Test Ride Royal Enfield Himalayan

Kobayogas.com – Hola lads, salam geberrr.. Royal Enfield akhirnya memperbolehkan para pengunjung di IIMS 2018 untuk mencoba produk lama tapi baru milik mereka, yaitu Himalayan. Yoi sudah diperkenalkan sejak dua tahun lalu, namun baru kali ini mereka merilis harga sekaligus memberikan kesempatan pada konsumen untuk mencobanya. Harga dan spesifikasi Himalayan sudah KBY bahas di artikel sebelumnya, nah kali ini artikel akan membahas test ride Royal Enfield Himalayan di IIMS kemarin lads.. Seperti apa first ride sport adventure asal Inggris buatan India ini? Geber dulu yuks termasuk galeri fotonya..

Melihat sosoknya langsung di IIMS ternyata sosok Himalayan ini termasuk bongsor, kirain sebesar produk Royal Enfield lainnya lads (baca: Produk Royal Enfield di Indonesia) yang relatif sedang seperti motor motor sport komuter pada umumnya. Kalau diibaratkan mungkin dimensinya sebesar Kawasaki Versys 250 lah, cuma bentuknya lebih ramping aja karena minim shroud.. Okeh kita langsung aja ke sesi test ride nya ya

Eh sebelumnya KBY bahas dikit dulu soal desain menurut opini KBY deh ya, si Himalayan ini memang bisa dikatakan sederhana dari sisi desain, bahkan gak bisa dibilang cantik karena memang dibuat bukan untuk cantik cantikan, tapi somehow kesan tangguh dan pecicilan untuk dibawa kemanapun – dapat banget. Lebay gak ya kalau dikatakan kaya motor perang? Keknya gak sih.. Lampu bulat mengentalkan kesan klasik sementara tengah memperlihatkan sosok ketangguhan dengan tulang belulang sasis langsung terlihat.

Yak, sangat minim cover body, bahkan bonggol mesin aja sangat terekpos dari samping. Ini sesuai dengan klaim Royal Enfield sendiri yang mengatakan kesederhanaan desain dan kemudahan penggunaan serta perawatan menjadi tujuannya. Intinya, biar si pemilik juga gak kawatir bodi lecet lecet atau rusak, hajar aja gak sayang sayang gitu lah hehe. Satu satunya cover body disamping ya yang bertuliskan Himalayan. Untuk melindungi mesin, deck cover juga diberikan lads..

TEST RIDE ROYAL ENFIELD HIMALAYAN

OKe sekarang ke impresi berkendaranya, test ride Royal Enfield Himalayan ini tentu gak maksimal, karena koridornya terbatas hanya di area test ride yang kecil dan pendek serta hanya diberikan dua putaran saja, KBY ambil 3 putaran trus ditegor deh wkwkwk.. Untuk menguji kelincahan memang dibuat belokan tajam dan parabolik, sementara untuk ayunan shock ada polisi tidur buatan sebanyak 3 buah.. Trek lurus juga cuma sekitar 30-40 meter untuk mencoba akselerasi..

ERGONOMI

Dari sosoknya terlihat jangkung, apalagi pas liat Nugi TMC naik, wah jinjit balet dia haha, begitu juga dengan Rama Otoborn.com.. Tapi begitu KBY (165cm) naik sih ternyata gak tinggi amat, masih jinjit sih tapi gak balet. Dan ternyata bobotnya juga gak berat, ya karena desainnya yang ringkas tadi. Paling enak ternyata joknya, bused super empuuukk.. udah gitu bentuknya benar benar menyangga tubuh bagian bawah.. Nyamaaann.

nugi tmcblog

Setang panjang agak melengkung ke dalam, membuat posisi rider tegak dan nyaman. Begitu juga posisi foot step berada di depan membuat kaki lebih rileks. Semua ini memang menyokong sosok Himalayan yang memang diperuntukkan untuk berpetualang lads, jadi untuk perjalanan jauh si rider dibuat senyaman mungkin..

rama otoborn

KENYAMANAN DAN HANDLING

Dari sisi ergonomis sudah nyaman sih ya, busa jok dan setang sudah mendukung, bagaimana dengan ayunan suspensinya? Shock depan panjang dengan travel (ayunan) yang mendukung kenyamanan, sedangkan shock belakangnya ternyata gak selembut joknya, gak keras, cuma biasanya kalau untuk motor jenis begini ya ayunannya kerasa banget kan? Mungkin untuk mendukung saat melibas tikungan biar gak out wide.

Bicara getar, ternyata biasa aja, hal ini diamini oleh Nugi yang bilang tipe RE lainnya geter banget, ini mah kaya motor biasa ujarnya.. KBY belum bisa mengiyakan soalnya baru Himalayan ini produk Royal Enfield yang KBY tes.

Test Ride Royal Enfield Himalayan

PERFORMA MESIN

Gada yang spesial, tapi bicara torsi atau gerakan awal memang mantap meski gak se-sensasional Selis Roda Tiga yang jambakannya edan (iya KBY test ride loh haha). Mesin SOHC 1 silinder berkubikasi murni 411 cc dengan bore 78mm dan stroke 86mm alias overstroke. Power yang dihasilkan sang mesin sebesar 24,5 BHP pada 6000rpm. Torsinya yang bikin ngiler lads, 32 NM di 4000.

Red line speedometer ada di 6400, mencirikan ini motor karakternya kaya mobil diesel, bukan buat kebut kebutan tapi bertenaga untuk di semua jalanan utamanya tanjakan dan jalan jelek tanpa harus ngegas banyak. Jadi ingat Honda Vultus atau Thunder 250 dan Suzuki GN250 karakternya mirip.

FITUR

Tidak banyak yang bisa ditemukan pada Himalayan, yang jelas remnya sudah led. Keknya yang paling asik ya liat speedometernya, lengkap euy, speedometernya perpaduan analog dan digital. Untuk bagian analog alias jarum ada speedometer, rpm dan meter bensin. Sedangkan digitalnya untuk tripmeter, odometer, info standar samping, jam, suhu mesin, tripmeter juga kompas. Asik juga sih gakan nyasar untuk arah hehe..

HARGA

Royal Enfield Himalayan punya dua warna, Granite dan Snow dengan harga Rp. 93 juta.. Gak murah sih, mungkin karena element modern dan ketangguhan adventure membuatnya dihargai cukup tinggi (termasuk pajak mesin besar).. Padahal mesin 500cc Royal Enfield lainnya banyak yang dijual di bawah itu..

Sayang video on board saat test ride ada kendala teknis, pake video instagram aja ya lads…

thanks to: Royal Enfield Indonesia.

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

17 KOMENTAR

  1. geter parah ga mesinnya?
    btw bole tu di review si selis.. masih eksis juga sampe sekarang, padahal harganya dari jaman belum terkenal ya ga murah..

  2. Kalau itu motor logo sayap atau garpu pasti bakal jadi bahan bully yg seru. Tapi karena ini merk Eropa atau tepatnya British bike jadi ya pada manggut2 aja meskipun produksi indihe haha 😀

  3. Paling enak ternyata joknya, bused super empuuukk.. udah gitu bentuknya benar benar menyangga tubuh bagian bawah.. Nyamaaann.
    —————————————————————————
    Beda ama sayap ngepak ya? jok nya keras atos, bikin pantat kebas. wkwkwk… tp ngepbeha banyak yng suka… suka … suka…

    Ini motor buat touring terus bushcraft camping ato tarp camping kekx joss… tp ngeri juga klo Indonesia kebanyakan begal nya…

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.