review Aprilia SR GT200

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Kirain artikel ini udah terbit, ternyata belum ya wkkwkw.. Yaudah, lanjut, tapi sebelum kita bahas membanding-bandingke antara Aprilia SR GT 200 vs Honda ADV 160 – meskipun ojo dibanding-bandingke jare wongko kene wokwowkowk.. gimana kalau kita bahas secara menyeluruh, mengupas tuntas skutik bergenre adventure terbaru dari Aprilia ini? Setuju? Ah ga setuju juga bodo amat, kan terserah yang punya blog wokwokwowkok.. So ini dia video review Aprilia SR GT 200 digunakan riding harian disertai kekurangan dan kelebihannya yang ditemukan.. are you readyyy..!! Cekibrot

KBY menghabiskan waktu bersama Aprilia SR GT 200 ini selama satu minggu, dan simulasinya memang digunakan harian yaitu ngantor pulang pergi selama dipinjamkan oleh Aprilia Indonesia. Ada dua etape yang akan KBY bahas, yang pertama saat skutik macho ini diisi Pertamax dan yang kedua ketika diisi Ron 98, tepatnya pakai Shell V-Power Nitro, sejauh atau sesignifikan apa perbedaannya? Kuy lanjut

REVIEW APRILIA SR GT 200 HARIAN

APRILIA SR GT REVIEW PERTAMAX

Untuk etape pertama dalam review Aprilia SR GT 200 ini KBY memang sengaja mengisi dengan Pertamax, unit KBY ambil di bilangan Kuningan, kondisinya kedap kedip, jujur aja ngeri mogok karena kehabisan bensin wokwowkwok.. So sejak keluar parkiran, bawanya santai banget.. sampai ketemu SPBU. Waktu itu Pertamax belum naik harganya, masih 12,500.. Diisi 39ribu..

Kok sedikit? Pertama biar cepat kembali kedap kedipnya, kalau sudah begitu memang langsung mau diisi pakai Ron 98 sekaligus.. yang kedua ternyata saldo tinggal segitu wakakaka.. So si tangki 9 liter cuma terisi sebanyak 3,12 liter saja. Sanggup berapa jauh sebelum kedap kedip?

Diisi VPower Nitro

Oke, KBY ga apal pemakai sebelumnya menggunakan BBM apa, dan ga bisa dibedain alias sulit jika mau dibandingkan dengan setelah isi Pertamax, karena kondisi fuel meter sebelumnya yang berkedip bikin KBY benar benar santai bawanya, daripada gak nyampe SPBU? Motor keren kok didorong, wowkwokwok.

test ride Aprilia SR GT 200

PERFORMA PERTAMAX

Dengan kompresi rasio 12,5:1, idealnya SR GT 200 diwajibkan menggunakan RON 95, tapi itu teorinya, toh angka tersebut terjadi saat mesin mati (kondisi ruang bakar tertutup). Saat mesin hidup, kompresinya jadi dinamis alias berubah ubah, karena ada pergerakan katup hisap dan buang di sana, yang jelas tidak akan sampai 12,5:1 sih, kecuali mesin dimatiin wkwkwk.

review Aprilia SR GT200

Jujur agak loyo pakai Pertamax, narik sih narik, tapi gak sesuai ekpektasi, mungkin angka 200 ini bikin blunder juga ya, karena sebenarnya jauh dari 200cc, lebih tepat ke 170-180cc karena murninya ini mesin Aprilia SR GT200 adalah 174cc doang! Pun demikian di atas kertas tenaganya lumayan, yaitu 17,68PS (13Kw) pada kitiran 8,500 dengan torsi 16,5Nm per 7,000.

review Aprilia SR GT200

BOROS!!

Dengan menggunakan Ron 92, tenaganya kurang bisa diandalkan meski dapat dikatakan cukup menyenangkan, dari sisi ini, teknologi mesin Honda yang ada pada ADV 160 harus diakui lebih mantap, diisi Pertalite aja masih enak!! Hehe.. maaf ya Aprilia.

Selain kurang bertenaga (di bawah ekspektasi tepatnya), efek ke konsumsi BBM Aprilia SR GT 200 ini jadi bikin kaget, bisa dikatakan boros banget untuk sebuah skutik!! Saat motor diambil, KBY lihat di Trip A dan AVG A, itu angka gak sampai 30, ada di 28-an, alias 1 liter cuma bisa 28 kilometer!! Ketika dibawa dan diisi, angkanya naik jadi 30 koma..

review Aprilia SR GT200
jaket yellow corn dipadu RSV FFC21 ajib!!

VIDEO REVIEW HARIAN APRILIA SR GT200

Setelah KBY reset trip B sebagai saksi berapa jauh digunakan dan konsumsi BBM di trip B ini, ternyata memang bermain di angka 1:28-an lads.. Mau ke 1:30 tuh susah banget!! Padahal sudah terbantu dengan teknologi RISS loh, start stop ala Piaggio grup. Terbukti saat dipakai cruising, AVG bisa naik, tapi begitu kena macet, drop-nya sangat cepat. Jadi serasa percuma juga ada fitur itu, gak bantu banyak di pengolahan efisiensi BBM.

Oia, untuk memastikan borosnya BBM Aprilia SR GT 200 ini bukan karena kesalahan ban, KBY sudah memastikan tekanan bannya sesuai standar. Jadi faktor kurang tekanan angin pada ban dapat diabaikan.

Konsumsi BBM pakai RON 92, angka 31,5 ketolong karena sudah terisi V-Power Nitro

Kesimpulan Pakai Pertamax – RON 90

Kalau lads mencari performa dan berharap ada keiritan saat menggunakan Pertamax atau Ron 90 di tangki Aprilia SR GT 200 ini maka siap siap bakal kecewa.. Dua duanya gak dapat soalnya, ya performa ya efisiensi.. Jadi apakah pakai RON lebih tinggi bakal ngefek?

PERFORMA SHELL V-POWER NITRO 98

Nah ini lah yang akan dites di sesi kedua, yaitu menggunakan RON 98 tepatnya Shell V-Power Nitro!! Bagaimana hasilnya? Well kalau soal performa memang langsung terasa efeknya lads, sentakan awal lebih mendorong, juga tengah hingga atasnya.. Secara singkat tenaga langsung ada perubahannya dan cukup signifikan.

review Aprilia SR GT lengkap

BBM beroktan 98 ini KBY isi sebanyak 50ribu, dari kedip kedip lagi tentunya. Artinya hanya terisi sekitar 3 liter saat itu. Cukup lah toh dua hari lagi motor mau dikembalikan, jadi biar gak penasaran perubahannya, wajib dites menggunakan BBM beroktan lebih tinggi.

review Aprilia SR GT200
MT Helmets Streetfighter SV

Selain terasa perubahan pada tenaga yang dirasakan membaik/ meningkat, mesin juga terasa lebih halus saat idle lads. Sudah halus jadi lebih halus lagi, saat dipakai jalan pun jadi tambah nikmat lagi.. sudah nyaman, halus pulak!! Dan terbukti pula, konsumsi rata rata BBM Aprilia SR GT 200 ini naik.. sayangnya, kurang signifikan.. Jadi diisi oktan lebih tinggi hanya berasa lebih di performa saja, untuk efisiensi tidak terlalu meningkat, tuh hanya jadi 33,5km/liter.

konsumsi bbm Aprilia SR GT 200

 

Nah sampai di sini dulu yes review harian Aprilia SR GT 200 dalam mengupas kelebihan dan kekurangannya, udah kepanjangan nih.. lagian video Part II juga belum kelar, sabar yak wkwkwk.. Sooo stay tune untuk bagian duanya disertai kesimpulan juga tentunya..

Semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: [email protected]
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog

29 KOMENTAR

  1. Kesimpulannya tetap sama ya, kalau untuk teknologi di mesin kecil, pabrikan jejepangan lebih bisa dikatakan advance dibanding pabrikan lain.

    Maksud saya dalam hal balance spek, kubikasi, kompresi, dan performa ya

  2. Gak bisa protes , Kelebihan atau ciri khasnya memang ada di dangaknya tsb , sesuai dg genrenya .
    Dan si Adv bolehlah berbangga, karena di komparasi2 kan dengan si Sr ini 😀

  3. Model lebih proporsional ADV, efisiensi (ternyata) bedanya jauh juga…faktanya Hahon ternyata lebih ajib….hehehe

    • Sekiranya Adv meramaikan pasar di italy , Saia yakin si Adv bisa memporak porandakan market metik d sana 😂

  4. “Oke, KBY ga apal pemakai sebelumnya menggunakan BBM apa, dan ga bisa dibedain”

    Cara bedainnya gampang.
    Cukup diendus, dijilat dan dicelupin, digoyang setitik maju mundur.
    – kalau ada manis-manisnya berarti dia pakai Le-minerale.
    – kalau ada pait-paitnya kayaknya doa pakai jamu brotowali.
    – kalau dilidah agak panas, kayaknya campuran spirtus + bodrex

    Dah gitu Kang K0bay, suwun.

  5. Performa gak akan pernah akur dg efisiensi bahan bakar.

    Cek lagi dompetmu, sebelum ngarep performa

  6. dari 1:28 jadi 1:33,5 bukannya secara itungan matikamatika udah hampir selisih 20% ya? 5,5km
    kalo gitu sih jelas lebih oke pake ron lebih tinggi kan.

    dulu awal2 pake pcx saya experimen konsumsi bensin sih selisihnya naik turun oktan ga sampe 10% malah.
    normal pake pertamax 1:44
    ganti pake pertamax turbo 1:46,5
    nyoba pertalite jadi 1:42
    tapi saya sih yakin yang pertalite turun jadi 42 karena tarikan berasa kurang, jadinya ngegasnya agak lebih dalem.

    • 1:28 pas datang, trus ay pake diisi Pertamax di angka 29-30.. kalau persentase terlihat naiknya besar dan dianggap signifikan sih dikembalikan ke konsumen deh hehe… Harapan gw sendiri bisa setidaknya 1:35-36.. tapi kayaknya bisa, soalnya sejak direset trus harus dipulangin cuma berapa km tuh kepake… Kalau lebih jauh mungkin bisa nambah..

      Tapi setidaknya, angka itu cuma sedikit lebih buruk dari nmax gen 1…

      • kayanya kalo sampe 35 mah mustahil itu, hampir 30% (kecuali yang bikin1:28 tangannya emang asal2an banget)

        paling pengalaman saya beda oktan ya pas cbr karbu saya ga sengaja diisi premium sama bokap sih, drop sampe 1:36 (padahal ini udah tahan2 ga asal tarik karena jadi lemot), pas pake shell super extra (ya masih ada super extra dulu, blm ada vpower) bisa sampe 1:43

  7. Sr ini dah mirip sport 250 konsumsi BBM nya . Bukan maksud apa2 …kalau mau ambil sekalian ya ambil sr ini yg langsung Made in italy ( kalau ada ) . Ngoleksinya 200 persen puas. Kayak Piaggio Zip gen awal sebelum Made in Vietnam . 😂

  8. Intinya gini,
    brand Eropa menang dari aspek gengsi/prestige.
    brand Jepang menang dari aspek value (kesimbangan antara teknologi, performa, dan harga).

    masing-masing punya market tersendiri.

    • Turut belasungkawa 🥺 semakin tahun semakin bertambah korban Mbeat.
      Walau semua produk metik Yhm disebut Mio hingga Mio nmax , tapi Mio yang sebenar2nya bisa hilang dari muka bumi . Padahal itu jati diri , layaknya vario yang seharusnya eksis sampai kapanpun .
      Seperti nya , Mio gear yang mengambil alih meja produksinya.

  9. Salah fokus ke helmnya mang.. Kirain helm model begitu asli desain orisinil dari JPX, ternyata jiplakan dari MT Helmets, asemm..

Yuk Tinggalin Jejak Lads..