image

Menyusul artikel KBY sebelumnya perihal chain lube teflon dari G’Zox di sini…KBY akan membahas alat pengukur tekanan ban yang KBY beli bermerk Coido.

Berapa orang yang sadar akan pentingnya tekanan ban pada kendaraannya? Sepertinya sudah banyak ya, tapi buat yang belum tahu, tekanan ban pada kendaraan itu sangat penting, karena berefek pada performa, efisiensi bbm dan usia pakai ban.

Jika tekanan ban terlampau rendah, efeknya akselerasi berat karena gesekan ban terhadap aspal menjadi tinggi, karena akselerasi berat maka gas harus dipuntir lebih dalam untuk mendapatkan tenaga, ujung2nya bbm menjadi lebih boros dari seharusnya. Selain itu, akibat gesekan ban dengan aspal yang tinggi, ancaman pecah ban pun menghantui.

Sedangkan jika tekanan ban terlalu tinggi, efeknya bantingan menjadi keras, membuat tidak nyaman, handling buruk karena kendali terlalu ringan, kecelakaan bisa saja terjadi.

Sebelumnya KBY sudah mempunyai alat yang sama bermerk autogauge, biasa digunakan untuk mengukur tekanan ban di si Kuro. Selama ini selalu menjadi andalan dan alat ukur dalam memeriksa tekanan ban karena cukup akurat pengukurannya.

Masalah datang saat si autogauge dipakai untuk mengukur tekanan ban pada si SkupiFi punya menkeu, lingkar velg yg kecil sehingga membuat ruang antara velg dan pentil menjadi sempit membuat autogauge tak bisa bekerja. Kejadian yang sama juga nyaris terjadi di velg Shiro, tapi masih bisa diakalin alias autigauge masih bisa dipakai di Shiro.

Karena SkupiFi ban depannya belum tubeless, KBY lebih concern atas tekanan ban miliknya, sehingga akhirnya memutuskan untuk beli lagi guna memantau tekanan ban khususnya buat SkupiFi.

Apa keunggulan si Coido ini dibanding Autogauge yang sebelumnya sudah dimiliki? Simpel, lihat foto berikut, bentuk ujung yang menuju ban milik Coido melengkung, sehingga dapat masuk di ruang sempit area velg SkupiFi. Sedangkan autogauge lurus, sehingga menyulitkan saat akan mengukur dan memasukkan ke dalam pentil ban, karena mentok di area velgnya. Dari sisi akurasi, keduanya sama akurat, jika autogauge menunjukkan angka 32 saat mengukur tekanan, Coido pun menunjukkan angka yang sama saat dilakukan pengukuran.

image

image

Dari sisi kualitas material, Autogauge menang dengan bahan yg lebih tebal sehingga terlihat lebih kokoh dan mantap digenggam. Dari sisi namapun, autogauge sudah mendunia sebagai alat ukur yang presisi.

image
Autogauge lain yang terinstall di Kuro
image
Kalau akyu..kapan diukur kaaangg..

Posted by KobaYogas from WordPress for Android

51 COMMENTS

  1. wedeww, bener tuh,, kalau punya saya,, ban depan rada lembut tekananya untuk ngimbangin sok depan yang cukup keras, kalau belakang rada keras. Cara ngukurnya cukup pakai jari dengan ditekan atau kata lainnya manual,, hehehhehe

    • Kok kaya ban sepeda ae diteken wkwkwk..susah euy kalau diteken…
      Makanya butuh alat ukur. Kalau ay lbh senang sedikit keras, ya naek 1-2 Psi dari standarnya, terutama depan, biar setirnya agak enteng di dalam kota.

    • Boleh…tapi paling hanya berdasarkan teori dan feeling. Teori ngambil dari yg diketahui pada literatur soal nitro, sdgkan feeling lebih ke pengalaman.
      Gimana sehat?

  2. masbro, sampean kan tau banyak tentang mobil, tolong bikin artikel tentang mobil replika klasik suzuki marvia dong, ane sudah nyari artikelnya kemana2 gak dapet2, kali aja disini dpt pencerahan.kalo gak salah marvia itu pabrikan lokal yg memproduksi replika mobil2 klasik tahun 30an, menggunakan body fiber glass dan mesin suzuki carry extra.diproduksi th 80an sampe 90an.tapi nyari info sama fotonya di internet gak nemu2..ditunggu ya bro artikelnya, syukur2 sama foto2nya juga.juga info harga second nya.
    nuwun

    • Halo…
      Wah terima kasih saya dibilang tau banyak tentang mobil…appreciate it.
      Tapi request si om dengan terpaksa saya tidak menyanggupinya karena; itu diluar pengetahuan saya, saya ga mau bicara sesuatu yg saya gak paham, kedua mobil klasik bukan level saya, klasik itu butuh pengetahuan yg dalam terutama dari sisi historynya, dan saya gak terlalu suka mobil klasik hehe. Jadi maaf ya ga bisa diamini.
      Tapi coba nanti saya iseng tanya2 ke beberapa kawan yang paham mobil tua (klasik) ya…

  3. Ane kira alat pengukur MR. P ..
    Wakakkakakakaaa ..

    Waruung ente berbahaya bro ..
    Wakakkakkakaaa ..

Yuk Tinggalin Jejak Lads..