Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Kemarin KBY sudah kelar bikin artikel membahas tentang first impression dari sang Advance Urban Explorer – Honda ADV 150. Kelar bahas dari sisi desain, fitur, spesifikasi juga harga, tentu akan hampa kalau gak dilanjutkan dengan sesi story telling dari hasil test ride Honda ADV 150 ABS tersebut. Jadi setelah nyemplak dan pusing pusing alias berputar 3 kali di arena buatan, bagaimana kesimpulannya? Yang jelas komen KBY mah kok gini amat ya skutik .. Penasaran? Lanjuttt

KBY gakan ulang lagi yak dari sisi desain dan tetek bengek lainnya, kan udah ada di artikel First Impression Review Honda ADV 150, jadi silakan diklik link tersebut karena di artikel ini KBY akan fokus ke hasil test ride oceeeh.

TREK

Oia KBY akan jelasin sedikit tentang arena lahan parkir Springs Club yang disulap menjadi lahan test ride dari Honda ADV 150 ini. Lintasan 100% terdiri dari aspal, kalau panjang trek kayaknya ada ya 100 meter, meluncur dari garis start langsung belok kanan, lurus kemudian menurun ke parkiran. Di ujung langsung belok kanan patah dan kurang lebih ada kun (cone) yang diatur untuk membuat kita zig zag.

Di ujung kita harus belok kanan parabolik dan kun kembali menyapa sehingga kita harus zig zag lagi. Lepas dari kun kita berbelok patah ke kiri dan menghadapi tanjakan yang lumayan panjang sebelum harus mengerem (atau tidak) guna melintasi 4 undakan. Lepas dari undakan jalan sedikit berbelok ke kiri dan langsung putar balik ke jalanan awal. Silakan tonton videonya yah..

ERGONOMI HONDA ADV 150 – JOKNYA KOK GINI?

Setelah menggunakan safety gear yang disediakan panitia (kecuali helm bawa sendiri), KBY langsung nyemplak di atas jok ADV 150. Seperti di dalam hall, dimana KBY sudah mencoba duduk, ternyata sama aja. Joknya ternyata kok gini? Empuk tidak seperti skutik Honda pada umumnya hehe. Wah mantap juga nih.

Kaki jinjit tapi gak sampai balet, tergantung juga sih, kalau duduknya nyaris ke tengah ya tinggi badan 165cm bakal jinjit balet. Setang baplangnya kalau dalam keadaan statis seakan meninggalkan kesan wah keknya bakal kaku nih handlingnya. Yang jelas posisinya sih pas ya ke tangan – hanya sedikit agak condong ke depan, selebihnya relatif santai.

Posisi kaki silakan disesuaikan, mau di bawah atau kaki naik ke alas yang lebih tinggi, atur aja enak yang mana. Ruang kaki agak terasa lebih sempit dan tak sepanjang PCX, mirip Aerox sih menurut KBY ya. Dek kaki tidak terlalu tinggi, terlihat paha masih menurun posisinya, gak rata. Efeknya dengkul relatif aman dari senggolan setang.

POSISI BERBONCENGAN

Mencoba berboncengan dalam keadaan statis, posisi di belakang nyaman nyaman aja, joknya yang meninggi KBY suka, daripada jengkang yang bikin pegal punggung, ya enakan model gini. Tentu soal kenyamanan lebih lanjut kudu tes sambil jalan toh. Yang jelas posisi kaki pembonceng gak terlalu ngangkang dan foot step nya yang lumayan lega mampu menopang kaki dengan baik. Buat jarak jauh lumayan membantu gak bikin pegel.

SAATNYA TEST RIDE HONDA ADV 150!

Performa Mesin

Saatnya melaju.. baru juga gas dikit, ADV 150 terasa responsif, gasnya enteng banget!  Belok kanan, trek lurus, gas pol.. Mencoba klaim AHM yang torsinya lebih besar 0.6Nm dari PCX – 13.8Nm, secara teori tarikan atau akselerasinya harus lebih jos. Dan benar saja.. Dengan halus namun responsif, ADV 150 melesat kencang! Wuuhuuu… Kok gini amat mesinnya ya, enteng amat betotannya!

Tarikan itu terus terasa hingga hampir 70 km/jam.. Ah itu kan karena ketemu turunan Kang. Oh iya bener juga, kita abaikan dulu kalau gitu.. Naah begitu selesai lepas dari tantangan kun, belok kiri trek lurus menanjak – saatnya pembuktian dong, kalau tadi turunan sekarang nanjak..

Ho ho ho.. Kok gini amat yak tarikannya, sama aja responsifnya! Wusss.. ADV 150 melesat menuju polisi tidur alias undakan buatan. Ngetes mesin ini setidaknya dilakukan dalam 3 putaran, dan hasilnya sama, halus namun responsif bertenaga.

HANDLING DAN PENGEREMAN

Sekarang kita beralih ke handling dan pengereman milik Honda ADV 150 ABS sang advance urban explorer. Untuk handling, tantangannya adalah saat berbelok tajam, parabolik dan berzigzag.. sementara untuk rem KBY melakukan dua tes, dua kali rem pol depan saja untuk mencoba ABS-nya yaitu di ujung turunan sebelum belok patah, dan sebelum undakan. Rem belakang doang KBY tes selepas zig zag dan setelah melewati undakan (liat video yak).

Hasilnya? Waduh kok gini amat yaitu memuaskan, setidaknya di trek dadakan tersebut yak. Handlingnya mudah dan lincah, bobotnya yang seberat 132kg sama sekali tidak terasa, seakan punya porsi depan belakang yang seimbang. Diajak meliak liuk asik aja tuh lads, begitu juga saat berbelok patah dengan kecepatan lumayan.

Remnya? Duh kok gini amat yak.. responsif, ringan, controllable dan predictable! Saat rem belakang full, ban belakang ngesot tapi ADV 150 ini mampu dikuasai dengan baik. Unik juga nih performa ban dual purpose nya menurut KBY, gampang ngesot saat di rem pol, tapi sekaligus punya grip bagus saat berzigzag. Sekali lagi koridornya hanya di arena tes ya.

Performa rem depannya juga baik.. saat ditarik keras, ABS nya malah gak sempat bekerja tapi motor berkurang kecepatannya dengan pasti.. Padahal menurut KBY kecepatannya sudah memadai untuk ABS bekerja loh. Nice!

KENYAMANAN

Melihat spesifikasi dari kaki kaki Honda ADV 150, shock depan punya travel panjang, shock belakang dobel dengan spring panjang model progresif dengan tabung. Teorinya memang punya ayunan yang lebih nyaman. Prakteknya?

Lhaaa kok gini amat yak.. Memang terasa ayunan depan dan belakang lembut euy, singkatnya nyaman! Lebih lembut dari PCX punya loh. Uniknya saat digeber di trek lurus turunan yang ada legokannya (liat video), kestabilannya tetap terjaga.. begitu juga saat harus melakukan zig zag diantara kun.

Kinerja sebenarnya ada saat harus melewati undakan buatan.. satu kali KBY lewati tanpa mengerem.. Hasilnya? Kok gini amat ya.. mantap! Wkwkwk.. undakan tetap terasa sih tapi dilewati dengan cum laude.. Dua sisa putaran KBY lewati perlahan, tuing tuing.. aaahh lembuuttt…

KESIMPULAN – FUN TO RIDE

Ternyata Honda ADV 150 memang beda.. Apa yang diklaim oleh AHM terbukti di atas trek. Dia nyaman berkat kaki kaki contekan “off road” dan jok yang lebih empuk. Dia lincah dan gak membebani pengendara – bahkan cewek pun KBY rasa bakal mudah mengendarainya. Dia powerful dan responsif berkat setingan berbeda yang menghasilkan torsi lebih besar. Dan dia juga aman berkat performa rem yang dapat diandalkan.

Ada beberapa catatan seperti – ternyata windshield terlihat kecil saat kita sudah duduk di atasnya. Pemandangan dari sisi rider ke area kokpik tak seindah desain ADV 150, mungkin karena plastik hitam tanpa cat yang terlihat cukup dominan dari sisi rider. Speedometernya cukup jelas terlihat di bawah sinar matahari.

Sisanya seperti fitur yang lengkap adalah penunjang brilian dari poin poin utama sebuah skutik yang diklaim sebagai skutik explorer alias penjelajah ini. Kalau sudah begini tak hanya saudaranya sendiri yang bakal kena, tapi kelas sport 150 pun bisa kena imbasnya. Duh ambil gak yaaaa..

Disclaimer: Hasil test ride Honda ADV 150 ABS adalah pada arena yang sudah disebutkan di atas, performa sebenar benarnya harus dibuktikan di trek yang sesungguhnya juga. Gredek tidak terasa sama sekali – apakah hilang? Gredek merupakan gejala yang timbul setelah dipakai ratusan km sementara ADV 150 ini baru puluhan km jaraknya.

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

74 KOMENTAR

  1. negatifnya kalo dah dipakai ribuan Km bang,pasti ada.semua produk motor tentunya tdk terkecuali.dirumah ada motor kan?pasti faham lah

    ini masih kinyis” bang,ane punya motor baru ya enak gurih aja bang kesan pertama mah.tul gak bang kira”

  2. heheheh … kek nya Mang Kobay bakal nambah satu koleksi nih di garasi biar Ertiga sport ada temennya sama2 bau dealer

  3. Teet Drive 3 putaran ya Mang….
    Tapi di Motorplus kt test driver dr pengguna nmax kok cuma 1 putaran testnya, terus dia minta tambah 1 kali putaran lagi,,,,dan juga review-nya kalah jauh dibandingkan dg nmax, mulai handling, kenyamanan, rem dll

  4. Kang K0bay, deneng review hasil test ride kok gitu amat?
    Amat aja gak gitu Kang. hehehe
    Kalau menurut terawangan Kang K0bay, pabrikan mana yang akan bikin produk serupa?
    Apakah Hino, Toyota, Renault, Ford, DFSK, atau Wuling Kang?

  5. “Kalau sudah begini tak hanya saudaranya sendiri yang bakal kena”
    berarti lebih enak dari pcx? kalau sebutkan keunggulan pcx (khususnya soal komprasi bagasi “mungil” pcx)

    kalau compare aerox gimana? kan power & torsinya mirip2

  6. Di Makassar display di dealer aja blm ada.gmana mau test ride.kata salah satu sales ADV msh dlm proses shipping alias msh dikapal.udah ngebet nih gantiin Scoopy gen 2 ane.hehehhe skalian biar NMax gen 1 ane ada pasangan yg seimbang..

  7. Nunggu Aerox numpuk & di jual murah kayak di jogja kemaren dah
    Beli yg VIN tahun lawas tapi masih baru
    Soalnya harganya ADV masih terlalu mahal bagi saya
    Ato nunggu sekennya ADV
    Kalo under 30 pasti habis semua tuh pasar mongstor lain di Indonesia. Jadi OMH semua.
    One Merk, Honda

  8. Waktu video rilis..saya lihat mang kobay ampe ngebut loncat2 digundukan tsb wkwkw , cuma 1 tester yang kek gini : berani pecah bayar . kerennn..😂

  9. Sighendis butuh temen mang .. 😂 lagian juga ,nambah gagah mang Kobay diatas adv ni, foto berbicara.

  10. Rem technology termutakhir. Penyempurnaan dari A-graded Braking System/ABS dan B-graded Braking System/BBS yang notabenenya hanya sekedar menghentikan laju sepeda motor. CBS Censor-equipped Braking System atau C-graded Braking System menjamin safety pengendara motor secara maksimal. Mantab Gandhozzz Djiwa CBS masbrodab

  11. jika saya perhatikan hanya mang kobay yang kekebutan di test ride sampe mentul mentul,
    emang mantul bloger kondang satu ini ahahaha

  12. Kok gini amat ya … panaaasss… panasss… panaaass… fb triggered.
    Nnti aja test ride pemakai biar ketauan apakah enaknya cm diawal atau emng nagih

  13. kok gini amat reviewnya…gak sah karena yg review bukan sarjana motor dan unit motor masih pinjaman…

  14. Pangrasa kabeh ge metik mah qtu mang, kiyeu amat nya?…. Tapi eta suspensi kosna mah ajib tah mang.

  15. Haha sudah duga pasti maksudnya bagus. Kayak bloger sebelah ane keracunan waktu test pcx. Selembut pipi kembang desa lah.. apalah.. pas punya pret jok keras, sok keras, geter gak bisa sembuh..

  16. Cuma segini aja artikel nya?

    Payah ni smua blogger2 ternak ahaem, udah dikasih jajan, nulis artikel nya Cuma sedikit.

    Coba itung aja jumlah artikel IWB + TMC + mang kobay yang ngebahas adv150 masih jauh di bawah jumlah artikel zuragan yang sudah 20++ epiZodes. Padahal itu Cuma artikel analiZa saZaa lho. Karena kalo mau pembahaZan yang tanpa ewuhpakewuh saZa ya harus beli dulu unitnya.

  17. gara-gara kalimat “waduh kok gini amat yak”
    awalnya jadi ragu, tapi setelah baca ampe beres.
    jadi “waduh kok jadi pengen yak”

    hehehehehe

  18. Pas ngeliat judul artikelnya, gua pikir bakar mengkritik habis performa motor, eh ternyata dari awal sampai akhir isinya positif semua, menandakan keunggulan motor adv ini

Tinggalkan Balasan ke Honda ADV 150. Beli atau Enggak Ya? | Inside Helmet Batalkan balasan