Kobayogas.Com –Β Hola lads, salam geber.. Bagi para pencinta atau pemakai “oli sesat” pasti tahu komunitas yang satu ini.. Long Drain Interval Community alias LDIC namanya.. Nah kebetulan KBY ikut ikutan gabung kopdar bersama mereka nih lads..!

komunitas LDIC

Sebelum berakhirnya event IMOS 2016 pada hari Minggu 6 November silam, KBY diajak oleh para admin di LDIC grup facebook untuk gabung di acara diskusi dan have fun bersama Pertamina pelumas dalam acara perkenalan pelumas baru dari Pertamina.. Wah tentu seneng dong, karena bisa ketemu dengan para sahabat dan master gila pelumas nantinya hehe.. Wong KBY kena pelet oli sesat juga dari mereka wkkwkww..

komunitas LDIC

Setelah berkumpul di masjid bilangan pintu 1 Senayan, rombongan LDIC yang dipimpin oleh sahabat lama sejak 2010 tapi baru ketemu langsung kemarin! Bayangin temenan di dunia maya sejak di yahoo group Honda CRV dan 6 tahun kontakan tanpa pernah bertemu sekalipun wkwkkww.. Dia adalah Tengku “Q” Syahputra, seorang member LDIC yang juga member komunitas NMax.. Seneng deh bisa kopdaran wkwkw..

alki, kobay dan Q
alki, kobay dan Q

Sampai di lokasi area Motofest yang sudah disediakan panitia Pertamina via om Tengku, mulai deh kegokilan para sahabat LDIC terlihat.. MC heboh yang KBY lupa mulu namanya – tapi udah beberapa kali ketemu di acara bertema pelumas – sukses membuat udara panas siang hari itu makin panas lagi! Bagi bagi hadiah seperti kaos, topi hingga gantungan kunci membuat teman teman LDIC dan komunitas lain saat itu bergelora πŸ˜€

komunitas LDIC

By the Way, LDIC disebut komunitas pengguna oli sesat bukan tanpa pasal, rata rata membernya menggunakan pelumas mobil atau diesel di motornya meskipun penggunaan MCO (oli motor) gak dilarang juga.. Mereka hanya ingin pelumas yang harganya masuk akal atau mahal juga boleh yang penting jangka waktu pemakaiannya bisa 3x lebih lama dari pelumas khusus motor. Makanya gak aneh kalau banyak yang pakai oli mobil baik gasoline atau diesel di sepeda motornya hehe..

komunitas-oli-sesat-ldic-2

Tapi intinya, komunitas LDIC ini dibuat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam penggunaan pelumas yang baik dan benar untuk memkasimalkan penggunaan kendaraan masing masing dan juga demi menghemat resource minyak bumi sebagai bahan baku utama pembuatan pelumas kendaraan (netralitas.com).

Ramane Satrio salah satu pentolan di LDIC berkata: “Kita di sini adalah komunitas yang berusaha menggunakan pelumas seoptimal mungkin demi usaha menjaga lingkungan. Kita gak usah buang-buang oli tiap bulan, yang kita cari pelumas yang bisa menuntut pelumasan yang baik dengan drain interval (penggantian) yang lama..

komunitas-oli-sesat-ldic

“Ini gerakan bersama untuk menyelamatkan bumi, mengapa? Karena ketika memakai pelumas baru 2000km, tapi karena suruhan pabrik akhirnya pelumas dibuang (ganti), padahal resource oli masih bagus. Limbah oli merupakan limbah B3 beracun dan pengolahan limbah B3 itu sulit..” tambah Dimas Arief Nurdianto yang juga admin LDIC.

Sementara, sesepuh LDIC lainnya Rizky Yuditama ikut bicara

“Kami tak hanya bicara soal pelumas yang dipakai, tapi juga mesin kendaraan agar kita tahu menggunakan oli yang tepat bagi mesin kendaraan kita masing masing. Bahkan moge di luar negeri sana juga menggunakan oli sesat, bisa dicek di web bobistheoilguy.”

sumber: netralitas.com

LDIC indonesia

Nah karena hari sudah semakin sore, pengunjung juga mulai banyak yang datang ke IMOS sementara sudah kadung janji sama anak bini gak lama lama, KBY memisahkan diri untuk mendapatkan berita lain seperti Yamaha Aerox 155, Yamaha XMax 250 hingga Kawasaki Ninja 650..hehee..

Many thanks buat para sahabat di LDIC, semoga kita bisa berkumpul di lain waktu.. tetap gokil dan sesat ya.. Eh..

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing πŸ™‚

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogas
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

40 COMMENTS

  1. Kalau dipake dimatic mngkin ga masalah. Oli mesin & transmisi beda.
    Tapi yg saya gagal paham, motor manual apalagi yg butuh rpm tinggi (250 2cycldr UP), oli kan fungsinya melumasi mesin sekaligus transmisi makanya harga mahal.
    Nah oli mobil kan beda2 fungsinya (mesin, transmisi,dll), makanya harganya murah.

    Mngkin salah satu gejala, kampas kopling cepet aus. Tapi ga tau juga, kalau sy mah ikut2 yang leempeng aja..hehe
    Sebaiknya dikasih tambahan “resiko ditanggung sendiri”..wkkkkk… no offence buat pemakai.

    • pembelaan.
      oli standar API SG keatas udh kompatibel untuk turbo. turbo tuh udh ratusan ribu rpm, motor mau sampe 20rb rpm juga masih ecek2.
      beban kerja oli jgn liat ke rpm, liat ke rasio cc mesin/liter oli atau cc mesin/berat kendaraan. dua duanya nunjukkin beban kerja oli di motor tu paling ringan.

      • Ya..ya…
        Resiko ditanggung sendiri…hehe
        Klo nasib baik bersyukur, klo ga baik…heheh..

    • Bebas… Kalau pertamina sampe ngundang secara resmi mereka loh artinya pertamina mengakui komunitas mereka..

      Oh ya satuan beban dan kinerja dari rpm? Emang pengujian oli buat motor berdasarkan rpm??

      Oh ya tunjukin dong di JASO T903 kalau ngujinya di rpm tinggi..? Soalnya metode yang saya baca cuma di rpm 3600 :p

    • Yah silahkan lanjutin aja pakai mco/yang dibilang lempeng, kita mah penyanyang lingkungan dan kendaraan jadi pakai oli sesat.

  2. Ada aditive anti selip kopling? Apaan coba nama zat aditifnya? :p
    Selama saya kuliah dosen saya ga pernah nyebut zat itu, dosen saya bilang oli motor diciptakan agar user tidak pakai oli mobil yang bersertifikasi ILSAC GF5 dan energy conserving..

    Oli motor ditemukan tahun 1998, sebelum oli motor ditemukan apakah motor tidak pakai oli?

  3. Josss pak de..
    Sing penting gak ganti tiap bulan apalagi tiap 2000km..

    Kasian formulator dah bikin oli bagus, eh kita nya gantinya teuteup tiap bulan hahahaha

  4. klo kata orang tua ane mah tetep mesran b40 ajeh mesin motor gw ajah sehat!! kaga kenal nama nya JASO MA.. salam unch unch

      • Sudah ada produknya kok, entah sudah masuk Indonesia belum.

        Saya sendiri sudah coba di dua motor matic dan mobil, dengan hasil puas karena mesin jauh lebih hening. Honda Beat jadi paling hening kalau di jalan ketemu sesama.

        Ada dua lagi yang coba di vixion dan shogun fi tanpa mengalami selip kopling.

        Mungkin karena film strength minyak goreng yang lebih baik, walau semua yang dicoba sedang pakai PCMO / HDEO, hening mesin masih bisa ditingkatkan pakai minyak goreng.

  5. Seharusnya produsen pelumas motor mulai memikirkan bikin oli yang tahan pemakaian sampai dengan 10.000Km “on the street” seperti pada pelumas Mobil. Logikanya kalau Pelumas Mobil kelas Sintetik bisa sampai 10.000Km, lalu kenapa Pelumas khusus Motor yg ngakunya full Sintetik rekomendasinya “sebaiknya ganti oli setiap 2000Km/2 bulan”?

    • pelumas mobil bila dipakai di motor umurnya jadi lebih pendek. pertamina sih bilangnya oli semacam enduro bisa untuk 5000km normal, atau 3000km jalan macet.

      Shear stability yang penting karena motor rpm nya tinggi.

  6. aku masih nimbang2 mau pake oli sesat (utamanya HDEO)…motor di rumah tua2,,supraafit2004 ama revoofit2011…mau pake oli sesat,,tuh motor jarang dipake geber
    ..juarang kena macet juga
    …dr dulu supraF setia pake fedeeral ultratech 20W-50…kalo mau ganti,,pake apaan ya enaknya?

    • Prima xp.. 20w-50.. sudah dipakai dimotor sejak suzuki-yamaha-kawasaki masih disebut honda :p

  7. mantap mang kobay, byson biru 2012 saya udh 3x penggantian oli…saya pakai meditran sx diesel…tiap 2000km saya ganti

Yuk Tinggalin Jejak Lads..