KBY – Sejatinya, ini adalah test ride yang tertunda, karena seharusnya dilakukan pada tanggal 31 Desember 2013 lalu sekaligus kopdar. Namun karena hujan deras mengguyur Jakarta saat itu, maka test ride Ducati Hyperstrada ini pun gagal. Well, i have a second chance though…

Ducati Hyperstrada

On second thought, it’s a blessing in disguise actually, jika saja test ride jadi dilakukan tempo hari, maka KBY hanya akan merasakan mulusnya aspal jalan Senayan, sedangkan test ride kali ini, malahan membuat KBY bisa merasakan quality riding dari motor bergenre dual purpose ini, yoi, melaju di jalan light off road, habitat aslinya si Ducati Hyperstrada.

Sebelum melihat sosok aslinya, yang ada di benak KBY adalah membayangkan satu sosok motor tinggi besar ala KLX 250 dan Kawasaki Z800. Begitu melihat langsung sang Ducati Hyperstrada, lah hanya lebih besar dari KLX 150 saja ternyata, bentuknya tidak massive. Imej motor berat dan nyusahin pun langsung sirna.

Tidak sabar untuk mengetahui tinggi dan bobotnya saat ditunggangi, KBY dengan pede langsung naik ke atas joknya Ducati Hyperstrada. Tidak seperti saat mencoba menaiki Z800 dahulu yang sudah mengkeret saat melihat sosoknya dan harus dipegangi saat naik karena ngeri rubuh, si Hyperstrada ini walau masih tinggi, tapi tidak membuat KBY bersusah payah menaikinya.

Hasilnya, memang masih jinjit, dan KBY merasa si Ducati Hyperstrada ini masih sedikit lebih tinggi dari Z800, karena saat mencoba Z800, tidak menggunakan sepatu. Bobot yang enteng membuat ridernya tidak merasa terbebani dan menjadi percaya diri. Percaya diri adalah hal yang positif asal tidak over confident yang bisa jadi bumerang saat mengendarainya.

Biar jinjit tapi pede lads...
Biar jinjit tapi pede lads…

DSC_0315

Setelah ditutor sebentar seputar settingan riding oleh sang owner om Syaifu rekan di J-Bikers, KBY langsung tancap gas mengitari komplek di sekitar Komplek Kemang Pratama 3 Bekasi Barat. Saat itu Riding Mode ada di posisi Urban, disetel oleh om Syaifu, katanya biar adaptasi dulu plus untuk antisipasi jalanan yang masih basah oleh turunnya hujan,  takutnya licin kalau disetel pada mode Sport.

Oia ada tiga Riding Mode yang bisa digunakan pada Ducati Hyperstrada, Sport, Touring dan Urban. Urban merupakan settingan terendah, tenaga dipangkas, kontrol traksi (DTC) maksimal dan ABS dinyalakan depan belakang.

DSC_0312

Lanjut, tenaga yang keluar dari mesin DOHC berkapasitas 821cc berkonfigurasi L dengan code name Testasretta II yang bisa memuntahkan tenaga maksimal 110 HP ini terasa smooth (iyalah wong di setel ke urban, tenaga dipangkas menjadi 75 HP saja). Soal spesifikasi teknis mesin yang lengkap dari Hyperstrada ini, lads bisa menyambangi blog Kang Taufik TMC disana lengkap dijabarkan, KBY mah ngegas aja hehe.

KBY suka posisi duduknya, tinggi memang, tapi touring banget lah, jok bagian alas (maaf) bokong seakan akan ada yang menopang, busanyapun terasa empuk sehingga rider akan merasa nyaman dalam perjalanan jauh. Setangnya lebar, membuat sedikit kagok di awal tapi tidak butuh lama untuk beradaptasi. Hyperstrada pun KBY bawa mengitari komplek di area belakang, kondisinya sepi jadi bisa sedikit geber-geberan.Mencoba menikung, buat KBY sih terasa aneh ya, kaku dan seperti melawan saat akan dibelokkan, mirip seperti ER6N milik om Fatur yang tempo hari KBY pernah tes.

Berbelok ke arah kanan bersama Ducati Hyperstrada sangat tidak menyenangkan buat KBY, sudahlah susah belok, kudu ke kanan pula, karena buat KBY pribadi memang lebih senang menikung ke kiri, mau roda dua atau empat sama saja hehehe. Akhirnya setelah beberapa kali berputar putar, baik ke arah kanan maupun kiri, KBY menemukan trik sendiri yang nyaman dalam berbelok (mungkin memang sebenarnya seperti itu cara berbeloknya, tapi KBY menemukannya atas hasil experience sendiri).

Saat berbelok ke kanan maka setang/ tangan sebelah kiri didorong ke arah kanan dan tangan kanan sedikit menahan setang agar tidak terlalu banyak beloknya, begitu pula sebaliknya. Ibarat seperti kita berbelok dengan menggunakan sepeda, hanya dengan ban lebih besar sehingga harus ada bagian tangan yang menahan sesuai dengan arah beloknya.
image

Setelah dirasa cukup mahir dengan settingan Urban (gaya bener), KBY pun mencoba settingan Sport. Ternyata jauh lebih mengasyikkan, tenaga dan torsi langsung terasa dari RPM bawah, dan amazingnya, tenaga tidak meletup letup sehingga tidak ada istilah ndut ndutan saat diajak cruising pada low speed. Ini perbedaan yang KBY rasakan dengan MV Agusta F3 675 dan MV Agusta Brutale 675.

Saat sedang asik berkeliling, KBY menemukan amusement park yang tepat buat si Ducati Hyperstrada ini dan seakan-akan mengamini yang ada dibenak KBY, Hyperstrada pun menuntun KBY ke area tersebut. masih di area yang sama namun di salah satu jalan terdapat  jalan yang belum jadi dengan panjang kurang lebih 70 meter.

tombol abu-abu untuk menyetel Riding Mode
tombol abu-abu untuk menyetel Riding Mode

Segera KBY pun melintasi jalan jelek tersebut di atas Ducati Hyperstrada, woh nikmat juga ternyata, tidak ada istilah bokong geser kanan kiri akibat ban terjebak diantara bebatuan, ban Pirellinya tetap mantap mencengkram jalan. Suspensipun bekerja sangat baik, singkatnya sangat berbeda jika kita melintasi trek tersebut dengan bebek, skutik atau tipe sport lainnya.

Jika memakai tipe trail seperti KLX mungkin akan mirip mirip. KBY melakukannya beberapa kali, perlahan dan full speed, masih tetap stabil dan ayunan suspensinya mantap, setang pun tidak perlu di-counter saat melintasi bebatuan. Tapi jika kita melintasinya terlalu cepat, mungkin gejala selip akan tetap ada. Apa iya? Nantikan di part II-nya ya lads, karena artikel ini sudah terlampau panjang. Bukannya dapat sharingnya malah ketiduran nanti 😀

Mangga digeber and thanks for reading ….

Kita akan melintasi trek ini pada artikel berikutnya...
Kita akan melintasi trek ini pada artikel berikutnya…

image

Berikut link Youtube nya, maaf kalau rada burem-burem ya hehehe…

Baca juga artikel artikel lainnya ya lads… makasih sudah bantu sharing…

Kunjungi juga blog mang Saka di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 0812 180 44747
tweetme: @kobayogasblog
Instagram: Kobayogas
Line: yogaskobayogas.com

141 COMMENTS

  1. Ducati mana nya abi milarian artos kanggo meser mongstor teh, ducati bank ducati mana atuh nya.. hihi . . .

    tracknya juara… pasti diperumahan belom jadi.. hehehe

    • Ada triknya sbnrnya, cuma ya buat gw sih agak-agak disgusting ya gayanya. Kudu turunin kaki satu wkwkwkk… Kesannya maksa kaya gada motor laen aja .. Buat gw loh

  2. mantap ya Om Torsi-nya? :p posisi duduk-nya jg nyaman banget 😀 tes ke Pelabuhan Ratu via Cikidang Om 😀

  3. wah, nyemplak teknologi desmodromic..dgn tipe dual purpose, di test di medan semi off road gak Lek ?

  4. tanya kang, kenapa sih sampean kok takut banget n ngga PD kalo mau nunggang motor yg jok nya tinggi… Mohon pencerahan nya ya kang…?

  5. kapangih ayna mah,si om kobay jual z250 teh,rek meuli r25,eta ava dna whatsapp na R25 😀 ngaku sok om 😆

  6. Mantaap niiy motor masbro, waktu touring ke Jogja salah satu peserta pake motor ini. Untuk melewati jalanan ancur-ancuran kelihatan oke-oke aja..

  7. Wow mantep muncul jg artikel test ridenya, ngomong2 itu ban belakangnya standar kan? keliatannya gede bgt

    • Lumayan, sabar yah, kudu enak dibacanya jadi pengunjung seakan akan ikutan…hehe. Itu yang sulit, waktunya terbagi sama kerja n keluarga kalau sudah d rumah hehehe

Yuk Tinggalin Jejak Lads..