banner

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr… Warnanya sama sama hitam, bentuknya sama sama bundar, bahannya sama sama terbuat dari karet, isinya sama sama udara, tapi mengapa ban mobil listrik disebut berbeda dengan ban mobil biasa alias mobil non listrik? Affa iyaahhh begitu bang Messiii?? Kalau memang berbeda, apa yang membedakannya? Jangan jangan ban untuk mobil listrik digerakkan menggunakan baterai? Kalau itu sih mobilnya yang pake bambanggg.. Daripada nambah sariawan di jenggot, mending kita cekibrot dulu faktanya!!

Ban untuk mobil listrik ternyata dirancang berbeda. Ada sejumlah teknologi yang membuatnya punya performa lebih dari ban biasa. Teknologi ban untuk mobil listrik ternyata berbeda dengan ban mobil konvensional. Ada sejumlah hal yang disematkan dalam pembuatannya untuk mengakomodir faktor keselamatan berkendara.

subsidi mobil listrik

Meski sama-sama menggunakan udara, perbedaan mendasar terletak pada kekuatan bahan karet yang digunakan. Geber lads, kita simak apa saja teknologi yang digunakan dalam membuat ban mobil listrik tampil berbeda dengan ban mobil pada umumnya yang KBY sadur dari Seva.id.

ROLLING RESISTANCE

Pengembangan teknologi utama yang dilakukan pada ban mobil listrik adalah harus memiliki rolling resistance alias ketahanan putaran ban yang lebih dari ban biasa. Ketahanan putaran ban ini memengaruhi jarak tempuh yang dapat dicapai oleh mobil listrik. Semakin tinggi tingkat ketahanannya, maka performa kendaraan elektrik juga semakin maksimal.

Untuk mendapatkan rolling resistance yang baik, maka penggunaan bahan karet berkualitas dalam membuat ban menjadi faktor penentu. Penerapan teknologi ini diakui menjadikan ban mobil EV memiliki harga yang lebih mahal daripada ban-ban mobil pada umumnya.

Lebih kuat menahan beban

Pengembangan teknologi lainnya adalah ban harus dapat menahan beban kendaraan yang lebih berat. Seperti diketahui, bobot kendaraan listrik lebih berat dari bobot kendaraan konvensional.

Faktor yang membuat mobil listrik berbobot lebih berat jelas disumbangkan oleh bobot baterai kendaraannya. Mobil listrik juga punya torsi lebih besar sehingga perlu disesuaikan untuk dapat lebih kuat menahan beban ketika torsi puncak tercapai.

Ban mobil listrik dapat meredam bunyi

Teknologi canggih berikutnya yang dikembangkan adalah terkait kemampuan ban untuk mobil listrik untuk dapat meredam bunyi alias noise reduction. Apa maksudnya?

Bunyi yang dimaksud adalah bunyi sentuhan atau gesekan permukaan ban dengan permukaan aspal/ jalanan. Seperti diketahui mobil listrik tidak menimbulkan bunyi karena tidak memiliki mesin.

Satu-satunya bunyi yang muncul adalah akibat gesekan roda dan aspal. Oleh sebab itu ban mobil listrik dirancang untuk dapat mengurangi bunyi akibat gesekan tersebut sehingga mobil melaju dengan lebih senyap.

Brio gimana bang Messiiii… wokwowkwokwk

Alur ban

Teknologi lain yang dikembangkan pada ban mobil elektrik adalah penggunaan alur ban yang mendukung daya cengkeram lebih kuat dengan permukaan jalan.

Pola alur tersebut dikenal dengan pola alur lateral. Selain membuat daya cengkeram lebih baik, pola ini diklaim juga menurunkan tingkat kebisingan gesekan ban dengan permukaan jalan.

Teknologi masa depan

Selain teknologi ban mobil dengan baterai, saat ini banyak produsen ban yang juga melakukan pengembangan untuk teknologi ban tanpa udara.

Adanya teknologi ini membuat risiko ban kempes atau kurang angin menjadi nihil. Salah satu yang telah mengembangkan dan menguji ban jenis ini adalah Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD.

Di samping teknologi ban tanpa udara, saat ini pada mobil-mobil BMW sejak beberapa tahun ke belakang telah menggunakan ban RFT (Run Flat Tyre).

ban mobil listrik

Ban jenis ini membuat mobil dapat tetap melaju meski tekanan angin telah berkurang atau habis sama sekali dan bahkan si ban sudah terkoyak sedemikian rupa. Teknologi ini berguna di saat darurat ketika ban alami kempes mendadak maka mobil masih bisa dikendalikan.

Untuk keselamatan berkendara, sekarang ini banyak juga produsen mobil yang menyematkan teknologi TPMS (Tyre Pressure Monitoring System). Fitur ini berfungsi mengetahui jumlah tekanan angin pada keempat ban dan menginformasikannya pada pengemudi melalui layar MID (Multi Information Display).

Banyaknya teknologi yang dikembangkan untuk menunjang performa ban kendaraan, diharapkan dapat membuat faktor keselamatan dan kenyamanan berkendara semakin tinggi.

Dari penjelasan di atas, apa bedanya ban mobil listrik dengan ban mobil konvensional yang jenisnya high atau ultra performance?? Sama aja ahhhh wkwkkww.. Yang jelas ban model gini gakan murah..

Semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: [email protected]
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog

4 KOMENTAR

  1. sama aja, buat ngibulin yang lagi hype mobil listrik aja sih kayanya.

    nanti bikin artkel juga mang, apa bedanya charger mobil bensin vs charger mobil listrik. wih pasti beda banget itu!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini