Kobayogas.com – Hola lads, salam geber.. Sejatinya olahraga apapun di dunia ini sangat menjunjung tinggi sportifitas, tidak terkecuali balapan motor. Tindakan Romano Fenati, pembalap Marinelli Snipers Team yang dengan sengaja menekan tuas rem Stefan Manzi saat race Moto2 San Marino Misano kemarin dianggap telah mencoreng dunia balap dan berbuntut panjang. Fenati serta merta mendapat sanksi diskualifikasi dan dilarang bertanding di dua seri berikutnya (Aragon dan Thailand). Cukup? Ternyata tidak meski dirinya sudah meminta maaf..

FENATI DIPECAT MARINELLI

Seperti dilansir situs resmi MotoGP, , di mana Fenati bergabung, telah memutus kontrak pembalap berusia 22 tahun dan bertinggi 163cm tersebut. Berikut statemen dari Marinelli Snipers Team:

“Sekarang kita dapat menginformasikan bahwa Marinelli Snipers Team akan mengakhiri kontrak pembalap Romano Fenati, mulai sekarang, karena tindakannya yang tidak sportif, berbahaya, dan merusak untuk citra semua orang. Dengan penyesalan yang ekstrem, kita harus mencatat bahwa tindakannya yang tidak bertanggung jawab membahayakan nyawa pengendara lain dan tidak dapat dimaafkan dengan cara apa pun.”

“Pembalap tersebut (Fenati), mulai saat ini, tidak akan berpartisipasi dalam balapan lagi besama Marinelli Snipers Team. Team, Marinelli Cucine, Rivacold dan semua sponsor lainnya dan orang-orang yang selalu mendukungnya, meminta maaf kepada semua penggemar Kejuaraan Dunia ini.”

KONTRAK MASA DEPAN FENATI DIBATALKAN!

Tidak selesai sampai situ ternyata lads, kelakuan Fenati yang dianggap berbahaya dan membahayakan orang lain tersebut membuat gerah tim balapnya di masa depan, Forward Racing Team, yang merupakan team di mana Fenati telah teken kontrak untuk musim 2019 mendatang. Boss MV Agusta, Giovanni Castiglioni, sebagai pabrikan pendukung Forward Racing Team menyatakan telah membatalkan kontrak Fenati.

“Ini adalah hal terburuk dan paling menyedihkan yang pernah saya lihat dalam balap motor,” tulis Castiglioni di akun Instagramnya yang memiliki 565 ribu follower.

“Olahragawan sejati tidak akan pernah bertindak seperti ini. Jika saya menjadi Dorna, saya akan melarangnya untuk berkompetisi di kejuaraan balap dunia. Mengenai kontraknya sebagai pembalap MV Agusta Moto2 tahun depan, saya akan menghentikannya dengan segala cara. Itu tidak akan terjadi, dia tidak mewakili nilai-nilai sejati perusahaan kami.”

“Setelah episode memalukan antara Romano Fenati dan Stefano Manzi, mustahil bagi team untuk mempertahankan kolaborasi yang direncanakan dengan pembalap dari Ascoli tersebut untuk musim 2019,” kata boss team Forward Racing, Giovanni Cuzari.

“Perilaku Fenati tidak sesuai dengan nilai-nilai olahraga dari Team Forward Racing dan MV Agusta. Untuk alasan ini, meskipun kami sangat menyesal, kami terpaksa membatalkan kontrak kami dengan Fenati.”

“Olahraga ini sudah sangat berbahaya, dan tindakan apa pun yang meningkatkan risiko bagi pembalap tidak bisa ditolerir. Kami tidak dapat menerima perilaku seperti ini dari salah satu pembalap masa depan kami.”

BUKAN PERTAMA KALI FENATI BERTINDAK KONYOL

Ini bukanlah kali pertama Fenati bertindak konyol. Tahun 2015, dia pernah menendang Niklas Ajo saat sesi warming-up Moto3 Argentina. Tahun 2016, kontraknya diputus di tengah jalan oleh Sky Racing Team VR46 karena dianggap melanggar disiplin dan tingkah lakunya yang tidak sesuai dengan harapan team.

Last, kapan Indonesia bisa sekeras luar negeri? Sudah saatnya tindakan tidak sportif ditendang jauh jauh dari balapan nasional.. Biar mikirrrr pak Ekoooo..

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

25 KOMENTAR

  1. Di Indo pembalap “pasar senggol” jago agak langka tapi team bengkel banyak, makanya kalo team dah dapetin pembalap teken kontrak gak bakal dilepas. Kebanyakan pembalap freelancer, bayarannya per race dan menang kalah dibayar. *pengalaman di “sirkuit” daerah

      • Beda jauh lah, bedanya kalo rossi mebuat lawannya sampai jatuh sedangkan fenati lawannya tidak sampai jatuh wkwkwk

      • Si yuuoto gk nonton kayaknya, sifenati digiring terus, akhirnya emosi, sama seperti kakek lejend, padahal gak di giring

      • Berarti manuver Marquez waktu bikin Pedrosa jumpalitan gimana? Berarti Marquez harusnya dilarang bertanding lg donk? kan dulu waktu awal2 dah sering tuh begitu.

      • Gw baru tau kalau manuver sama tindakan neken Tuas rem dan menang itu sama.. Kalau sama mungkin dah banyak yg kena penalti..atau living legend VR skrg dah ga balap lagi wkkwwk
        Coba lo protes ama dorna om

    • Kakek legend tuh dulu emosi karna berambisi utk jurdun,,dan masih memungkin kan saat itu…..jadi kalo ada yang nyusul dia gak peduli bersih pun,,langsung emosi……..karna dia bisa jurdun dengan cara dibantu,,bukan murni skill nya sendiri (kabur di depan sendiri)…..

      Orang italy mah parah2 kelakuan mafioso nya….

      • yang membedakan suatu perbuatan itu
        1. sengaja atau tidak sengaja
        2. dampak

        itu.

    • Saya bukan fans rossi bahkan sedikit krg suka sm rossi. Tp kenapa harus dibanding2in sama Sepang Clash 2015 sih?

      Kita bukan pebalap atau minimal pihak yg berada langsung waktu kejadian, jd sepantesnya kalo menilai sesuatu ya sewajarnya aja.

      Sampe skrg Sepang Clash msh kontroversial. Rossi nendang bener atau reflek atau apapun msh jd misteri. Karena kalo dibilang sengaja ya keliatannya kaya sengaja. Kalo dibilang gak sengaja/reflek ya memang keliatan jg kaya reflek. Karena pas bgt angle insidennya agak gak keliatan

      Sementara kasus fenati, jelas2 mereka side by side tanpa bersinggungan tapi fenati dgn sengaja neken tuas rem. Dan potensj dampak yg ditimbulkan oleh aksi fenati jls jauh lbh besar.

  2. waduh… klo motor mledugh berjamaah pas balapan itu gimana mang? apa gak berbahaya pas di straight gak tau nya mledugh, bisa2 yg lg slipstream nabrak donk. apa kudu di banned jg mesin nya itu?

  3. Setuju klo yg tidak sportif ditendang jauh2 dari Indonesia….bukan hanya yg tidak sportif,tapi juga yg mental2 songong pun seperti kejadian kmrn2 itu..”catat…nama saya galang”…yg seperti itu harus ditertibkan dan diberi pelajaran juga sekeras2nya..!!

  4. Tenang bro, team tarkam indonesia bakalan seneng sama beliau, tinggal sowan aja ke team balap.elit di indo, cepet dapet sponsor pula, tinggal milih mau yg aliran ngahameisme atau yimmisme,

  5. Jangan lah mas…..biarin di Indonesia kayak gini. Balap motor serasa battle royale. Udah kearifan lokal itu….WKWKWKWKWK

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.