Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Konon seorang individu yang hebat dan legendaris itu tidak hadir dalam kurun waktu 1, 2 tau 5 tahun sekali, butuh 10, 20 bahkan lebih untuk munculnya sosok legendaris generasi berikutnya. Di sepakbola kita mengenal banyak pemain top, dalam 1 dasawarsa ini hanya ada dua nama yang mencuat begitu tinggi, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Di dunia balapan roda dua, ada sang Doctor, Valentino Rossi, kini saat sang legend dimakan usia, Marc Marquez hadir begitu fenomenal. Aksi terkini pembalap Repsol Honda itu adalah menjadi juara di MotoGP Jepang sekaligus mengunci gelar juara dunia MotoGP 2018 disana.

Usia Marquez yang punya nomor andalan 93 saat ini adalah 25 tahun, terpaut 14 tahun dengan idolanya sendiri, sang legenda hidup MotoGP yang masih aktif, Valentino Rossi (VR46) yang berusia 39 tahun. Kala sang legenda hadir, saat itu dunia MotoGP (GP500) juga sedang masa peralihan dari Michael Doohan pembalap Repsol Honda yang juara GP500 5x berturut turut (1994 – 1998) ke Alex Criville (1999) dan Kenny Roberts Junior (2000).

VR46 sendiri saat itu masih berkutat di 125cc dan 250cc dengan juara 125cc di tahun 1997 dan juara 250cc tahun 1999 bersama Aprillia sebelum akhirnya menjadi juara dunia GP500 tahun 2001 hingga 2003 di atas Honda. Lawan Rossi saat itu adalah Max Biaggi dan Loris Capirossi yang sama sama dari kelas 250cc namun dari sisi skill dan mental, Biaggi dan Loris hanya menjadi saingan kuat sang Doctor, tak lebih.

Sejak pindah ke Yamaha tahun 2004 Rossi hanya dua kali tidak menjadi juara dunia tahun 2006 (Nicky Hayden – Honda) dan 2007 (Casey Stoner – Ducati). Tahun 2010 muncul nama Jorge Lorenzo sebagai juara dunia bersama Yamaha dan dianggap sebagai generasi penerus Rossi. Andai Rossi tidak “ribut” dengan Yamaha dan pindah ke Ducati tahun 2011 – 2012 mungkin saja ceritanya akan berbeda.

DEBUT MARC MARQUEZ DI MOTOGP

Sejak itu, Rossi tidak pernah merasakan indahnya menjadi juara dunia lagi karena Lorenzo kembali menjadi juara dunia tahun 2012 setelah tahun 2011 diambil oleh Casey Stoner (Honda). Tahun 2013 saat Casey Stoner memutuskan pensiun, disinilah nama Marc Marquez yang disebut sebagai baby Alien muncul, tak hanya ikutan MotoGP, tapi MM93 langsung menjadi juara dunia termuda di debutnya! Praktis, Marquez hadir di saat Rossi masih mumpuni dan Lorenzo lagi di puncaknya.

Modal Marquez adalah sebagai juara kelas 125cc (2010) dan juara Moto2 (2012). Kinerja dan performa Marquez di MotoGP ternyata tak hanya seumur jagung, karena kembali dirinya menjadi juara dunia tahun 2014 sebelum kembali disabet Lorenzo tahun 2015. Sejak 2016 Marquez benar benar tak terkejar, juara dunia 2016, 2017 dan 2018 alias hattrick dilakoninya dengan musuh terberat ada di kubu Ducati yaitu Dovizioso.

REKOR MARC MARQUEZ DI MOTOGP

Dengan menjadi juara dunia di tahun 2018, Marc Marquez sudah menyamai rekor beberapa pembalap legendaris di MotoGP/GP500 yaitu antara lain:

  1. Hattrick juara dunia MotoGP/GP500: Geoff Duke (Inggris – Gilera – MV Agusta), John Surtess (Inggris – MV Agusta), Mike Hailwood (Inggris – MV Agusta), Giacomo Agostini (Italia – MV Agusta – Yamaha), Kenny Roberts (USA – Yamaha), Wayne Rainey (USA – Yamaha), Mick Doohan (Aus – Honda) dan Valentino Rossi (Italia – Honda).
  2. 4 dan 5 kali juara dunia MotoGP/GP500: Geoff Duke (Inggris – Norton – Gilera – MV Agusta), John Surtess (Inggris – MV Agusta), Mike Hailwood (Inggris – MV Agusta), Giacomo Agostini (Italia – MV Agusta – Yamaha), Eddie Lawson (USA – Honda – Yamaha), Mick Doohan (Aus – Honda) dan Valentino Rossi (Italia – Honda – Yamaha).
  3. 7 kali juara dunia di kelas berbeda: John Surtees, Inggris (MV Agusta 500cc & 350cc), Phil Read, Inggris (MV Agusta & Yamaha)

Dengan rekor yang sudah dipegangnya saat ini, Marc Marquez masih harus mengejar beberapa rekor di balapan yang masih ada saat ini, misal 4, 5, 6 dan 7 kali juara dunia berturut turut (Mike Hailwood, Mick Doohan, Valentino Rossi dan Giacomo Agostini),  rekor 7 kali juara dunia MotoGP (Giacomo Agostini) serta 9, 13 dan 15 kali juara dunia di kelas berbeda (Mike Hailwood – Inggris (9 kali), Carlo Ubbiali – Italia (9 kali), Valentino Rossi – Italia (9 kali), Angel Nieto – Spanyol (13 kali) dan Giacomo Agostini – Italia (15 kali).

Jika tidak ada aral melintang dan tetap kompetitif hingga usia 35 tahun, bukan tidak mungkin Marc Marquez akan menjadi legenda terbaik sepanjang masa.. Go For It Marc!

sumber: Wikipedia.

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

21 KOMENTAR

  1. Umur 30 dst, mm.mesti pake motor yg mudah dikendarai, agar tdk menguras fisik.

    Otomatis hanya m1 dan suzuki pilihanya,.bisa juga ducati.

    Ngak bisa rcv terus yg emang liar.

  2. Fby : MM bagus, motornya biasa saja. Buktinya DP zonk mulu…
    Fbr : Emg motornya yg bagus, coba kalo berani pindah tim, pake motor lain..
    FBH yg fbr : Honda kok dilawan. MM beruntung dapet motor bagus .
    Fby yg fbr : £¢¥^|π√`÷~׶∆=¢^€™°®©£\\€¥£℅€^¢®£= (planga plongo)

    • idealnya MM93 memang harus merasakan pindah ke motor lain, tapi keknya belum dalam waktu dekat.. setidaknya sampe dia kunci gelar 7x MotoGP

      • Tenang om kobay, sampe 2020 juara dunia spertinya tetep ditangan marc dengan konsistensi dan kematangannya di umur 26 dan 27 itu puncaknya..
        Liat taun 2020 bakal ada kejadian hebat apa om, marc pindah ke ducati hal paling ditunggu..

  3. yang bikin marquez tetap kuat adalah dia gak pernah mikirin record kang, dia cuma mikirin satu musim tiap tahunnya, what will happen next year, happens next year. bisa dibayangkan kalau dia ‘kepikiran’ nglewati record nya rossi, bisa2 beban pikiran yg belum saatnya bisa bikin dia gak maksimal di tiap race. he has great skills and talents, it’s crystal clear. yet, he has passion, good attitude, and intelligence as well

      • Ndak usah entertain kayak mbak ross ndak papa mang. yang penting juara terus sajalah. Dan jangan mewekan kwkwkw

      • Jadi keinget komentar dorna yang nyebut rea ga punya kharisma. Tapi emang bener mang, juara doang tanpa punya kharisma itu rasanya kurang. mau bagaimana mereka adalah entertainer.

      • Tetap rendah hati, kalem, gak banyak bacot tuh style MM. Style oci??? Apa ya…fans oci? Sekarang udah keabisan suara di medsos. Wkwkwk

  4. Tenang om kobay,, rekor 5x juara dunia bakal di capai marc di honda..
    2021 sepertinya ducati bakal incar marc setidaknya sampe 4 musim lalu bisa dia ditarik ke ktm karena redbull, diumur 31..
    Marc bisa pensiun usia 35 di ktm ato 37 di pabrikan lain macem suzuki ato balik ke honda sebelom pensiun

  5. Kita lihat tahun depan Jorge Lorenzo featuring Honda, apakah akan cepat beradaptasi dan menyajikan persaingan yang seru atau lebih banyak drama terjadi hahahahaha

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.