KBY pernah baca tentang info produksi Suzuki Burgman akan distop sekitar minggu lalu melalui time line yang lewat di google, tapi kelupaaan mau dibahas wwkkw.. Jadi terima kasih ke mang Asep yang sudah membahas duluan, serasa diingetin deh. Waktu pertama kali baca sih gak percaya, bukannya penjualannya di luar negeri itu lumayan bagus? Pastinya ada sebabnya ya gak? Loh ternyata di luar negeri ya kang? Nah daripada bertanya tanya, sok atuh digeber dulu info lengkapnya yes sekaligus kita cari tau imbasnya ke Indonesia kira kira apa dan bagaimana..

Info awal di timeline KBY dapatkan dari motostation.com dan kemudian visordown media terkemuka asal Inggris ikut membahasnya.. artinya isu ini memang serius lads.. So apakah ada pengaruhnya dihentikannya produksi Suzuki Burgman khususnya untuk pasar Indonesia ke depannya?

baca: First Impression Ketemu Suzuki Burgman 400

Burgman series adalah nama produk global untuk jenis maxi skutik dari brand Suzuki. Motor pesaing Xmax dan Forza ini dijual di berbagai negara tak terkecuali di Eropa yang menjadi pangsa terbesarnya. Namun tersiar kabar gak enak seputar produksnya lads, bagusnya sih info ini bukan rilis resmi dari pihak Suzuki Eropa melainkan bersumber dari media Prancis.

baca: Icip Icip Burgman 200

Dikutif dari MotoStation.com yang berhasil mewawancarai Guillaume Vuillardot, selaku direktur komersial anak perusahaan Prancis bahwa beliau memberikan info jika Suzuki akan menghentikan produksi Scooter Suzuki untuk pasar Eropa sepenuhnya. Begini kurang lebih percakapan diantara mereka.

Burgman 400, kece!

Apakah ada desas-desus bahwa line up skuter Suzuki dijadwalkan berakhir pada akhir tahun?

“Apa yang dapat saya katakan untuk pergerakan saat ini adalah bahwa Suzuki akan sepenuhnya merevisi strateginya untuk kendaraan yang didedikasikan sebagai (jenis) komuter. Seluruh strategi produk komuter kami dalam hal skuter akan ditinjau.”

Semua skuter (Suzuki) yang ada hari ini akan hilang pada akhir tahun 2020?

“Untuk saat ini, saya dapat mengatakan bahwa beberapa kendaraan memang akan hilang dan yang lain akan hadir …”

Seluruh tipe Burgman 2019-2020 akan hilang dari katalog pada akhir tahun 2020?

“Tidak. Burgman 400 akan berlanjut, dan akan disesuaikan dengan Euro5. Dan ya, sisa varian lainnya akan distop dan nantinya kami akan memiliki tipe lain sebagai pengganti”

Bisa kita tarik kesimpulan Suzuki akan merubah strategi marketing untuk line up produk barunya nanti, menghentikan beberapa produk dan akan menggantinya dengan produk baru. Kecuali Suzuki Burgman 400 yang menjadi satu-satunya yang selamat dari standar Euro4 dan akan disesuaikan dengan regulasi Euro5 setelah tahun 2020. Mengapa Burgman 400 yang selamat? Konon model ini lah yang paling modern (model paling muda) dan paling memenuhi syarat jika harus memenuhi euro 5. Lihat foto di bawah.

Sebagai informasi, di Prancis Suzuki menjual Suzuki Burgman series dari mulai Burgman 125cc, 200cc, 400cc dan 650cc. Jadi selain faktor life cycle dan regulasi emisi gas buang yang menjadi penyebab disuntik matinya beberapa varian Burgman series, ternyata faktor penjualan juga berpengaruh. Dari sumber yang sama didapatkan info penjualan produk Burgman series sepanjang tahun 2019 lalu, berikut datanya :

  1. Suzuki AN 650 Burgman: 618 unit
  2. Suzuki UH 125 Burgman: 612 unit
  3. Suzuki AN 400 Burgman: 163 unit
  4. Suzuki UH 200 Burgman: 47 unit

Ternyata penjualan maxi skutik Suzuki di Prancis mengalami penurunan signifikan lads, bandingkan dengan pesaingnya sebut saja Honda Forza 125 yang bisa terjual sebanyak 6.751 unit, lalu Yamaha XMAX 125 pun juga bermain di angka 6.426 unit, tentu sangat jomplang perbandingan penjualannya dibanding Burgman 125cc yang hanya 612 unit. Bahkan dibandingkan dengan Honda PCX 125 pun masih jauh, PCX 125 terjual 3.545 unit selama tahun 2019 kemarin di Prancis yes.

KBY belum paham persisnya mengapa Prancis yang menjadi dasar info ini, apakah karena Prancis paling banyak menjual sepeda motor di Eropa? Bisa jadi. Yang menarik adalah kalimat Guillaume Vuillardot yang menyatakan tipe lain sebagai pengganti, ini menjadi bahan tebak tebakan media. Bisa jadi skutik jenis Burgman lagi tapi dengan tipe elektrik zero emision.

Berikutnya, dengan “jeleknya” penjualan Burgman di Prancis, akankah berimbas ke Asia (baca: Indonesia)? Atau justru malah sebaliknya, Asia yang akan menjadi basis pasar habis habisan Suzuki karena skutik sedang sangat digemari saat ini? Tergantung, kalau modelnya masih kaya yang lawas ya maaf maaf Suzuki, Indonesia bukan negara buangan model yesss.. bikin baru lah, model 400 masih bisa diterima tuh kalau gak..

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

15 KOMENTAR

  1. Imbasnya produksi “new burgman” under 400cc pindah ke Indonesia dengan disain mirip 400 hehehe, 125-200 kan bikinan Thailand dan pastinya lebih mahal.
    Btw address 110 kuat sampai euro 5?

  2. Address – Nex – the End (dibaca : alamat berikutnya selesai sudah)

    nasip mu Juki … R4 baru rilis XL7 … eh yg R2 gonta ganti stiker doang

  3. wajar sisa burgy400. yg paling nggangteng itu hehe. yasud masukin lah burgy 150 kesini biar piceks dan nameks ada temen main

  4. “pokonya kami ingin saluto, kami akan demo” ujarnya…

    Baca berita “Harga Saluto Rp. 37jutaan”

    “Waah mahal, kami mending beli cilok saja”

  5. Burgman 150 apa kabar nih? Ngalamat mundur lagi dong, kakak2nya aja mau discontinue. Menyusul Skywave 250 yang udah di stop duluan.

  6. @mang asep
    serius mang saluto 37jt . . …
    saya langsung ke dealer motkas nih mo jual vario 150 yg bru setahun pake … lumayan nambah2in bwt nebus si saluto

  7. Menurut sy sih tergantung, klo emng mulai 2021 bakal ada produk skutik baru bisa sekalian masukin indonesia secara itu kan produk global, gsx125 (150) aja dr eropa awalnya trs masukin sini disesuaikan sm regulasai negeri tercinta ini. Iya kan ?

Tinggalkan Balasan ke DmNc Batalkan balasan