diskusi antara KBY, Agnesia blogger Medan dan Bang Ichsan
diskusi antara KBY, Agnesia blogger Medan dan Bang Ichsan

Kobayogas.com – Hola lads, Salam geber. PT Astra International Tbk telah meresmikan Kampung Berseri Astra Ke 65 di Alue Naga Aceh, sehubungan dengan hal itu, KBY yang hadir juga kemudian ikut mengunjungi Rumoh Tiram di Kampung Tibang Aceh Besar, yang dibentuk oleh Ichsan Rusydi, salah satu pemenang SATU Indonesia Awards 2016.

Kunjungan ini juga dalam rangka ulang tahun ke-60 Astra International. Inovasi Rumoh Tiram tersebut unik, lads.. Seperti apa sih? Nah ayo cari tahu dulu yuks.

Kunjungan ke Aceh ini merupakan yang pertama kalinya bagi KBY pribadi, sungguh satu kesempatan luar biasa dapat mengunjungi kota istimewa yang dijuluki dengan Serambi Mekkah ini.. Selain itu, tahun 2004 kita semua mengetahui kalau Aceh mengalami musibah alam yang maha dahsyat, yaitu tsunami yang meluluhlantakan nyaris keseluruhan Bumi Rencong tersebut.

Nanti kita akan bahas ke arah sana ya, sekarang kita bahas dulu tentang Penggerak Rumoh Tiram yang terletak di daerah Tibang Aceh.

Tim Astra, Kobayogas, Agnesia, Diskusi bersama Bang Ichsan, pemenang SATU Indonesia Awards 2016

Berkat kreativitas Ichsan Rusydi dalam membentuk Rumah atau Rumoh Tiram ini, kapasitas serta hasil dari para pembudidaya tiram di daerah tersebut meningkat. Oleh sebab itu, Ichsan berhak menjadi salah satu dari tujuh pemenang SATU Indonesia Awards 2016 yang diadakan oleh Astra pada ulang tahunnya yang ke-60 tersebut lads..

Agnesia, Bang Ichsan dan Ibu Yulia, salah satu pembudidaya Tiram di Dusun Musafir Alue Naga, Aceh

Mengapa beliau menjadi pemenang? Penilaiannya adalah para pemuda Indonesia yang berprestasi dan mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungan dan inspiratif bagi masyarakat sekitarnya. Dengan inovasi pembuatan rumah tiram tersebut yang memang berdampak positif bagi pembudidaya di lingkungan dan masyarakat sekitar, maka Ichsan Rusydi dianggap berprestasi sesuai dengan penilaian panitia SATU Indonesia Awards.. Apa yang menarik dan inovatif dari hasil kerjanya?

bang Ichsan memberikan penyuluhan di hadapan pembudidaya Tiram Lamnga, Aceh

Melalui wawancara dan diskusi, Ichsan menceritakan perhatian pemerintah daerah terhadap budi daya tiram masih sangat minim, padahal budi daya itu dapat menghasilkan lebih banyak lagi yang tak kalah berprestasi dengan hasil alam lain seperti ikan misalnya..

Setelah melakukan riset, Ichsan, yang juga menjadi staf pengajar di Universitas Syiah Kuala Aceh tersebut, melakukan praktik bersama timnya yang terdiri dari para mahasiswa.. Tentu ada trial dan error. Sebelumnya sudah dilakukan penelitian dalam membuat tiram-tiram yang hidup di air asin tersebut “menempel” pada satu obyek, seperti bambu dan beton, tetapi keduanya belum menunjukkan hasil maksimal. Bambu memiliki usia pakai yang pendek begitu pula beton dapat terkikis oleh air laut.

Awalnya Tiram hanya menempel seperti ini

RUMAH TIRAM DARI BAN MOBIL BEKAS

Inovasi yang dilakukan Ichsan adalah membuat rumah bagi bibit-bibit tiram dengan memanfaatkan ban mobil bekas! Ya, hasil riset membuktikan, rumah tiram dari ban mobil bekas yang dibagi atau dibelah dua tersebut dapat membuat tiram berkumpul lebih banyak dibandingkan menggunakan medium lainnya. Inovasi berikutnya adalah membuat “pegangan” bagi ban-ban mobil bekas tersebut di air.. Akhirnya pipa paralon yang diisi semen pun dipilih sebagai pegangan ban bekas. Riset telah membuktikan pipa tersebut kuat dan berusia lebih lama dibandingkan objek lain..

Bermodalkan Ban Mobil Bekas, Bang Ichsan mendapatkan inovasi untuk rumah tiram

Dan memang hasilnya, rumah tiram dari ban mobil bekas tersebut membuat “panen” tiram menjadi berkali lipat lebih banyak dengan dimensi dari tiram yang lebih besar.. Ini jelas menguntungkan bagi para pembudidaya tiram di daerah sekitarnya lads.. Memang belum semua menggunakan metode ban bekas sebagai rumah tiram, tetapi Bang Ichsan sebutan akrabnya secara bertahap terus mengenalkan metode yang telah dihasilkan bersama para anggota timnya ke masyarakat sekitar.

MENCOBA TIRAM SEGAR DARI TAMBAK

Salah satu kunjungan KBY dan tim Astra bersama blogger Medan pemenang SATU Indonesia Berbagi Blog Competition Agnesia Rezita – adalah ke Tambak Tiram di daerah Lamnga Aceh Besar. Disana kami melihat para pembudidaya tiram memperlihatkan hasil usahanya yang tentu dalam bentuk tiram dong, masa ikan hehe.. Asiknya KBY mencoba langsung tiram segar yang diambil oleh salah satu pembudidaya dari tambaknya…

Tiram segar langsung dari tambak

Yoi lads, tiram segar fresh from the water! Gak pake bumbu apa apa langsung lep.. kunyah dan telan! Rasanya seperti apa? Wowww.. seger benerrr… Gak boong! Menurut KBY sih gurih ya, gak perlu dicocol pakai bumbu lain lain sudah enak rasanya! Hanya karena baru diambil langsung dari air tambak yang asin, rasanya memang terlalu asin sih ehehhe..

Nyobain langsung tiram segar dari tambak, seger tapi asin wkwkwk..

Nah itulah kisah perjalanan KBY ke Aceh dalam rangka melihat inovasi yang dilakukan dari pemenang SATU Indonesia Awards yang dijuluki Penggerak Rumoh Tiram Kampung Tibang.. Setelah dua hari di Aceh, KBY dan tim Astra pun bertolak menuju kota Medan dengan tujuan menghadiri rangkaian acara Inspirasi 60 Tahun Astra yang diselenggarakan di Hotel Santika Dyandra.. Tunggu artikel selanjutnya ya.. Stay tune!

Special Thanks: Tim Astra International

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

20 KOMENTAR

  1. di pangandaran namanya Taritip.. coba maen k Pangandaran mang pabalatak.. tinggal mau mulungan.. dicoel sambel jahe lebih mantap.. hehe

  2. Ati-ati mbak agnes… mas kobay ini salah satu “BUAYA” tapi golongan GARIS LURUS. Hwahajahahajah

Yuk Tinggalin Jejak Lads..