Kobayogas.com – Hola lads, salam geberr.. Sejak come back-nya di Indonesia di 2016 lampau, Kymco memang sudah menggelontorkan 4 skutik plus 1 yang terbaru sehingga total line up produknya di Indonesia ada 5, semuanya berjenis skutik, salah satu main core Kymco. Salah satunya yang akan KBY review ini yaitu Kymco K-XCT 200i, sesuai judul KBY akan mengupas akan kekurangan dan kelebihan Kymco K-XCT 200 termasuk membahas fitur serta harganya. 

KBY sudah memperkenalkan sang KXCT 200 tersebut pada artikel sebelumnya, ada spesifikasi yang KBY sebutkan disana (baca: Spesifikasi Kymco K-XCT 200i). So, skutik bongsor yang sudah disebut namanya ini 😀 punya kapasitas mesin 200cc lads.

Kalau bicara mesin, maka dia akan selevel dengan Suzuki Burgman 200, tapi dimensinya sendiri nyaris sebesar Maxi Scoot seperti Honda Forza 250 maupun Yamaha XMax 250.

Jadi apakah dengan bodi yang lebih bongsor tersebut membuat Kymco K-XCT menjadi powerless? Well tentu Kymco memiliki pertimbangan sendiri. So berikut ini akan KBY bahas lebih detil yah..

REVIEW KYMCO K-XCT 200i

DESAIN

Ngomongin desain, K-XCT 200i punya desain yang membuatnya ada kemiripan dengan beberapa sepeda motor. Misal dari depan bentuk wajahnya sekilas mengingatkan kita pada moge BMW S1000RR.

Sementara bagian bodi samping belakang dan juga bagian depan terlihat seperti Honda Forza 250. Sedangkan kalau dilihat dari belakang apalagi agak menyamping, seperti Yamaha Lexi yang dimekarkan hehe.. Keseluruhan desain sendiri jauh dari kata buruk, enak dilihat dan modern.

 

ERGONOMI

Bagi lads yang suka ergonomi santai dan rileks, K-XCT 200 adalah jawabannya. Ergonominya sangat nyaman, setang tinggi dan mengarah ke pengendara. Namun karena ergonomi juga lah bagi rider yang tingginya lebih dari 175 maka dek depan akan sangat akrab dengan dengkul hehe.

Sayang KBY lupa foto sisi ergonomi.. Mangap yak. Opini KBY pribadi sih kurang suka dengan ergonomi terlalu santai begini, lebih suka ergonomi Forza atau Xmax.. Tapi itu opini waktu baru nyoba. Eh beberapa hari bersama K-XCT malah ketagihan wkwkw..

Berkat ergonomi yang nyaman itu pula lah saat berkunjung ke bengket lek ari di bilangan Jatiwarna Bekasi, KBY gak merasa lelah, kalau gerah dan keringetan sih pasti, soalnya panas dan muacet poooll baik berangkat maupun pulang.

KENYAMANAN

Selain sisi ergonomi, kenyamanan dinilai dari ayunan shock alias suspensi dan didukung oleh busa jok. Nah K-XCT 200i ini punya ayunan shock belakang yang sebenarnya cenderung keras lads..

Namun kerasnya ayunan tersebut secara luar biasa mampu diserap oleh busa jok yang super lembut dan empuk.. Bagaikan duduk di sofa hotel bintang lima dah. Makin lama di duduki seakan si busa mengikuti kontur pantat kita wkwkw.. Semua rekan blogger yang mencoba mengamini sisi kelembutan jok ini.

PERFORMA MESIN

Throttle gasnya responsif, asik sih buat akselerasi spontan, tapi kekurangannya jadi kurang nyaman untuk kondisi macet dan stop go. Meski gas sudah diputar halus, hentakannya tetap terasa terutama setelah throttle gas ditutup dan dibuka lagi, kurang smooth.

Untuk performa mesin dari Kymco K-XCT 200 ini masuk kategori mantap, tidak super dan tidak istimewa tapi lebih dari cukup. Sayang KBY tidak mampu menemukan kesempatan untuk menggeber pol skutik gede ini..

Menurut KBY pribadi, mesinnya merespon sangat baik dari bawah hingga ke tengah, hal ini diamini oleh Vandra MMBlog pemilik Suzuki Burgman UH200, saat Burgman butuh RPM 4000 ke atas untuk ngacir, si K-XCT ini dari 2000-an sudah bergerak dan siap siap melesat.

PERFORMA REM

Kinerja rem Kymco K-XCT 200 ini tidak sesuper Racing King, tapi sudah sangat baik, responsif, nyaman dan pakem. Sayang belum ABS, meskipun sensor dan disc brake nya sudah ready untuk penggunaan rem anti ngunci tersebut. Jadi kalau jalan licin, ngeri ngeri sedap juga nih hehe.

23 KOMENTAR

  1. Kok nggak ada review suaranya..halus atau getar vibrator? Kalau dibetot gas ngorok kayak nmax nggak?

  2. tapi headlampnya lbh keren ini mang, dari pada burgman

    emg si burgman bisa selonjor puolll & bagasinya gede bgt cuyy, spedo nya juga mayan oke lah ga malu2in

    sering dikira metik 400cc 😀

    kebetulan punya 1 dirumah

  3. iya mang tapi kadang org suka ngeh headlampnya mirip hayabusa 😀 hehe

    btw fuel cons nya brp mang dalkot ?

    dimensinya gedean ini atau nmax/pcx

  4. Wew, jd tertarik nih buat koleksi matic anti mainstream yg keliatan moge look dgn cc rendah nunggu burgman lokal kelamaan.
    Makasih mang atas reviewnya

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.