ngeledekin ah

        Bukan Mang….itu pose kesel 2 kali ketiban Sial.
        Yang pertama diKagetin biawak
        Yang kedua ngejokiin kuda liar
        😂

  9. Gear masih bawaan pabrik ya mang? Yang diganti cuma rantainya aja ( regina ) ? Kalo iya pakah gear juga nantinya mempengaruhi performa bila diganti merk after market

  10. sigana bener pasir mang, usum hujan. emang genangannya udah kering tapi biasanya dibawah genangan sk ada sisa2 pasir atawa kerikil yg ngumpul. kentang modifnya mang. muffler, filter blm kena sentuhan ajaib wkwkw. btw maxxwire & accentwire apakah satu brand ?

  11. Masih dengan opini pribadi :
    TC itu bagai bumerang.
    Seketika TC bereaksi…dan seketika TC menetralisir nya.
    Kejadian highside , salah 1nya adalah karena reaksi spontan TC dari sumber penyebab sebenarnya sept keadaan ban , pasir atau permukaan jalan yang dilalui dan masalah lainnya.. termasuk dimotoGP.
    TC tidaklah jelek…interupsi yang tiba2 itu yang jelek dampaknya buat pengendara.

  12. kalau pakai CBR jualannya tak ada yang bisa kayaknya mang kobay udah mental kemana tau……akibat motor mahal tp minim fitur keselamatan

  13. marc udh main dirt bike mang …. kli beye udh bosen artikel Y mulu … susah ngebulli nya
    klo artikel marc mereka bisa kembali semangat ….

  14. Kesimpulan dari edisi lakban baru ini adalah tenaga padat, akselerasi kuat, larinya tetap (dibelakang GeSeX)😁😁. Ane heran aja kok Yiamah repot2 masukin fitur konakkonek ketimbang ngasi lampu sein LED?🤔..apa itu fitur lebih murah dari sekedar lampu riting??🤭🤭🤭

Yuk Tinggalin Jejak Lads..