DSC_0412

Honda PCX hadir di Indonesia sebagai pengisi kelas pasar skutik Premium dengan harga “terjangkau”. Seperti apa rasa berkendara Honda PCX 150 dalam kondisi standar ini?

Kobayogas.com – Selesainya berkunjung dari PARJO, KBY bertugas mengantarkan pulang sahabat yang setia menemani putar putar disana, dari nemenin milih milih di lapak Respiro, nemenin moto-moto Mobilio dan Datsu Go+ sampai motoin KBY nunggangin Vespa GTS 250ie. Udah gitu, ditagih minjem PCX 150 nya pulak πŸ˜€

Beberapa waktu lalu, KBY pernah juga mengetes Honda PCX 150 versi IU milik om Fatur J-Bikers. Namun kondisinya saat itu sudah tidak standar lagi. Ban diganti battlax dan suspensi menggunakan milik YSS. Yang KBY rasakan saat itu bantingannya firm, cukup jauh dari kesan nyaman yang digemborkan PCX itu sendiri. So kali ini KBY berkesempatan ngetes PCX dalam kondisi standar dan full video hehehe.

Desain

Tak perlu diperdebatkan, bodi dan lekuk tubuh PCX terutama dari samping akan membuat siapapun suka. Abaikan sisi belakang yang mirip Honda Spacy, bisa dimaafkan lah. Tampil elegan dan mewah tanpa mengurangi kesan sporty tak dapat dipungkiri adalah nilai jual PCX. Pembeli rela inden 4-6 bulan adalah bukti sahih PCX disukai banyak orang yang mampu membelinya πŸ˜€

DSC_0413 DSC_0418

Akomodasi dan Fitur

Yess… ini juga kekuatan dari PCX, satu helmet full face bisa masuk ke dalam bagasinya, tanpa susah payah. Sedangkan “boss feature” pada fairing kiri kanan PCX dapat membuat pengendaranya menjulurkan kaki dengan nyaman dan terlihat seperti bos yang sedang santai. Sayangnya ruang kaki untuk boss feature ini masih terlalu kecil, untuk kaki KBY sih pas, namun bagi lads yang bertelapak kaki panjang, ujung sepatu terlihat nongol banyak hehehe.

ISS, SSS, rem tangan dan ACG Starter, you name it…wis lah pada tahu semua ya, wong ada di Vario. Sayang pada speedo tidak ada fitur jam, walau kecil tapi cukup useful. Asiknya, semua hal yang sifatnya membuka, terpusat pada satu titik, kunci kontak. Selain untuk menyalakan mesin, terdapat pula tombol untuk membuka jok dan tutup tangki. Asik saat melihat tutup tangkinya terbuka lads.

DSC_0411 DSC_0410

Ergonomi dan Pengendaraan

Joknya empuk walau belum super empuk, pada kondisi tertentu, tonjolan yang berada di tengah jok yang berfungsi sebagai penopang bokong malah mengganggu, tapi it’s not a big deal though. Segitiga ergonominya santai, cukup membuat betah berlama-lama siapapun yang berada di atas joknya. Dengan tinggi 163cm, kaki KBY dapat memijak tanah dengan baik. Saat mencoba dibonceng, KBY merasa seperti dibonceng Honda Vario dengan kualitas yang lebih baik, menandakan suspensi nyamannya bekerja dengan sempurna.

DSC_0423
kaki menapak aman dan mantap

DSC_0416 DSC_0422

Tenaganya sendiri lebih dari cukup, settingan mesin yang terasa baru teriak saat gas diputar agak dalam ditujukan untuk kenikmatan berkendara saat stop dan go, biar tidak terlalu menghentak hentak. Putar gas lebih banyak, maka kubikasi 150 cc-nya akan ditunjukkan kepada sang pengendara, powerful. Sebagai informasi KBY butuh waktu agak lama untuk menyusul PCX 150 yang sedang melaju kencang saat dulu menggunakan CBR 150 2004 Kunyit Remasol Edition. Mengindikasikan bahwa PCX 150 sanggup dipacu kencang. Pengereman bagaimana? Cakram Hidraulis 3 Piston di depan apa gak cukup? Mumpuni sangat lah hehehe.

DSC_0428 DSC_0427 DSC_0421 DSC_0417

Soal getar, nah ini dia, sepertinya memang karakteristik matik yah, walau terdeteksi minim tapi pada beberapa kondisi seperti saat harus memutar gas setelah melewati polisi tidur getarannya cukup terasa. Hal ini pun dialami pada Honda PCX IU milik om Fatur, malah terasa lebih parah. Getar berlebih tersebut katanya salah satu indikasi bahwa CVT sudah saatnya untuk dibersihkan.

Bicara rasa berkendara, sebenarnya tidak jauh beda dengan Vario, intinya setelah kita menghabiskan duit 36,8 juta dan beberapa saatΒ  mengendarainya, yasudah, gitu aja, gregetnya hanya ada di awal, saat sudah berkendara ya gitu, hambar. Sisanya adalah pride yang berbicara, dan kadang kala hal seperti itu yang memang pantas dihargai mahal. Siapa tidak bangga numpak PCX toh? πŸ™‚

Spek Singkat

Mesin: 4 Langkah SOHC

Tenaga: 13,1 PS

Torsi: 13,1 NM

Kapasitas BBM: 5,9 L

Harga

On the road saat ini adalah Rp. 36,8 juta saja… Bro Adit menebusnya saat harganya masih Rp. 34 juta, hanya karena tidak ingin menunggu terlalu lama, dia berani upping 2 juta untuk dapat barang yang ready stock. See? How people willing to pay more for a PCX. Opini KBY sih masih overpriced karena dibilang terlalu spesial juga gak ya. Untuk sosok PCX dengan segala kelebihan dan kekurangannya, harga yang pantas ada di Rp. 32-33 juta, top. Yet, should you have a bunch of money, just go on.

Fakta: Versi APM tersedia hanya 3 warna, Putih, Hitam dan Merah. Harga rondonya masih tinggi, 2012 dihargai 31-33 juta tergantung kondisi. Rasa berkendara dibandingkan Vespa (kata pemilik Vespa sekaligus PCX) lebih “asyik” naik Vespa. Oia…Bro Adit harian milih pake Mio πŸ˜€

Special thanks: Om Adit Belut atas pinjaman PCXnya yang kinyis kinyis dan foto-fotonya yang ciamik

Silakan ditatap videonya sepuasnya ya…

Kasih bonus deh

sama aku enakan mana dilihatnya?
sama aku enakan mana dilihatnya?

107 COMMENTS

  1. pernah liat 1x di daerah x-deres… Ngeliat yg bawanya enak bangad dan santay… Kyak sdng dduk di mobil xixixi πŸ˜€

  2. ciri khas om KBY… Sendal kodok,clana pendek ma rompi jg x yaaa πŸ˜€
    Mungkin sifat orangnya x ya.. Santai enjoy dan ga mau ribet… πŸ˜€

      • iya nih jadi gundah gulana…..hahahaha…antara akal sehat dan napsu. so cheap, tapi habitnya suzuki yang gak sehat. inazuma diskontinu kan? karena 800 stok pun nggak habis

      • Inazuma imo sudah kalah sebelum berperang. Ibarat disuruh perang tapi cuma dikasih perisai, gimana mau nyerang? Cuma bisa bertahan.

        Kalau burgman ini walaupun nanti SIS nya ogah2an tapi akan tetep bertahan krn amunisinya lengkap kata ay yah….

  3. Wah nyaman ya sayang msh kemahalan mnurutku, jd cukup Mio sporty. Oya, temn om itu Mio thn brp?

  4. Pengalaman saya pake pcx150 ini sd skrng di km 6000an terpakai, nyaman buat jalan jauh juga (ajeg dan balance serta wheelbase yg lebih panjang daripada vario125).
    Buat meliuk2 asik sekali serta saat idle walaupun jinjit tdk terasa beratnya (disain manteb). Kalo vario125 impresi saat jalan seperti tdk balance serta terasa pendeknya jarak duduk thd stang.
    Masalah getar CVT, memang pcx150 disain rumahnya gampang kemasukan kotoran (tdk seperti disain vario110).
    Saya ganti rollernya pake sliding roller (lebih minim getar)….sekian kang he he

  5. mending kymco bang, ga ada getaran,tarikan atas,bawah,okkk, . . Coba test drive motor KYMCO bang di jamin ga nyesel..tks

Yuk Tinggalin Jejak Lads..