test ride Benelli Patagonian Eagle
Test Ride Benelli Motobi Patagonian Eagle

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Ada satu motor bergenre sporster cruiser yang sudah cukup lama wara wiri di Indonesia tapi belum sempat KBY test. Motor tersebut adalah produk dari Benelli dengan nama Patagonian Eagle! Motor berdesain ala Harley Davidson ini memang punya ergonomi mirip mirip dengan motor legendaris asal negeri Paman Sam tersebut. Penasaran mumpung di lokasi test ride IIMS 2018 kemarin, akhirnya jadi juga KBY melakukan test ride Benelli Motobi Patagonian Eagle yang punya mesin 250cc 2 silinder tersebut.. Bagaimana hasil test ride singkatnya? Ternyata enak juga haha.. geber dulu yuks..

Kalau melihat lengkap namanya, produk ini punya nama panjang Benelli Motobi 250 Patagonian Eagle.. Patagonian Eagle merupakan motor yang diproduksi oleh perusahaan China, Qianjiang, yang menjadi induk dari Benelli dan Motobi, makanya namanya jadi panjang dah. Meskipun dibuat oleh perusahaan China, kalau dilihat secara seksama, ternyata Patagonian Eagle memiliki built quality di atas rata-rata produk buatan China lainnya lads. Kualitas catnya tergolong bagus, chrome-nya juga halus dan kinclong, materialnya juga terasa solid. Memang masih ada beberapa bagian yang terlihat kasar sih tapi secara keseluruhan layak sih dapat acungan jempol.

test ride Benelli Patagonian Eagle
detail bodi dan perakitan Patagonian Eagle ini rapi loh..

Motor retro cruiser ini menggunakan mesin 250 cc paralle-twin (dua silinder), SOHC, 4-stroke, 4-valve, 5 percepatan dan mengandalkan sistem pendingin menggunakan oil cooler. Sistem pengabutan bahan bakar Benelli Patagonian Eagle juga masih konvensional dengan menggunakan karburator model vakum yang mampu mengeluarkan power yang lumayan yaitu sebesar 17,5 HP/8.000 rpm dan torsi maksimal sebesar 16,5 Nm/6.000 rpm.

speedometer Patagonian Eagle simpel dan klasik banget

Area mesinnya terlihat padat, terutama pada bagian blok silinder yang melebar, sehingga di bagian mesin tidak terlihat kopong sama sekali! Bagaimana dengan suaranya? Justru ini yang bikin orang menengok dan berpaling, karena dalam kondisi standar suara mesinnya terdengar kaya 4 silinder, parau zwing zwing, persis kaya dengerin mesin Benelli TNT250 yang konon memang sama persis. Suara yang dikeluarkan knalpotnya juga lumayan menggeram, tinggal ganti knalpot muffler free flow pasti bakal lebih keluar lagi suaranya.

baca juga: Test Ride Benelli TNT250

TEST RIDE BENELLI MOTOBI 250 PATAGONIAN EAGLE

Cukup cuap cuapnya lads, sekarang langsung menuju sesi test ridenya.. Duduk di atas pelana eh joknya Patagonian Eagle, waahh ergonominya nyaman dan busanya empuk, kaya sofa berlapis kulit untuk duduk nonton TV, ciyus gak lebay. Bahan joknya juga bagus meski masih agak licin. Meraih setang, sangat mudah karena memang kedua ujungnya menekuk ke arah rider.. Passs buat riding santai lads..

test ride Benelli Patagonian Eagle kobayogas

Di atas trek berbentuk paving block, suspensi Patagonian Eagle ini ternyata cukup lembut lads, ditambah joknya yang empuk, kombinasi keduanya menghasilkan kenyamanan yang bisa dikatakan mantap! Nyamannya keterlaluan kalau kata Vandra mah, tapi lebay sih itu mah wkwkw.. Nyaman banget tapi memang. Ergonomi tegak dengan kaki cenderung selonjor ke depan menambah rileksnya posisi numpak Benelli Motobi 250 ini.. Bagaimana dengan handlingnya?

test ride Benelli Patagonian Eagle 1

Karena bentuk setang yang menekuk ke dalam, sudut shock yang miring dan kaki di depan, berbelok patah bersama Patagonian Eagle jadi pe-er juga lads, kurang lincah dan cenderung melebar. Iya lah, meski jenis sport tapi beda genre dari CBR, R25 dan Ninja hehe.. Tapi kalau lurus dan meliak liuk sih cincai, karakter berbelok patah ini sama dengan kebanyakan motor Harley Davidson dan Honda Vultus, juga kayak Honda Rebel sih.

Test Ride Benelli Motobi Patagonian Eagle 3

Performa mesinnya gimana? Biasa aja lads, tidak istimewa, mampu mendorong sang motor dengan baik, dorongannya kuat di bawah tapi di atasnya nahan.. Ya emang khas motor motor macam gini lah ya, orientasinya bukan performa hi-speed, tapi tenaga bawah dan atas yang asik buat cruising, bukan top speed.

HARGA PATAGONIAN EAGLE

Sayang KBY lupa menanyakan harga si Patagonian Eagle 250 ini, hanya beberapa referensi mengatakan dijual dengan harga sekitar Rp 30 jutaan on the road di wilayah Jakarta lads. Apabila lads ingin motor berjenis sportster cruiser yang nyaman, tenaga cukup dengan model khas, bisa jadi pilihan alternatif, apalagi kalau lads gak peduli dengan merek..

beberapa detil disadur dari adventureriderz.com

Test Ride Benelli Motobi Patagonian Eagle 2

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

22 COMMENTS

  1. Ane udah penah jajal nih motobi. Cocok buat jalan2 sore yg santai. Tapi mesinnya dari qianjiang, ada masalah cepet panas gak ya?

  2. Wih asik tuh 30jtan drpd wakakasi w175. Tp kualitasnya gimana ya khas mocin ? Atau setara motor jepang buatan lokal ?

  3. wah.. sekalian nyoba TNT25 1 cyl gak mang? susah bgt nyari review/test ride itu motor di indonesia, semua nya bahas TNT 250.. 🙁

  4. Harusnya bikin juga model kek estrella…dgn mesin inline suara gahar yakin lbh maknyos ktimbang model kek harley gini…model nya sama persis dgn honda rebel jadul 250 inline

  5. Motor ini kayaknya cuma mocin jaman dulu yang sudah bangkrut yaitu sanex model QJ250 yang diproduksi lagi, soalnya mirip banget…
    Silahkan dibandingkan dan dibuat artikel kang kobay….
    Aku tunggu artikelnya ya

  6. Pernah ketemu dijalan, awalnya kirain honda phantom, tapi kok suaranya kayak v tapi kok mesinnya inline 😂
    Eh pas lihat tangkinya gak taunya ini motor

  7. Emang nyaman banget ini motor, ane jg nyoba in pas ke IIMS kmrn, sumfah jok nya emg kayak sofa banget!
    Unik nya tarikan nya lebih enak di banding TNT250 yg terasa loyo bgt di puteran bawah, ini lbh nyeruntul2 malahan, asik utk stop n go..
    Cuma sayang, unit test ride ini bagian stang nya ga enk krn pernah jatuh ane rasa, dan pas ber3s test ride nanya penjaga stand nya doi mengamini.. Pantes bikin tangan pegel d bagian kiri.. Menarik banget sih, cm ky nya cukup boros nih motor..

Yuk Tinggalin Jejak Lads..