Kobayogas.com – Hola lads, salam geberr.. Tak terasa sudah 25 tahun PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia melakukan aktivitas ekspor pada produk produknya, 25 tahun lalu untuk jenis roda empat sementara untuk roda dua dimulai sejak 6 tahun lalu. Oleh karena itu hari ini – Selasa 23/10/2018, PT SIM meresmikan ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II dengan dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. 

Seiji Itayama, President Director PT SIM bangga bisa berkontribusi bagi ekspor Indonesia, “Hari ini sangat bersejarah bagi kami, karena ekspor produk terbaru kami, yaitu All New Ertiga dan NEX II mulai dilakukan. Dua produk ini merupakan karya anak bangsa yang dibuat di Cikarang dan Tambun dan telah menjadi produk global. Selain itu, peresmian ekspor ini merupakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan memajukan perekonomian dalam negeri”.

Kegiatan peresmian ekspor ini juga merupakan dukungan PT SIM atas rencana roadmap 4IR atau Revolusi Industri 4.0 yang dicanangkan Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dimana industri otomotif menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi dalam negeri dengan perannya sebagai pemain terkemuka dalam kegiatan ekspor.

Suzuki telah mengambil langkah besar dengan menunjuk Indonesia sebagai pilar ketiga basis produksi mobil dan motor di dunia setelah Jepang dan India. Selain itu, diberlakukan juga Suzuki Quality Policy yang memprioritaskan kepercayaan dan keamanan konsumen, serta lebih responsif pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, manufaktur, dan pasar sehingga menjadikan Suzuki sebagai brand yang dipercaya baik nasional maupun global.

25 Tahun Sejarah Ekspor Suzuki

Sejarah ekspor Suzuki dimulai tahun 1993 lewat mobil Suzuki Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana yang menjadi produk ekspor pertama Suzuki Indonesia. Dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno (1998), Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara(2008), Swift (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama President Director Suzuki Motor Corporation – Toshihiro Suzuki dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor – Soebronto Laras, meninjau langsung aktivitas produksi di pabrik Suzuki Cikarang

Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki telah mendaratkan 478.351 unit CBU dan CKD ke berbagai negara. Khusus untuk Ertiga, PT SIM mulai melakukan ekspor pada tahun 2013. Hingga 2018, sebanyak 42.158 unit Ertiga telah berhasil dikapalkan ke 28 negara. Peresmian ekspor All New Ertiga hari ini mengawali ekspor 12.000 unit All New Ertiga ke Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

bersama Mr. Toshihiro Suzuki, orang nomor satu Suzuki Motor Corporation

SUZUKI MOTOR JUGA DIEKSPOR

Suzuki juga melakukan ekspor sepeda motor sejak 6 tahun lalu lads, yang dimulai pada tahun 2012 yaitu Satria FU150, Smash FI, Nex, dan Let’s dalam bentuk CBU. Kemudian pada tahun 2014 Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor CBU GSX Series. Jadi tidak aneh kalau motor motor yang disebut di atas harganya bisa lebih mahal dari Indonesia hehe.

Sedangkan ekspor dalam bentuk CKD dimulai pada tahun 2012 dengan produk Shogun 125, Satria FU150, Raider (Youngstar), Thunder 125, Shooter, Nex, dan Let’s. Total hingga September 2018 sebanyak 699.481 unit sepeda motor baik CBU dan CKD telah diekspor ke 39 negara. Pada momentum peresmian ekspor hari ini, Suzuki turut mengapalkan NEX II ke Filipina dalam bentuk CBU.

Kemudian untuk kedepannya, Suzuki juga akan mengekspor NEX II dalam bentuk CKD ke Kamboja. Saat ini, Suzuki telah mulai mengapalkan sebanyak 4.456 unit NEX II sejak Agustus 2018. Hingga Maret 2019, Suzuki menargetkan akan mengekspor 18.660 unit NEX II ke dua negara tersebut.

SEJARAH PABRIK SUZUKI DI INDONESIA

Kiprah produksi Suzuki di Indonesia dimulai pada tahun 1971 dengan memproduksi sepeda motor. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Suzuki yang asal muasalnya membuat mesin tenun ini memproduksi komponen dan mesin sepeda motor di Cakung pada tahun 1974. Seiring meningkatnya permintaan pasar, pada tahun 1981 Suzuki menambah pabrik Tambun I untuk meningkatkan kapasitas produksi sepeda motor.

baca: Berkunjung ke Pabrik Suzuki Di Hamamatsu Jepang

Suzuki akhirnya turut memproduksi mobil pada tahun 1976. Untuk meningkatkan kapasitas produksi mobil, Suzuki membuka pabrik Tambun II pada tahun 1991. Seiring meningkatnya permintaan pasar, pada tahun 2015 Suzuki meresmikan pabrik terbarunya di Cikarang yang memproduksi mobil serta memproduksi mesin dan transmisi dengan nilai investasi sebesar USD 1 miliar.

Toyokawa Plant Pabrik Motor Suzuki di Jepang

Sejak memulai debut produksi sepeda motor pada tahun 1971, Suzuki telah memproduksi 11 juta unit sepeda motor di Indonesia. Sementara itu, sejak tahun 1976 hingga saat ini, produksi mobil Suzuki di Indonesia telah mencapai jumlah 2,5 juta unit.

Dengan total lima pabrik yang berlokasi di Cakung, Tambun, dan Cikarang, Suzuki memproduksi komponen, mesin, transmisi, dan perakitan sepeda motor dan mobil untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri. Sepeda motor Suzuki seperti GSX-R150, GSX-S150, GSX150 Bandit, Satria F150, Address, NEX II, dan Smash diproduksi di Tambun I. Sementara mobil APV, Futura, dan Karimun Wagon R di Tambun II, dan All New Ertiga dibuat di Cikarang.

“Pada tahun 2017, 33% pendapatan kami bersumber dari ekspor dan kami menginginkan hal ini bisa naik setiap tahunnya. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih atas bantuan dan dorongan Pemerintah Indonesia yang terus membantu kemudahan ekspor Suzuki. Hal ini semakin memacu kami untuk memperluas ekspor ke negara-negara tujuan baru,” tutup Itayama.

pertama kali bertemu Seiji Itayama

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: [email protected]
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

13 KOMENTAR

  1. kang, saya kan awam nih soal mobil..
    boleh donk sharing informasi tentang komparasi aftersales mobil-mobil di Indonesia..
    maksudnya seperti harga jasa servis setiap merk (dengan kelas mobil yang setara dengan kompetitor) dan harga partnya.. bisa mulai dari mobil lcgc hingga kelas mpv gitu..

    soalnya banyak kan paradigma orang bahwa servis toyota lebih murah dari honda, dlsb.. sedangkan yang dikomparasi tidak apple to apple (contoh, avanza diadu sama harga part & biaya servis odyssey, agya diadu sama swift/ertiga)

    • maksud & tujuannya sih supaya orang awam bisa memilih mobil memang karena apa yang ditawarkan (price for value), bukan semata-mata karena ketakutan servis mahal, spare part susah, spare part mahal, dlsb trus akhirnya malah beli mobil yang laris banget padahal price for valuenya ga oke.. (IYKWIM)

      • menarik sih cuma kekurangan gw adalah waktu, pengen banget kumpulin data biaya servis tapi waktu gw suka habis, plus kalau lagi dateng malesnya amit amit dah wkwkwkwk

    • haha bener, banyak yang bilang toyota murah tapi bener lagi, komparasinya gak apple to apple..

      masa jaman dulu kijang disamain sama civic.. secara Honda dulu gak punya level mobil serendah kijang huahahaha… paling murah ya civic.

    • Jdi teringat ..jaman 90 an.. Ke pincut civic nouva.. Jaman tu mobil 2 pintu coy
      Tapi apa daya.. Krn tak kesampaian, jadi lari ke toyota kijang yg gigi maju nya cuma 4..ampun kok Sedih ngingatnya.

  2. Nah ini baru kipas2 dolar ….
    Pantes sijuki motogp lbh moncer dr pabrikan biru sblh …sokongan dananya lancar hehehe

    *Ngomong apa sih saya …..

  3. maaf nih pak kobay keluar topik, kali ada dimari sales yamaha saya mau nyari jupiter mx 135 kira2 DP nya berapa ya dan cicilan perbulan selama 3 thn, paling murah aja, t.kasih sebelumnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini