MVOCI

Sentul International Circuit, sirkit ini bukanlah barang baru bagi KBY, jika bicara roda empat ya…sudah berkali kali ng-track di sini bersama si Kuro, tapi bagaimana dengan roda dua?…

Kobayogas.com – Club yang berisi dari para pemilik MV Agusta segala tipe ini kembali mengadakan acara safety riding dan track day selama seharian penuh, tak pelak, sentul pun ditutup khusus MVOCI tanggal 10 Januari 2015 kemarin!

Dengan roda dua bagi KBY ini adalah pertama kalinya!! Betul, belum pernah sekalipun KBY menikmati panasnya aspal Sentul bersama roda dua. So, undangan dari bro Steven Oentoro, pemilik MotoArte, ATPM Resmi MV Agusta di Indonesia tidak KBY sia-siakan mumpung waktunya ada!!

Acara yang diadakan bersama komunitas lain seperti Souther Solid supported by Dream Garage ini sedjatinya diadakan sejak pukul 08.00 pagi, namun KBY baru dapat hadir menjelang makan siang karena satu dan lain hal. Well, better than never no? Ternyata lek Iwan Banaran pun hanya terpaut 10 menit dari KBY datangnya, sementara Vandra MMBlog dan Mbah Dukun Satar sudah hadir sejak pagi. Sahabat satunya lagi, Kang Haji Taufik TMC sayangnya berhalangan hadir.

Acara menjadi sedikit spesial ketika setelah makan siang, om Tinton Soeprapto selaku pemilik Sentul, hadir di tengah-tengah acara. Setelah memberikan sedikit wejangan agar kita sebagai pencinta kecepatan mempromosikan Sentul sebagai satu-satunya sirkit milik privateer di Indonesia yang bertaraf Internasional, kami pun foto-foto bareng.

Bring It On!!

That is it, waktunya tiba.. Belum juga dimulai, adrenalin sudah merayap naik akibat suara-suara gemuruh yang dihasilkan dari berbagai exhaust milik MV Agusta..Setelah menyiapkan segala sesuatunya, seperti perlengkapan safety jaket Respiro R3 berproteksi, baser layer respiro, knee protection dari AXO hibahan mang Ivan Vanzmotoblog, helm KBC V-Zero yang kembali keluar kandang setelah sekian lama disimpan, sepatu adventure Nike Salbolier ACG, Glove Alpine Star S-MX2 dan tak lupa, SJCam SJ4000 yang siap direkatkan di atas tangki 😀

Motor yang available saat itu adalah MV Agusta Brutale 675, oke deh, justru ini positif karena KBY sudah familiar dengan tipe ini, dan sepertinya ini yang sudah memakai exhaust Zero deh, terdengar dari suaranya sih. Cek layar speedo, wah settingan tenaganya masih di N alias Normal, setting ah ke S alias Sport.. Ternyata itu keputusan yang salah sekaligus benar! Nanti aja detailnya ya haha..

om kobay-10

Motor kedua adalah si bandel yang pemarah, MV Agusta F3, ini pun ibarat kawan bagi KBY karena ada pengalaman cukup bersamanya, cek settingan, sudah di Sport. Oke deh, mantap, cucok…! Sedangkan motor yang terakhir yang dapat KBY tes sebelum stamina habis adalah Yamaha R6 berwarna putih settingan balap, kalau yang ini KBY belum pernah tes sama sekali, settingannya pun gak apal. Ah yang penting jajal biar dapat pengalaman.. Ketiga motor tersebut adalah milik bro Steven Oentoro…

MV Agusta F3

KBY akan berikan review singkat atas hasil pengalaman nyentul kemarin ya lads, detailnya akan di buat pada artikel terpisah…

Cornering is one thing, yet pull the throttle to the max on the straight is another thing… KBY merasa berbelok lebih mudah jika kita mampu menahan hawa nafsu dan mengetahui limitasi skill. Namun di straight kalau gak gaspol rugi!! Akan tetapi justru itu yang paling berbahaya dari semuanya..motor dapat melesat di atas 242 km/jam, bayangkan! 242 km/jam hanya di atas dua roda saja!

f3 sanggup 248 namun yang terekam hanya 242 :(
f3 sanggup 248 namun yang terekam hanya 242 🙁

Naked Bike Lebih Berat..

Melesat di atas motor berfairing bisa disebut perkara mudah, namun bersama naked bike seperti Brutale? Wah sesuatu banget, melaju di atas kecepatan 200 km/jam, sesuatu yang tidak pernah KBY alami sebelumnya, mempunyai efek yang dahsyat ke seluruh tubuh. Pada motor fairing kita dapat menyembunyikan tubuh dan kepala di balik fairingnya…

Naked bike? Berharaplah angin dapat melewati ergonomi motor dan tubuh dengan baik…namun ketika harus menurunkan kecepatan dari 238 km/jam menuju 100 atau 80 km/jam saat menghadapi tikungan, maka badan harus ditegakkan dan tuas rem depan ditarik dengan cukup kuat! Saat itulah terpaan angin dari depan seperti menonjok kepala dan dada! Setang dipegang erat, sekaligus berkonsentrasi pada pengereman… Lupakan rem belakang, nyaris tak terpakai kecuali hanya sebagai balancing saja..

blogger tes MVA
kiri IWB pake Rivale, Kanan Vandra pake Brutale 1090R

Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi KBY ini… melesat dengan motor 150 – 250 cc yang tenaganya tertakar sekitar 40-45 PS sih bisa dibilang cukup mudah, bagaimana dengan ratusan horse power yang ada di antara kaki? Menakjubkan! Terima kasih kepada Allah SWT atas perlindungannya, bro Steven Oentoro MotoArte Indonesia atas undangannya, sahabat blogger Mbah Dukun Satar, lek IWB dan Vandra…

Kini, pengalaman para pembalap pro dapat KBY alami sendiri dan KBY setuju atas ucapan lek IWB bahwa mereka semua adalah orang gila dengan skill level Dewa..!!

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Contact me at…

email me: [email protected]
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)

KobaYogas from WordPress for Android

102 KOMENTAR

  1. pertamaX nyentul langsung dengan motor2 buas, pecah telur tenan… 😀
    btw, ternyata seperti itu ya rasanya naik motor lbh dari 200kpj, wiih syereem…! ngiming2i kie…bikin fengen… 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini