Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Para pembaca setia Kobayogas, terutama pemerhati roda empat juga, Suzuki Baleno Hatchback AT MY 2018 sudah dikembalikan ke habitatnya, seminggu lebih menghabiskan waktu bersama sang hatchback warna putih ini sudah KBY rasakan cukup untuk menjadi artikel kesimpulan. Dibawa mudik ke Bandung via non tol dan juga jalan jalan keliling Bandung yang jalannya variatif membuat KBY dapat menerbitkan artikel review kekurangan dan kelebihan Suzuki All New Baleno AT 2018 vs 2017 yang digunakan harian komplit mulai dari performa, kenyamanan, handling, fitur hingga kelebihan dan kekurangannya.. Bookmarks dulu deh artikel ini sebagai penambah wawasan lads semua..

PERBANDINGAN SUZUKI ALL NEW BALENO AT 2017 VS 2018

Merasa bingung kenapa KBY menyebutkan dua unit mobil Suzuki All New Baleno AT? Hehe, karena Baleno AT warna merah buatan tahun 2017 yang diajak mudik lebaran tahun 2018 lalu juga belum nongol ternyata artikel review hariannya wakaka.. maaf yak. Nah sekalian deh kita bandingkan antara buatan tahun 2017 dengan 2018 warna putih yang KBY bawa mudik tahun 2019 ini.

Selama seminggu lebih review Suzuki Baleno Hatchback AT 2017 & 2018 warna merah dan putih dengan sapuan highlight warna merah pada spoilernya yang punya tagline Gear to Define ini sudah dapat semuanya, jalan lancar, jalan macet, tanjakan, turunan, jalan mulus, jalan berlobang, siang, malam, akselerasi, top speed hingga titik krusial bagi konsumen Indonesia seperti konsumsi BBM..

ALL NEW BALENO AT 2018 EURO IV LEBIH IRIT 

Karena konsumsi BBM Suzuki All New Baleno AT 2017 sudah nongol duluan, di bagian ini akan KBY sebutkan konsumsi BBM Baleno AT 2018 euro IV ya lads. Ternyata mesin dengan Euro IV compliance tersebut lebih irit, yaitu mampu menempuh jarak lebih jauh sekitar 2-4 kilometer dibanding versi sebelumnya.

KBY mudik hari lebaran kedua pukul 14.30 dengan rute mudik lewat jalan non tol (karena tol macet parah), alhamdulillah meski ramai tapi lancar. Tahun lalu mudik lewat tol bisa dibilang cukup lancar, tapi terbukti mesin euro IV dengan hambatan yang lebih di jalan, lebih irit.

Konsumsi BBM All New Baleno AT 2018 variatif bisa 1:16 hingga 1:12,6 saat terkena macet. Dibandingkan dengan versi 2017, yaitu 1:14++ hingga 1:12++. Alinea berikutnya akan membahas secara umum antara keduanya, karena pada prinsipnya selain Euro IV, tidak ada perubahan fisik dan spesifikasi lainnya. Oia keduanya KBY isi Pertalite yak, pengen tau kalau diisi jenis bbm itu.

REVIEW KELEBIHAN SUZUKI ALL NEW BALENO AT

KBY menyukai desain keseluruhan dari Suzuki Baleno Hatchback ini.. memang harus diakui kok kalau di kelasnya masih ada desain yang lebih oke, tapi dibandingkan generasi Baleno sebelumnya, si Hatchback ini adalah yang terbaik! Shape-nya rounded dengan sentuhan kekinian, lampu sipit dengan grille besar dilapisi sebilah chrome di bawahnya dengan garis menyatu dari bawah ke atas headlamp.

Untuk desain KBY gakan bahas ulang, klik aja artikel ini First Impression Suzuki Baleno Hatchback, disana di ulas lengkap dari sisi desain sang Baleno..

HATCHBACK CITA RASA CROSSOVER!

Judul di atas merupakan salah satu kelebihan atau keunggulan dari Suzuki All New Baleno Hatchback lads.. Tapi bisa jadi kekurangan juga sih tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Jadi kekurangan kalau dari sisi desain karena New Baleno hatchback jadi terlihat tinggi dan cingkrang.

Tapi berkat satu platform dengan SX4 S-Cross, ground clearance yang tinggi tersebut malah membuat Baleno hatchback AT cenderung aman dalam melewati gundukan atau jalan yang tidak rata maupun polisi tidur.. Jalan ke mertua KBY yang naik turun juga aman dari gasruk, padahal selama pakai City atau Jazz pasti gesrot hehe, tuh jadi kelebihan kan?

Juga saat parkir, dengan bumper yang tinggi, tidak perlu kawatir akan mentok ke separator di parkiran misalnya. Terutama saat parkir maju, kalau mundur sih terbantu sensor yak.

HANDLING

Kelebihan lainnya adalah handling, meliputi feedback dan ketajaman setir.. Untuk sebuah hatchback yang GC nya mendekati tinggi crossover, handling All New Baleno bisa diandalkan, gejala limbung saat zig zag pindah jalur memang masih terdeteksi, namun minim, jadi masih layak lah dapat jempol. Feedback dari jalan ke setir dan ketajamannya cukup baik meski masih berada di bawah kompetitor dan saudaranya, Swift.

PERFORMA

Performa spesifikasi mesin All New Baleno Hatchback dengan kode K14B 1400cc DOHC 16 Valve VVT bertenaga 92,4PS/6000 dengan torsi 130Nm/4200 (tidak ada perbedaan tenaga dengan Euro IV) lebih dari cukup meskipun tidak istimewa, akselerasinya bagus dan tenang.. Top Speed yang mampu diraih adalah 170km/jam dengan kondisi full seat dan barang.. Not bad, really! Quite impressive though! Hanya saja mulai dari 140 km/jam agak lama naiknya. Kalau Manual pasti lebih mantap lagi.

Nah di tipe 2018, di tarikan atas menurut KBY baru terasa perbedaannya, All New Baleno AT euro IV tenaganya seperti tertahan, sehingga dari sisi speed masih kalah dari versi Non Euro IV, top speed yang mampu diraih hanya sekitar 150km/jam.

Beberapa penyebab adalah, kemungkinan jenis BBM, euro IV akan lebih baik jika diisi RON 92 ke atas. Kedua, KBY tidak menemukan jalan sekosong saat speeding dengan All New Baleno 2017.

Ngomongin performa jadi balik lagi ke handling lads, karena di kecepatan tinggi si Baleno Hatchback ini ternyata sangat stabil! Kejutan loh karena GC nya sebenarnya cukup tinggi, setirnya anteng diajak lari kencang, bodi juga diam di jalur, kejutan kedua hadir dari ban standarnya versi 2017, mereknya Apollo Alnac 4G buatan India, merek yang baru KBY denger, lah gw pikir bakal awful ke handling, ternyata mantap punya.. dua jempol lah!

Sementara untuk versi 2018, bannya sudah pakai GT Radial, mohon maaf tipenya lupa, tar diintip lagi dah wkwkwk. Nah KBY merasa Apollo Alnac 4G memiliki performa lebih baik dari sisi handling, tak heran karena tipe ban tersebut salah satu ban spek tertinggi di Apollo.

KENYAMANAN

Kenyamanan juga jadi poin lebih bagi Baleno Hatchback ini, semua penumpang mengamini kalau selain busa joknya empuk dengan ergonomi nyaman, ayunan suspensinya juga enak di sepanjang jalan.. Sok depan memang sedikit firm lads, yang belakang tapi cukup empuk, terasa banget saat melewati polisi tidur, begitu lah setingan suspensi yang diberikan oleh Suzuki..

Sektor pengereman juga baik meski tidak istimewa, feelingnya bagus dan responsif meskipun di belakang belum disertai rem cakram, dari sisi fungsi sih gak terasa, hanya dari sisi estetika bikin jelek..

Untuk versi 2018, Suzuki Indomobil Sales memberikan sentuhan alias modifikasi pribadi untuk All New Baleno warna putih tersebut. Selain warna spoiler berbeda, di interior lapisan joknya juga sudah diganti model kulit dengan inspirasi Suzuki Sport. Busanya terasa lebih empuk sebelum pakai bungkus sih ya, tapi masih tetap nyaman.

Kelebihan Suzuki Baleno Hatchback AT
  • Handling stabil
  • Setir enteng
  • Radius putar kecil, mudah untuk parkir dan putar balik
  • Fitur lengkap: Lampu HID proyektor, DRL, foglamp, setelan ketinggian lampu, sensor parkir 4 titik, MID komplit, start stop button, audio control di setir plus bluetooth, AC Digital auto climate control plus heater, seat belt height adjuster, pelipat spion elektrik, setir tilt and telescopic, keyless, ABS, EBD, Dual Airbags, sasis HEARTECT, rem LED dan banyak lagi
  • AC dingin, cukup fan 1 aja dan suhu 21
  • lampu depan HID terang
  • Posisi nyetir mantap, jok dengan penyetelan ketinggian memeluk punggung dengan pas
  • Kinerja Ban Apollo Alnac 4G mantap punya
  • Kekedapan kabin
  • Kelegaan kabin
  • Material body, cat dan plastik kabin
  • Suspensi relatif empuk dan nyaman
  • Busa jok nyaman
  • Transmisi AT halus dan cukup responsif
  • Banyak kompartemen dan power outlet
  • Bagasi luas dan dalam
  • Konsumsi bbm irit
  • Harga masuk akal: Rp. 213juta (MT), Rp. 225 (AT) OTR Jakarta (harga tahun 2019 tipe Euro IV)

KEKURANGAN SUZUKI BALENO HATCHBACK

  • Model velg
  • Feedback setir kurang akurat
  • Sinar lampu Foglamp nya is a joke
  • Transmisi Otomatisnya jadul 4T
  • Transmisi AT tanpa paddle shift
  • Bibir bagasi tinggi, menyulitkan masuk keluar barang
  • Audio belum touchscreen (di model 2017 – model 2018 sudah ada)
  • Koneksi bluetooth head unit lemot
  • Mesin kurang powerful dibandingkan kompetitor
  • ground clearance tinggi terlihat cingkrang
  • Jok belakang tidak reclining
  • Fleksibilitas kabin
  • minus tombol MID di setir
  • desain lampu rem
  • rem belakang teromol
THE VERDICT

Bicara paket, sebenarnya Suzuki Baleno Hatchback ini sudah dapat dikatakan komplit lads.. Tentu yang dimaksud adalah price to value atau value for money, dapat banget. Baleno buntut pendek ini nyaman, bantingan empuk, kabin senyap, fitur banyak nyaris sempurna ditambah konsumsi bbm yang termasuk irit bagi KBY – bahkan pakai Ron 90 pun. Harganya pun sangat masuk akal dibandingkan dengan kompetitor yang ada..

Beberapa kekurangan New Baleno Hatchback yang ditemukan pun sebenarnya masih termaafkan. Soal desain ya balik lagi lah ke konsumen.. Namun bagi lads yang belum berkeluarga (baca: jomblo), atau keluarga kecil tanpa anak atau anak 2 masih kecil yang membutuhkan sebuah hatchback yang lebih lega dari Swift, ya ini adalah salah satu pilihan yang tepat yang ada di pasaran..

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

36 KOMENTAR

  1. Wajar lah Apollo Alnac 4G lebih enak dari GT Radial, udah 4G gitu looh…

    Sebagai pengguna all new Swift, udah paham dengan kualitas Suzuki yang OK
    Jadi iri sama HID & DRL di Baleno
    Ada bisikan dari petinggi Suzuki Mang, kapan Swift terbaru masuk sini?

  2. mang, klo di compare dengan yang manual gimana.
    secara saya masih menganut paham the real man use three pedals

    • Sebenarnya sih iya, masuk ke Yaris n Jazz, nah Kan berantem juga Sama Swift wkwk.. padahal sedannya itu masuk ke kelas City n Vios

  3. Kenapa maang.. 😛

    dari kemaren udah baca mang.. cuman belom sempet komen..

    Sesuai ekspektasi sih, pitur, perporma dll.. paling pelyu por many juga dikelasnya..

    temen kerja juga dah ada yang pake juga, doain aja mang biar saya juga bisa ngambil barang satu.. 😛

  4. Serba salah yak mang,, kalo mau masuk kelas hatchback agak kegedean dan udah ada sodaranya si swift,, kalo mau ngikut kelas crossover udah ada SX4,, kalo mau ikut kelas sedan tapi dia ga ada buntutnya,, haha

    Tapi satu yg menarik dari si baleno itu harganya price to value banget yee kan mang

  5. Baleno ini sebenarnya yg bikin kacau line up mobil hatchback Suzuki Indonesia (untungnya laku), di luar negri sana mesinnya itu 1000cc turbo dan 1200cc kayak di Ignis. Indonesia doang yg 1400cc, ditambah bentuknya yg gak sedan lagi, jadi bingung kalo masukin Swift yg body antara ignis-baleno. Mau gak mau yg harus versi turbo sport yg di bawa kesini.

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.