Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Wah KBY kudu say thanks nih sama mang Asep dari warungasep.net, karena beliau ini bisa dibilang paling rajin surfing dan akhirnya jadi artikel. Kalau sudah gitu, ilhamnya suka datang dari blogger yang juga juragan warung yang badannya makin megar 2 tahun terakhir ini wkwkw. Salah satunya ya Data AISI, selain TMC Blog, mang Asep juga paling getol kumpulin data. Nah meskipun data AISI per bulan sudah dibekukan alias gak boleh lagi jadi konsumsi umum, tapi ternyata rekap satu tahun masih boleh, makanya ini ada hasil Data AISI 2019! Juaranya sih pasti sudah pada tau, gampang lah ditebak, yaitu Honda, tapi berapa jumlah total penjualannya sepanjang tahun 2019? Bagaimana dengan member AISI lainnya seperti Kawasaki, Suzuki, TVS dan Yamaha?

Sejak dilarangnya data Aisi per bulan menjadi konsumsi umum, kita jadi susah meraba raba dan mengetahui jawaban dari kekepoan untuk diberikan kepada para pembaca. Alhasil, seperti yang pernah KBY sebutkan beberapa waktu lalu, semua pabrikan otomotif roda dua mendadak menjadi pabrikan kecap! Karena mengklaim masing masing produknya menjadi nomor 1 di penjualan wkwkwk..

Baiklah langsung aja kita cari tahu berapa sih kemampuan masing masing pabrikan dalam menjual produknya sepanjang tahun 2019? Data ini disadur selain dari mang Asep juga dari media Kumparan.

Tercatat data penjualan atau mungkin lebih tepat disebut angka distribusi dari pabrik ke Dealer selama setahun kemarin di 2019 total angkanya mencapai 6.487.430 unit, jumlah ini diklaim naik sekitar 1,63 % dibanding tahun sebelumnya (2018) yang hanya 6,3 juta unit saja.

Sudah bisa ditebak, angka penjualan dari pabrikan sayap kepak Honda masih menjadi yang tertinggi. Tercatat selama tahun 2019 kemarin, penjualan pabrikan berlogo “Sayap Tunggal” ini hampir menyentuh angka 5 juta unit, atau lebih tepatnya 4.910.688 unit naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,7 unit saja.

Dengan angka tersebut, berarti Honda menguasai sekitar 75,69% atau tiga perempat dari market share di Nusantara, bused … Bagaimana dengan kompetitor abadinya berlogo alat musik alias Yamaha? Selama tahun 2019 pabrikan yang punya warna khas biru gelap ini menjual atau mendistribusikan sebanyak 1.434.217 unit sepeda motor, dimana dari persentasenya Yamaha hanya kebagian 22,11% market share. Sayangnya, meski hanya sedikit namun angka tersebut berarti penurunan bagi pabrikan Iwata itu.

Bagaimana pabrikan asal Hamamatsu Suzuki dan genk ijo Kawasaki? Ada yang unik lads, pada dasarnya kedua pabrikan ini mengalami penurunan sepanjang 2019. Tapi detailnya, penjualan Suzuki ternyata berhasil menyalip penjualan Kawasaki! Faktanya dari bulan Januari sampai Desember tahun kemarin, Suzuki berhasil mendistribusikan sebanyak 71.861 unit, turun dibanding tahun 2018 lalu yang sempat berada di angka 89 ribuan unit. Hilang 17 ribuan jelas besar, ya karena 2019 tidak ada motor baru sih dari Suzuki.

Sedangkan pabrikan Geng Ijo, penjualannya turun dari semula mencapai 78 ribuan, kini penjualan produk Kawasaki hanya 69.766 unit saja di tahun kemarin. Dari sisi jumlah, tidak sebesar Suzuki penurunannya, tapi tetap saja turun judulnya. Konon salah satu penyebabnya adalah banyak yang menunggu kehadiran Ninja 250 4 silinder.

Terakhir ini tidak kalah uniknya, pabrikan motor asal India yang terus menerus eksis dan jualan meski gak pernah booming di Indonesia, yaitu TVS ternyata malah naik penjualannya loh. Pabrikan asal negeri Meregehese berlogo kuda lari tunggang langgang ini penjualannya mengalami peningkatan signifikan hampir 3x lipat! Wuih luar biasa, tapi tiga kali lipat TVS ya berbeda dengan yang lain, kenaikannya menjadi 800an unit sepanjang 2019, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 300an unit. Mau dosa takut ngakak.

Berikut tabel data AISI penjualan tahun 2019 dari 5 pabrikan yang lads bisa pantau dibawah ini :

Data AISI 2019 :

Pabrikan Terjual Persentase
 1. Honda 4.910.688 unit 75,69%
 2. Yamaha 1.434.217 unit 22,10%
 3. Suzuki 71.861 unit 1,10 %
 4. Kawasaki 69.766 unit 1,07%
 5. TVS 898 unit 0,01%
Total :
6.487.430 unit 100%

Bandingkan dengan data di tahun sebelumnya :

Data AISI 2018 :

Pabrikan Terjual Persentase
 1. Honda 4.759.202 unit 74,6%
 2. Yamaha 1.455.088 unit 22,8%
 3. Suzuki 89.508 unit 1,4 %
 4. Kawasaki 78.982 unit 1,22%
 5. TVS 331 unit 0,01%
Total :
6.383.111 unit. 100%

Dan juga tahun 2017

Data AISI 2017 :

Pabrikan Terjual Persentase
 1. Honda 4.385.888 unit 74,51%
 2. Yamaha 1.348.211 unit 22,90%
 3. Kawasaki 78.637 unit 1,33%
 4. Suzuki 72.191 unit 1,22%
 5. TVS 1.176 unit 0,01%
Total :
5.886.103 unit 100%

Mungkin berkaca dari tahun 2019, Yamaha pun mulai jor joran menggelontorkan banyak produk di penghujung 2019 dengan harapan tahun 2020 penjualannya moncer. Sebut saja ada XSR155, WR155, MT-25 FACELIFT, All New NMax dan konon masih ada sekitar 2 sampai 3 produk baru yang akan dirilis tahun 2020.

Tapi apa yang dilakukan Yamaha juga mendapatkan perlawanan dari seteru abadinya, Honda. Saat ini motor yang benar benar gres di tahun 2020 dari Honda baru All New Beat, sisanya akan hadir CBR250RR facelift, Scoopy baru dengan rangka ESAF dan mesin Genio, dan menurut info bakal ada sekitar 3 produk baru lagi yang akan hadir.

Bagaimana dengan Suzuki? Pabrikan satu ini selalu sukses bikin gemes para pengamat otomotif apalagi fans boy nya. Jangan terlalu berharap ada yang baru di tahun 2020 ini, takut kecewa! Nasibnya 11-12 dengan TVS. Sementara geng ijo sudah pasti akan menelurkan resmi Ninja 250 4 silinder.

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

36 KOMENTAR

    • Keknya mentok sama Yamaha Thai mang, di sana keknya penjualannya lebih baik meski masih di bawah Scoopy.. jadi selama gak jomplang ya desain akan terus begitu.. pdahal disini jauh banget perbedaannya

    • Menghentikan mungkin ga bisa, mengurangi bisa..

      Caranya keluarin produk yang sesuai selera konsumen Indonesia..

      Yamaha sudah menuju kesana meski ada beberapa produk yang kurang sesuai.. Suzuki pekerjaan rumahnya masih banyak banget..

      Kawasaki hanya terpatri pada sport…

      Praktis sebenarnya cuma Yamaha yang mampu meladeni, andai Suzuki bisa lebih fleksibel si Jepangnya..

  1. Yg paling banyak harusnya banyakin tanam pohon,oh iya motor injeksi kan ramah lingkungan jadi ngga usah ada kegiatan tanam seribu pohon

  2. Kesimpulan nya apa Yamaha, Suzuki, Kawasaki turun karena pada beli TVS ya mang karena TVS penjualan nya naik wkk wkk wkk

  3. Rating 1 sampai 6 terhitung januari 2020 masih dikuasai H ,kemudian bercokol Y di rating 7 dg produk Aeroxnya.
    Kalau beat jangan d tanya , +- 1 koma 3 jt beat yang lepas di 2019 atau Nyaris setara dg Total jualan Y . Sisanya vario Scoopy pcx cb dll.

  4. Awas H terlalu mendominasi akan ada “monopoli terselubung”. harga kartel semaunya, mau gak mau yang lain di paksa ngikutin.mindset makin tertanam dalam jiwa.hanya KPPU dan blogger netral garda terdepan yang bisa di harapkan.

  5. Suzi mau di kasih masukan sebanyak apapun kalau petinggi di Jepangnya masih kaku gak akan nambah marketsharenya

  6. ah hondaa mah curang, coba ga pake jumlah penjualan beat (yang kayanya sama kaya total penjualan yamaha) . . . .
    eh masih jauuh lebih banyak ya??

    itu penjualan apa distribusi ya? soalnya yamaha biasanya cuma angka distribusi, kejual mah enggak, contoh kasus tengah tahun 2018 kantor saya pernah ditawarin vixion n mio S tahun 2017 cuma 2/3 harga.

    ——
    yang pasti sih 4,9 juta warga indonesia berhasil dikibulin sama ahaem dan pasukan blogger ternaknya (termasuk blog ini kayanya)

    @mang kobay, kalo blogger netral mah ya ZUragan lagh . . . ngah ngah ngah

  7. Mang review dung roda 2 bermotor yg paling ramah lingkungan. Y kalo bisa sih test sendiri bukan klaim pabrikan. Hehe…

  8. Jika yang dikatakan bung Su’eb terjadi…itu jelas konsumen punya andil…..makanya jadilah konsumen yg cerdas, jgn beli motor merk itu itu saja, krn pada dasarnya soal teknis semua setara….

  9. TVS ku awet tenan bro….sampai kini tak ada keluhan sama sekali…..bohlam dari beli dah hampir 6 tahun blom pernah ganti..LED rear lamp OK, fitur jg OK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini