Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Pecinta motogp sekalian, ada yang menarik dari ucapan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta kepada Jurnalis GPOne Paolo Scalera disela sela penjelasan rencana komposisi Pabrikan yang akan mengikuti MotoGP kedepan. Ezpeleta berkata bahwa Kawasaki pernah meminta kepadanya untuk bisa tampil sebagai wildcard di Race MotoGP ” Saya kasih tahu sesuatu, baru baru saja Kawasaki meminta saya untuk bisa ambil Wild Card ( di race MotoGP ) dengan Superbike Mereka. Saya katakan tidak, Karena Wild Card Hanya Untuk para peserta MotoGP “. Superbike Kawasaki dimaksud adalah ZX-10RR lads, dan mengapa permintaan Kawasaki ditolak? Takutkah Dorna dengan performa juara WSBK berkali kali tersebut?

Mengutip TMCBlog, yang dimaksud Oleh Carmelo dari partisipan adalah Peserta di race MotoGP yang hadir dengan mesin yang menyesuaikan dengan regulasi dimana harus sebuah Prototipe. Sementara sudah menjadi rahasia umum jika Kawasaki Ninja ZX-10RR adalah sebuah dan menggunakan mesin Produksi Massal. Dari sini saja sudah gak masuk pesyaratan.

Carmelo menambahkan bahwa dengan komposisi 6 Pabrikan di MotoGP saat ini (Honda, Yamaha, Suzuki, Ducati, KTM, dan Aprilia) akan sulit jika ada pabrikan baru lagi masuk. Andai nih, BMW atau Kawasaki mau masuk ke MotoGP lagi, selain mereka harus memenuhi kriteria Teknis Regulasi, mereka hanya bisa masuk melalui team Privater dan tidak bisa masuk sebagai team factory. Contoh tim privateer adalah yang dilakukan Aprilia saat ini dimana Aprilia Gresini bukanlah dianggap sebagai Factory team.

Aprilia Gresini sampai saat ini (2020) masih dianggap sebagai Independent team Karena faktor mereka masih bersinergi dengan Gresini. Ditambahkan, bahwa Aprilia telah meminta posisi satu team factory tersendiri untuk ahun 2022 nanti. Jadi untuk Kawasaki dan BMW jika mau masuk ke MotoGP pilihannya saat ini adalah bergabung dengan team Privater atau menunggu sampai ada salah satu Pabrikan lain Mundur dari MotoGP.

CEO yang sempat mengucapkan hal kontroversial dan membuat banyak orang tersulut dengan menyebutkan bahwa WSBK ibarat divisi kedua dibandingkan dengan MotoGP tersebut kembali menjelaskan bahwa Kontrak dengan para pabrikan yang ikut serta di MotoGP akan berakhir Tahun 2021. Kabar baiknya untuk tahun 2022 akan ada kontribusi Dorna kepada team dan pabrikan akan bertambah.

Well, ada yang komen kalau Dorna/ MotoGP itu sebenarnya terlalu takut motor motor jagoannya (tim MotoGP) diacak acak oleh Kawasaki Ninja ZX10RR, dalam arti ternyata jika andai misalnya jadi turun, ZX10RR ternyata bisa berjibaku dengan M1 atau RC213V bahkan Ducati. Intinya komen komen tersebut mengatakan, Dorna takut dengan keganasan Kawasaki di WSBK!

Gak salah tapi sudah tentu gak benar wkwkwk.. ini bukan lihat dari motor vs motor yes, tapi rule dulu deh.. Ibarat bertamu, tuan rumah mengijinkan tamu masuk kalau syarat syarat terpenuhi, bukan tuan rumah yang ngikut syarat tamu wkwkwk.. Jadi, kalau memang Kawasaki sehebat itu, ya buktikan, setidaknya bisa bikin tim Privateer ala Aprilia Gressini toh??

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

27 KOMENTAR

  1. masih saja aneh

    motor prototype yang katanya di ambil D.N.A nya untuk motor produksi masal ga boleh lomba dengan motor produksi masal

  2. time lap zx10rr klo di bandingkan sm time lap motor motogp(random) emg udh seimbang mang …. jgn bilang cuma beda satu atau dua detik …. karna di motogp 0,0001 aja ngefek

  3. Ini pasti ada pihak dari kawas-aki yg diam² baca tulisan mang kobay tempo hari.Yg mengulas peran serta kawas-aki di motogp.
    Lalu lapor ke KHI Jepang 😛

    Ituu..artikel yg ada cuplikan kalimat fans boy “…Kalau KHI sudah turun tangan,pabrikan lain bisa gulung tikar…”

  4. Ibarat tamu yang pingin masuk seenak jidat pingin bertamu tapi ngga tahu etika. Jadi kesannya malas dan menganggap sepele pabrikan pabrikan lain yang sudah bersusah payah mendevelop mesin prototype nya masing masing. Ya jelas tuan rumah menolak mentah mentah pabrikan ijo ijo cendol.

  5. sekedar kompirasi lap time of WSBK vs MOTOGP 2019..

    Qatar – Losail International Circuit

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 56.246

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 53.546 (Vinales)

    Rea Grid Position24 / 24

    Spain – Jerez

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 38.247

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 36.380 (Quartararo)

    Rea Grid Position19 / 25

    Netherlands – Assen

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 35.530

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 32.017 (Quartararo)

    Rea Grid Position22 / 22

    WorldSBK Pole Time (Bautista) 1m 34.740 (22 / 22)

    Italy – Misano

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 34.596

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 32.265 (Vinales)

    Rea Grid Position22 / 24

    Spain – Aragon

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 50.013

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 47.009 (Marquez)

    Rea Grid Position24 / 24

    WorldSBK Pole Time (Bautista) 1m 49.049 (19 / 24)

    Thailand – Chang International Circuit

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 32.341

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 29.719 (Quartararo)

    Rea Grid Position23 / 23

    WorldSBK Pole Time (Bautista ) 1m 31.912 (23 / 24)

    Australia – Phillip Island

    WorldSBK – Rea Superpole Lap Time 1m 29.413

    MotoGP – Pole Winning Lap Time 1m 28.492 (Vinales)

    Rea Grid Position6 / 22

    di Phillip Island yg laptime nya cmn beda 1 detik aja klo diliat dri speed trap, kawak paling cepat 311kph klo dibandingkan sama pole winning yam vina 339.6kph belum lagi duc miller yg sampai 346kph.

    gimana gitu ngeliatnya.

    apalagi klo ZX-10RR pake homologation icu/elektroniknya motogp + ban goib nya michelin, kg kebayang hasilnya.

  6. diterima atau nggak nya kawi ke GP setidaknya skrg mereka dapat ekspos gratis dari media yg terus2an ngeblow up berita nya. marketingnya kawi pinter nih ngahaha

Yuk Tinggalin Jejak Lads..