harga hyundai stargazer

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr… First Impression Hyundai Stargazer! Seeing is believing, liat langsung baru percaya.. percaya suatu produk itu bagus atau jelek. Tentu kalau desain itu akan kembali ke selera alias subyektif, meski seharusnya secara umum rata rata orang akan menilai bagus kalau memang bagus, cuma suka atau tidaknya akan kembali ke masing masing. Nah MPV terbaru Hyundai tersebut yang akan bermain di kelas LMPV bersama teman teman sepermainan yang terkenal ganas ganas akankah mampu “berteman” dengan mereka atau jadi bahan bullyan? Bakal hype di awal doang atau bakal terus bertarung sengit?

Hyundai Stargazer terbaru yang dirilis Hyundai baru baru ini memang menjadi perhatian KBY selain kejutan dari Suzuki, yakni Suzuki S.Presso yang “pahit” sesuai namanya, wowkowkwok.. Jadi saat di GIIAS 2022 kemarin, mobil ini langsung KBY hampiri.. bagaimana first impression dari Hyundai Stargazer tersebut?

Jangan lupa baca dulu ini: Hyundai Stargazer vs Everybody

FIRST IMPRESSION HYUNDAI STARGAZER

Melihat dari gambar dan foto foto, LMPV terbaru Hyundai ini terlihat menjanjikan, meski ketika lebih sering dilihat kok berasa makin aneh ya bentuknya.. Ingin seperti Staria, kakaknya yang jauh lebih besar dan tentunya jauh lebih mewah.

Adalah hak pabrikan jika suatu produknya akan berkiblat pada salah satu produknya, bebas aja, dan dari desain pun akan diketahui jika Stargazer memang seakan akan diplot menjadi Staria versi lite.. Masalahnya adalah, Luxury/Premium MPV lawan Alphard dan Vellfire serta Kia Grand Carnival tersebut dapat dikatakan gak bertaji.. sama saudara seibu yaitu KIA aja kalah..

Artinya, dari sisi desain, Hyundai Staria kurang diminati – setidaknya oleh konsumen sini – meskipun dalemannya wah mewwah beud lah, Alphard bisa meringis dibuatnya.. Apakah hal yang sama bisa terjadi pada sang adik, Hyundai Stargazer?

harga hyundai stargazer

Menurut KBY pribadi, kalau soal selera, papan atas dan papan bawah itu nyaris sama, yang membedakan adalah duitnya, kalau alphard, vellfire, grand carnival itu seharga Avanza, pasti jumlahnya akan gila gilaan penjualannya wokwowkwok.. Staria? Belum tentu.

Dari sini – menurut KBY sih – sepertinya Hyundai kurang mendalami karakteristik kesukaan bentuk dan desain dari mayoritas konsumen di Indonesia.. abaikan merek, maka bisa dilihat seperti apa LMPV yang laris manis di sini.. bentuknya gak aneh dan gak neko neko.. Xpander, siapa yang sangka Mitsubishi dapat membuat mobil “rakyat” sebagus itu? Kekalahan mereka memang lebih karena kekuatan marketing dari Astra sih.. bukan karena desain dan bentuk.

Kembali ke First Impression Hyundai Stargazer, melihat langsung di tempat maka pada dasarnya LMPV ini dapat dikatakan punya karakter kuat, ciri khas yang ikonik. Tapi untuk apa kalau banyak orang ga suka misalnya karena terlalu unik dan “aneh”, konsumen sini gak siap dikasih yang model begitu.

harga hyundai stargazer

Jika dikatakan Stargazer ada DNA Xpander, sama sekali tak bisa dipungkiri, liat saja posisi lampu depan, kemudian shape grill yang seperti Dynamic Shield-nya Mitsubishi, hanya posisinya kurang ke tengah saja. Garis LED sebagai DRL di bawah kap mesin sebenarnya cantik, dan dari depan dan samping tidak ada yang awkward dari Hyundai ini..

Tapi begitu KBY berputar dan melihat ke belakang, oh di sini ternyata point awkward alias anehnya.. Memang jika senja menjelang malam, siluet lampu belakang dari Hyundai Stargazer akan terlihat memukau membentuk huruf H sebagaimana foto di bawah ini

harga hyundai stargazer

Tapi kalau siang terang benderang, efeknya jauh berbeda, setidaknya bagi mata KBY ya.. LMPV yang memang paling lebar di kelasnya ini terlihat makin lebar dengan lampu belakang model segitiga dan entah gimana yang kebayang adalah layangan atau satelit hehe.. Ditambah lampu rem yang belum LED, kurang keren kalau tanpa pencahayaan seperti foto di atas..

KEKURANGAN HYUNDAI STARGAZER

Selain desain yang sudah KBY sebutkan kekurangannya, juga ada beberapa poin di interior yang seharusnya dapat diperbaiki lagi oleh Hyundai ke depannya untuk Stargazer, yaitu antara lain:

  • Dashboard yang tebal dan tinggi, benar benar gak jelas peruntukannya, malah yang persis di depan setir jadi menghalangi dan mengurangi keindahan speedometer yang sebenarnya sudah cakep banget.. Maksudnya biar kaya Ioniq 5? Wah jauh..
  • Sistem reclining dan pelipatan jok baris ketiga alias paling belakang.. Bisa dibilang kurang berkelas dan kurang dapat kemewahan dari yang ingin disampaikan oleh Stargazer kepada konsumen. Pelipatannya pakai tali, ditarik kalau mau dilipat atau setel recliningnya, jelek beud menjuntai.. Masa kalah sama All New Ertiga yang pakai tuas wokwokwowkok..
  • Kisi kisi AC belakang seharusnya bisa ikut kekinian yang tanpa bongkahan di atap..
  • Tatakan bagasi tidak dapat dibalik, kalau All New Ertiga bisa, jadi dapat digunakan kalau bawa barang barang kotor atau basah tanpa kawatir mengotori karpetnya
  • Posisi duduk di jok tengah rendah, pada dasarnya nyaman sih, tapi garis bahu alias garis jendelanya tinggi, buat KBY aja nyaris di kuping, apalagi bocah.. Bagi yang punya claustrophobic mungkin akan jadi masalah karena akan hadir efek terkungkung..
  • Arm rest yang tebal dan besar seharusnya bisa dibuat cup holder, jadi terkesan tidak ada yang sia sia

Itu saja sih yang jadi catatan, ya mungkin juga rem tangan/ parkir bisa dibuat macam elektrik ya biar gak nanggung. Sisanya sih semuanya baik, kualitas plastik material terutama di bagian dan area dashboard sangat baik dan mewah terutama di panel AC dan Head Unit.. bisa dikatakan yang terbaik di kelasnya.

Ruang penyimpanan dan amenities banyak, salah satunya adalah meja makan di jok kiri depan.. Setir bagus, mewah dan nyaman digenggam.. Begitu juga dengan tuas transmisi. Jadi dari sisi interior tidak ada big issue sih, masih sangat bisa diterima dan dimaklumi.

Nah kesimpulannya, dengan SPK GIIAS 2022 yang terakhir sebelum 17 Agustus bermain di angka 600-an unit, apakah hingga tutupnya pameran tersebut mampu mencapai 1500-2000 unit? Semoga ya, karena jika tidak, maka ke depannya yang menebus hanya sekedar penasaran saja, dan kemungkinan hype nya menurun bisa saja terjadi ke depannya.

Semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog

26 KOMENTAR

  1. Luar biasa memang Yamaha feat king Taro Diablo Rosso P2 austrian gp 🤭

    Ondampass sesuai kasta jadi juru kunci 😂

    • Dah habis masa Yhm , tar0 cuman d kasih 1 gelar doang ( bersyarat )
      Hnd 1 dan 2 moto 2
      😂👍

  2. Lebarnya nggilani.. kayak maruk, mau nggaruk pasar AvXen, RushTerios, BRV, expander.. main harga ke bawah ga dapet, ke atas kalah value.. bener2 cuma yg suka bgt aja bakal beli

  3. Apakah stargazer bakal star syndrome terus terlena dan lupa update? Time will tell lads. Jangan sampe kaya mobilio mentok 1 generasi doang.

  4. Menurut Saia sih , hyundai punya produk yang hampir semua beda dari kompetitor. Barangkali dalam bisnisnya , hyundai mencoba memberi pelajaran buat calon konsumen bahwa model masa depan itu dikasih contoh dari produk2 yang mereka hadirkan sekarang agar mata bisa belajar untuk semakin terbiasa . Barangkali tidak instan namun si Hyundai sudah siap dg resiko.
    Sama halnya kek Paijo Panjul. Walau sedikitpun tak ada guratan2 masa depan… yang ada cuma masa Suram , namun Mata dipaksa buat terbiasa untuk menerima nya , sisanya serahkan k konsumen 😂

  5. Pas Ke GIIAS eike langsung ngacir melipir meninggalkan booth Hyundai ini Kang.
    Anak sama bojo tek tinggal Kang. wakaka. Biarin mereka lihat-liat sendiri, biar merasakan sendiri, betapa tidak sukanya eike sama all new espaz thn 2022 ini.

    Saat mereka tanya, eike jawab aja “Kang K0bay lebih pilih si Rush dari pada ni mobil” hehehe.
    Dan masalah beres teratasi. wakaka ahaaaiiiii

    Buat Hyundai, goodjob dengan Starter-nya, semoga laris manis.

    Tapi maap banget eike beneran gak suka desain-nya.

  6. Desain luar sih msh oke ya mang
    Tpi desain dashboardnya
    Alamak, apapula itu balok tinggi bgtu, ngalangin pandangan, aneh bgt desainnya, paling gak suka desain dashboard bgini, mw niruin ioniq sama ev6 tpi gagal total, sama jga dashboard sonet dan seltos, msh mending dikit dashboard creta walau desain terlalu biasa bgt
    Captain seatnya stargazer bagus jga di kelas ini

  7. desain belakang memang rada susah dicerna, tapi yg lain sudah lumayan lah.
    setidaknya masih lebih enak dilihat daripada desain mobil Vrindavan.

    rem parkir prefer tetap mekanik, lebih reliable dan less trouble.
    IMHO, EPB itu cuma gimmick, dan seperti layaknya gimmick lainnya yg sering jadi andalan kaum-mendang-mending-yg-ribut-doang-di-internet-tapi-kagak-beli, fungsi EPB sama saja dengan rem mekanik, tidak ada nilai tambah buat konsumen (nilai tambah justru didapat oleh produsen karena mengurangi tuas dan kawat penarik rem dan menggantinya dengan tombol dan kabel 2.5mm yg harganya lebih murah)

    • intinya sih tidak semua fungsi mekanjk di mobil harus digantikan dengan perangkat elektronik, apalagi kalau tidak ada penambahan fungsi.
      ada beberapa hal yg seharusnya dibiarkan tetap mekanik.

  8. Gua ga ada masalah ama desain dalamnya n bs dkatakan agak mewah dr pesaingnya, hanya pas liat dijalan…alamak…lampu belakangnya unik tp kayaknya belum bisa diterima konsumen indo, desain sekilas mirip xpander n staria, saran gua sih ke hyundai direvisi desain lampunya ga usah neko neko bentuknya yg kayak skr, gua perhatiin dr hyundai creta, stargazer ini mslah utamanya desain lampu velakang

    • Setuju mang, desain lampu belakang gak mudah dicerna/langsung bikin suka… Yg kaya gini bukan karakter yang disukai kebanyakan konsumen sini…

      Mereka lebih suka, begitu liat demen..

  9. Tetangga depan rumah gua persis orang hyundai dan dia ex Mitsubishi, mungkin karena itu jadi ada unsur xpander nya 😆

Yuk Tinggalin Jejak Lads..