Mengapa Tidak Ada Data Aisi dan GaikindoKobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Kang mana Data Aisi bulan Juli? Pengen tau hasilnya nih.. Pertanyaan yang kerap muncul belakangan ini di kolom komentar Kobayogas.com. Jangankan KBY lads, media media lain juga tidak terlihat ada mengeluarkan berita tentang data penjualan motor di Indonesia yang biasanya bersumber dari data AISI, jadi gimana KBY mau nyomot sumbernya? Apa penyebab tidak ada Data AISI dan Gaikindo yang selama ini menjadi barometer turun dan tumbuhnya industri otomotif nasional? Ternyata hingga saat ini data tersebut masih menjadi kajian pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setelah sempat mengkritik pengumpulan data penjualan kendaraan di dalam negeri oleh asosiasi produsen. Benarkah data penjualan tersebut seharusnya rahasia?

Harus diakui lads, selama ini Data Aisi maupun Gaikindo selalu jadi patokan dan barometer untuk mengetahui berapa jumlah kendaraan bermotor yang terjual di Indonesia (nasional) baik untuk penjualan lokal maupun luar negeri/ ekspor bahkan pasar impor juga bisa diketahui. Data tersebut secara resmi dikeluarkan oleh GAIKINDO dan AISI dimana data didapatkan dari sumber masing-masing produsen kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor.

Mengapa Tidak Ada Data Aisi dan Gaikindo 1

ALASAN KPPU MEMBEKUKAN DATA AISI DAN GAIKINDO

Belakangan pihak KPPU meminta Agen Pemegang Merek (APM) otomotif roda dua dan empat tidak lagi mengumpulkan data penjualan untuk dikirimkan ke pihak asosiasi (GAIKINDO & AISI). Ketua KPPU Kurnia Toha mengatakan data penjualan hanya boleh diberikan ke pemerintah.

“Data-data mengenai penjualan, produksi, itu sangat penting bagi persaingan. Itu data-data yang bersifat rahasia sebenarnya,” ujarnya di kantor KPPU, Selasa (10/7/2018).

Dia mengatakan pengumpulan data oleh asosiasi dapat disalahgunakan untuk melakukan pengaturan harga secara bersama-sama (kartel).

“Kalau [data dikumpulkan] asosiasi takutnya nanti disebar, jadi ketahuan market masing-masing dan itu bisa jadi kolusi. Itu potensi terjadinya pelanggaran persaingan usaha cukup besar,” jelasnya.

TANGGAPAN PIHAK AISI

Pertama kita simak dulu tanggapan dari asosiasi roda dua yang diwakili AISI, mengingat sektor penjualan roda dua alias sepeda motor jauh lebih banyak dari mobil. Sigit Kumala Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia memberikan komentar singkat namun tajam dan cukup menohok.

“Buat saya lebih enteng (dari beban kerja untuk mengumpulkan data tiap bulan). Namun Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Dispenda seluruh Indonesia, Dirjen Pajak, BPS, itu juga tidak boleh minta data, karena itu data rahasia. Sekarang kalau begitu, bagaimana kita melihat industri itu berkembang atau tidak, kalau kita tidak melihat datanya,” ujar Sigit.

Wah maen istilah rahasia rahasiaan nih lads hehe.. Kalau KBY tangkap sih, KPPU berkelit kalau pemerintah boleh tahu.

TANGGAPAN GAIKINDO

Sementara itu Johannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo mengatakan, KPPU seharusnya terlebih dahulu memperhatikan aturan yang sudah berjalan selama ini, yang mendelegasikan Gaikindo untuk mengumpulkan data dari para APM. Jika memang ingin mengubah tatanan yang ada, seharusnya hanya tinggal melakukan perubahan atas aturan yang sudah berjalan tersebut.

“Saya tidak tahu posisi KPPU ada ada di mana sebenarnya, kalau dia sebagai lembaga negara, dia harus minta ke pemerintah untuk mengubah dahulu aturannya. Pasalnya ada aturan Permen Keuangan terkait dengan mengharuskan Gaikindo untuk menarik data. Jadi data yang dikumpulkan semua ke Gaikindo dan kemudian disampaikan kepada pemerintah,” ujar Nangoi kepada KOMPAS.com, Selasa (10/7/2018).

Artinya menurut yang KBY pahami, selama ini GAIKINDO dan AISI melakukannya bukan atas inisiatif sendiri, namun memang ada Peraturan Menteri Keuangan dimana data dari para APM yang tergabung dalam Asosiasi diberikan kepada masing masing Asosiasi terkait. Kalau data penjualan tidak boleh diberikan ke Asosiasi berarti sama saja tidak bisa diakses oleh publik, hanya pemerintah yang tahu.

Sampai saat ini belum ada informasi apalagi keputusan lanjutan apakah data penjualan kendaraan baik mobil maupun motor dari masing-masing APM akan terus berlanjut ke asosiasi dalam hal ini kepada GAIKINDO dan AISI atau akan distop dan semua informasi hanya akan diserahkan kepada Pemerintah.

So, buat yang nanyain mana data AISI atau Gaikindo, saat ini belum akan ada entah sampai kapan lads.. Susah juga yak, padahal lumayan sih bisa tau pergerakan penjualan otomotif nasional..

source : CNN, kompas.com

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

52 KOMENTAR

  1. koq lucu ya, bknnya dgn tdk ada data maka kemungkinan kartel jd terbuka? data dibuka aja kppu msh vonis ahm – ymmi bikin kartel harga, apalagi ditutup?

    • Dengan data yang terbuka, seperti ada ‘arahan’ beli motor itu merek a, kalo mobil merek b. Selain merek itu, produk ga laku. Ilustrasi gampangnya seperti itu. Katanya dinegara lain juga data disetor ke pemerintah, bukan ke asosiasi. Dan sifatnya rahasia bukan untuk publik. Cmiiw

    • Conto misalkn yimm nargetin aerox kejual setengahnya vario, pas dijual 23jt ternyata penjualannya beti, yawda naikin lg jd 24jt,
      lihat hasilnya.. ternyata penjualan vario gak naik tapi penjualan aerox turun dikit, yauda naikin lagi ke 24,5jt.

      Bukan janjiannya, tapi pabrikan bs liat sejauh mana efek dr harga yg dia patok, nah kalo data penjualan dirahasiakn efeknya pabrikan gak bs tau performa penjualan rivalny dan gak punya gambaran ttg total penjualan motor se indonesia sebanyak apa.

      Kalo diterapin bener ya harga motor bs ditekan, pabrikan jd pasang harga wajar.. krn jd takut kalah saing

    • Dalam industri ini namanya price Agreement, itu juga ada beberapa kategori.

      Di perusahaan saya, pengertian price agreement adalah beberapa badan usaha yang memiliki output produk serupa lalu secara terselubung melakukan pengaturan harga, kenaikan harga, pengendalian penjualan secara bersama sehingga terbentuk harga yang seolah itu adalah harga pasar. Di industri saya juga ada Asosiasi seperti AISI atau Gaikindo.
      Price Agreement ini
      saja dibagi menjadi beberapa kategori
      1. Fixed price Agreement
      Secara bersama perusahaan2 menetapkan harga jual suatu produk dalam range harga tertentu selama jangka waktu tertentu dan menaikkan harga dengan nilai tertentu secara beriringan.
      2. Price area and stock agreement
      Ini adalah kesepakatan antar perusahaan dalam penentuan harga di area tertentu mengatur jumlah stok pada satu waktu. Bisa jadi para perusahaan sepakat untuk area 1 perusahaan A menjual lebih banyak dan harga lebih tinggi dari perusahaan B tapi berlaku sebaliknya di area 2.
      3. Cost Agreement
      Ini berkaitan dengan raw material dan labor price.

      Pemberian data kepada Asosiasi tidak akan memberi direct efect, karena bisnis automotif itu long term dan low respon maka lebih kepada indirect efect seperti
      Perencanaan kenaikan harga, jadwal rilis model baru dll.
      Kalau mau lebih dalam lagi, tinggal kita lihat saja harga mobil/motor berbagai brand dikelas yang sama, check harga di TPT, OFR dan OTR

      Dalam industri saya, jangankan memberikan data membicarakannya saja disuatu pertemuan mengenai nilai perdagangan baik mengenai price dan quantity antar perusahaan sudah melanggar kode etik.

      Sangat wajar jika KPPU melihat hal ini, karena indikasi ke arah sana memang tampak, hanya apakah bisa dibuktikan atau tidak? Itu yang sulit.
      Selama tidak bisa dibuktikan, maka mau membuat sanggahan apapun itu sah-sah saja.

      Toh nyatanya Mitshuboy dan Vauksvvagen pernah terbukti ketahuan berbuat curang diluar sana yang katanya pengawasannya lebih ketat, apalagi disini?

  2. Kppu ngawur, sini biar gw tanganin masalah persaingan usaha khusus roda 2, cuma berani gak gaji gw 5Milyar/tahun

  3. Omong kosong aja. Dari jaman dlu juga uda kartel. Cuma pemerintah aja yg memang sengaja adem ayem.

    • Mgk karena sebelumnya produsen jg gada yang protes. Kalo sekarang ada yang protes, yaitu BMW

  4. Udah clear kang.
    Kmrn Kukuh Kumara dari Gaikindo udh nyambangi & bicara lgsung dgn KPPU.
    Kabarnya data penjualan bakal terus disetor ke asosiasi.
    KPPU aja yg gagal paham dgn peraturan penyetoran data yg udh ada sejak 2013.

  5. mungkinkah ini awal punahnya klaim raja kipas2 dollar? mau bikin klaim raja ekspor eh udah ga ada datanya, bisa jadi masih jadi raja, bisa jadi juga tetangga yg skrg jadi raja. ah pusing kepala raja momok, bikin ide raja apalagi ya?

  6. mulai rese nih KPPU…
    dulu sih kite2 seneng dia berani nindak kartel yamaho ama ngonda…
    eh ternyata sanksinya kecil amat….
    maunya apa sih ini lembaga…

  7. klo menurut gw malah cenderung ke politik mang, biar rakyat gak tau sebetulnya ekonomi meroket turun atau makin belangsak.

    karena dari sini kliatan juga kan indikator ekonomi naik atau turun

    • Tumben ngeh akal bulus kamarintah .. biasanya cuma … pujaaa kerang ajaibbbb !!!!!!

      Kerang ajaib maha benar!!😂

  8. Kppu kejang kejang karena gak bisa kontrol adanya kertel di penjualan motor dan mobil

    Padahal gampang tinggal kppu adain operasi pasar mobil asemka dan motor asemka (coming soon) di jual dengan harga murah dan bawa bendera nasional di aambangi dengan tour keliling gorong gorong dan terbangnya boneka yg di pergakan oleh stuntmant, dan di amini oleh para pelaku korupsi kerdus duren

    Jadilah pabrikan motor dan mobil yang nyata strrss dan akhirnya menurunkan harga harga kertel khas mereka

  9. Coba mau komen sedikit, Aisi ini salah satu nasabah perbankan yg saya pegang, aisi setiap 4 tahun berganti kepengurusan dan saat ini ad d bawah bendera AH* sebelumnya ada d Indomob** dan memang aisi ini kumpulan dri beberapa pabrikan yg memiliki kesepakatan soal harga motor perpabrikan, dan setiap 1 motor yg d hasilkan memiliki nilai sekian ratus rupiah yg akan masuk k kas rekening AISI. Kalau di asean namanya FAMI atau Federation Asean Motorcycle Industrie, dimana d kawasan asean jg ad penetapan harga utk motor yg d produksi pabrikan jd setiap pabrikan yg memiliki market share lebih kecil bisa menetapkan harga yg sesuai utk mendongkrak market share mereka, tp itu d kembalikan lg kepada konsumen utk membeli atau tidak nya, kurang lbh seperti itu dri obrolan ringan sama salah satu petinggi aisi

  10. dulu gaikindo depak mercy gara2 tidak mau ngasih data penjualan, dan sekarang gaikindo yg ngumpetin data penjualan, mukanya taro dimana ya kalau ketemu mercy 😂

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.