Brutale 675

Kobayogas.com – Nama Ducati boleh saja lebih terkenal dan familiar bagi para bikers terutama di Indonesia, tapi nama yang satu ini juga tidak kalah mentereng dari sisi performa mesin, kualitas serta desain artistik khas Italy, bahkan nama ini sangat melegenda di kejuaraan balap kelas dunia… GP500 atau MotoGP saat ini. Introducing… MV Agusta Brutale 675..

Jika lads sudah pernah merasakan performa mesin 3 silinder counter-rotating crankshaft milik MV Agusta F3 675 yang menurut KBY level pedasnya hanya bisa disaingi oleh level 20 keripik ma icih… Maka lads akan penasaran seperti apa mesin F3 tersebut jika disematkan ke badan motor yg lebih ramping dan lebih ringan! Itulah yang terjadi pada diri KBY, akankah Brutale 675 memiliki level pedas yang serupa dengan saudaranya?

Desain dan Fitur

Sebelum menuju spesifikasi mesin dan performanya kita akan bahas sisi desain terlebih dahulu. Desain atau penampilan Brutale 675 memang bukanlah yang terganteng, tidak semua orang akan suka tampilan sosoknya yang terkesan kebesaran di bagian depan (tangki) dan mengecil di belakang alias terkesan kurang proporsional. Dari sisi ini, Ducati Monster yang beberapa hari sebelumnya KBY review, mempunyai sisi desain dengan proporsi yang lebih baik, lebih indah di lihat.

Pun begitu, MV Agusta tetaplah sebuah karya modern, hi-tech serta artistik, karakteristik seni signature motor Italy tetap memancarkan aura kemewahan di sekujur tubuh Brutale 675. Belum lagi kepedulian terhadap detail seperti signature dan emboss MV Agusta di beberapa bagian tubuhnya turut menyumbang rasa spesial dan kebanggaan bagi para pemiliknya.

Bagian atas sasis Brutale terbuat dari pipa baja dan terhubung dengan pelat samping aluminium yang tersambung dengan mesin. Andai saja pipa sasis ini turut diwarnai merah, mungkin aura kemawahan dan kegagahannya dapat lebih terpancar..hei tapi itu kan Ducati…

Dengan dimensi mesin yang sangat kompak membuat para desainer chassis dapat membangun satu motor middle-weight yang berukuran compact dan lincah yang dipadukan dengan single-sided swing arm yang membantu menyalurkan tenaga dari mesin ke roda dan roda ke permukaan dengan sangat baik.

Meski hanya berkubikasi 675 cc dan 3 silinder, namun Brutale dilengkapi fitur yang lebih lengkap dari kakaknya Brutale 1090 R 4 silinder. Sebut saja sistem elektronis MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System) sudah tersemat di dalamnya, MVICS allows pengendara untuk dapat melakukan settingan pada Brutalenya. Tercatat ada 4 mapping mesin yaitu Sport, Normal, Rain dan Custom. Belum lagi Traction Control sebanyak 8 step untuk dipadupadankan dengan mapping mesin. Quickshift alias EAS (Electronic Assist Shift) juga sudah menjadi kelengkapan standarnya.

Pada dashboard/ cluster meter informasi cukup lengkap di sajikan, selain info mapping mesin juga terdapat RPM, & Speed Digital, jam, Gear Position, posisi standar samping, indikator oli, indikator overheat, water temperature, konsumsi bbm rata-rata serta indikator low fuel.

Ergonomi vs Monster 795

Bila kita bandingkan dengan Ducati Monster, Brutale yang mempunyai seat height setinggi 810 mm tentu lebih tinggi dari Monster yang hanya mempunyai seat height setinggi 770 mm. Ini membuat sang Monster 795 terkesan lebih bersahabat bagi rata-rata bikers Indonesia tak terkecuali KBY. Kaki dengan mudah nyaris sempurna menapak pada permukaan tanah. Benarkah?

Jika itu ukurannya, maka secara keseluruhan, Monster 795 yang menurut bro Tipen memang sudah disetting lebih rendah khusus pasar Asia terkesan lebih baik, namun hanya sebatas pijakan kaki ke tanah saja lads. Riding position secara umum, KBY lebih memilih Brutale 675 ini. Memang kaki masih jinjit namun dapat disiasati dengan sepatu bersol tebal. Posisi mengendarainya sendiri sangat pas, setang yang tidak jauh di depan dan fork yang tidak terlalu tegak membuat rider tidak harus menggapai jauh ke depan selayaknya Monster.

Dengan ergonomi yang lebih baik, otomatis membuat handlingnya Brutale 675 ini juga lebih baik dari Monster, tidak ada istilah kesulitan dalam mengendarai Brutale 675 saat KBY bawa harian selama 3 hari…

Mesin dan Performa

Jika F3 bisa dibilang sebagai hot headed bike terutama saat sudah terjebak di kemacetan, apakah Brutale 675 memiliki karakter ‘cepat emosi’ yang serupa pula? Nyaris setali tiga uang lads, panasnya mantap, hanya kalah 1 level di bawah sang saudaranya F3 675  sebagaimana yang KBY ulas pada artikel sebelumnya.

Saat membesut gasnya yang sangat ringan akibat throttle by wire itu, gigi 1 lalu ke dua diiringin letupan knalpot Zero yang membahana ala MotoGP… Nguungg…you just dont wanna stop… I tell you yet again… Dont wanna stop..and I consciously mean it..! Mesin 3 silinder counter-rotating crankshaft-nya yang memuntahkan tenaga sebesar 108,5 HP pada 12,500 RPM dan torsi sebesar 65 Nm pada 12,000 terasa bersahabat bagi KBY, asal dapat mengatur throttle-nya yang ringan maka tenaga kapanpun siap dilecutkan. Exhaust Zero slip on yang diadopsi konon menambah tenaganya sekitar 2-3 HP menjadi 111,5 HP, artinya tenaganya lebih besar dari Honda Jazz VTEC yang 110 PS dengan berat hanya 167 kg!! Wow…

Meskipun mampu digeber hingga 12,500 RPM untuk dapat meraih tenaga puncaknya, adalah konyol jika harus memaksakan power sebesar 108,5 HP keluar di jalan raya.. Rentang RPM 8000-9000 sudah lebih dari cukup untuk mengetahui performanya. Dibandingkan saudaranya F3 675, Brutale justru tak sebrutal namanya, torsi sudah memadai dibawah 4000 RPM dan akan mulai terasa membesar saat melewati 4000 RPM, memudahkan saat harus menemui kondisi stop dan go. Di sisi lain, F3 akan membuat lads frustasi saat menemui kebuntuan alias kemacetan, karakternya yang meledak-ledak saat bermain di atas 4000 RPM membuat lads sedikit kebingungan mengatur ritme gas di kondisi stop dan go, belum lagi koplingnya yang cukup keras.

Asiknya Brutale adalah tidak ditemui gejala ndut-ndutan pada kecepatan rendah sebagaimana yang KBY temui pada Ducati Monster, tentu ini menjadi benefit tersendiri bagi rider karena dapat menikmati kecepatan rendah tanpa harus berkonsentrasi dalam mengatur kopling dan besaran gas. Mau turing atau fun race? Brutale siap digeber.

Jalanan, terlebih lagi yang lengang, terasa bagaikan sirkuit… Letupan demi letupan dari exhaust saat memindahkan gigi dengan quick shift membuat jalanan selalu terasa kurang panjang dan kurang sepi.. Ngguunggg… Orang orang akan menepi dan memberikan jalan bahkan dari jarak 100 m sebelum Brutale lewat… Dahsyat!! KBY setuju akan klaim MV Agusta yang bilang Brutale 675 akan dapat memuaskan hasrat rider bahkan hasrat seorang demanding rider sekalipun…

Suspensi dan Rem

Motor dengan pengendalian hebat harus ditunjang suspensi dan rem yang hebat pula. Marzocchi USD 43 mm non adjustable di depan dan monoshock Sachs dengan link plus pre-load adjustment di belakang, menjamin handling yang prima plus kestabilan papan atas. Sayangnya jika sendiri terasa lebih keras dari Monster.

Piranti pembuat berhenti Brutale diadopsi dari kolaborasi Brembo dan nissin (master rem), 320 mm cakram, 4 piston x 2 dengan radial caliper disematkan di depan, sedangkan belakang cukup 220 mm cakram dengan 2 piston. Sepatu dibalut ban Pirelli Diablo Rosso 120/70/17 di depan dan 180/55/17 dibelakang, menjamin gigitan ke aspal semakin yahud.

Sayang, karena ini unit tes sehingga kondisinya tidak bisa dikatakan sempurna seperti baru akibat entah berapa kali hi-side :D, KBY merasakan adanya getaran dan bunyi-bunyi di bagian depan…

Sori jika panjang ya lads, semoga ada yang mau membaca sampai habis 😀 Berminat memiliki Brutale 675? Siapkan uang Rp. 380 juta maka MotoArte siap mengirimkan sang Brutale ke rumah lads… MotoArte MV Agusta Indonesia 0813-1502-2288 Steven Oentoro

Special Thanks MotoArte MV AGusta Indonesia…

DSC_0075

Terima kasih sudah bantu sharing.. Baca juga yang menarik lainya dan kunjungi blog mang saka www.sakahayangna.com :

Kontak kobayogas.com :

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogas
  • YouTube Channel: Yogas Erlangga
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

42 KOMENTAR

  1. review konsumsi BBMnya sempet gak nih buat part III nanti? yaaahhh kalo mau sih, kalo ngga ya gpp:))

    • Udah selesai dari hari sabtu minggu lalu hehehe… Gak smpt, dan baiknya kudu full to full sih ya…modiar kalau bener mah, boncos dompet wkwkwkk

  2. oh iya, dari semua bagian tubuh brutale 675 emang cakep tapi hanya satu saja yg jadi “bisul” di mata ane, yaitu model headlamp-nya, #haduuhhh… pakai headlampnya byson mungkin lebih cocok kali ya,hihihi…. 😀

    • Nah cakep kan hehehe.. F3 atau brutale keduanya layak pinang kalau duit berlebih… Beda di seringnya penggunaan aja… Brutale msh enak harian…F3.. Weekend aja hehehe

  3. hmmm…kalo ngebet nunggang moge 3 silinder yg torqi dg riding position very comfortable tapi duitnya kurang, MT-09 yg katanya bakal di rilis YIMM bisa jadi solusi, tapi ya itu gak se-prestige MVA & ga jamin suka sama modelnya, hehehe 😀

  4. dulu waktu pertama release harganya 245 juta off the road..laah kok sekarang 380 juta!!!
    ( garuk2 kepala ) gara2 pajek naiknya bisa kayak gitu???

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.