Beat Pop

Kobayogas.com – Hola lads, Honda menjawab tantangan Yamaha dengan menggelontorkan dua model sekaligus untuk skutik andalannya, yaitu Honda Beat. Pada artikel lalu, KBY sengaja telah memilih Honda New Beat Pop eSP, bagaimana impresinya?Test Ride Honda Beat Pop eSP 2014 sementara sisi desain dan fitur KBY sudah mengupas tuntas keduanya pada artikel lain, kini saatnya mencoba sesuatu yang riil, yang nyata, impresi tes jalan! Tes jalan diperlukan untuk mengetahui impresi berkendara yang sebenarnya dari suatu produk. Apa yang berubah dari Beat dengan mesin terbaru ini?

beat

ERGONOMI

Secara ergonomi, Beat Pop eSP memang lebih pendek 5 mm saja dari New Beat eSP, perbedaan sekecil itu jelas sulit untuk dirasakan, benar-benar minim dan tipis lads! Kaki KBY menekuk saat mendudukinya, padahal tinggi resmi hanya 163 cm sahaje.

Menggunakan sepatu Nike ACG Salbolier Mid yang tampangnya besar, ruang kaki pas-pasan dari ujung ke ujung. Jika menggunakan sendal atau sepatu yang relatif kecil, mungkin tersisa ruang banyak pada bagian kaki. Namun positifnya, hal tersebut sama sekali tidak mengganggu baik kenyamanan ataupun membuat kagok. Toh biasanya pada skutik apapun, kaki tidak melulu terpaku pada pose seperti di foto.

Beat Pop

HANDLING

Namanya skutik entry level dengan dimensi bodi minimalis, handling diharapkan bisa optimal, dan Beat karbu maupun FI sudah sukses melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bakal berlanjut di suksesornya? Betul sekali, dengan tidak ada perubahan signifikan pada bodi – hanya pipa sasis sedikit lebih besar pada bagian kanan (artikel dapat cek di sini) – Beat Pop eSP masih selincah pendahulunya, meliak liuk ke kiri kanan, selap selip diantara kendaraan lain bukan hal yang sulit.

Bermanuver ekstrim hingga limit membuat standar tengahnya menggasruk jalan, derajat kemiringan lebih dari cukup sebelum terdapat gejala ban belakang melipat akibat tekanan atau ban depan low side akibat mulai kehilangan grip. Untuk hal ini KBY melihat sendiri manuver yang dilakukan om Sapto Anggono dan juga telah mencobanya sendiri di pelataran parkir gedung Training AHM.

Hal di atas tersebut berlaku untuk keduanya, karena kami mencoba keduanya, Beat Pop lebih mudah tergasruk akibat ground clearance yang lebih rendah dari Beat eSP. Well, KBY rasa tidak akan ada yang mencoba hal tersebut untuk harian 😀 So diluar percobaan ekstrim tersebut, semuanya patut diberikan apresiasi.

Beat eSP

KENYAMANAN

Suspensi kedua Beat eSP ini tidak ada yang baru, maka bantingannya pun masih sama, lebih lembut jika dibandingkan Sniego yang sudah mengganti suspensi namun cukup firm jika dibandingkan dengan Scoopy. Area tes memungkinan kami mencoba semua jalan. Yang buruk ketika keluar gedung, bahkan bisa disebut parah karena banyak kubangan dan jalan bolong, sedangkan aspal mulus di dapat ketika sudah masuk jalan raya.

Hanya catatan positif KBY untuk Beat Pop, busanya somehow lebih empuk meski tidak lebih tebal, dan bagian depan jok pun shape nya meruncing, membuat pengemudi tidak terlalu membuka kedua kakinya terlalu lebar. Artinya, Beat Pop eSP memang lebih bersahabat bagi yang mungil…

PERFORMA

Handling sudah dibahas, bagaimana dengan performanya? Baik mesin maupun pengereman? Ini yang gila, tiga blogger di depan KBY ketika tes jalan; yaitu Mas Didiknh, om Endrix Sejuta umat dan Bro Stephen Langitan benar-benar raja jalanan. Mereka dengan tega push to the limit performa yang dimiliki oleh New Beat eSP all varian. Gas pol, rem pol…bunyi ban berdecit sudah menjadi soundtrack yang biasa di telinga.

Rem dulu yang kita bahas, ketika Marshall di depan memberikan kode untuk memacu hingga full throttle karena jalan di depan lurus dan kosong, ketiga blogger tersebut di atas gak pake lama langsung memacu sang Beat, KBY lupa mas didik memakai Beat yang mana, namun dengan PWR yang sangat baik (sepertinya bobotnya hanya 45 kg) melesat paling depan, kemudian Endrix dengan Beat Pop eSP kedua…

Bro SL dengan Beat eSP ada pada posisi ketiga namun dengan PWR yang lebih buruk, KBY berhasil menyusulnya dengan cukup mudah. Ckiit ckiittt… suara rem berdecit dari arah depan maupun belakang KBY, namun tak ada gejala oleng terlihat dari kedua motor di depan.. Jalanan kosong lagi, gas pol lagi, kembali bunyi berdecit terdengar dari Beat Mas Didik dan Om Endrix…

Kesimpulan, rem depan Beat eSP secara mengejutkan memuaskan, yang kalah adalah bannya, terlalu mudah selip dan tergelincir ketika melakukan pengereman keras. Hasilnya, kami semua setuju kombinasi kedua rem adalah yang terbaik, biarkan rem depan dulu yang bekerja maksimal, ketika dirasa sudah pol dan ban depan mengunci, maka segera diiringi dengan menarik tuas rem belakang.

Catatan: Hal tersebut dilakukan pada kondisi eksrim, untuk keadaan normal, rem depan saja atau rem belakang dengan CBS sudah sangat mumpuni.

Performa Mesin

Dari sisi tarikan, efek jambakan tentu karbu seng ada lawan, mesin injeksi terasa lebih smooth dalam berakselerasi untuk kemudian tanpa terasa kecepatan bertambah dan terus bertambah. Dengan kubikasi mesin yang tidak sampai 110 cc, Beat Pop tidak bisa disebut mengecewakan, performanya akan sangat memenuhi ekpektasi bagi rider kebanyakan. Bagaimana dengan rider antusias? Beli sport lah, salah amat beli skutik mah 😀

Kecepatan maksimum yang dapat diraih pada speedo untuk Beat Pop eSP yang KBY tumpangi adalah 105 km/jam, sayang seribu sayang, video cam tidak tertekan dengan baik tombol recordingnya sehingga tidak ada bukti satupun yang bisa diberikan…Untuk kasus mas Didik dan om Endrix, kecepatan yang bisa diraih menurut klaim mereka adalah 110 dan 107 km/jam. Pada kecepatan tersebut menurut KBY bodinya masih masuk dalam kategori stabil. Efek PWR? 😀

Catatan hadir pada pengaplikasian kabel throttle dengan push dan pull, memang terasa berat jika belum terbiasa, namun yang berat hanya putaran gasnya saja, mesinnya sih tidak ada gejala nge-lag. Putaran gas berat ini juga KBY alami pada New PCX.

THE VERDICT

Jika ekpektasinya adalah motor yang relatif kecil, lincah, desain stylish dengan akomodasi memadai, Beat Pop menjawab semua ekpektasi tersebut. Hanya jika masih suka akan desain Beat FI dan sering memaksimalkan fungsi kantung depan, maka New Beat eSP adalah jawabannya karena kantung depan Beat Pop terlalu mungil terutama bagian kanan…

So what Beat are you?

kantong Pop mungil
kantong Pop mungil

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

mana ya ojek Beat Pop yang keren itu
mana ya ojek Beat Pop merah yang keren itu

Semoga bermanfaat lads… bantu sharing ya..

Baca juga artikel lainnya lads…

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

58 KOMENTAR

  1. penasaran thn depan nich,

    si mio yg design dah mirip beat dan secara keseluruhan lebih baek

    designnya dan cc lebih besar serta fitur

    ditambah dari sebelumnya

    apakah bisa mepet penjualan beat

  2. Mio 125 itu keliatan kumuh. Desain mirip dm beat, tp kualitas cat dan plastik yg menurun, mgk gr2 kubikasi diperbesar tp harga tetep makanya harus ada yg dikorbankan.
    Q dah liat di pameran di lapangan lumintang

  3. Bang kobay, ntu kagak panas ape ? siang-siang pake baju renang (yang diatas motor biru), jangan-jangan ntu baju senam bininya wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.