GSX

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Merinding Series is back! Perdana di tahun 2021, kisah misteri atau cerita seram yang kerap hadir di malam Jumat ini kembali tayang. Merinding series banyak diminta tayang lagi oleh banyak pembaca blog dan alhamdulillah, kisah yang diceritakan oleh para bikers ini bisa hadir lagi karena ada kiriman dari pembaca. Ini dia kisah disesatkan makhluk halus alias keselong..

Pengirim: Mand Nde ndesoedisi.com, editor: Kobayogas

===============

Kejadian tentang orang yang disesatkan oleh penunggu jalan atau di daerah Cilacap dan sekitarnya dikenal dengan istilah keselong merupakan fenomena mistis yang cukup familiar di masyarakat.

Kejadian keselong juga pernah dialami oleh alm. bapak Nde ketika pulang dari rumah sodara. Nde sendiri mendengar cerita kejadian tersebut dari ibu setelah bapak meninggal dunia.

Waktu itu Nde sudah sekolah SMP dan sering naik sepeda sendirian menjelajah desa-desa & kecamatan disekitar desa tempat tinggal Nde di Sampang Cilacap. Biasanya setelah pulang Nde bercerita rute yang dilewati kepada ibu atau kakak.

Suatu ketika Nde mengatakan bahwa Nde habis naik sepeda ke desa Karangasem, lalu pulangnya melewati jalan puteran. Ibu yang saat itu mendengar cerita Nde sambil menonton TV langsung memandang Nde lalu berkata besok-besok jangan lewat jalan puteran itu lagi, lebih baik lewat jalan lain saja meskipun lebih jauh.

Karena penasaran Nde lalu bertanya alasannya mengapa Nde tidak boleh melewati jalan puteran tersebut. Ibu lalu bercerita bahwa ketika Nde masih kecil, alm bapak pernah keselong (disesatkan makhluk halus) di jalan tersebut.

Waktu itu masih sore sekitar jam 16.30an. alm bapak sedang mengendarai sepeda dari rumah saudara di desa Karangasem. Untuk mempercepat perjalanan bapak memutuskan untuk melewati jalan puteran yang panjangnya hanya sekitar 400m meskipun bapak pernah mendengar kalau bukan akamsi sebaiknya jangan lewat jalan tersebut dari ujung ke ujung.

Saat itu kondisi jalan sebenarnya tidak terlalu sepi karena banyak rumah penduduk, sementara di kedua ujung jalan hanya ada sebuah tikungan di pinggir sawah dan kebun di seberangnya. Sawah dan kebun itu panjangnya hanya beberapa meter saja. Setelah melewati beberapa rumah penduduk bapak pun sampai di tikungan pinggir sawah tersebut.

Saat itu keanehan mulai terjadi, sawah yang panjangnya hanya beberapa meter itu seharusnya bisa dilewati dalam waktu yang singkat tetapi saat itu bapak merasa seperti tidak sampai-sampai, padahal bapak rasanya sudah mengayuh lama tetapi tetap saja berada di sawah tersebut dan seolah-olah seperti berputar-putar di tempat itu.

Karena merasa waktu sudah sore bapak memutuskan untuk terus mengayuh sepeda meskipun mulai merasa agak aneh. Tetapi sekali lagi, meskipun bapak sudah mengayuh sepeda dengan cepat dan lama tetap saja bapak tidak juga keluar dari tempat itu dan seperti berputar-putar kembali lagi ke sawah itu.

Hingga akhirnya bapak pun istighfar sambil melihat jam tangan. Seketika bapak seperti disadarkan dan betapa kagetnya karena waktu sudah menunjukkan jam 6 sore dan sudah masuk waktu Maghrib. Itu artinya bapak sudah berada disana selama 1,5 jam! Karena bapak ingat pulang dari rumah saudara itu jam 15.00 lebih dan ketika akan memasuki jalan puteran itu sekitar jam 16.30an. Sementara dari rumah Nde ke rumah saudara di Karangasem hanya berjarak sekitar 2,5 km kalau ditempuh dengan naik sepeda membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Memikirkan keanehan tersebut bapak memutuskan untuk berhenti sejenak dan tidak lupa membaca doa lalu melanjutkan perjalanan dan alhamdulillah jalanan lancar tanpa ada halangan apapun tidak seperti tadi.

Sampai dirumah bapak lalu menceritakan kejadian tersebut kepada ibu. Sejak itulah bapak & ibu mengingatkan kakak-kakak dan anggota keluarga lain agar jangan melewati jalan puteran tersebut.

Itulah cerita pengalaman alm bapak Nde yang diselong atau disesatkan di jalan puteran, saat ini mungkin sudah tidak ada lagi cerita orang diselong di jalan puteran tersebut karena sudah padat dengan rumah penduduk berbeda dengan kondisi puluhan tahun yang lalu.

Bagaimana lads? Adakah kisah yang mirip dengan yang diceritakan oleh Mang Nde tentang keselong atau disesatkan oleh penunggu jalan setempat yang pastinya makhlus ghaib alias halus? Sampai jumpa di Merinding Series minggu depan! Akan ada cerita yang lebih menarik! Baca juga kisah misteri lainnya di bawah ini..

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
Youtube: Kobayogas Sena Learn To Vlog [KSL-TV]

24 KOMENTAR

  1. zaman sekarang mah lebih seremmm lagi Mang … disasarin makhluk gaib yg namanya google maps

    berangkat kondangan via jalan besar ngelewatin komplek yg ada rumah temen disitu rencananya pas pulang mo mampir, eh pas pulang malahan diarahin lewat jalur permukiman yg padat penduduk dan banyak poldur …

    vangke banget dah ah wkwkwkwkwkwk welcome back kismis

  2. Saya dulu juga pernah lek bay waktu muda dari pasuruan lewat bangil mau kearah surabaya kiri kanan cuma tumbuh”an dan semak” waktu itu bawa tornado GS speed 80km/jam tp gak sampai” jalanan waktu itu sepi sekali padahal masih jam 7malam serasa lewat dunia lain, sambil berdoa dlm hati semoga ketemu rumah warga akhirnya ketemu sebuah warung yg sepi ada orangnya kemudian tanya jln dst… akhirnya syukurlah bisa lewat jalan yg ramai dan lwt jalur yg seharusnya

  3. Gw kebalikan nya mang, dr Purwokerto (Ajibarang macet total) jam 7 malam sampe Ciamis jam 9 malam.

    Lewat jalan setapak, sepi gak ada org cm gw sendirian ama keluarga naik boil kaleng2.

    Wkwkwkwkwk

    Klo keselong macem gitu cuma pernah abis latihan Silat jam 11 malam ada jalan tembus tp gw tau itu gak ada jalan disitu. Klo gw kesitu antara keselong atau nyemplung kali.

    wkwkwkwkwk

  4. kalo saya pernah jaman masi pacaran dulu, kan rumah pacar lumayan masuk lokasinya, dan masi banyak tobong (tempat buat bakar batu bata), pas pulang agak kemaleman krn hujan, saya naik motor kaya ngga sadar gitu kaya orang tidur, jadi tiba” udah di jalanan deket rumah sendiri, padahal seinget saya masi dijalan deket rumah pacar, dan kalo diliat dr waktu pulang sampe ke lokasi saya kalopun saya ngebut, ga bisa secepat itu apalagi kondisi lagi hujan…

  5. Mirip cerita teman saya, cuma bedanya dia gak sadar tiba-tiba masuk kampung menurut perasaannya. Nyatanya di tengah area pemakaman. Padahal dia boncengan dg kawannya. Hehehe,

Yuk Tinggalin Jejak Lads..