CBR

Full Review – 2 Hari Bersama MV Agusta F3 675 (bag 2)

image

Perjalanan Return to Moto Arte
Sebagaimana yang telah KBY jelaskan di sini, saat membawa F3 ke kantor, sore harinya KBY harus membawa kembali si pemarah ini ke pemiliknya, gerai Moto Arte di bilangan Gandaria.

Merasakan perjalanan paginya yang bagaikan neraka, nyali KBY sempat drop memikirkan bagaimana sore harinya KBY mengembalikan si F3 ini. Karena KBY cukup tahu, treknya lumayan macet dan jauh. Malah sempat kepikiran untuk menyewa pick up guna membawa si F3 kembali ke pemiliknya. Hehehe. Namun setelah diledek oleh Mas Yahya si pemilik F3 yang bilang, MoGe hanya untuk Pria Dewasa, semangat KBY muncul kembali.

image

Akhirnya dipastikan, KBY akan mengembalikan si F3 dengan jantan! Yaitu dengan mengendarainya lads hehhee..Begitu jam 5 teng, KBY langsung kabur ke parkiran motor dimana ternyata sudah menanti beberapa orang yang kepengen denger suara kemrosak engine si F3…wooh segitunya.

Lucunya, ketakutan KBY sebelumnya, akan ‘panasnya’ mesin F3 sirna dengan sendirinya saat sudah berada di atasnya, suara mesin yang khas sangat bikin kangen ternyata. Begitu mesin sudah mencapai suhu ideal, F3 pun beranjak pergi meninggalkan pelataran kantor.
image

Trek menuju gerai Moto Arte dilakukan melewati Pancoran – Tendean – Santa – Blok M – RSPP – Barito – Gandaria. Sempat terkena kemacetan sejenak dari lampu merah perempatan blok M menuju RSPP, dimana lampu merahnya cukup lama, membuat KBY harus mematikan mesin karena si F3 sudah mulai ‘berontak’. Panasnya nyaris tak tertahankan lads.

Malahan, salah satu reader mengaku melihat KBY sedang mengendarai si F3 di lampu merah Trunojoyo, tapi sayangnya gak menegur hehe. Diakuinya lagi, KBY langsung ngacir saat lampu hijau menyala, itoe betoel adanja (mas heri style), soalnya si panas mesin harus cepat cepat dibuang dengan mendapatkan hembusan udara/angin dari depan, kalau tidak, wah beneran bisa mateng lads. Hehehe. Jadi maaf yah, bukan arogan atau sok, tapi itulah kenyataannya. Hmmm sepertinya KBY sudah bisa merasakan apa yang dialami oleh para real moge rider, khususnya italiano bike hehe.

Singkat cerita, KBY akhirnya berhasil finish di Moto Arte, detail kisah di Moto Arte bisa lads baca disini. Nantikan kesimpulan KBY akan MV Agusta F3 ini di artikel berikutnya. Sengaja KBY pecah karena bakal panjang banget lads kalau disatukan, emangnya mau bikin skripsi? Alih alih baca, yg ada pada ketiduran Hehehe..

Thanks for reading ya…
image

image
Kapan lagi bisa begini hahaha...

image

Posted by KobaYogas from WordPress for Android

About Kobayogas 3376 Articles
Seorang kuli di dunia asuransi, pencinta otomotif motor dan mobil sejak kecil, oleh rekan rekan dijuluki blogger motor dan blogger mobil

34 Comments

  1. lek kob heat management dgn pemakaian yg sama lbh efisien mana dibanding mongtor jepang ? Artinya kentang gak sampai mateng2 amat..

    • Jepang imo, lebih baik, mereka sptnya memang memahami bahwa 1 motor yg dijual (produk global), harus bisa beradaptasi di manapun mereka dibeli.
      Jadi motor yg adaptasi, bukan sebaliknya. Imo ya.

  2. Kayanya moge eropa, especially italiano ga masuk itungan dah, udah banyak review yg bilang ga nahan panas mesinnya…. Ato mungkin mesti modif radiatornya biar lebih besar lg, biar lebih adem, seperti yg udah ane lakukan dengan fj40 bokap ane.

    • Bisa penambahan radiator atau rubah ke yg lebih besar…
      Sptnya motor eropa tdk didesain utk iklim tropis. Wong si F3 aja pernah hampir maksimal suhunya.
      Eh FJ itu hardtop apa katana ya .. Lupa

1 Trackback / Pingback

  1. Full Review – 2 Hari Bersama MV Agusta F3 675 (bag 3, selesai) « KobaYogas.com

Yuk Tinggalin Jejak Lads..