Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr..Era kendaraan listrik, sebut saja motor dan saat ini yang sedang gencar adalah mobil listrik sudah dimulai. Jika ada bujetnya sudah jelas sih KBY merem dan pilih salah satu mobil listrik yang dijual resmi oleh ATPM Indonesia, uang bukan masalah!! Tapi ternyata, dibalik hemat energy kendaraan listrik, ternyata ada yang wajib juga kita ketahui bersama, yaitu potensi limbahnya yang berbahaya bahkan bisa lebih berbahaya dari fosil! Cekidot

Salah satu yang gencar dipromosikan dari kendaraan listrik baik itu mobil ataupun motor selain dari hemat energy juga adalah polusinya yang katanya lebih sedikit dibanding mobil berbahan bakar minyak. Nah pirtinyiinnyi apa iya demikian lads?

Salah satu hal yang perlu disorot dari kendaraan listrik adalah batereinya sebagai sumber tenaga dari si kendaraan. Nah bagaimana jika sudah mati alias selesai masa baktinya dan tidak layak pakai lagi? Dibuang? Atau recycle? Atau lainnya?

Jika baterei ponsel, meski jelas salah tapi okelah banyak yang membuangnya begitu saja sembarangan di sungai atau tempat sampah, barang yang kurang lebih sekotak rokok besarnya. Nah jika baterei mobil yang bentuknya masif tersebut mau diapain, dikemanain? ngolahnya bagaimana? tingkat bahaya gimana? Ada pengepul?

Sebagai informasi, di dalam sell baterai mengandung berbagai macam logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium dan juga kadmium.

Jika baterai (sebesar) ini dibuang sembarangan, selain sudah jelas makan tempat (yaelah Kang jumlahnya berapa sih palingan? Tar dulu kita lanjut) maka logam berat yang terkandung di dalamnya akan mencemari air tanah penduduk sekitar yang dapat berpengaruh dan membahayakan kesehatan.

Di Indonesia ini, menurut sumber dari roda2blog.com, pusat pengolahan limbah baterei ponsel aja susah ditemukan, atau mungkin malah belum ada? (kalau ada tolong update yes). Lantas bagaimana dengan limbah baterei mobil yang segede gaban itu dong?

Bahaya Limbah Baterei Bagi Lingkungan dan Manusia

Limbah baterai tidak hanya menyebabkan polusi tetapi juga membahayakan sumber daya alam karena mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang menjadi sumber daya baterai, seperti timah, merkuri, nikel, kadmium, lithium, perak, seng dan mangan

Dalam aksi mikroorganisme, merkuri anorganik bisa diubah menjadi methylmercury, berkumpul dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi manusia. Methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan menyebabkan kematian.

baterai mobil listrik

Sedangkan kadmium baterai dapat mengkontaminasi tanah dan air, yang akhirnya masuk ke tubuh manusia menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, juga dapat menyebabkan tulang lunak atau kecacatan tulang berat.

Selain itu, kadmium dapat menyebabkan keracunan kronis dan menjadi faktor menyebabkan emfisema (penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara di paru-paru), osteomalasia (pelunakan tulang), anemia (kurang darah), juga membuat kelumpuhan pada tubuh manusia.

Jika sudah begini limbah baterei dari kendaraan listrik bisa sama atau lebih bahayanya dengan polusi dari asap kendaraan berbahan bakar fosil ye kan? Saat ini jumlah kendaraan listrik memang masih menggeliat, jumlahnya gak seberapa, dan tentunya usia pakai sang baterai masih baru dan mampu digunakan hingga 5-10 tahun ke depan.

Bagaimana jika mobil atau mobil listrik beneran booming dalam waktu satu atau dua tahun ke depan? Dijual dengan harga terjangkau karena dapat insentif dari Pemerintah misalnya? Maka akan ada satu waktu dimana usia baterai tersebut akan habis.

Tentunya mari bicara dan berpikir positif, baterai baterai bekas tersebut sebut saja ada pengepulnya dan tidak dapat dibuang sembarangan. Pihak pabrikan yang menjual kendaraan listrik tersebut bertanggung jawab atas limbah sang baterai dengan mewajibkan konsumen mengumpulkan batre tersebut ke pabrikan. Well, semoga saja demikian, direcycle atau sejenisnya dan gak diam diam dibuang ke laut.. amit amit ye..

Semoga bermanfaat lads. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog [KSLTV]

70 KOMENTAR

  1. Hemat energi katanya, tapi listriknya sendiri masih bersumber dari bahan bakar batubara. mobil listrik meningkat konsumsi listrik meningkat pemakaian batubara meningkat limbahnya juga meningkat

      • Emang kalau listriknya bukan dari renewable kaya tenaga angin, plta dan lain2 selain tenaga bb fosil ya malah boros. Dah tau efisiensi akan berkurang tiap stage. Dr bb fosil ke listrik paling efisiensi 60%. Listrik distribusi loss bisa sampai 20%. Ngecas juga. Terakhir konversi ke tenaga gerak mobil juga loss lagi

        • Tenaga alami gak kuat mas memenuhi kebutuhan konsumsi listrik.

          Geothermal saat pembangunan pun resiko nyawa.

          Yg d harapkan adalah nuklir fusi (seperti yg terjadi di matahari, bukan fisi yg skrg jadi 450an PLTN d seluruh dunia), krn fusi tidak dengan plutonium dan uranium.

        • Udah beberapa artikel mang kobay ttg kendaraan listrik kayanya mang kobay ada di sisi yg lain. Tapi gapapa malah jadi penyeimbang.

          Buat saat ini sihh yg paling cocok yaa kendaraan hybrid atau plug in hybrid. Ya ga mang?

    • Ya itu jadi hukumnya ke pengelola pembangkit listrik. Tugas sebagai individu sudah d tunaikan dari bbm ke hybrid/listrik, tinggal pengelolanya mau gak berubah?

      Klo stag d bbm, tiap individu nyumbang juga.

      • betul juga, paling tidak akan ada efeknya terhadap penghematan energi sedikit banyak dari perilaku budaya masyarakat yang lebih gampang berhemat listrik daripada berhemat pemakaian BBM,
        “eh jangan sering2 pake kendaraan, ntar tagihan listrik naik lagi”
        hehe

  2. IMHO
    Limbah baterai merupakan limbah B3 bahan beracun dan berbahaya.

    Kayaknya konsumen tidak akan membuang sendiri sendiri baterainya, jika baterai sudah soak akan ditinggal di dealer, kan proses bongkar pasangnya juga kagak kayak ganti baterai jam dinding wkwk.
    Dan harusnya memang ada ketentuan yang mengatur baterai kendaraan listrik yg expired harus menjadi tanggung jawab ATPM.

    Ada aturan bahwa semua penghasil limbah B3 harus memiliki Tempat Penyimpanan Sementara limbah B3, jadi dealer harus punya TPS B3.
    Dealer akan bekerja sama dengan pengelola limbah B3, yang saya tau contohnya PT. Arah, PT. Pamunah (PPLI), PT Teknotama (TLI) dsb.

    Masa simpan limbah baterai kalau tidak salah sekitar 180 hari, setelah itu diangkut oleh pengolah limbah B3.
    Pengelola limbah B3 yg nantinya mengolah limbahnya apakah di daur ulang atau dimusnahkan.
    CMIIW.

    • Atpm atau bengkel, itu selama ini ganti oli, oli limbah b3 juga dana ada vendor b3nya. Jadi klo batery pun sama, klo pasar besar, tentu vendor b3 batere pun akan bertambah banyak. Jadi jangan berpikir belom ada b3 batere, khan pasarnya masih dikit, vendornya masih dikit.

  3. Sebenarnya ….selama baterei ga dikubur / buang ke laut dan masih keliatan mata sebagai sampah , itu pasti bersih sama pemulung dan sampe ke pengepul , wong botol plastik bekas aja dipungut Fby buat dijadiin biji Limbah plastik ?

    • Klo plastik Yamaha lebih kuat drpd Honda, gw sendiri MENYESAL membeli Honda Vario 150 Fi Keyless yg gw beli seharga cash Rp. 23.075.000, udh standar tengah keset, step boncenger keset jg, CVT gredek2, stang skrg geal geol, knalpot mulai karatan (br 2 tahun), mika speedo retak, body gampang baret dan retak (dek), skrg alarm mati, klakson mati. Service rutin tiap 3 bulan dpt nya SHIT.

      • Njirr itu pemakaiannya gimana ya baru 2 tahun bisa sampai segitu banyak penyakitnya ? Soalnya dirumah juga punya Vario 125 keluaran 2015 dipake hampir tiap hari buat beli dagangan ke pasar ga segitunya juga penyakitnya wkwkwk

        • Kayaknya yg Vario New 125 dan 150 begitu om. Klo Alarm mati itu sering apalg kena hujan dan genangan air. Otomatis gak bersuara tp lampu masih kedip2.

          Yg gw seneng dr nie motor Keyless nya yg dimana gw taro di luar jg gak di sentuh org.

          tetangga kemaren kemalingan matic Honda 110cc BeAT. 2 org sekaligus dan motor gw msh aman di luar krn Keyless nya.

          Klo gak ada fitur itu mungkin udh gw jual beneran itu motor (mskpun skrg istri minta ganti motor NMax atau PCX 160)

      • Km skrg baru 12.100km. Klo dibilang puas nya ya aman gak kena maling krn Keyless (sofar). Cm skrg kondisi Alarm n Klakson mati dan belum masuk masa service gw 3 bulan.

        Istri skrg udh minta di jual itu motor. So far matic yg berkesan gw pakai itu Mio Sporty 2010 krn smp skrg fine dan normal2 aja bahkan di tawar org klo isi bensin di POM.

        Keluhannya dr Mio Sporty cuma knalpot dalamnya ada yg patah dan ganti KW skrg mulai karat itu knalpot.

        Mio Sporty 2010 beli 12jt an dan msh ditawar 7jt an. Dan ada rencana mw ganti NMax atau PXC 160. Kita liat dulu apakah PCX msh gredeg2. klo Iya sih ogah krn bikin ilfill ya gredeg2 itu kek motor kurang perawatan.

  4. nah ini yang jadi masalah dari waktu itu.
    makanya ane masih 1/2 yakin sama kendaraan listrik.
    tapi infonya baterai bekas mo dpake buat PJU, dan hasil risetnya itu batere bisa bertahan 2tahunan dengan batere bekas mobil sekarang

  5. Itu baru pengolahan limbahnya, belum lagi proses produksinya yg menurut penelitian polusi yg dihasilkan buat memproduksi satu mobil EV setara sama polusi yg dihasilkan buat produksi mobil ICE ditambah polusi hasil pemakaiannya sampai berapa tahun gitu saya lupa, belum lagi proses penambangan bahan baku batre nya kayak cobalt juga banyak kena permasalahan karena ditambang di Afrika dan negara berkembang lain tanpa memperhatikan dampak AMDAL nya sama masalah kemanusiaan kayak memperkerjakan anak dibawah umur juga, coba search di google “cobalt mining in congo for electric vehicles”, bisa jadi pertimbangan buat tambahan isi artikelnya juga mang.

  6. Yang pasti sih beli pembeli mobil Listrik di Indonesia tujuannya buat pamer, ya jujur2an aja deh.

    Kalo emang mikirnya green pasti pertimbangannya kaya yg dibilang komen2 diatas.

    Indonesia masih belum bisa pake mobil Listrik untuk tujuan green, klo buat nunjukin status sosial udah bisa

  7. Kang Kobay bikin cerita horror wkwkwkwkw

    Gini kang, ke bengkel atpm/pihak k 3 yg gede2 pada ganti oli gak? Ganti oli khan? Oli bekasnya kemana? Ke vendor b3 khan? Vendor b3 oli banyak gak sekarang?

    Nah klo batere gmn? Ya pasti ada, krn bakal ngikutin pasar, gak mungkin banyak vendor b3 batere sedangkan barangnya yg mau d olah gak ada kang, aya2 wae wkwkwkwk

  8. Lo kan aki juga bisa ditukar tambah, bukan dibuang mang…. Selama ini aku mesti tt klo aki dah kerasa drop

  9. batre seli aja segede aki 2 biji. nah batre mobil listrik setau gw minimal seukuran koper gede. ngaco bgt kl lepas tangan ke user yg ngolah. jaringan Dealer kudu tanggung jawab sm batrenya. mungkin di repair atau di recycle. btw batre mobil sifatnya sangat flammable. cb nonton RIchard Hammond The Grand Tour episode dia ngancurin Rimac. apinya biru dan disemprot pake foam ngga padam. sampai hari ke 3 baru bener2 padam karena material baterainya habis. ga kebayang kl kecelakaan beruntun mobil listrik semua. intinya kl pengelolaan dari hulu ke hilirnya blm siap jangan dipaksain jd pengganti bensin

  10. lah udahngetik panjang2 ilang. recap dah hahay. batre mobil sifatnya flammable banget. gabisa dipadamin pake foam biasa. cb browse Hammond Rimac crash grand tour. 3 hari baru padam sendiri

  11. Tingkatkan aja fasilitas kendaraan masal, tambah jalur kereta api / listrik komuter secara merata di seluruh wilayah nusantara, kurangi populasi motor beat terutama karna pemakai beat 75 persen adalah anak-anak dibawah umur.

  12. ini artikel yang berbobot kang kobay, bisa dibikin berjilid-jilid nih (bikin artikel khusus peralihan kendaraan dengan BBm ke electric vehicle) mengenai tantangan, dampak & segala yg berkaitan dengan itu, sekalian buat bahan diskusi semua pihak yg kompeten. juoss lanjutkan!!!!

    • mungkin bisa bahas juga bahan baku baterainya.
      misalnya Nickel.
      soalnya ada kabar kalau tambang nickel yg dibanggakan pemerintah Indonesia itu katanya kandungan sebenarnya tidak sebanyak yg digembar-gemborkan itu, dan kalau dipakai untuk produksi baterai EV yg ukurannya besar2, maka akan cepat habis.
      nah terus kalau bahannya sudah habis, apakah tidak akan ada lagi baterai baru? dan harus recycle baterai bekas?

  13. Limbah aki selama ini kayaknya ada yg ngolah deh…. Dan sekarang kan mau dibikin holding bumn batrai/kendaraan listrik jd nanti ada pengolahan limbah dr hulu ke hilir

  14. Sept yg saya bilang diatas , jangankan limbah aki yg lebih bernilai…limbah plastik saja dipungut sama FBy buat pabriknya tuk diolah jadi biji Plastik ?

  15. Sebenernya setiap produk teknologi ada advantage dan ada disadvantage. Tinggal menimbang advantage vs disadvantage dalam skala global.

    Kalo di tempat kerja saya dan di supplier kami di USA dulu, banyak pake forklift dan equipment transporter bertenaga batere.
    Kalo baterenya udah kadaluarsa, nanti manufacturer baterenya ganti baru dan yg lama diambil untuk diolah di pengolahan limbah. Tapi saya tidak mengikuti cara pengolahan limbahnya.

    Dan untuk pembangkit fossil fuel, emisinya bisa dibuat lebih baik daripada emisi kendaraan, krn menggunakan peranti anti emisi yg diawasi KLH.
    Yg pembangkit pake gas bumi sudah pasti jauh lebih bersih lagi.

  16. Nah ini serius…
    Jika nanti Dunia udah full tenaga listrik , maka dampak k indo ini ngerinya apa? Bukan bekas pakai atau limbah dari dalam negeri , tapi Limbah2 dari luar yang sengaja diimpor oleh pihak2 tertentu , atau negara2 luar yang Malah Sengaja buang/ ekspor limbah ke Indo.
    Selama ini bahkan hingga sekarang masih ada Sampah/ limbah yang dibuang/ekspor k Indo…contoh umum Pakaian bekas…elektronika bekas…dan sampah2 rumah tangga lainnya , termasuk Part2 / onderdil2

  17. Tapi selama regulasi yang dibuat pemerintah bersama atpm2 jelas dan terarah dari A to Z … Maka diharapkan kedepan bisa berjalan dengan semestinya . Karena mau tak mau , masa energy fosil memang harus digantikan

  18. Baterai mobil beda dengan baterai ponsel, klw baterai mobil rusak, ga mungkin pemiliknya ganti sebdiri terus di buang sembarangan.. ga gampang gabti baterainya om..
    pihak bengkel yg nanti mengaturnya.. tentunya pengolahan limbah ini nanti akan tersedia

  19. Saya sering ikut seminar beginian, dan kesimpulannya adalah:
    1. Sekarang untuk bahan bakar fosil mulai dari tambang hingga kita gunakan buat motor, efisiensinya cuma 10% saja, jadi mulai dari minyak mentah 100liter maka hanya bisa di gunakan 1liter saja yang efektif buat motor/mobil/truk
    Nah dengan Listrik diharapkan efisiensinya bertambah

    2. Saat ini jika dibandingkan, listrik dengan fosil, maka sebenernya masih sama soal kebutuhan energinya, tapi pengembangan fosil sudah mentok, gak bisa lebih efektif lagi.
    Nah kalau listrik potensinya masih banyak. Semakin besar pengguna listrik, uang akan masuk semakin besar, biaya riset bisa semakin besar dan bisa dipercepat, semisal pengganti lithium yang saat ini adalah rare item, solar cell bisa lebih efektif, dan yang utama, energi nuklir yang bersih. Riset ini butuh biaya yang harus dipenuhi dari end user seperti kita2 ini, dari mana? ya dari beli mobilnya

    3. Urusan limbah, lah selama ini kita kalau aki soak dikemanain? di buang? gak kan, dijual lagi buat diolah lagi sama pabrik. Nah pengolahan pabrik ini ada sertifikatnya yang tentu aman buat lingkungan. Ya masa iya batery tesla yang segede dek mobilnya di buang sendiri ke tempat sampah. Buat nyopotnya aja susah. Pasti di kembalikan ke pabriknya buat diambil logam yang masih berharga, yang lain tentu mereka punya prosedur sendiri

    Wahh bisa jadi satu artikel ini bang.

    • Nah setuju, ga mungkin batre Segede seperempat mobilnya maen buang gitu aja wkwkww..

      Makanya ay bilang pasti ada pengepulnya atau dikembalikan ke produsen..

      Setuju lagi, membeli mobil listrik adalah salah satu cara untuk mempercepat riset, sayangnya tau sendiri harganya ?

  20. Balik naik mobil flinstone aja kl gtu Mang Kob,
    Sehat, hemat dan bebas polusi pastinya,
    Paling bayar ongkos pijet aja tiap minggu, heee

  21. jika mau maju ke eleltrifikasi sepertinya Pemerintah harus turun tangan dan jadikan ini prioritas nomer 1 dikala program kerja mereka selagi menjabat.. krna ini buat kedepannya supaya Indonesia tidak tertinggal jauh lagi dan dijadikan alasan POLUSI lagi.. dulu belum pernah ada Sejarah Jakarta Macet,, tpi Jalan Ibukota Lebarnya kayak Jalan antar Gang, Infrastruktur tidak siap dan kaget ketika tiba” Mobilisasi kendaraan semakin gencar…

    Pemerintah hanya membuat lapangan Kerja pembuatan Mobil semakin Banyak tapi Pengelolaan Jalan RAYA dan TOL terlambat ( baru di era JOKOWI saja Banyak jalan bagus dan LEBAR serta TOL )..

    MRT dan LRT baru di buat,,.. alhasil SUdah terlanjur Jakarta jdi kota termacet krna JALAN tidak Memadai VOLUME kendaraan yg membludak.

    BELI MOBIL makin MUDAH,, KREDIT SANGAAAT memudahkan orang beli Mobil.

    BUAT SIM sangat Gampang dan mudah, bahkan masih ada praktek jalur belakang.

    Beli Mobil listrik skrng pajak Murah, dan bebas ganjil genap

    ******
    Pemerintah seharusnya jg membuat hal” semacam ini, contohnya adalah..

    1. Tempat Khusus Pembuangan Logam/ penghancuran Mobil Tua/tidak layak.. ( contohnya, negara” maju aja punya )

    2. pembuangan Limbah Khusus baterai dan bahan yg susah di daur ulang

    3. pembatasan Umur Layak Pakai Kendaraan dan sesuai EMISI

    4. Pembangkit LIstrik tenaga NUKLIR, ALIRAN AIR TERJUN, dan Kincir Angin di daerah tinggi di setiap PULAU besar. ( jika mau elektrifikasi benar” ramah lingkungan dan tidak mengandalkan GAS, UAP,dan Batu bara..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses