Ducati Monster Corse side 2

Italia, negeri pizza yang sangat sohor akan jiwa artistiknya. Goresan serta sentuhan seni kerap diterapkan pada desain-desain produk buatan negeri menari Pisa tersebut, tak terkecuali roda dua seperti Ducati Monster 795 Corse ini…

Kobayogas.com – Dear lads, sebelum menuju artikel review berkendara harian bersama Ducati Monster 795 Corse, kali ini KBY akan membahas secara menyeluruh desain dan lekuk tubuh yang dimiliki oleh sang Monster. Tidak lupa spesifikasi mesin dan unit-nya akan turut KBY sertakan…

Melihat desain produk otomotif asal negeri Italy, tak jarang membuat decak kagum para pundit otomotif, karya yang mempesona dan penuh guratan serta tarikan seni kerap hadir di produk produk roda dua. Meskipun demikian, bukan berarti semua desain roda dua asal Italy pasti selalu bagus, tak kerap kadang jadi nyeleneh dan aneh, pun begitu, bicara tentang keberanian hal desain non mainstream, belum ada yang seberani desainer asal negeri anggur, Prancis.

Riding impression Part I sudah KBY bahas pada artikel sebelumnya. Kini bagaimana dengan sosok desain dari Ducati Monster ini? Indah dilihat? Sedap dipandang? Atau nyeleneh bin aneh? Ini opini KBY lads…

DESAIN

Siapa yang berani meragukan desain milik Ducati? Sang Monster ini macho sekaligus cantik, sedap dipandang mata, sepertinya itu kata-kata paduan yang bisa KBY dapatkan setelah cukup lama berpikir… Betul, KBY rasa siapapun akan tertarik melihatnya dan akan mengakui bahwa desainnya cantik namun macho dengan balung besi dibagian atas mesinnya, sang sasis Truss Frame. Minimalis tidak neko-neko namun menghasilkan efek yang maksimal…!

Garis yang mengurva dari depan ke belakang mengalir padu dan berhasil menciptakan satu desain yang tidak bosan dipandang. Desainnya sendiri memang tidaklah pure original karena disebut sebut terinspirasi dari Honda NT650 yang legendaris. Sasis trellis yang besar, kuat serta ringan dan berwarna merah menyala khas Ducati justru menjadi daya pikat kuat dan menonjol dari desainnya, tentunya selain dua buah muffler yang menclok di bagian bawah jok belakang.

Sang inspirator Monster
Inspirator sang Monster

Kulaitas cat patut diacungi jempol, walau berwarna solid tapi tebal dan mempunyai vernish yang berkualitas tinggi sehingga kilauannya tetap terjaga lama. Plastik-plastiknya nya tebal dan berkualitas, kondom tangkinya juga kokoh dan solid saat ditekan dan digoyang goyang, if you know what i mean 😀 Swing arm memang belum mono arm namun terbuat dari besi ringan yang tebal dan sangat keras jika diketuk. Khas moge kebanyakan lah ya….

Bagian lampu depan membulat dan mirip dengan sang adik (atau kakak?) Ducati Diavel yang pernah KBY test beberapa waktu lalu. Sedangkan pada bagian belakang, lampu rem berukuran cukup mungil dan pas dengan lekukan buritan sudah dilengkapi dengan LED, manis. Lekukan jok dari depan sampai belakang terkesan begitu mengalir, seperti menyatu dalam satu lekukan dari tangki hingga buritan.

Satu hal yang menurut KBY mengurangi value dari sisi desainnya, yaitu footstep boncenger yang mirip Honda Tiger 2000. Desain footstep belakang menyatu dalam satu besi dari depan, tidak seperti moge lain yang biasanya menggantung di belakang. Tidak buruk sih tapi sedikit mengurangi sisi mogenya sang Monster.

Ducati Monster 795 rear footstep

Perhatikan footstep boncengernya...
Perhatikan footstep boncengernya…

FITUR

Bro Steven Oentoro yang akrab di panggil Tipen, pengusaha sukses yang pakar dalam bidang finance dan pemilik Moto8 ini menuturkan kepada KBY bahwa si Monter 795 ini merupakan varian entry level, so fitur-fitur yang ada juga tidak terlalu lengkap. Sebut saja tidak ada tripmeter A dan B, mapping ECU, oil change schedule, konsumsi BBM real time ataupun average. Namun, semua info tampil dalam bentuk digital dengan contrast yang sangat baik dan jelas bagi pengendara.

LCD dengan level kontras yang sangat baik
LCD dengan level kontras yang sangat baik

Namun informasi seperti tegangan accu, lap time serta adanya Ducati Data Analysis Ready (DDA Ready) plus immobilizer cukup mampu menambah valuenya. Headlight dengan triple-parabola headlight pada Monster menggunakan teknologi optikal terakhir serta kontruksi canggih menghasilkan pencahayaan yang sangat baik bagi pengendara terutama pada malam hari.

Fitur parking light seperti pada mobil mobil eropa ternyata juga sudah disematkan pada sang Monster ini. Fungsinya? agar saat kendaraan parkir di tempat gelap, dapat terlihat oleh kendaraan lain maupun si pemilik karena lampu kecil (senja) menyala. Boros accu donk? Lampu senja mah kecil wattnya, asal jangan seharian saja dinyalakan 🙂

Satu saja sih yang membuat penasaran, kenapa pada level atau kelas ini rata-rata tidak dilengkapi dengan meteran bensin ya? Adanya hanya warning light saat BBM terindikasi low. Entah apa alasanya hehehe…

SEKTOR KAKI-KAKI dan PENGEREMAN

Laiknya Moge lainnya, kaki-kaki besar nan kuat dan tangguh serta stabil adalah suatu keharusan, identitas sebagai moge bisa diterlihat hanya dari sisi ini. Up side down Showa 43 mm di bagian depan dan suspensi belakang monoshock dari SACHS tanpa link dan letaknya serupa dengan ER6N, agak di pinggir, hanya si Monster ini berada disebelah kiri, sedangkan ER6N ada pada bagian kanan. Suspensi belakangnya termasuk dalam kategori empuk untuk kelas Moge, dan reboundnya lebih terasa nyaman lagi saat berboncengan.

Suspensi dari Sachs

Apalah arti tenaga besar jika mau berhenti saja susah bukan main? Ducati tentunya sangat sadar akan hal ini, dual disc di depan dengan dudukan kaliper bertipe radial dari Brembo adalah jaminan mutu sebuah pengereman. Meskipun tuas rem depan masih bertipe axial namun performa rem depannya terasa sangat positif, bagaimana dengan rem belakang? Sama dengan bagian depan, yaitu cakram dari Brembo dengan 2 piston, pun begitu selama 4 hari bersama, tak pernah sekalipun KBY merasakan performanya kecuali saat berhenti untuk menahan motor agak tidak bergerak…

Dual Disc dengan 4 piston
Dual Disc dengan 4 piston x 2 = 8 piston!

SPESIFIKASI MESIN

Sedjatinya KBY sudah memperkenalkan spesifikasi mesin Ducati Monster 795 ini pada artikel Ducati Monster 795 for Sale, namun tidak ada salahnya KBY sampaikan kembali pada artikel ini.

Engine
Type  :  L – Twin cylinder, 2 valve per cylinder Desmodromic, air cooled
Dicplacement  :  803cc
Bore x Stroke  :  88 x 66 mm
Compression Ratio  :  11 : 01
Power  :  64kW – 87CV @ 8250 rpm
Torque  :  78 Nm – 8 kgm @ 6250 rpm 
Fuel Injection  :  Siemens electronic fuel injection, 45mm throttle body with stepper motor
Exhaust  :  Lightweight 2-1-2 system with catalytic converter and twin lambda probes with termignoni trademark
Emissions  :  Standard Euro 3

Chassis
Frame  :  Tubular Chrome moly steel trelis, casted
Wheelbase  :  1450mm (57.1in)
Rake  :  24″
Front suspension  :  Showa 43mm upside-down forks
Front wheel travel  :  120mm (4,7in)
Front wheel  :  3-spoke light alloy 3.50 x 17
Front tyre  :  120/60 ZR 17 Pirelli Angel ST
Rear Suspension  :  Double sides swingarm
Rear Wheel Travel  :  148mm (5.8in) 
Rear Wheel  :  3-spoke light alloy 4.50 x 17
Rear Tyre  :  160/60 ZR 17 Pirelli Angel ST
Front Brake  :  2 x 320mm discs, 4-piston radial calliper
Rear Brake  :  245mm discs, 2-piston calliper
Fuel Tank Capacity  :  15L (3.8 US gal) / 13.5L (3.6 US gal) ABS version
Wet weight  :  187kg / 189kg ABS version
Dry weight  :  167kg / 169kg ABS version
Version  :  Dual Seat
Instruments  :  Digital unit displaying :  Speedometer, rev counter, time, scheduled maintenance warning, oil temperature, trip fuel, lap time, warning light for low oil pressure, fuel level, fuel reserve, neutral, turn signals, over rev, immobilizer. Ready for DDA systemTransmission
Gearbox  :  6 Speed
Ratio  :  1=32/13 2=30/18 3=28/21 4=26/23 5=22/22 6=24/26
Primary Drive  :  Straight Cut gears ; Ratio 1.85:1
Final Drive  :  Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 39
Clutch  :  APTC wet multiplate with hydraulic control

Demikian artikel Ducati Monster kali ini lads, nantikan artikel Ducati Monster berikutnya… Mangga digeberrrr…

Special Thanks: Steven Oentoro – Moto8 Jakarta

72 COMMENTS

  1. desainnya emang amburegul emeseyuu banget kang, gagah bin berotot, jooozzz…. ditunggu artikel brutalenya, xixixiii…. 😀 – enak yah kang kobay, mencoba moge2 eksotis tiap hari, ngirii 😀

      • masih tetep ngiler liat ini 795, menurut ane kegantengannya cuma bisa disaingin yamaha MT09, heheh…. moga diaksih rezeki sama Alloh suatu hari nanti kebeli motor eksotis kayak gini, amiin…

  2. masih prefer MT-09 meskipun dari segi desain terkesan nyeleneh keluar pakem Yamaha dan buritan terlihat “unfinish”
    Tapi engine 3 silindernya punya performa bagus:)))

  3. maksud ane “performa bagus” disini bukan berarti mesin MT-09 sangat dahsyat powerfull layaknya MV-Agusta Brutale 800 yg meski CCnya lebih kecil dari MT-09 tapi power lebih gede.
    performa bagus disini maksudnya sinergi antara power midrange, torsi paling gede sejak RPM bawah, easy buat wheely but still controllable, dan efisiensi mileage, pokoknya intinya seriously fun gitulah :DD

  4. Saya pernah bawa adiknya si 696 diantara kemacetan kota, ringan bak meggy pro dan lincah kok. Overall puas dan cukup cocok untuk harian, gak terasa panas di kaki terutama, kaya moge lain. Gak tau ya utk 795 ini, tapi harusnya gak beda jauh, krn mereka mirip.

  5. terinspirasi darin geng sayap mengepak ngahaha, fotstep boncenger na itu lho wkwk
    ane prnh bca om artikel honda nt650 di warung mank eno, emank monster terinspirasi dari itu

Yuk Tinggalin Jejak Lads..