GSX

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Capek tapi puas hehe, keinginan turing bareng bareng dulur blogger yang sudah sekian lama tidak dilakukan akibat adanya pandemi covid19 akhirnya terlaksana juga. Gak tanggung tanggung, turing melibas 455 kilometer lebih menggunakan motor baru All New CB150R streetfire 2021. Tentu yang sudah KBY catat sebelumnya dari motor sport laki ini ada dua yang terpenting, pertama adalah kinerja suspensi showa upside down SFFBP dan setang baplang tinggi berkat raiser ala tiang gawang. So bagaimana review nya? Ada gak klotok klotok di mesin dan kemrosak di rantai? Hehe

HARI 1

Hari pertama kami berkumpul di Wahana Honda Gunung Sahari, start sekitar jam 7.30, rombongan bikers sekitar 20 motor termasuk perwakilan komunitas ASFI dan HSFCI, blogger dan panitia melesat menuju Ciwidey Bandung.

ERGONOMI

Begitu nyemplak di atas jok All New CB150R terbaru, persis seperti yang dirasakan saat first impression dari sang motor laki tersebut baru rilis, yaitu memiliki ergonomi yang rileks atau santai berkat setang yang baplang dan juga raiser yang lebih tinggi. Dari kasat mata saja sudah terlihat bahwa motor ini tujuannya ke kenyamanan berkendara.

Dengan tinggi badan 165cm, kaki jinjit sedikit, dapat dikatakan sangat aman lah dari sudut ketinggian ini. Tapi sejauh dan selama apa pose rileks ini kira kira dapat bertahan?

Kami berhenti di post 1 yaitu dealer Honda yang di Bogor menuju puncak. Di situ kami beristirahat sekitar setengah jam untuk ngemil dan ngopi. Sampai sini kilometer menunjukkan sekitar 80km dan dilanjut hingga restoran makan siang di angka 109.8 kilometer, bagian telapak tangan, lengan serta bahu tidak ada gejala pegal. Badan juga gak lelah, singkatnya semua aman.

KENYAMANAN SHOCK DAN JOK

Tapi kalau ngomongin kinerja shock baik depan maupun belakang, bagian depan yang sudah upside down sih mantap banget kang mas! Pas aja gitu ayunannya, sangat adaptif di segala permukaan jalan dan cenderung lembut namun sangat stabil. Sayang bagian belakang seakan bekerja keras untuk mengimbangi depan.

Monoshock belakang masih dirasa terlalu rigid kinerjanya lads, saat melibas jalan mulus sih memang mantap, stabil untuk cornering serta manuver zig-zag. Namun begitu ketemu jalan jelek, nah ini.. kerasa kalau masih kurang empuk euy lads! Tambah lagi joknya juga kurang tebal dan kurang empuk. Lumayan dobel impak dah wkwkkw..

Catatannya, pantat mulai terasa panas dan sering bergeser saat kilometer mulai bergeser di atas jarak 100km.. hal ini juga dipengaruhi akibat pemilihan rute jalan lewat Rainbow hills alias bukit pelangi yang lumayan banyak jalan bolong dan garinjul.. Sehingga panasnya bokong datang lebih cepat.

Begitu lewat puncak dan terus Cianjur, Padalarang hingga Cimahi yang didominasi jalanan mulus, pegalnya bokong jauh berkurang.. Cuma yang namanya duduk terus menerus berjam jam di tempat yang sama, senyaman nyamannya jok tetap saja pegel ye.. Cobain aja duduk di sofa rumah berjam jam.. yakin gak pindah tuh pantat? Wkkwkw..

PERPINDAHAN GIGI HALUS

Belum lagi 500 meter sejak start dari Wahana, langsung terasa bahwa perpindahan gigi CB150R streetfire 2021 ini sangat halus, empuk dan singkat/ pendek serta akurat. Mau diungkit (shift up) atau ditekan (shift down), sama saja, empuk dan klik, dikit aja udah bergerak, nice sih.. ini bisa masuk ke kategori kenyamanan jatuhnya.

Koplingnya juga ringan banget! Wajar sih, cuma 150cc ya, rata-rata motor kopling 150cc memang ringan tuasnya. Nah pertanyaannya, konsisten gak nih perpindahan halusnya gigi? Atau cuma sampai 100km doang? Jangan jangan pas mesin panas jadi susah atau keras?

Ternyata layak diacungi jempol lads, konsistensi perpindahan gigi yang lembut, halus, mulus dan akurat tersebut terus berlanjut hingga etape terakhir di Batu Karas Pangandaran. Tidak ada perubahan sama sekali yang KBY rasakan, bahkan hingga etape akhir, beberapa kali melakukan shift up dan down ala quick shifter, kinerja persnelingnya mampu mengakomodirnya.. mantap juga nih olinya wkwkkw..

PERFORMA MESIN

Mesin Honda All New CB150R 2021 ini masih sama dengan versi 2018, yaitu nearly square alias overstroke tipis tipis gan wkwkw.. Kelebihannya adalah mesin yang berkarakter torqy dengan akselerasi yang kuat dan cepat serta irit bbm. Kekurangannya? Bagi pecinta top speed, mesin ini cepat bengeknya, karena di 10,500an sudah tercekik sehingga bikin gregetan jika ketemu trek panjang. Nah apakah masih sama?

Yang KBY rasakan tidak ada perubahan karakter, bedanya adalah kali ini KBY mampu merasakan performa mesinnya lebih jauh dengan trek yang lebih bervariatif. Hasilnya, harus diakui kalau mesin seri ini adalah jagonya tanjakan! Gigi 1 dan 2 sih sudah jelas, tapi di bukit pelangi, puncak dan juga Ciwidey yang notabene konturnya naik, All New CB150R 2021 ini mampu merayap dengan sangat baik tanpa kesulitan bahkan dapat dikatakan powerful!

Dengan kecepatan konstan, 60-80km/jam, climbing ability motor ini layak dapat dua jempol, gigi 3-4 dan kadang 5, sang CB150R mampu menanjak dengan tenang dan kalem tanpa kesulitan. Bahkan selama momennya pas, di gigi 6 pun masih mau merayap.. Jangkrik jaran tenan caakkk!

Gigi 1 hingga 3 termasuk pendek dan cepat yang mampu menghantarkan motor 150cc non fairing ini melesat – alias akselerasinya sangat baik! Gigi 4 dan 5 bisa dibilang panjang nafasnya lads sebelum harus menyentuh redline di 10.5K.. Gigi 6 lebih ke overdrive, KBY tidak merasakan adanya tendangan tambahan di gigi terakhir ini.

Sayangnya meski mesin dapat dikatakan halus, namun sepertinya karakter mesin overstroke membuat hadir vibrasi atau rattle yang terasa pada tangan hingga bokong saat rpm bermain di atas 8.000 untuk kemudian menghilang saat menyentuh angka 10.0000, porsinya tidak sampai mengganggu banget sih, tapi kalau lama lama bisa lumayan bikin kesemutan.

TETAP AJA CAPEK!

Turing hari pertama somehow terasa lebih melelahkan, faktornya banyak, di luar dari ergonomi dan kenyamanan All New CB150R streetfire yang sebenarnya sangat touring friendly, kondisi jalanan juga berpengaruh lads.. Kami sudah kena macet berkali kali dari Jakarta hingga Cimahi (Safety Riding Center milik Honda DAM Jawa Barat).

Titik macetnya ada di sepanjang jalan raya Bogor, puncak dan paling parah di Cimahi, sampai motor saja tersendat, lelah caaak eh lads wkwkw.. Sudah gitu KBY kan sangat sangat jarang riding jarak jauh gini, bagi yang sudah biasa turing jauh mungkin efeknya gakan selelah KBY ye, wkwkw..

Baru berjalan sekitar dua kilometer dari SRC sekitar pukul 16.30, gerimis turun dan gak pake lama hujan deras menyusul. Langsung kami melipir dan menggunakan jas hujan, GoPro pun terpaksa dilengserkan karena ada mic dan adapter yang rawan terkena air.

Hambatan lain datang, helm viral NJS ZX-1 Samurai yang menggunakan visor iridium cukup menggangu saat gelap melanda.. udah gelap hujan pula. Mau buka visor, air masuk, gak dibuka selain kacamata berembun, ya pandangan makin terbatas, mata minus juga kacau dah saat menjelang gelap wkwkwk..

Oke lads, untuk turing hari pertama sudah selesai hingga Ciwidey Valley, pada artikel berikutnya akan KBY bahas turing hari kedua dari Ciwidey hingga Batu Karas Pangandaran dimana akan ada pembahasan top speed, pengereman, handling, konsumsi BBM dan ditutup dengan kesimpulan. Stay tune!

Semoga bermanfaat lads. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog
YT: Kobayogas Sena Learn To Vlog [KSLTV]

53 KOMENTAR

  1. Kekurangan ini motor cuma di rangka sama kaki belakang yg keliatan jomplang banget sama depannya.
    Kalo power mesinnya sih udah cukup buat sport naked 150cc

      • Bisa dibilang iya, ini motor rangkanya CBR250R yg dipendekin bagian tengahnya ya bikin bagian sub-frame ke bagian tengah rangkanya jadi ngebentuk silang yg akhirnya jadi masalah buat CB150 versi sebelum 2019

        • Oalah jadi itu alasan kenapa rangka CB150R pada patah/retak.. sempat heran juga sih kenapa di CBR250 ga pernah dengar kejadian rangka patah secara logikanya mesinnya lebih besar dan berat, ternyata rangkanya ga plek gitu niru yg punya 250..

  2. Capek pasti adalah , bagaimana menikmati Capek tsb .
    Hmmm…gak kebayang capeknya rider2 saat Cb pertama kali Turing sejauh 8000 km dulu ?

  3. Selain mesin yang Mantap…oli dah pasti mantap .
    kalau sebelah dah Oblak tuh Kruk as set nya . Oli juga nguap
    Makanya dilaminating
    ?

    • hallo tak ada yang bisa…..gmn urusan kita nih…..sama sama mentahan aja deh gmn….deal?

  4. Masih akan menjadi pilihan teratas di sport naked 150?. Walaupun disuarakan sampai berbusa2 klotoknya tetep gak mempan. Apalagi mayoritas blogger sudah mencicipi. Nice!!

  5. Mmmm ya ga bakalan netral lah ini review nya….
    Udah motornya pinjeman, dikasih jajan pula…. Ga tau deh diamplopin apa ditransfer….

  6. Mang..kalau memang ente ada emphaty (walau sedikit?)..mbok ya kabarkanlah tentang brand sebelah, misalnya stock mangkrak 4 THN diberi diskon kandas. Atau bikin polling motor baru tapi gak laku (baca: collector item). Kesian yang nyinyir kagak dikasi napas???..owh boleh juga wacana diundang Turing ke Nirwana..atau apalah wakakak

  7. ya klo riding begitu sih pasti pegel lah bokong… waktu ane ke bandung (3-3.5jam) pake reva, r25, bahkan rtr160 ya ga ada cerita pegel. lain cerita ketika balik ke jakarta sore² (ga lagi deh balik klo jam ada matahari), 8jam di jalan (kena macet) pake rtr160. mau jok empuk + shock nyaman juga tetep aja pegel..

    klo cimahi macetnya uda seng ada lawan lah, ane sih klo da ketemu macet disono langsung masuk ke jalan yang ada di sisi kanan, tembusin sampe ke belakang korea (kopo area).

  8. ah yayayya, macet padalarang cimahi wkwkwk
    nyesel banget kalau lewat sana siang-siang.
    masih aman itu di bawah jam 9 kayaknya
    tapi kemarin dari bandung lewat sana jam 10 masih ga macet sih

    • Jam 3an itu cuma gak gw masukkin video aja, hemat memory card, lagian gada yang peduli juga sama frame kemacetan, nontonnya kebanyakan di skip ???

    • @The Biker Stig
      pernah sampe sono (hari sabtu) jam 8 kurang dikit, wuidihhhhhh…ampun kang mas

      • bener bang @martin wkkwkw dlu beberapa kali ngerasain juga.
        mungkin kemarin waktu berangkat dari bandung saya ga nemu macet karena bandung lagi lock down aja, padahal belum jam lockdown nya juga sih.
        hari sabtun paginyaya waktu menuju ke bandung juga aman-aman saja di sana sekitaran jam 8-9

        • K33 ini emang jarang banget dijalanan.. seumur-umur belum pernah liat yg dual keen (kurang yakin sih mungkin udah pernah karena mirip sama k45a), jauh lah sama yg single headlamp, bahkan lebih sering liat crf rally yg mesinnya sama.

          • kebetulan temen ane punya (setelah ane setanin buat ambil waktu itu).
            intake cam sama ecunya beda sih, entah yang lainnya. a nice bike to have

            oh zx25r juga gigi 6 nya ga overdrive

  9. Baru kepikiran, biasanya motor bekas test ride atau buat review yg dipakai blogger itu apa dijual lagi atau gimana ya ?

      • Habis disitu doang ya kang ? Selanjutnya kalau udah keluar model baru apa dibalikin ke pabrik atau dijual tapi harga lebih miring ya ? Mana tau ada ingfo kan wkwkwk

        • Kalau yang sampe ke kuping sih cuma muter² dealer aja… Hehe…
          Karena sebenarnya itu unit udah punya dealer, misal di acara ini punyanya DAM sama Wahana…

  10. Ini yang nulis kang Kobay atau cak IWB sih?
    BTW isi nya masih kurang netral kang. Kurang diblowup yang bikin capek nya. Motor touring kok bikin capek?

Yuk Tinggalin Jejak Lads..