Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Pada kesempatan kali ini KBY akan membahas alias review Kymco X-Town 250i ABS, skutik 250cc terbaru dari Kymco yang sudah beberapa hari digunakan sebagai kendaraan harian. Pada part 1 ini akan dikonsentrasikan pada faktor performa, handling dan kenyamanan skutik bongsor tersebut. Dalam beberapa sisi menurut KBY, lebih baik dari saudaranya si Downtown 250i, mengapa demikian? Kuy kita geber dulu reviewnya..

REVIEW KYMCO X-TOWN 250i ABS

DESAIN

Bicara desain, Kymco X-Town 250 ini secara umum masih sangat bisa diterima oleh banyak konsumen khususnya yang KBY maksud adalah di Indonesia. Dibandingkan saudaranya si Downtown 250, skutik dengan rem ABS depan belakang ini lebih pas pahatannya dari depan hingga ke belakang.

Bahkan kalau diperhatikan sekilas, bagian fascianya seperti Kawasaki Ninja 250FI generasi kedua di Indonesia. Headlampnya menyudut dan lancip sehingga mengesankan aura sporty, sesuatu yang disukai oleh peole of +62 hehehe..

Bagian buritannya juga ramping dan mengkurva namun edgy alias menyudut, dihiasi dengan lampu rem LED dengan signature “X” mencirikan bahwa dilihat dari jauh pun orang akan tau kalau skutik yang dilihat adalah Kymco X-Town.

Hanya saja bagian depan tidak seperti di belakang, kurang berkarakter dan minim ciri khas. Kebalikannya dengan Downtown, depannya yang punya fascia mirip burung hantu sangat khas, membuat orang akan mudah mengenalinya dari depan. Jadi secara singkat, kedua saudara ini seperti saling berbagi ciri khas wkwkkw..

 

Untuk sektor fitur KBY gakan bahas lagi ya, sudah dikupas tuntas di artikel ini: Spesifikasi dan Fitur Kymco X-Town 250i. Paling singkat saja, seperti laci sebelah kiri memadai untuk menyimpan HP, fitur chargernya juga berfungsi dengan baik. Bagasinya panjang meski tidak terlalu dalam, mampu menelan dua buah helm, 2 model full face berukuran sedang. KBY sudah tes kemampuan bagasinya dengan helm TDR GT005, aman sentausa dibawah jok..

ERGONOMI

Namanya skutik, khitrah dan kodrat aslinya adalah kemudahan seperti gas dan rem doang – yang diperkaya oleh kenyamanan dalam bentuk ergonomi atau riding position yang rileks atau sedikit sentuhan sporty namun tetap santai, bagaimana dengan Kymco X-Town 250i ABS ini?..

Ngomongin posisi duduk yang nyaman dan sangat santai dengan tangan menggapai setang, KBY berani menyimpulkan kalau sektor ini masih dipegang oleh Kymco Downtown – best of the best, namun jika ditambahi faktor handling, maka kerjasama antara nyaman, santai dengan kelincahan akan berbeda ceritanya, karena sektor ini dipegang oleh X-Town!

Posisi duduk X-Town tidak “seterbenam” Downtown (DT), jadi bentuk jok masih sangat ergonomis dengan punggung bagian bawah ditopang yang namanya lumbar support, namun tanpa mengurangi kelincahan atau kesigapan kaki saat harus turun di kondisi bermacet ria dan fokus pada pergerakan setang. Kaki tidak harus dipaksa mengangkang jika harus menjejak bumi. Ketinggian jok juga masih aman untuk rider dengan TB 165, kaki jinjit dikit aja..

Ini yang menjadi poin keunggulan X-Town dibandingkan saudaranya. Tentu ini untuk KBY, beda cerita kalau misalnya yang naik DT itu masbro Manut yang tingginya 190cm lebih wkwkw.. Sayangnya, berkat bentuk jok yang tidak selebar DT pulalah maka masih ada bagian paha yang tidak tertopang oleh jok.

Untuk boncengan, menurut Nyonya sih masih enakan dibonceng X-Town dibandingkan XCiting 400, lebih nyaman aja posisi duduk dan joknya, ungkapnya. Bagaimana dengan DT? Sayang, gak berkesempatan boncengan euy jadi gak tau deh.

KENYAMANAN

Kenyamanan juga hadir dari dua faktor, busa jok dan ayunan suspensi alias shock. Untuk kinerja shock X-Town sendiri sebenarnya moderat ada di tengah antara keras dan empuk. Tapi berkat busa jok khas Kymco yang empuk, maka kekerasan shock nya tidak terlalu terasa di bokong, hanya di setang saja, itupun hanya terasa kalau lewat jalan jelek.

PERFORMA: MESIN, HANDLING DAN PENGEREMAN

Mesin X-Town 250i merupakan turunan dari X-Town 300i, jadi benar benar mesin yang berbeda dengan Downtown lads. Bicara spesifikasi, XT masih kalah dari saudaranya tersebut (baca: Spesifikasi X-Town 250i vs Downtown 250i). So, memang dapat dirasakan sih perbedaannya meskipun tidak terlalu signifikan.

Yang sangat terasa sih di akselerasi, jika DT dapat dikatakan sangat responsif, kalau X-Town cenderung kalem, namun tetap bertenaga. Perbedaannya cukup tipis saat digeber di atas 8000 rpm, keduanya terasa powerful.

Tenaganya tidak istimewa, tidak wow, tapi sangat jauh dari kata buruk, malah lebih dari cukup. Sendirian atau boncengan, berakselerasi keras saat menyalip atau saat butuh gaspol, mesinnya siap membawa lads meluncur.. Intinya sih menyenangkan kok! Dalam kota atau turing, siap aja.

Top speed Kymco X-Town 250 alias kecepatan maksimum yang dapat KBY raih dalam 1 kesempatan hanya sekitar 118km/jam, kondisi jalannya tidak kosong, jadi harus mengerem sebelum nafasnya habis. Diprediksi skutik ini mampu berlari hingga 130-135km jam dengan catatan treknya panjang.

HANDLING

Ergonomi berpengaruh pada handling. Karena jok X-Town tidak terlalu lebar (besar), dan posisi duduk tidak terlalu nyelegon alias terbenam, maka diajak berbelok cepat, skutik maxi 250cc 1 silinder ini lebih mengasyikkan dibandingkan Downtown, nurut dan nimble. Juga saat diajak meliak liuk diantara kendaraan lain. Handlingnya asik! KBY lebih suka ini dibanding DT sih. Bahkan menurut spek, skutik ini mampu diajak rebah hingga 30 derajat lads..

Saat memacu dalam kecepatan tinggi, bodynya stabil, kinerja shocknya mampu meredam jalan bergelombang tanpa membuat rider terangkat atau lompat lompat.. apalagi kalau ketemu jalan mulus, wah cihuy lah!!

Untuk tinggi 164-165cm, ada masalah pada visor atau windshield X-Town, soalnya si ujungnya itu jatuhnya pas banget di lurusan mata, bikin gateli wkwkw, dangak pegel, nunduk juga. Lupa nanya bisa disetel gak sih ketinggiannya.

PENGEREMAN

Skutik bongsor ini belum lagi genap 1000 kilometer hingga selesai KBY gunakan gak sampai 100 kilometer. So, pengeremannya belum mencapai kondisi ideal, alhasil bagian depan kurang responsif, agak ngeloyor dikit dan harus ditarik 2 kali sebelum benar benar terasa berhenti. Tapi karakter ini mirip mirip untuk rem ber-ABS, gak langsung gigit, kudu beberapa kali tarikan. Kecuali rem moge atau ZX25R yang sudah berkaliper radial dan monoblok.

Tapi untuk rem belakang justru terasa lebih responsif sih, jadi bagi KBY enaknya depan dulu disusul rem belakang, mantap terasa!

Rem ABS-nya juga bekerja sangat baik, saat dites, tuas rem-nya baru bergetar saat kondisi ditarik maksimal, kalau masih setengah sih gada gejala ABS On. Tentu ini membuat tangan bebas dari getaran..

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN KYMCO X-TOWN 250i

Sebagai penutup dan kesimpulan, berikut kelebihan dan kekurangan dari Kymco X-Town 250i ABS sesuai hasil review KBY

KELEBIHAN
  • Desainnya sporty, lebih masuk ke selera kebanyakan konsumen Indonesia
  • Kontur dan busa jok yang empuk sangat nyaman
  • Material bungkus jok
  • Material plastik
  • Pengatur jangkauan tuas rem
  • Fitur hazard, pass beam, engine cut off menjadi standar
  • rem ABS dual channel dan performa rem yang baik
  • Lampu belakang DRL dan LED yang khas
  • DRL di depan
  • Handling & Performa
  • Bagasi luas
  • Charger dengan USB dengan laci penutup
KEKURANGAN
  • Fitur speedometer kurang lengkap tanpa MID dan jadwal servis/ ganti oli
  • Tanpa traction control
  • Plastik di beberapa bagian terutama dek tengah
  • Lampu depan belum LED
  • Ketinggian windshield
  • Harga bisa lebih murah
  • Material bungkus jok berpori, kalau kena kotoran harus langsung dibersihkan, jika tidak akan nempel dan sulit dibersihkan
  • Laci di depan hanya ada 1

Menurut KBY, kendala utama Kymco itu (termasuk X-Town) masih ada di harga yaitu ada di Rp. 62.5 juta, sisanya sih no big deal. Kymco jangan hanya terpaku pada fanatisme semata, tapi harus melihat secara luas dalam usaha menjaring lebih banyak pengguna Kymco di Indonesia.

Saingan di kelas ini juga bukan level semut, dengan harga kurang lebih sama, Yamaha X-Max lebih lengkap dan lebih powerful. Sementara posisi harga lebih tinggi dengan fitur lengkap dan kualitas jempolan dimiliki Honda Forza. Keduanya juga sudah punya nama dan jaringan yang jauh lebih banyak. Dengan lingkup lebih kecil, saingan Kymco praktis hanya SYM sih.

Semoga Kymco bisa mempertimbangkan hal ini ke depannya, jika pun harga sulit lebih rendah, setidaknya wajib dicatat, fitur harus sama lengkapnya dengan kompetitor.. Mau lebih banyak jaring konsumen kan? Hehehe..

Semoga bermanfaat lads. Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article… Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Email me: kobayogasblog@gmail.com
Facebook : @kobayogas
Twitter : @kobayogasblog
Instagram: Kobayogasblog

23 KOMENTAR

  1. Kang K0bay,
    Kayaknya itu matic body besar ya Kang?
    Kesanku, dari area dek sampai buntut kesannya biasa saja,
    Gimana menurut Kang K0bay?

  2. Untung gak ada FB nya
    Kalau ada , maka gua bakal teriak…headlamp dan stoplamp mirip hnd punya 😂.

    Kimkoh ini jika mau serius , mereka wajib bikin model khusus buat pasar indo.
    Mau tak mau harus bikin pabrik di samping Deltamas ( biar ada gengsi ) , bukan diJonggol apalagi deket bantarGebang 😂

  3. bukan untuk saya ini, kobay saja kelihatan kayak anak2 naik motor ini wkwkwkkwk.
    Padahal size Ik cuma 2-3% lebih tinggi dengan diameter perut 3-6% lebih kecil

  4. Tapi di eropahhhhhh….kimkoh ini lumayan juga rangkingnya , ke 6 setelah hnd yang berada diPuncak 😂

  5. klo komentar ato ripiw anak sulung Mang Kobay alias Aa Sena soal si XTown ini gmana tuh Mang ? waktu GP125 pan keliatan antusias

  6. Kalau nyaman masi lebi nyaman ini dari xmax ya ?

    Kalau handling sama mesin keknya jauh lebi bagus xmax memang

Yuk Tinggalin Jejak Lads..