Kobayogas.Com – Hola lads, salam geber.. Akhirnya, meski telat pake banget tapi kesampaian juga melakukan review dan test drive dari sebuah mobil yang cukup fenomenal menjelang kemunculannya beberapa waktu lalu.. Satu kesempatan yang gak disia siakan. Ini dia test drive Honda BRV E CVT!

test drive honda brv e cvt

Artikel ini lama terendap di draft hehe, test drive Honda BRV E CVT nya sendiri sudah tahun lalu, soalnya kalau bahas mobil passionnya berbeda euy :D. Rasa penasaran seperti apa sih kalau dikendarai terjawab sudah. Pada dasarnya BRV ini menggunakan platform Honda Brio yang menjadi Mobilio dan bermetamorfosis menjadi sebuah compact SUV atau bisa juga disebut sebagai crossover.. Enak kah? Nyaman kah? Bagaimana performanya? Jok baris belakang gimana? Nah itulah yang akan KBY kupas tuntas, ayo lanjutttt…

EKTERIOR, KUALITAS INTERIOR dan FITUR

KBY tidak akan bahas banyak sisi ini karena sebelumnya sudah pernah mengupas tuntas Honda BRV E CVT pada artikel sebelumnya, cekidot

ERGONOMI

Khas Honda banget lah si Honda BRV E CVT ini, oia unit yang KBY tes adalah milik teman kantor, tipenya E CVT. Joknya meskipun tak terlalu mendekap seperti pada Honda Jazz atau City, namun tidak licin dan masih mampu menopang tubuh dengan baik terutama ketika harus berbelok cukup cepat..

Driving position nya dapat dikatakan rendah untuk sebuah crossover, lebih mirip sedan jadinya.. Hal ini tentu ada plus minusnya, plusnya adalah posisinya nyaman dan sedikit sporty, minusnya karena tidak ada pengaturan seat height, maka yang tubuhnya pendek bisa merasa suffering.. Untuk tubuh 160-an sih cukup pas ya.. Pandangan ke depan baik dan pilar A tidak terlalu mengganggu..

KENYAMANAN

Sektor ini membahas termasuk faktor kedap suara, untuk intrusi suara angin KBY belum bisa menjawabnya karena harus lari minimal 80 km/jam.. Tapi kalau suara luar, peredaman Honda BRV E CVT 2016 ini tidak baik, selevel dengan mobilio dan brio. Yah dari dulu soal peredam Honda memang medit sih 😀

Karet pintu pun masih kurang mampu meredam bantingan pintu.. Suaranya kurang DEBB.. kalau mau keluar duit dikit, Honda BRV ini bisa lebih baik, ganti karet O (pintu) dan tambah peredam di atap serta door trim, akan makin terasa nyaman.

Sementara dari sisi suspensi, Honda BRV masih kental karakter Honda, sedikit keras tapi tidak menyiksa. Pada level ini ayunannya justru tidak bikin mental mental seperti pada rival di kelas yang sama.. Sayangnya tidak ada adjustable seat belt, bagusnya posisinya sudah pas gak ketinggian yang biasanya malah ada di posisi leher.

Duduk di jok paling belakang Honda BRV 2016 ini nyaris seperti duduk di mobilio dan ertiga, masih bisa dibilang nyaman untuk tubuh 165cm. Paha masih menggantung sedikit tapi posisi nya cukup ergonomis, apalagi jok tengah bisa digeser sehingga baris belakang bisa lebih lega lagi. Untuk penumpang lebih dari 168 cm, disarankan duduk di tengah saja.

PERFORMA MESIN

Bicara performa mesin, mesin L15 1500 cc i-VTEC 120 Ps dengan Torsi 145 Nm tidaklah istimewa namun lebih dari cukup.. seperti khasnya mesin Honda lainnya, tenaga mantap baru terasa ketika jarum RPM bermain di kitiran tinggi, sementara untuk RPM bawah bisa dikatakan biasa saja..

Ketika pedal gas diinjak “pedal to metal” alias bejek habis, mesinnya meraung cukup keras dan intrusif ke kabin, kemudian setelah RPM beranjak lebih dari 4000 RPM barulah tenaganya keluar cukup beringas.. Mesin yang meraung menurut KBY diakibatkan oleh penggunaan transmisi matik berjenis CVT earth dreams nya.. halus bahkan terlalu halus, cukup responsif namun masih kurang galak..

Ketika dipindahkan ke mode S (sport) pun tidak terlalu jauh beda.. meski tidak terasa delay namun sepertinya memang butuh vitamin seperti throttle controller, air filter hi-flow atau bahkan sebuah piggy back hehehe.. Overall tenaganya tidak mengecewakan namun juga tidak istimewa. Perlu pembuktian lebih lanjut saat terisi penuh 7 penumpang..

HANDLING

Nah disisi inilah kedigdayaan mutlak Honda BRV, untuk sebuah SUV, BRV 7 seater ini bisa dibilang memiliki handling yang sangat baik, gejala body roll tetap ada tapi minim, bergeser dan bermanuver mendadak bodinya cenderung diam dan stabil khas Honda! Tidak seperti rival yang limbung.

THE VERDICT

Kesimpulan KBY untuk Honda BRV E CVT abu ini tidak berubah.. Ia merupakan crossover/compact SUV entry level yang diset dengan harga ‘terjangkau’, interiornya tidak mengecewakan tapi tak juga istimewa karena kita harus tahu BRV ini dibuat untuk menyasar kemana? Jika dibuat lebih mewah tentu harganya sangat kecil kemungkinan berada di rentang Rp. 220 – 260 juta toh?

Kalau KBY sih yes, masih bisa diterima dan wajar meski pada beberapa bagian si Honda BRV ini bisa lebih baik lagi.. tapi dengan harga segitu head to head sesama mobil baru di kelasnya, SUV/ crossover dengan 7 tempat duduk, desain mumpuni dan fitur lengkap,  BRV menang poin meskipun tidak menang telak…

Honda BR-V S MT Rp. 233.000.000
Honda BR-V E MT Rp. 243.000.000
Honda BR-V E CVT Rp. 253.000.000
Honda BR-V E Prestige CVT Rp. 268.000.000

*harga Honda BRV per Juni 2017

Terima kasih sudah bantu sharing.. Baca juga yang menarik lainya dan kunjungi blog mang saka www.sakahayangna.com :

Kontak kobayogas.com :

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogas
  • YouTube: Yogas Erlangga
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

32 COMMENTS

  1. Kang, bukannya BR-V ini powernya 120ps yah? Kalo 118ps mah mobilio. Trus rpm 4000 ke atas itu vtec mulai bekerja kang makanya baru kerasa tarikannya. Rpm 2000-4000 torsinya cenderung flat. Saya pernah lihat grafik power & torsinya city i-vtec. Kan sama2 L15 tuh mesinnya.

  2. Yah kang, kok nggak di coba is full penumpang trs berhenti di tengah tanjakan tinggi lalu jalan lagi?

    Trs konsumsi kalo gak eco mode berapa kang?

  3. Sama ertiga nyaman mana mas.
    Overall, kl vs ertiga bensin (AT) interior & kesenyapan kabin mana?
    Thanks

  4. Tp rush/terios lbh gagah kang tampilannya. Mesin ini mobil keluar belakangan tp desain malah lbh inferior d banding rush/terios yg keluar duluan

  5. Kebetulan ane pemakai type ini.

    Jok ane dongkrak pake besi hollow ukuran 3×3, jadi lebih mangtab.

    Plus pasang fender enclosure

  6. Coba mank kobay test drive VW Polo TSI donk, city car berturbo paling terjangkau dikelasnya.

    Sekali kali om review mobil jerman ama perancis, kalo japanese car mah ane sering tuker pake ama sodara.

    Xixixixi

  7. Abis make CRV RE yg 2.0 matic ke BRV E CVT (test drive) akhirnya gak jadi spk buat adik

    Dari kesan eksterior, interior (bahan dan fit finish) bener2 kebanting

    Berlanjut ke joknyaa,, aduh dari sofa jadi kayak ke kursi makan biasa rasanya (jok tipis dan lumbar support ga dapet)

    Berlanjut feel berkendara, dari handling dan bantingan jugaa kebanting (lwbih empuk sih tapi mengayun)
    Lebih lincah dan nurut crv ketika manuver tajam (bukan berdasarkan dimensi nya tapi)

    Yg bikin kaget adalah harapan performa akselerasi cvt nya,, saya mengira bisa lebih baik dari akselerasi crv re 2.0 matic yg terkenal lemot tapi brv ternyata sama lemotnya (lebih kenceng mobilio)
    Yg heran malah figur akselerasi matic 5at nya crv di tol lebih sigap dan lari 180masi dapet

    Sementara ga tau knp ya brv lari 120 mesin udah agak intrusif suaranya dan kenaikan kecepatan diatas itu udah agak lambat

    Maaf ini hanya pendapat saia dr TD brv,, klo ada dana segitu mungkin bisa cari sekenan HRV 1.5 sekalian
    Atau dana nambah dikit dapet HRV prestige atau CRV RE 2.4 last model atau CRV RM 2.0 manual tapi agak kopong sih fitur dan gimmicknya (klo saia vote CRV RE 2.4 last model yg uda dapet VSA)

  8. Aku sih no untuk.mobil hondut yang pake sasis brio, tapi bini kok bisa2nya demen ama mobil ga proporsional gini yak 🤔

Yuk Tinggalin Jejak Lads..