bersama Mr. Toshihiro Suzuki, orang nomor satu Suzuki Motor Corporation
GSX

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Awan gelap sedang menaungi dunia saat ini lads, semua sektor – kecuali mungkin industri obat ya. Terutama yang akan KBY bahas ini dunia industri otomotif, lebih spesifik lagi, untuk pasar Indonesia. Pada dasarnya tidak ada satupun pabrikan otomotif yang tidak terkena efek serta dampak dari pandemi Covid19 ini, termasuk Suzuki Motor Indonesia (SIS), hanya saja salah satu pabrikan otomotif raksasa ini sepertinya harus berjuang lebih keras untuk bertahan di Indonesia lads.

Semua pabrikan otomotif di Indonesia terkena dampak pandemi Covid19, tidak hanya penyakitnya saja yang berbahaya, tapi dampak ekonomi dan industrinya jauh lebih berbahaya lads.. Hanya saja banyak usaha yang dilakukan untuk bangkit atau bertahan, salah satunya dengan menerbitkan produk anyar.

Jika kita perhatikan, ya yang mudah lah lewat IG misalnya, setidaknya beberapa nama raksasa otomotif tetap mencoba menggelontorkan produk-produk baru. Contoh Toyota-Daihatsu dengan Raize-Rocky, Honda dengan City Hatchback, Hyundai dengan mobil luxury MPV Palisade, KIA ada Seltos dll. Di sepeda motor, setidaknya Honda dan Yamaha memiliki produk produk baru juga, dari All New CB150R dan persiapan New R25 – MT25.

baca: Museum Suzuki Jepang, Bikin Gak Mau Pulang!

Namun Suzuki, salah satu pabrikan otomotif raksasa terlihat sangat adem ayem, tidak ada produk baru sama sekali di tahun 2021 ini, yang terbaru adalah Nex Crossover, itu pun Desember 2020 lalu, sisanya bahkan kabar berita versi domestik pun tidak ada. Bahkan bisikan yang masuk ke newsroom Kobayogas membuat kepikiran terus, karena levelnya sudah red alert lads.

BERLANJUT DENGAN EKSPOR?

Jika ini berlanjut maka bisa saja ke depannya kita hanya melihat produk Suzuki yang itu itu saja, produk yang memang hanya untuk kebutuhan ekspor. Sisi positifnya, semua produk Suzuki Motor yang ada di Indonesia merupakan produk global yang memang dibuat untuk ekspor juga, misal Address, Nex II, GSX series. Jadi mirip TVS yang ada di sini hanya untuk membuat produk ekspor saja.

Mengapa bisa demikian? Konon ketidakmampuan Suzuki Indonesia untuk bersaing dengan kompetitor menjadi salah satu masalahnya, ditambah efek pandemi yang luar biasa ke industri otomotif membuat fokus Suzuki lebih ke area yang memberikan benefit, sebut saja roda empat. Jadi, sepeda motor Suzuki di sini ada kemungkinan sulit hadir produk baru, hiks..

Secara finansial, sebenarnya Suzuki global masih kuat, di Indonesia sektor roda empat juga masih menggembirakan, Suzuki Carry bahkan menjadi Nomor Satu Di Bulan Juni, tapi di sektor sepeda motor? Bahkan India yang pasarnya sangat baik untuk motor Suzuki pun konon terhantam cukup keras akibat pandemi ini, apalagi Indonesia lads. Tidak aneh kalau Suzuki akhirnya lebih fokus ke produk roda empat.

Jujur KBY sedih mendengar kabar tersebut, semoga tidak benar ya, karena berarti kita harus siap siap “kehilangan” satu nama penting yang seharusnya mampu bersaing di peta otomotif roda dua di Indonesia. Kawasaki pun sempat terhantam isu goyang karena induknya yaitu KHI (Kawasaki Heavy Industries) melepas divisi motor menjadi sebuah divisi mandiri, namun sejauh ini mereka mampu tetap eksis (baca: KHI Lepas Divisi Sepeda Motor).

Apakah kita masih bisa berharap kalau peta persaingan roda dua di Indonesia tidak hanya ada dua antara Honda vs Yamaha saja? Harapan KBY semoga Suzuki Motor Indonesia bisa bangkit dari kondisi ini dan kembali mampu kembali memeriahkan peta persaingan sepeda motor di Indonesia. Semangat Michio Suzuki sebagai founding father Suzuki di masa lalu yang mampu merubah Suzuki dari hanya sebuah perusahaan mesin tenun menjadi produsen otomotif kelas dunia semoga tidak hilang.

Memang tidak mudah bagi Toshihiro Suzuki, anak dari Osamu Suzuki – Presiden SMC yang belum lama ini pensiun – untuk membangkitkan industri sepeda motor Suzuki di dunia, khususnya Indonesia. Tapi lihat ke belakang, bagaimana motor Suzuki Indonesia mampu membusungkan dada dengan produk produk fenomenalnya. Ganbatte ne Suzuki!

Toshihiro Suzuki dan Kobayogas
bersama Mr. Toshihiro Suzuki, orang nomor satu Suzuki Motor Corporation

Semoga bermanfaat lads. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog [KSLTV]

40 KOMENTAR

  1. Coba deh Suzuki lirik motor genre Cruiser dikelas 150cc, siapa tau kan bisa laris, pake mesin GSX-R150 aja udah cukup.
    Bisa juga lirik motor Adventure 150cc belom ada tuh mopang yg masuk kelas ini
    Cafe Racer juga bisa, tinggal ganti fairing sama buritan GSX-R150 pake model Classic

    • sepertinya tetep sulit om kalu masih mengandalkan diversifikasi.. apalagi yg koplingan karena market terbesar ke depannya emg matic,
      kelas low, Nex II lumayan lah, nah momentum untuk Burgman 150 gak keambil, momentum buat Saluto gak keambil, yah sudahlah.

  2. Selama di India suzuki masih laris..tetap saja modelnya akan berkiblat kesana.
    Kalau mau develop model baru buat Indonesia,okane wa mada mada arimasen.

    Blm lagi kelakuan fansboy sini yg suka nge prank produsen.
    Saran begini begitu ke pabrikan..begitu dibuatin, kaga beli 🤣🤣

  3. Kalo targetnya Indonesia doang sih solusinya jelas bikin line up matic 110-150cc yang beraneka ragam. Lupakan segmen lain, terbukti gak laku lagi di Indonesia (merk lain juga gitu, motor manual udah sepi peminat).
    Kalo memang targetnya utamanya export doang kayak TVS sih ya silahkan.

  4. Gk pandemi aja suzuki uda dbawah 90 saturasi nya. Apalgi stelah coped, tinggal protap mayat aja wkwkkwwk

  5. gampang kok buat bangkit, suzuki punya nama yang baik buat kualitas mesin di indonesia,

    yang pasti jangan bikin yang sama dengan kompetitor, kalau mau bangkit ya harus diferensiasi produk, ya tapi jangan bikin produk yang desainnya jelek juga lah…..

  6. Ada kok produk roda duanya yg bagus dan potensi laris disini, tapi cuma boleh dibikin/dijual disono.
    Disini cuma boleh ngayal aja.

  7. Wah semoga gk menghilang seperti yg sudah sudah, supaya khasanah per motoran tetep ramai dan beragam

  8. nah ini baru pabrikan sultan, bikin mobil dan motor.
    yg ono ngaku2 sultan bikin mobil malah mirip ferari mainan.

    • Mau buat Mobil, motor, pesawat, kapal laut, kapal selam, kapal, terbang, pesawat luar angkasa kalau keuntunganya gak lebih banyak dari yg jualan sepeda motor saja buat apa?…

  9. Mau di jual dimana mang¿¿¿ Dealer di kabupaten saya udah tutup mang.. klo mau servis harus ke kota.. buku servis punyaku cuma ke isi 1x.. grtis servis juga ga kepake..

  10. mau sharing juga mang.. pengaruh alm. bokap ane yg fbs, mobil keluarga seringnya ya S, motor beliau jg S (kesayangannya dulu RGR), dan setelah berkeluarga harus dikorbankan dan diganti Smash.. meskipun itu produk emg kerupuk bodinya, mesinnya jos guandoss cakk hehe, sampe skrg umurnya hampir 20 tahunan masih enak aja dengan perawatan standar.

    jd di benak ane pun udah jelas tertanam bahwa produk S = kualitas. sayangnya memang di divisi motor ini mereka sering ketinggalan momen,
    momen kelas 150 sport udah lewat eh produknya baru keluar, ane pun ketika itu udah pengen naik ke 250 2 cyl, eh masih gak ada jg produknya, mungkin kalo ada GSX-R 250 yg proper itu akan jd pilihan pertama.

    masalah utama emg desain, tp yg terutama memang kemauan pabrikan untuk mengikuti selera konsumen, itu aja sih. come on Suzuki!

    • Semua motor bebek memang paling awet dan rendah maintaince nya dibanding motor matic dan sport, baik merk S, Y, dan H asal dirawat tentunya

      • belom tentu jg om.. di rumah jg ada bebek lainnya yg lebih muda beberapa tahun, dengan perawatan mirip, bisa dibilang relatif lebih banyak problem nya dibanding S.

        • Semua kembali pada perawatan dan pengetahuan pemilik motor, sy dirumah ada 2 motor bebek merk Y dan H… Semua sama-sama awet kalau tahu caranya merawat motor, pemakaian dan gaya berkendara juga berpengaruh, soal kualitas brand jepang punya sertifikat bersama yaitu JIS (japan industrial standart).

          Contoh nya soal kunci perkakas bengkel merk jepang seperti tekiro, iwt dan lippro itu kualitasnya sekelas bro… Cuman ada yg bilang bagus tekiro, ada yg bilang bagus iwt, dan lippro.. penilaian orang bisa beda-beda…

  11. Coba desain dari Suzuki Indonesia walaupn buat lokal bukan global, buat sport 150 cruisser, atau sport clasic modern

  12. Skr jamannya Matic…ngeluarin motor kopling yg MSnya jeblok…ya waste time…ayo datengin brugman, saluto , pasti dijamin MS membaim

  13. Marjuki rilis motor desainya ngaplo begitu ya pantes di tinggalin konsumen. Dkt rumah gw ada beres marjuki yg udah tutup sampe plangnya karatan bgitu. Dimari itu no 1 desain

    • Kurang diferensiasi produk, memang ada satu mesin buat jenis beda, gsx, tapi masih kurang nendang desainya. Lalu kurangnya dealer/bengkel resminya, banyak jg yg udah tutup. Daya gedor penjualan juga kurang.
      Munculkan produk2 baru yg diinginkan pasar terutama di desain, kalo mesin saya yakin lah suzuki mesinya tangguh. Lalu kuatkan penetrasi di pasar, bikin slogan2 yg unik kaya jaman suzuki shogun dulu, bikin mindset motor suzuki tangguh, bandel, murah sparepart. Kalo penjualan meningkat mudah2an dealernya nambah di setiap tempat.

  14. Blunder besar waktu keluarin bandit 150s sih,, padahal klo pake desain bandit 400 lampu bulat, lampu sein khas panjang jok landai nya man pasti g begini ceritanya

Yuk Tinggalin Jejak Lads..