CBR

Passenger Impression: Nissan Grand Livina 1.5 XV CVT 2013

livina

Beberapa waktu lalu, Nissan melakukan penyegaran terhadap salah satu produk andalannya, yaitu Grand Livina, apa opini KBY terhadap New Grand Livina ini?

Kobayogas.com – Sedjatinya, KBY menikmati mobil baru tapi lama dari Nissan ini sudah cukup lama, tapi baru sekarang bisa sharing kepada pamirsa blog nih.. Better late than never rite? Cekibrot opini KBY sebagai penumpang dari Grand Livina milik salah seorang klien lads…

Β Grand Livina yang KBY tumpaki ini adalah tipe SV dengan transmisi automatic CVT seperti yang dimiliki si Kuro, halus tanpa hentakan. Yuks kita bedah satu persatu mobil andalan Nissan ini…

Desain

Tidak terlalu banyak perubahan walau bisa dikatakan penampilannya menjadi lebih segar. Jejak GL terdahulu masih sangat kental, tapi lumayan lah, lebih baik dari Suzuki Ertiga penampilannya, apalagi terdapat bumper dengan spoiler di bagian depan. Jika dilihat dari depan tampangnya ada kemiripan dengan Proton Exora. Soal penampilan keseluruhan, sepertinya GL tipe X-Gear yang terbaik.

Desain dashboard sendiri tidak ada perubahan dengan yang lama, masih sederhana namun cukup elegan. Kualitas plastik material dashboard menurut KBY sangat baik, solid dan tidak terkesan cheapy walau jika diketuk masih berbunyi keras, maklum tanpa busa lembut.

livina
lampu belakang bagus, namun kurang serasi dengan desain secara keseluruhan. Tidak ada defogger pada kaca belakang
Livina
Desain dashboard masih serupa dengan model terdahulu

Fitur

Sekarang makin lengkap, untuk semua tipe termasuk SV sudah ada mounted Roof screen 10″. Di dashboard pun sudah ada tambahan MID yang lengkap, warna speedo pun terlihat semakin mewah. Kisi kisi AC di tengah bawah dipertahankan walau bukan selera semua orang, buat KBY sendiri sih annoying kalau kudu duduk bertiga dan dapat posisi tengah, karena langsung nyembur ke tubuh lads, KBY sendiri paling ga tahan kena AC secara langsung, bisa masuk angin keekeke…Tapi buat cewe yang memakai rok pasti inginnya ditengah, semriwing kali yah πŸ˜€

livina

Dari sisi fitur keselamatan, walau di foto tidak terlihat adanya emboss Airbag di bagian setir, namun menurut website Nissan, untuk tipe SV ini fiturnya tanpa ABS+EBD+BA namun disertai dual airbags… mayan lah ya. Untuk fitur penunjang seperti LED high mount stop lamp sudah menjadi standar pada tipe ini..

Akomodasi dan Kenyamaan

Sebagai penumpang dibaris kedua yang diisi oleh tiga penumpang dengan badan di atas rata-rata, ruang bahu terasa sangat sempit, bukan nempel lagi antar bahu penumpang, tapi sudah saling offside hehhe… idealnya sih untuk berdua atau bisa bertiga asal badannya pada kecil-kecil.Bangku baris ketiga pun tidak bisa dikatakan lega, untuk anak ABG sih masih oke. Sayangnya tanpa headrest, mungkin dimaksudnkan agar si bangku bisa dilipat rata ya.

Namun demikian kelebihan Grand Livina memang ada pada bantingannya yang bisa dikatakan sangat halus dan nyaman apalagi kalau jalanan aspal halus, seperti melayang. Satu hal positif yang tetap dipertahankan oleh Nissan. Ertiga yang menurut KBY sudah nyaman, levelnya masih berada di bawah Grand Livina, kredit pantas diberikan bagi kenyamanannya yang setara sedan kelas atas.

livina
Baris ketiga tanpa headrest

Performa

Mesinnya diklaim yang terbaru serupa dengan Evalia, HR15DEΒ  1500 cc DOHC CVTC dengan Dual Injector dan Twin VTC yang anehnya, tidak menaikkan tenaga sama sekali… alias masih sama dengan sebelumnya tetap di 109 PS/5600 dan 146 Nm/4000… tapi konon katanya, efisiensi ada peningkatan… Konsumsi BBM bisa terlihat di foto ada pada angka 11,1 km/liter, bagus mengingat ini AT ya.

Nevertheless, somehow, ternyata pengakuan sang pemilik, GL miliknya ini sulit menanjak, diakuinya saat menuju daerah Ciumbeuleuit Bandung bersama keluarga dengan isi total 6 orang, GL nya ngeden dan merayap saat ditanjakan, malah dirinya bilang sampai malu disalip angkot dan truk. Hmmm ternyata karakter lamanya untuk transmisi AT masih belum hilang, tetap boyo ditanjakan. Sebenarnya KBY sendiri sih penasaran, karena belum pernah membuktikannya langsung sih hehe.

Xtronic CVTnya ternyata masih bermasalah saat menghadapi tanjakan
Xtronic CVTnya ternyata masih bermasalah saat menghadapi tanjakan

Harga

Harga resmi tipe SV CVT berdasarkan website Nissan Jakarta adalah Rp. 195,100,ooo, harganya masih lebih murah dari Honda Freed namun tanpa electric sliding door tentu. Dengan kelengkapan yang ada, value for money GL lebih dari cukup, asalkan akomodasi, performa di tanjakanΒ  dan ground clearance bukan masalah bagi lads dan yang dicari adalah fitur serta kenyamanan bagi keluarga kecil, maka GL bisa jadi alternatif pilihan yang sangat baik di kelasnya.

Mangga digeber dan semoga bermanfaat πŸ™‚

About Kobayogas 3303 Articles
Seorang kuli di dunia asuransi, pencinta otomotif motor dan mobil sejak kecil, oleh rekan rekan dijuluki blogger motor dan blogger mobil

84 Comments

  1. kenyamanan nisan sidah terbukti sejak zaman datsun bang, akan tetapi part yang nyaris sulit di dapati di bengkel umum membuat harga purna jualnya nyaris meluncur, ketersediaan 3s yang baik untuk nisan mungkin akan megangkat nilai purna jual yang mungkin akan dapat mendongkrak penjualan mobil nisan baru, yang insyaalloh akan dapat menandingi kompetitornya toyota,hondaa dan suzuki serta mitsubisi

  2. Harusnya performa di tanjakan lebih bagus yang non CVT (Matic konvensional) dibanding versi CVT. Sedangkan kehalusan transmisi menang yang CVT dibanding versi non CVT. Kalau soal keiritan konsumsi bbm (untuk kelas matic) memang iritan GL dibanding matic sekelas lainnya (perbandingan dengan Xenia AT antara Jakarta-Bandung-Jakarta).

  3. Pas di tanjakan ganti gigi nggak? Atau tetap pakai D standard saja?
    Coba bangku ke 3, naik turunnya enak? Plafond masih cukup? πŸ™‚

    • dia bilang sih sudah ke L kan…

      Ngeliatnya aja ogah duduk di bangku ketiga hehhe… sebenernya pengen nyoba turun naik, tapi akan terlihat ridiculous kalau ngelakuinnya di parkiran kantor wkwkwkw…

      • Emang keterlaluan bro cvt punya livina, punya saya naik di tanjakan tretes (jatim) aja susahnya setengah mampus uda pake posisi L, emang bener katanya tadi yg mau di salip angkot…. saya udah merasakan… πŸ™

    • Bagusnya sih pake gigi 2 untuk tanjakan. Maklum fwd lemah ditanjakan, jadi harus gantung rpm sebelum naik tanjakan. untk bangku ke 3 naik turun lumayan mudah, kursi baris ke2 otomatis maju kedepan ketika sandaran dilipat.

  4. manualnya aja ngeden di tanjakan apalagi matic.. ini satu2nya mobil yang bikin gw mual sebagai driver…pusing bray

  5. Nissan 1.5 CVT emang kurang kuat buat nanjak..
    Di juke juga sama, mode sport sama transmisi di L ttp aja lemot..
    Tp beda bgt pake x-trail, mau tanjakan kyk gmn di D ttp ngacir πŸ˜€

    • Bukannya dah ane jawab yah, apa bukan si om yg nanya? Hehehe..

      Itu buat anti embun di kaca belakang om, biasanya kalau turun hujan kaca belakang suka berembun, nah defogger itu pemanas kaca belakang…biar embunnya hilang

  6. Salam kenal Bang Kobay, cuma sharing pengalaman soal GL CVT di tanjakan. sebenarnya saya pernah coba di “cemoro sewu” tp jalanan sepi (jarak dengan mobil depan Innova kira-kira 10 meter lah) tanjakan ga ada masalah asal startnya pas ga telat yaa ( Gigi “1″) kick down pedal gas lgsg ngaciiirr… asal siap ya karena tarikannya langsung spontan… GL ku thn 2013 bulan Juni (model lama)…Cuma ketika pas tanjakan jarak dgn mobil didepan sekitar kira kira 5 meter ini yg jadi masalah…jd mesti bersabar ngikutin kendaraan didepan…karena tanjakan mau nyalip jg susah karena jarak td membatasi start utk kick down pedal gas…saran saya, kalo pengin tarikannya terjaga untuk GL CVT pakailah pertamax atau pertamax plus…salam brotherhood..
    (silent reader indomotoblog.net)

  7. Hmm dasbornya emang msh kaya yg lama tp aku suka sm setirnya dan panel instrumen, keliatanny lebih mewah.

  8. kalau mau yang kenyamannya berbanding lurus dengan performa, ambil grand livina 1.8… karena mesin HR 15 DE yang irit itu cocoknya untuk Livina 2 rows…

  9. γ€€

    Nissan old Livina 1.5L (short) model HatchBack 5 seater > Ok…

    Nissan old Livina 1.5L X-Gear (short) model HatchBack 5 seater bergaya “maksain” ke Crossover > No…

    Nissan old Grand Livina 1.5L / 1.8L (long) model MPV 7 seater bergaya Estate / StationWagon > Ok…

    Nissan new Livina “short” n new Grand Livina “long” (all type n model) > No…

    ane lebih suka model lama lebih kalem n ngga suka model baru yang “terlalu banyak gincunya” (selera)… πŸ˜†

    dari dulu ane ngga suka Nissan Livina 1.5L X-Gear (short) > HatchBack 5 seater bergaya “maksain” ke Crossover > malah kurang pas…, menurut ane kalo HatchBack bergaya Crossover yang pas n enak dilihat itu Suzuki SX4 X-over, ditambah SX4 X-over ini sudah 5 lubang baut pada velg 16″nya (5×114,3 pcd 114,3) > jadi makin cocok n gagah tampilan gaya Crossovernya (selera)… :mrgreen:

    Jayaban Autofashion Indonesia – Velg dan ban untuk mobil anda – Advanced Search
    http://www.jbautofashion.com/component/virtuemart/?page=shop.customizedsearch

    γ€€

    γ€€

    • gak sekelas sebenarnya… Livina lebih head to head ke Innova sama Freed…
      Tapi kalau mau diadu sama Veloz bisa aja… ay vote buat Livina…

  10. mobil bapak ane nih tapi yg sv mt…

    kelemahannya cuman keceperan bro mobilnya tapi kalo buat nanjak kalah sama avanza bapak ane yg dulu.. kenapa ya padahal gl udah 1500cc avanza cuman 1300…. apa karena fwd?

    kang buat ulasan tentang fwd, rwd, awd dan 4wd dong…

  11. Hmmm…
    Nyobainnya bukan yang HWS atau X-Gear siy kang.. hehehe..

    Btw, bukannya semua tipe CVT ada mode Sport ya?
    Di HWS 2014 1.5 A/T ane ada tuh kang mode Sport.

    Tanjakan Ciumbeuleuit Bandung kesulitan nanjak?
    Ini ane agak ragu kang, coz keluarga besar isteri disana, kalau lagi hari raya atau acara keluarga sering kesana, ane nanjak laju-laju aja tuh kang pake HWS.
    Beberapa kali juga kadang bawa GL 1.5 XV M/T 2010, lebih santai lagi nanjaknya.
    Mungkin saja belum paham betul karakter si GL kali kang, jadi agak bingung nunggangi si GL, alhasil berasa ngeden nanjaknya.. πŸ™‚

    • Wah sori jet komennya masuk spam… baru ay cek…
      Tuh di foto cuma ada D dan L…
      Gw gak tau juga sih, mungkin juga si empunya lom tau karakter CVT hehehe

      • Mode sport di tuas transmisi, tombol aja di jempol kita, jadi nanti mesin masuk ke RPM lebih tinggi, jd kuat buat nanjak. Naik gunung emg harus drivernya yg ber skill, ane naik turun gunung pakai panther lancar2 aja, tp pernah tu panther disupirin supir(katanya biasa bw truk) ehhh turunan bau kampas rem menyengat, ternyata gk pake engine brake dia, paraaahhh….. , klu tanjakan cemoro sewu n extrem tanjakannya, diharuskan pakai ancang2 n kick down pedal gas… Ada triknya naik gunung, kecuali pakai mesin cc gede hahahahaha

  12. GL matic ini mungkin gak terlalu masalah di tanjakan yang agak curam, kalo cuma diisi 1 orang driver aja atau plus 1 orang penumpang dewasa, ini konfigurasi sehari2 saya sama istri kalo jalan2.
    Tapi BOHONG kalo diisi 6 orang dewasa trus naik tanjakan dibilang “gak masalah”!
    Meski handling dah proper atau pindah gigi tepat, tapi penggerak roda GL ini depan jadi secara teori pasti kehabisan nafas kalo tanjakan dengan penumpang maksimum & prakteknya sudah saya buktikan. Kebetulan saya termasuk yang sering jalan2 hampir tiap minggu.
    Coba bawa GL 1.5 matic ke Sawarna lewat Pelabuhan Ratu dengan penumpang dewasa 6 orang, nanti selepas Cikotok jelang bukit Habibie jalannya tergolong curam, saya berani jamin GL 1.5 matic siap2 mundur kecuali bawa ganjalan kayu segi 3 kayak di Nagreg.
    Ada yang bilang bbmnya mungkin isi yang premium? Alhamdulillah sejak pakai GL yang di foto ini belum pernah setetes pun minum bensin subsidi.
    So, kira2 mo kasih alasan apa lagi?
    Kebe

  13. Tambahan lagi:
    Tanjakan yang diceritakan di blog ini bukan jalan raya Ciumbuleuit yang menanjak dari lampu merah di bawah sebelum apartemen Gallery Ciumbuleuit karena kalo lewat jalan itu GL 1.5 matic masih bisa laju meski tetap kurang bertenaga jika penumpang full (6 dewasa). Jalan raya Ciumbuleuit itu menanjak panjang tidak terlalu curam.
    Tapi tanjakan yang diceritakan di blog ini adalah:
    1. Jalan alternatif dari Dago ke Lembang via Maribaya (hari 1); dan
    2. Jalan alternatif dari Dago (per3an depan terminal masuk perumahan grand citra) ke Lembang via Punclut (hari 2)
    Dua hari itu saya sekeluarga kebetulan bolak balik Dago – Lembang lewat 2 jalan yang berbeda tapi kontur permukaan jalannya sama.
    Fakta, GL 1.5 matic ini diasapi oleh truk dan didadahi mobil sejuta umat. Malah saat jalan hari 1 saya sempat minggir dulu khawatir berhenti karena makin lama makin kehabisan nafas, selain itu untuk kasih jalan mobil2 di belakang yang dah mulai gak sabaran.
    DENGAN CATATAN: mobil diisi 6 penumpang dewasa karena pada kesempatan lain saya lewat jalan yang sama beberapa kali hanya diisi 1 penumpang dewasa (istri) plus anak kecil, tidak mengalami hal serupa meski tetap kurang bertenaga. Ini tidak lain sisi minusnya FWD dibanding RWD.
    Matic GL memang ada tombol mode “sport” tapi hanya bisa difungsikan pada saat kemudi otomatis di “D”. Tapi mode “sport” tidak ada pengaruh yang signifikan saat menanjak curam.
    Untuk referensi dari pihak lain yang sudah mencoba bisa dibaca & cukup fair:
    http://bahasmobil.wordpress.com/2007…/grand-livina/
    http://www.youtube.com/all_comments?v=4UIXd1LEgg8 (lihat komen seorang tehnisi dengan ID: Bengkel Starno)
    http://www.otomotifnet.com/otonet/in…d_klinik/663/1
    http://nugrohogalih.wordpress.com/20…-south-banten/ (ini diisi 7 penumpang dewasa)
    http://info-mobil.com/ganti-kopling-…ivina-kedensa/
    Biar lebih fair, harus diakui, GL matic 1.5 CVT tetap memiliki keunggulan, hal ini jelas terasa saat di trek lurus atau menanjak jauh. Untuk trek ini mobil2 sekelas sejuta umat 1.3 atau 1.5 A/M pun lewat, karena di saat mobil kompetitor kehabisan nafas GL masih cukup panjang nafasnya.

  14. Coba bawa GL 1.5 matic ke Sawarna lewat Sragen dengan penumpang dewasa 6 orang, nanti selepas Cikotok jelang bukit Habibie jalannya tergolong curam, saya berani jamin GL 1.5 matic siap2 mundur kecuali bawa ganjalan kayu segi 3 kayak di zimbabwe.

  15. saya sih belum pernah kayak gtu.mak simal pernah paling 4 orng dws 2 anak….di tanjakan km 97 arah bandung (cipularang ) memang berat tapi masih bisa ke gigi 2 kalo gak kuat lagi ya gigi 1 (matic) masak gak kuat kalo tanjakann jangan pake OD(over drive) /sport gak ngaruh itu cuman ngebatasin gigi/gear supaya gak ke gigi 4..buat nyalip di tol biar torsi nambah….atau tanjakan tanggung(gak tinggi)…..tapi yaitu dia kalo di tanjakan dah kencang bisa nyalip 5 sampai 6 mobil tapi kalo di depanya ada yg ngalagin ya lama lagi..dah kencengnya…..pake livina GL sejauh ini sih oke2 saya meskipun akselerasi jauh banget sama apv 1.5…1 banding 3 atu 4..nya apv

  16. Gk heran kl matic loyo, saya jg pake yg sv manual jg loyo. karakter FWD memang gitu. Kl gk mau loyo dr jauh hrs ancang2x dikick down (baik mt or at) tp liat dpn jngn sampe kendaraan didpn disundul krn gk mau loyo. Hehe
    Overall GL itu lumayan cm kekurangannya noise dr ban yg berlebih kl aspal krng halus, atap yg kaya kaleng dipukul pas hujan plus bangku ketiga yg gk ada headrest bikin yg duduk diblkng sakit leher.

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Toyota All New Innova, Terpergok Siap Didistribusikan? | KobaYogas.COM
  2. Honda Jade 1500, Siapa Saja Yang Diincar? Siapa Yang Tertarik? | KobaYogas.COM
  3. Email Pembaca: Pilih Mana, Nissan Livina X-Gear atau Honda BRV? | KobaYogas.COM
  4. Honda Mobilio Facelift Harga Mulai Rp. 180,5 Juta, Selamat Tinggal Dashboard Brio.. | KobaYogas.COM

Yuk Tinggalin Jejak Lads..