Kobayogas.com – Hola lads, salam geber.. Para pecinta kecepatan, setelah cerita di artikel sebelumnya tentang Indonesia CBR Race Day dimana KBY ikutan di kelas 250cc Komunitas C tapi gegara kekencengan di babak kualifikasi akhirnya terpaksa ditendang ke kelas yang lebih tinggi yaitu 250cc Komunitas B. The show must go on, no retreat haha.. Jadilah KBY bertanding di kelas yang isinya jelas pembalap yang lebih kencang dibanding Komunitas C. Punya misi jangan sampe jadi juru kunci, ini dia kisah sepanjang balapan dari seorang pembalap pemula ngah ngah …

Pada artikel sebelumnya (baca: Terlalu Kencang Blogger Ini Terpaksa Naik Kelas) KBY sebagai pembalap pemula yang iseng ikutan ingin merasakan atmosfir kompetisi di Indonesia CBR Race Day, berusaha ingin lebih baik di sesi kualifikasi pada kelas 250cc Komunitas C seri 2 kemarin. Ya karena pada seri 1 di bulan April 2018 lalu, KBY merasa lambat dan seharusnya bisa lebih baik lagi. Harap maklum, nyentuh aspal sentul sangat sangat jarang, kalau gada sesi test ride atau ajakan track day ya gak pernah latihan haha.

RAHASIA BISA TERLALU CEPAT

Belajar dari seri 1 Indonesia CBR Race Day sebelumnya, KBY jadi paham apa saja yang harus dibenahin dari si Zeref CBR250RR andalan agar bisa lebih cepat lagi dalam mencatat waktu di sesi kualifikasi. Sebenarnya yang pertama adalah skill, percuma motor kencang tapi gak bisa makenya, ya gak? Wkwkw.. Tapi ini yang sulit, pertama, KBY bukan pembalap beneran yang kepingin juara, jadi sama sekali gada target, so latihan pun gak pernah.

Kedua, tujuan ikut lagi di seri 2 adalah biar tau apakah KBY sudah lebih baik atau justru lebih buruk? Hasil nantinya bisa jadi keputusan apakah ikut atau tidak di seri 3 bulan Desember 2018 mendatang. Seperti pada artikel sebelumnya, catatan waktu KBY malah bablas kecepetan dari ketentuan time bracket yang di set oleh panitia di 2:11.

UBAHAN CBR250RR DI SERI 2

Knalpot WRX GP6 R1 yang pendek dan lebih cocok untuk harian serta trek pendek KBY pensiunkan dulu karena terbukti kurang yahud di straight dan ganti pake RX8 RD, headernya sih tetep, ujungnya aja diganti. Kedua, ban Michelin Power RS diturunkan ukurannya dari 160 ke 150, sayang yang depan ukuran 110-nya gada, jadi paketnya 120/60/17 depan dan 150/60/17 belakang. Loh kenapa belakang gak 140 aja kang? Soalnya pengen tetep keliatan lebih lebar, kan ini motor harian, bukan motor balapan hehe.

Ketiga, Footstep standar diturunkan dan diganti dengan model underbone yang posisinya lebih tinggi, ini membantu KBY bisa lebih rebah saat menikung, karena yang standar sering banget mentok saat belok di seri 1 dulu. Keempat, modal sarung tangan, ukurannya kini lebih pas hehe. Kelima, pas race pake balaclava, gak kaya seri 1, balaclava ilang jadinya kacamata turun terus sepanjang race. Hmm, udah itu aja sih, Fuel Controller gak sempat dipasang karena stock speedsparks lagi abis. Tiga doang ngaruh kang? Ya gimana ya, catatan waktu sih yang jadi buktinya hehe.. liat di bawah ya.

kaget ternyata lebih cepat dari dugaan

DUEL DI 250cc KOMUNITAS B!

Begitu tahu hasilnya catatan waktu KBY ada di 2:10:140, ada rasa bangga sekaligus kawatir. Bangganya ya karena ternyata hasilnya melebihi dugaan, prediksi KBY paling maen di 2:11- 2:12 paling top, kawatirnya? ya begitu tau melewati bracket berarti kudu naek kelas ke Komunitas B yang sudah jelas isinya pasti lebih kencang dari Komunitas C lah! Lucunya kalau lads perhatikan, di kualifikasi Komunitas C aja ada yang waktunya 2:02, itu mah gila, masa kecepatan kek gitu mau ikutan Kom C? Levelnya di Kom A malahan wkwkw..

Yoi lads, meskipun kelasnya Komunitas C, dimana kelas tersebut merupakan kasta terendah dan seharusnya berisi para pemula, namun para pengejar podium tidak dilarang untuk turun dan menjuarai kelas ini, jadi Komunitas C pun banyak pembalap bayangan lads, sebenarnya mereka kencang dan skill mantap tapi ditahan tahan.. ih curang ya sebenernya wkwkwk..

POKOKNYA GEBER POL!

Okey the show must go on, KBY start dari posisi 18 dari 23 peserta di 250cc Komunitas B, paham isinya pasti para pembalap yang lebih kencang, target gak muluk muluk, jangan jadi juru kunci! wkwkw.. Iyalah, sekali lagi gw bukan pembalap loh tapi blogger. Lampu merah sudah menyala..dan kemudian padam.. Ah sial lepas konsentrasi, sedikit telat start!

Benar saja, boro boro bisa ngacir ke depan, rombongan depan langsung pada melesat semua menuju R1, memberikan KBY debu dan pantulan kerikil kecil ke motor, damn! Lewat R1 entah KBY ke berapa, mungkin kedua dari belakang? Ga sempet mikirin! Pokoknya geber pol dan kudu sukses nyusul 1 pembalap di depan..

ADA YANG CRASH!

Belum sampai 1 lap, rombongan di depan udah gak keliatan, bused benar benar beda level euy! Menyisakan 6 pembalap dengan 3 di depan dan 2 di belakang KBY. Masuk lap 2, 1 pembalap memisahkan diri dari rombongan, makin ngacir dia, akhirnya tersisa 5 pembalap di grup paling buncit, 3 di depan KBY dan 1 di belakang. Yoi KBY kesalip sebelum masuk ke straight lads.

Di lap 2 ini terjadi crash di S kecil lads, sekilas terlihat ada 3 motor terkapar, rombongan KBY sedikit tertahan di sini tapi blessing in disguise KBY malah bisa menyalip 1 motor di depan hehe.. Nah dengan pembalap nomor 109 ini lah KBY sempat salip salipan, dua motor di depan kami meskipun tidak jauh jaraknya tapi sulit disusul. 1 pembalap mengintai di belakang kami.

MENGASAH MENTAL DAN NYALI!

Di seri 2 ini KBY juga belajar 1 hal lagi, yaitu mental dan nyali lads! Sebenarnya kalau diingat ingat lagi saat balapan (sayangnya gak boleh ada video euy), banyak celah yang KBY temukan untuk menyusul pembalap di depan, terutama di tikungan R3-R4 dan S besar, tapi ya itu tadi, mental dan nyali KBY belum cukup, mungkin kalau berani sih bisa tuh lads menyusul 1 atau 2 pembalap sekaligus.

Akhirnya dalam teriknya suhu sirkuit Sentul, duel terjadi antara KBY dengan dua pembalap lainnya, nomor 109 dan 218. Tak terasa sudah 5 lap dan menuju final lap. KBY benar benar berusaha konsisten mempertahankan posisi agar tidak menjadi nomor buncit. Cuaca yang panas bikin hidung meler, sial bener.. Sekali KBY salip salipan di final lap dengan nomor 109 dan dua kali KBY saling susul dengan nomor 218. Final lap di R3 KBY tersusul oleh 218, keluar R4 menuju S kecil KBY berhasil menyusulnya lagi di trek lurus.

Keluar S kecil, 218 mampu menyalip KBY dan bertahan menuju ke S besar, waduh bakal jadi juru kunci nih gw, pikir KBY. Tapi di S besar 218 melambat, begitu keluar S besar KBY geber pol dan 218 pun tersalip lagi! Menuju R10 tikungan panjang ke kanan menuju R11 dan straight, KBY berhasil ada di depan nomor 109! Ah sial, ternyata hanya sekejap, karena begitu keluar R10, 109 kembali menyalip KBY..

Belum ngeh kalau itu final lap, KBY gas pol di straight, slip streaming nomor 109 dan berhasil menyalip dari kiri! Eh bangke taunya balapan udah berakhir, sial.. hahha.. Jadi bagaimana hasilnya?

HASIL BALAPAN

Lads lihat nama Nofal ada di paling atas pada sesi kualifikasi Kom C? Bingung kenapa tidak ada namanya sama sekali di hasil balap Kom B? Ya karena catatan waktunya di kualifikasi bahkan sudah masuk kelas A, di Kom B maksimal itu 2:03. Makanya Eko Aries dan Adhani adiknya mbah Aziz Warung DOHC kena diskualifikasi seusai balapan karena waktunya melebihi ketentuan (lihat foto).

Hasilnya adalah Ervin, Yusuf dan satu satunya pembalap cewek di CBR Race Day 2018 – Dilla SA, berhak naik podium. KBY juga jadi naik dua tingkat, dari ke 17 jadi 15. Hasil yang buruk? Tergantung, kalau lihatnya urutan sih iya, jelas banget haha. Tapi bagi KBY pribadi ini hal yang positif, kecepatan, skill, intuisi dan mental sudah semakin baik di seri ke 2 ini, perubahannya juga signifikan! Di seri 1 catatan waktu KBY adalah 2:16 dan 2:13:778 sedangkan di seri 2 adalah 2:10:140 dan 2:09:399, jauh kan?

Dengan hasil tersebut KBY kini cukup PD menatap seri 3 di Desember di kelas 250 Komunitas C nanti, cieee.. Podium kah? Halah gak usah ambisius, lihat hasil kualifikasi Kom C deh, perhatikan nama Yusuf Ibrahim dengan nomor motor 235. Waktunya ada di bawah KBY kan? Tapi sama terlempar naik ke Komunitas B. Lihat hasil balapan Kom B di atas, cari nama yang sama. Terbukti kalau di Kom C juga banyak pembalap bayangan hehe. Meskipun KBY bisa cepat di kualifikasi, saat balapan bisa jadi pembalap bayangan pada unjuk gigi. So posisi 6 besar tanpa hibah masuk akal lah ya?

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

39 KOMENTAR

  1. “straight, slip streaming nomor 109 dan berhasil menyalip dari kiri! Eh bangke taunya balapan udah berakhir, sial..“

    ini koplak bgt. yakin hati udah berbunga2, eh last lap… wkwkwkwkkw…

  2. Mang, cuaca yg panas bikin hidung meler… berarti pas race sambil sraat srooot sraat sroot mempertahankan ritme balap ingus biar g salip salipan ?

  3. biar makin kenceng … coba next race Mang Kobay nunggangin Neng Dilla .. ehhh kamsute CBR nya Neng Dilla, siapa tau bisa podium

  4. KEREN MANG KEEREN ASLI, tip dari temen yg turun di crb race day si doi nahan gas pas qtt, pas race baru dah teriak semua wkwkwk, semoga di seri 3 namanya udah bener ya mang, keep throttle up mang kobay mantap jiwa

  5. “Eh bangke taunya balapan udah berakhir, sial.. hahha..” Berarti terlalu menikmati racenya mang, ini kan yg di cari gaperlu menang pun puas ? manteup lah ditunggu podiumnya eh…:D

  6. Nama yang mas Kobay sebut di paragraf akhir udah sering podium fun race. Suka gas motor bengkel sana sini. Sunday Race aja pernah podium. Hehehehe…

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.