image

Toyota Fortuner VNTurbo sejatinya adalah jawaban Toyota terhadap Mitsubishi Pajero Sport Dakkar, bagaimanakah performa si bongsor ini dengan Tagline baru The World is Mine plus Variable Nozzle Turbo-nya?

KBY – Beberapa minggu lalu, KBY berkesempatan (kembali) mengemudi mobil bongsor milik Big Boss Divisi, setelah sempat membawa Fortuner Non VNTurbonya, kali ini si Ibu sedang membawa Fortuner VNTurbo AT TRD Sportivo putihnya. Ga tau kenapa nih si boss senang amat sama Fortie, sampai punya dua segala. Mubazir kan 😀

Langsung aja kita bahas satu persatu:

Desain/ Penampilan

image

Gagah.. besar, intimidatif, boros dimensi dan…. membosankan 😀 . Ya gimana? Fortie ini sejatinya sudah wara-wiri sejak lama dan desainnya dari tahun ke tahun hanya seperti motor Honda jaman dulu, ganti stripping doang hehe. Bedanya, Toyota signature itu nambah chrome di beberapa bagian dan voila.. harganya naek. Tapi ini model TRD Sportivo bung… Well .. oke, penambahan body kit dari tuning house milik Toyota ini sangat membantu penampilannya yang sebenarnya memang sudah gagah menjadi tambah sporti dan ganteng.

image

image
spion parkir

Di bodi luar, aplikasi panel sporti TRD Sportivo terlihat di front bumper spoiler, front fender mirror, rear bumper spoiler, roof spoiler, dan muffler cutter. Imbuhan logo VNT berkelir merah di sisi kanan bagasi sebagai penegas eksistensinya. Dari sisi ini menurut KBY, Toyota sukses membuat si Fortie jadi terlihat lebih jantan dan macho, aura sportynya kental terlihat. Lubang udara tambahan di atas kap mesin bukan hanya aksesoris, tapi sebagai pemasok udara untuk mendinginkan intercooler. Ya dibanding Fortie standar mah si TRD Sportivo ini masih sangat layak  dipandang lah 😀

Interior

image
Setirnya sekarang mirip Camry

Boring.. boring and boring… nothing special dari tahun ke tahun, Innova bingiittt. KBY menyebut Fortie sebagai Innova berbaju XXL. Berikan Innova baju XXL dan sekejap dia menjelma menjadi Fortuner… atau Hi-Lux. Ya tidak salah juga sih karena Trio Innova – Fortuner – Hi-Lux memang serancang sebangun yang disebut dengan IMV. Jadi sampai daleman pun mirip mirip, hanya beda tatanan letak dan bentuk kisi-kisi AC saja, sisanya hanya permainan bahan dasar speedometer, imbuhan kayu sana sini agar terlihat beda dan lebih mewah dari Innova.

image
Motif kayu baru memberi nuansa lebih sporty dibanding yang lama

Kabar baiknya, kualitas plastik dan perakitannya masih layak diacungi jempol, solid dan berkualitas serta kokoh. Plus, aura dan layout dashboard yang sama dengan Innova, membuat pengemudi mudah beradaptasi antara satu kendaraan dengan yang lainnya. Selain itu, akomoda­si lapang masih menjadi trade­mark-nya. Bahan jok dari fabric mewah menyelimuti bang­ku mirip dengan yang lama.

Fitur

Fitur standar keamanannya cukup..cukup kurang maksudnya, hanya ABS tok dan Dual Airbags. Speedometer dengan model optitron baru enak dan jelas dilihat mata walau ring sekitarnya kok malah membuat kesan murah ya…subyektif sih, KBY sendiri lebih suka tampilan yang lama.

image
lampu optitron baru
lampu optitron lama
lampu optitron lama

Fitur lainnya masih sama dengan yang lama, sensor parkir, MID, HU touch screen, Audio steering switch, dlsb.. oia ada tambahan roof monitor sekarang.

Performa dan Handling

performanceSoal apa itu VNT, KBY merasa penjelasan dari AutoBild cukup mudah dipahami, seperti berikut ini:

Variable Nozzle Turbocharger (VNT).

Dua belas bilah nozzle berada di dalam rumah keong mengelilingi turbin yang diputar oleh gas buang. Jumlah nozzle dibuat banyak agar memberikan tekanan secara merata ke turbin. Saat rpm rendah, turbo berputar pelan lantaran masih lemahnya dorongan udara. Mengakalinya, su­dut antar nozzle dipersempit. Udara yang mengalir naik kecepatannya. Turbo pun berputar lebih kencang dan isapan udara segar ke intake semakin banyak. Analoginya se­perti Anda menekan ujung selang agar air dapat menyembur jauh.

Positifnya, turbo lag yang biasa terjadi di putar­an rendah dapat dihilang­kan karena mesin tidak pernah kehabisan napas. Semakin efektif dengan imbuhan intercooler yang mendinginkan suhu udara dan memperbesar densitasnya di saluran masuk.

Kebalikannya ketika putaran mesin tinggi. Di kondisi ini, turbo sudah berputar cepat sehingga isapan udara juga lebih besar. Sudut nozzle diperlebar supaya turbo tidak overboost. Prinsip­nya sangat sederhana bila dibandingkan turbo variabel lain yang bekerja langsung pada turbin.

Meskipun cukup sederhana namun ternyata peningkatan dayanya terbilang signifikan loh. Ditunjang aplikasi intercooler, tenaga Fortuner naik dari 102 dk ke 144 dk. Torsinya juga naik dari 260 Nm ke 343 Nm. Semua menemui buktinya saat tes performa oleh AutoBild.

Untuk 0-100 km/jam, Fortuner diesel VNT mencatat waktu 12,42 detik. Sedangkan model lawas hanya 20,1 detik. Nyaris 8 detik selisihnya. Untuk akselerasi tengah, model baru ini masih lebih cepat sekitar 2 detik.

Peningkatan tenaga juga ti­dak membuatnya le­bih boros BBM. Bahkan karena besarnya torsi di putaran bawah, ia lebih mudah melaju. Untuk rute tol dan dalam kota ia mencatat konsumsi BBM 14,6 km/l dan 11,8 km/l. Model lawas hanya 12,6 km/l dan 10,2 km/l (versi AutoBild). Sedangkan catatan KBY yang tertera di MID hanya beda tipis yaitu versi lawas 9.1 km/liter berbanding 9.5 km/liter.

Namun menurut AutoBild, figur di atas lebih irit dari rival sejatinya, Mitsubishi Pajero Sport Dakar Hi-Power 4×2. SUV besar bertenaga 178 dk dan torsi 350 Nm ini hanya mencetak figur 13,2 km/l dan 9,8 km/l. Tapi Pajero unggul dalam akselerasi dengan menoreh­kan 10,60 detik untuk 0-100 km/jam. Ini baru josss…

Yang KBY rasakan pada saat melajukannya di tol, jujur tenaga bawah nyaris tidak terasa ada perubahan antara VNT dengan yang lama, masih berasa lambat, tapi jika diperhatikan jarum pada speedometer, disitu bedanya, ternyata jarum pada speedo bergerak cukup cepat. Intinya, si VNT ini bekerja cukup halus pada tarikan awal, padahal KBY membayangkan sensasi jenggutan iblis pada saat gas diinjak setengah. Akhirnya, sedikit mengabaikan kehadiran si Ibu boss dibelakang, KBY curi-curi gas pol pedal to metal pada satu kesempatan…hehe, ternyata baru terasa deh jenggutannya. Ya kira-kira di 3000-an RPM lah reaksinya, diiringi siulan halus Turbo. ANdai diberi Blow Off Valve, ncuss ncusss nya bakal lebih terdengar.

Seperti emblemnya di bodi mobil, Fortuner milik bos ini telah menggunakan suspensi TRD Sportivo yang lebih keras dari aslinya. Cukup terasa, terutama saat menginjak speed trap atau jalan berlubang, yet somehow, walau memang lebih keras tapi KBY hanya merasakan perbedaannya tipis dengan non TRD, plus bantingannya KBY suka, membuat pindah jalur lebih mantap, potensi limbung pun dapat diminimalisasi.  Namun lantaran bodinya gambot, potensi buritan bergeser tetap terasa saat menikung cepat.

Harga
Berapa harga yang pantas dari beberapa ubahan pada interior, tambahan Turbo dan Intercooler baru serta tambahan body kit dari TRD bagi Fortuner VNTurbo TRD ini? Toyota menghargainya saat ini Rp. 446,200,000. Sang rival terdekat yaitu Mitsubishi Pajero Sport Dakar dihargai Rp. 449,000,000.

Dengan harga 449 juta, lads mendapatkan Sun roof, tenaga 178 PS dan Torsi 350 Nm, transmisi matik canggih 5 kecepatan INVECS II dengan paddle shift ala F1, lampu HID dengan auto levelling, jok kulit, washer headlamp, audio dengan power sound 450W + rear camera, ABS + EBD. Itu semua yang tidak dimiliki Fortuner.

Silakan dikira-kira saja, worthy kah? kalau soal desain sih KBY kembalikan saja ke masing masing preferensi 🙂

Opini KBY: Tenaganya meningkat drastis dan bekerja dengan halus di putaran bawah, jika butuh tenaga pol, silakan jangan ragu injak gasnya dalam dalam. Interior terasa lebih fresh dan sporty dengan kayu hitam dan akses silver pada setir. Bantingannya tidak lebih keras walau sudah memakai paket TRD. Tapi secara keseluruhan, Fortuner sudah harus berubah wujud, luar dalam.

Fakta: Ternyata fitur yang diusung kompetitor lebih lengkap dengan harga hanya terpaut tipis. Tenaga pun lebih besar. Namun 3S Toyota masih yang terbaik. The World is Mine? I think you should think again Fortuner 🙂

Mangga digeber … Thanks for reading and sharing lads..

KobaYogas from WordPress for Android

107 COMMENTS

  1. wah, Bokap pengen fortie eeh nyokap ga setuju karena bodinya menang gambot doang ama sempit jadinya sekarang minan Innova 2012 (bukan gigi tonggos) yaak oom tapi overall demen mesinnya kalo dipasang di Innova bisa ngejambak abies tuch

  2. tetep dakar 4×4 178ps , bisa manual dan otomatis sekaligus ….. kalo mau cuiittt cuiitt coba rasain 1kz-te lawas kepunyaan prado

      • sama hyundai santa fe CRDi terbaru gimana ya mas
        jujur skrg korea modelnya mewah2, kayak SUV medium eropa gitu mas

        gw lagi nyari review hyundai santa fe 2.2 VGT CRDi mas
        modelnya sporty mewah elegan, tenaganya juga 197PS dengan torsi 440Nm
        sangat2 intimidatif terhadap kom petitor lain pasti

        tapi juga masi ragu ama resale value ama keberadaan aftersalesnya

      • Kalau suka, beli, jangan terlalu memikirkan resale value Karena hanya akan membuat si om mundur dari yg disuka hehhee.

        Saya sih suka, sayang lom tes jadi ga tau banget n ga adil buat banding2in langsung. Tapi saya berani kalau faktor resale value diabaikan, Santa Fe pemenangnya.

  3. stylenya bener2.. elekgan..mesinnya masih kalah ama PS..so yang dijual cuman….mending hilux sekalian

  4. itulah pinternya toyota, pelit fitur, kalok dikasih nama toyota aja udah laku, ngapain di kasih Sun roof, tenaga 178 PS dan Torsi 350 Nm, transmisi matik canggih 5 kecepatan INVECS II dengan paddle shift ala F1, lampu HID dengan auto levelling, jok kulit, washer headlamp, audio dengan power sound 450W + rear camera, ABS + EBD. wkawkawkawk :mrgreen:

  5. Ne mobil enak dipake dipedesaan yg jlny kurg bgus. Kl untuk hi-speed ga deh..
    Kl ktmu fortie ngebut ditol, mobil ane cukup colek gas dikit ud bs ninggalin tp kl yg ngebut Pajero, perlu usaha yg besar buat nyalip. Eksterior lbh suka fortie kl interior keduany mirip ga ad yg wow, malah bagusan santa fee buat sy. Kl style fortie unggul kl engine performance jelas pajero. Opini pribadi..

  6. di Otomotif pernah diadu antara Pajero Sport, Ranger, Fortuner & Captiva dr segala aspek, hasilnya si embahnya VNT ini ada di podium 1 bro, dari bawah tapi 😀

    tapi gile jg ya abis ditempelin VNT masa naiknya power spe segedhe semprot 250cc?????

    trus inti paling inti dr artikel di atas adalah, VNT masih belum ada apa2nya dibanding Sport Dakkar, gitu kan? 😀 itu baru yg 2WD, belum yg 4WD 😀

    • Ya diesel emg gila naeknya kalau disetting ulang… Hehhe…

      Hmmm kalau saya sih simpel, tagline The World is Minenya think again lah 😂

      • The World is Mine kalo dari sudut pandang orang sedunia ya maksudnya kurang lebih bahwasanya mobil ini ada dimana-mana, penjualannya moncer a.k.a banyak orang yang punya, persis sudut pandang ATPM, lha itu bubosnya aja spe punya 2 biji 😀

        finally, it’s not about driving experience by the way bla bla bla

      • Hahhaa masuk akal opininya…

        However, karena ay lebih demen nyetir ketimbang duduk manis, jadi reportnya ya lebih ke driving experience deh hehehe

  7. sama2 jip, sama2 roda 4 , tapi harga beda 4 X lipat dengan mobilku 🙂 … ndak pengennn ah… duit segitu bisa upgrade mobil dengan kenyamanan sama dibanding fortie plus bisa upgrade ninja jadi moge juga 😛

  8. Tenaga standard 42ner vnt buat harian udah cukup, kalo masih kurang upgrade bertahap : ganti downpipe dengan produk saki / kansai / budi, porting polish, ganti saringan udara dengan k&n / JFC , tambahkan ground cable dan pasang piggyback. 42ner ini masih masih bisa minum bio solar (sebaiknya tambahkan additive macam redline 85+ / crc) asalkan penggantian saringan solarnya dipercepat menjadi setiap 20rb km. Paling nyaman kalo dipake jarak jauh, baik pengemudi maupun penumpangnya dapat duduk leluasa. Jelajah Jkt-bali pp hanya menghabiskan 200lt bio solar doang.

  9. Kla biasa nyupir jass/nyaris, coba nyupir esyuvi perasaan pada lemot ya? apalagi yg diesel.
    🙂

  10. Mobil 7-seater …. New Fortuner VNT dan New Pajero Dakar, ban besar, kabin sempit. Kalo Innova mas Yogas, ban kecil tapi kabin lapang. Santa Fe ? Desain bagus dan proporsional, mesin pun oke, tapi Hyundai masbro … apriori. New CR-V ? Sudah pernah sampeyan bahas, interior plastik, meski exterior paling urban minded dan modern, paling tampan. Sedang menunggu Nissan New X-Trail 2014, exited. Mau dihargai berapa sama Nissan ? Semua yg ada di CR-V dan Santa Fe ada di X-Trail 2014 lho …. El Macho ….

    • Excited maksudnya hehehe …. kurang “c”. Oiya, kalo Nissan 3S-nya oke kan mas Yogas ? Itu masih Indomobil Group ya nek ndak salah ?

  11. ane paling seneng dengerin suara siulan mitsubishi pajero…suara siulannya lebih asyik pajero ketimbang fortuner

  12. kapan ya si ipah di kasih mesin VNTurbo….kalau si ipah di beri VNTurbo pasti menambah value dan tidak terkesan over pret 🙂

    • dengan harga yang sama? bakalan saya kasih jempol 4… gak ragu kalau ada duit langsung beli hehehe

      tapi ay emang ngincer ipah diesel AT… kalau ada duitna hehhee

      • kalau ipah di beri VNTurbo sih ane ngak perlu pikir panjang buat nebusnya 🙂
        note:harganya harus sama dengan ipah diesel yang sekarang(ngarep.com) 😀

  13. ane lebih suka fortuner non trd sportivo, lebih kekar tampilan suvnya…

    gak pantes banget suv pake dandaan genit > pake body kit ala trd sportivo malah ground clearance jadi makin rendah..

  14. ga punya tapi dah blenger semua…. ayo sebut #42ner ps evrst hilux strada ranger dmax …. hehe di tambang, tp msh penasaran sm colorado/trailblazer

    • Trailblazer mahil juga tuh, IIMS 2012 pernah liat dan dudukin, sayang blm demen ngblog hehehe.
      Terkesan overpriced karena memang bentuknya biasa bingiittt…

      Wah ditambang mah puas hehehe

  15. Dari luar sih lebih keren pajero sport klo menurut saya.. Hehehe..
    Klo dalem sih ga tau, blm prnh masuk di dua2nya.. 😀
    Mas kobay, itu spion yg letaknya di kap mesin bagian kiri gunanya buat apa ya..? Sering liat di rush dan fortuner, tp ga ngerti fungsinya.. Hehe

  16. tinggal keluar duit 7.5 juta tuh pasang dastek.. tenaga 350-300hpm, torsi 600nm up..:D..ga percaya, silahkan kerumah ane.

  17. Kalo “bener” punya duit dan konsisten sanggup beli Pertamina Dex / Shell Diesel / Total Diesel, monggo ditebus PS nya… Dan rasakan sensasi jambakan setannya.. Engine 4D56 Mitsubishi masih gagal menunjukkan ketahanan dengan bio solar. Okelah bio solar Jawa masih OK, tapi di Kalimantan, Sumatra dan Jawa pada jebol Injector Commonrailnya.. Kalo msh doyan minum solar coklat, ya silahkan beli Fortie.. Udah pakai engine 2KD / 1KD nya Toyota selama 5 tahun dan sudah disiksa pakai solar sebusuk-busuknya di luar pulau, masih ok. Spare part fast moving dan filter2 nya juga murah meriah terserah mau ori atau KW.. Just my humble opinion… Saya bukan sales, bukan fanboy, Saya punya dua-duanya (empat-empatnya)
    – Mitsu Triton 2.5 GLS –> Jebol common rail dan Chip di KM. 90.000
    – Mitsu Pajero Dakar –> Jebol common rail di KM 150.000
    – Toyota Hilux 3.0 E VNT
    – Toyota Fortuner 2.5 TRD VNT

    Odometer tinggi sebab main proyek di luar Jawa, perawatan rutin BeRes masing-masing sesuai manual book… Kalo tanya ketahanan jangan ke pemakai yang cuma lewat tol tiap hari atau main offroad pas lebaran doang..

    PS : Just share, yang belum pernah ngerasain disodorin invoice Bengkel Mitsubishi tertera service common rail seharga 22 Juta, (padahal udah pasang 3 jalur filter solar tambahan) nih saya bagi rasanya..
    “Sakitnya tuh disinih…” (Sambil nunjuk pantat) 😀

  18. Fortie VNT lebih enak dimodif dan dikilik mesinnya krn daya tahan blok mesin dan transmisi lebih kuat daripada pajero. cukup tambahkan programmable piggyback dan beberapa modif kecil sudah bisa tembus 300 HP dengan torsi diatas 660 Nm tanpa takut jebol.

    • Naahh kalau soal daya tahan atau material saya gak paham deh… Setau ay sih material mitsu ya bagus juga… Makanya part nya mahil mahil hehehe…

  19. Kl sy liat fortie lebih cocok utk mobil keluarga muda yg msh suka bergaya: model keren, nyaman, besar dan legaaaa :D.. apalagi yg vnt trd terbaru, keren bingiiitttsss + tenaga gede.. Velg barunya yg item itu loh, keren abiiss.. tp tampang mbl tergantung selera masing2 jg siih.. hehe

    Fortie jg ada rear camera kok, malah ada roof monitornya jg (ga ada di PS).. Sy dan istri dah pernah liat2 langsung & banding2in fortie & PS, kl menurut kami, sih yg punya anak kecil & suka kenyamanan saat berjalan2 jauh, justru kekurangan telak dari PS adalah tidak adanya tempat utk naruh roof monitor! :D.. tenaga gede utk kebut2an?? no lah, cape body & ga safety jg bawa si anak bini kebut2an di jalanan. Kecuali dulu wkt msh bujang 😀

    Dari kualitas mesin diesel, dari ulasan suhu2 di macem2 blog & kaskus kynya terbukti msh lebih OK fortie: mesin bandel, irit, servis & sparepartnya jg murah & mudah! Toyota gituu..

    Setelah puas survey lapangan & diskusi panjang lebar dg bini.. akhirnya dg terpaksa jatuh lah pilihan ke Fortie 2.5 diesel VNT TRD.. hehe

Yuk Tinggalin Jejak Lads..