Cerita di atas merupakan awal alias thread starter keluhan Honda HRV di kaskus, masih banyak lagi yang tidak akan muat kalau KBY masukkin semua disini hehehe.. Om bedahtulang dan kawan-kawan yang mengalami trouble hanya sekian dari ribuan atau puluhan ribu pembeli Honda HRV.. lalu intinya apa?

Pertama, Honda Prospect Motor bertanggung jawab akan masalah pada Honda HRV yang mengalami trouble, itu hal yang sangat bagus, namun cukupkah? Bagaimana dengan waktu yang terbuang karena harus bulak balik bengkel? Meskipun misalnya diberikan kompensasi berupa ganti rugi menurut KBY tetap saja tidak dapat mengganti waktu yang hilang, belum lagi misalnya sang pemilik hanya punya waktu weekend untuk mengurus..

belakang mewah
belakang mewah

Kedua, nah yang ini KBY belum tahu, seberapa besar sih prosentasenya dari Honda HRV yang sudah diproduksi dan berada di tangan konsumen? Haruskah dilakukan recall/ public recall? Bicara recall sebenarnya harus ada kondisi yang dipenuhi, misal jika persentasenya 5% dari seluruh total produksi maka belum dapat dilakukan recall karena jumlahnya masih kecil, di atas 5% mungkin bisa..Namun tentunya kembali ke total produksi produk itu sendiri, makin sedikit jumlahnya maka 5% pun sudah termasuk besar angka/ jumlahnya.

Ketiga, setiap konsumen itu berbeda, ada yang perfeksionis atau indifferent alias gak ambil pusing.. Nah kalau yang perfeksionis biasanya suara atau rasa aneh sedikitpun pasti akan terasa atau terdengar, kadang tipe konsumen seperti ini disebut bawel karena ya itu tadi ingin semuanya sempurna.. Agak sulit sih karena mobil yang milyaran saja pasti kalau dapat yang gak bagus ya ada aja troublenya namanya produksi massal..

Thus, apakah artinya konsumen harus nrimo? Ooo bukan itu, kita harus speak up dong apalagi kalau memang masalahnya urgent atau signifikan.. Pesan KBY pada Honda Prospect Motor dan produsen lainnya, profit oriented boleh, silakan namanya juga bisnis tapi konsumen bukan bahan percobaan.. jangan maen jual/ lolosin saja kalau quality control nya parah.. konsumen yang dirugikan dooong….

Setiap merek itu memiliki reputasi, KBY ambil contoh Honda ini ya, karena memang merek ini yang sedang dibahas, Honda memiliki reputasi kualitas produk yang baik di dunia, tak hanya desain, teknologi atau mesin saja.. Janganlah dirusak hanya karena produksi terburu buru alias kejar tayang namun begitu sampai di konsumen ketauan cacatnya.. Hal ini berlaku pada semua produsen. Setuju gak lads?

Belum lagi Honda Indonesia akan mengirimkan Honda BRV ke konsumen tahun 2016…Kalau sampai ada trouble lagi gimana coba?

Baca juga artikel sharing lainnya ya lads.. Terima kasih sudah bantu sharing..

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)
tweetme: @kobayogasblog
Line: yogaskobayogas.com

93 KOMENTAR

  1. sepertinya mobil disiksa banget..
    penyakitnya kayak mobil yang udah dipake 2-5 tahun..
    mungkin karna medan yang dilalui kebanyakan semi off-road atau gaya mengemudinya kurang “care” terhadap kendaraannya..

    • kalo lihat lokasi bengkelnya yg di jember saya rasa itu mobil gak akan dipake offroad. jalanan juga gak macet,

      mungkin kalo lokasi sumatra baru bisa dibilang offroad

  2. Wah ternyata hebat nich mang Kobay! yg mengakui dirinya sbg FBH mobil ternyata berani mengangkat masalah pd HRV! memang harus diakui, artikel KBY semakin kemari semakin berusaha seobjektif mungkin, shg menyulitkan saya buat bikin komen! bermasalah ya bermasalah tidak ya tidak! sgt terlihat usahanya memuaskan FB sbg pembacanya!

  3. Kalo kondisinya di setiap satu hrv ada banyak keluhan kaya gini berarti wajib recall

    Tapi kalo hrv yg lain keluhannya beda2 ga keroyokan kaya gini berarti entah ada yg salah sama cara nyetirnya atau emg lagi ga hoki dpt produk satu banding sejuta (produk cacat)

    • ah iya saya lupa nyebut produk cacat, betul sekali dari sekian ribu atau puluh ribu suka ada saja yang gak sesuai standar dan lolos QC.. akhirnya sampe ke tangan konsumen dan trouble deh..

  4. Ah BRV di grup FB autonet udah ada yang posting panel gapnya yang bisa masuk jadi.. Kalo HRV aja banyak masalah gimana BRV yang notabene lebih murah 😆

    • udah grand papanjah ajahhhh

      mobil super itu

      😀

      ato klo emang ngotot beli yg logo H beli aja yg H nya miring

      😀 😀

      • mitsubishi aje daaaah pancen oyeeee.
        onroad off road jalaaaaaaan
        kuda tahun 2001 bonyok masi seger luar kota.

      • mitsubishi mah jangan ditanya

        liat aja harga sparepartnya

        mahal sendiri di antara mobil jepang

        😀 😀

  5. Inilah salah satu alasan saya tidak pernah mau beli kendaraan (juga barang elektronik) edisi pertama V 1.0.
    Biasanya saya tunggu sampe V 2.0 atau V 3.0 baru saya beli, karena biasanya semua kekurangan yg muncul pada V 1.0 sudah diperbaiki.

    Bagi saya khan beli kendaraan atau elektronik buat dipake, jadi harus trouble free, bukan buat gengsi.

    • sama kayak cebong link patah
      pikson ngasap
      ninin rembes
      dll
      semua terjadi di batch awal.
      so jangan gensi2an beli paling duluan. udah kena trouble baru nyahok.
      ———————————————————————————-
      jujur produk toyota dan mitsubishi minim fitur, tapi kehandalannya nomer 1.
      di kalimantan, avanza,stada,hilux,pajero, fortuner dan innova di jadikan taksi ke pedalaman dan kendaraan perkebunan sawit. onroad dan off road.

      kalo mobil honda di jadiin taksi & kendaraan sawit, bakal turun mesin sebulan sekali. kebengkel seminggi sekali.

  6. Kalau anda Dr Bedah Tulang perkiraan anda sering membaca karya tulis.cara anda bercerita Bagus,dan etika anda Hebat ndak nenteng Golok waktu Klaim keBengkel.saya sarankan anda bikin Blog.karena Dr Bedah Tulang banyak menangani Kasus yg bagus bila dibagikan.biasanya Pasien bercerita penyebab penyakitnya(kecelakaan).kalau ada Dr Kulit/Kelamin mau bikin Blog lebih seru lagi.Ngoahahaha.

    • di indonesia roda empat mah ga masalah soal public recall, sudah mlai terbiasa..

      paling skrg balik lagi ke HPM nya mau gak rugian sekian M begitu tau emang sbnrnya harus direcall wkwkwkwkwk

      • Kalo roda empat ada recall sih dari dulu kayaknya udah biasa.

        Dan klaimnya enggak ribet. Dulu teman saya beli pickup, boros oli, dibawa ke dealer/beres, begitu diketahui masalahnya langsung diganti mesinnya, BPKB ama STNK atas biaya dealer.

        Sepertinya makin dikit jumlah roda makin rame, hehe, soale truk teman yg roda 6 pernah recall dan nggak ada rame2 sama sekali.

  7. langkah anda Klaim secepatnya sudah benar.Istri pernah pake Mobil baru ada masalah diem aja,ada suara diem aja,waktu service rutin diem aja.saat saya pake Mobilnya langsung berasa lain.untung masih garansi,akhirnya Ngamar diBengkel 1bln lebih.Ngoahahaha.

  8. untung punya mobilio, sampe sekarang ga ada masalah, knapa HRV yang lebih mahal banyak masalah ya apa karena terburu2 launching dan produksi sehingga kurang lama tes sebelum dijual ntah lah hanya AHM yang tau

  9. om kobay, anda dibully tuh sama admin fb HDI. mereka gak mau hrv pujaannya dibilang banyak masalah. ha..ha.. fanboy hrv akut deh kayaknya.

  10. Prosedur recall itu sepertinya kalo hampir seluruhnya mengalami hal yg sama, atau paling tidak HPM memang mengakui ada kesalahan dalam perakitan.

    Kalo menilik kasus begini sepertinya ini cacat produksi. Cuman ya itu kok bisa ya ? Soalnya kalo cacat produksi dan menyebar di media itu bisa berimbas pada keraguan calon pembeli. Dampaknya ya cukup besar. Mungkin ndak semua mobil yg dijual kondisinya 100%, bisa jadi ada yg kurang dikit 99% – 95% pun masih dibiarkan lolos check dgn pengandaian nanti kalo terbukti cacat ya tinggal diganti part-nya di dealer. Nah mungkin om yg ini dapat mobilnya kondisinya 90% yaa gawat … entah pemasangan part yg salah or kualitasnya yg buruk ? Bukannya Honda sejak Jazz baru, Mobilio, Brio, sampai HR-V mulai terlihat mereduksi kualitas part-nya. Sangat disayangkan ya … Mesin mungkin oke om, tapi pengerjaan interior, cat, dll kurang rapi. Mana beda warna beda harga lagi, ndak seperti merk” lain yg harga sama saja apa pun warnanya.

  11. Mau nambah opini.
    1. Yang namanya beli barang, dasarnya tergantung pembeli. Pembeli suka, ya beli. Penjual hanya sebatas menawarkan. Dari cerita tersebut, pembeli pun suka karena fitur yang diiklankan/ditawarkan.
    2. Perkara barang mudah rusak, belum teruji karena memang baru. Tapi penjual sudah memberi garansi dan kooperatif. Itu bentuk perlindungan konsumen yang dilaksanakan penjual.
    3. Perkara barang cacat. Waktu terima sudah dicek. Apakah saat itu diketahui. Masalahnya, penjual juga sudah menjalankan pengecekan. Dan karena tidak ada kerusakan, maka diserahkan pada pembeli.
    Kesimpulannya, jual beli tersebut sudah sesuai. Pembeli dapat barang sesuai iklan, penjual juga sudah menjalankan kewajiban.
    Pengalaman saya, mungkin tidak bisa disamakan, beberapa tahun lalu beli hp advan s5n, kondisi baru launching di pameran. Tertarik karena price to spec pada saat itu. Saat beli, sales sendiri yang cek, dan setelah 5 biji s5n dicek, akhirnya didapat yang kondisi normal. Setelah beberapa bulan, hp tersebut rusak pada touch nya.
    Di situ, penjual sudah menjalankan perlindungan konsumen dengan mengecek kembali barangnya.
    Atau contoh lain, saat ini saya beli xiaomi redmi note 2. Saya tidak paham kualitasnya, saya hanya tertarik spek. Bahkan saat beli software banyak masalah, serta garansi kurang jelas. Disitu penjual sudah menjalankan perlindungan dengan menginformasikan produknya.
    Akhir kata, sebagai pembeli, kita seharusnya logis, banyak produk lain yang sudah terbukti. Tapi kenapa memilih itu? Apakah karena iklan? Janji sales? Apakah sudah mengecek kembali? Lalu hanya karena kita ingin yang itu, kemudian ketika terjadi masalah yang kemungkinan karena kesalahan pembeli (keras kepala), kita salahkan penjual?

    • Pernyataan bodoh, ini brand honda bro siapa yg gak tau nama besar honda yg dibangun dengan dedikasi tinggi untuk membuat kendaraan bukan merk abal2an seperti alibi anda. Kalau beli mobil merk ling ling boleh lah lo bilang gitu. Gw yakin gak ada 1 merk pun yg bener2 bebas dari kesalahan produksi, jadi gak perlu lah penggiringan opini untuk menghindari merk tertentu dan pilih merk tertentu aja

  12. kayaknya saya harus nunggu giliran neh…………km baru 7000an masih aman….masalahnya memang di kaki2…klo aspal mulus sih g ada masalah….tapi klo lewat aspal yg kasar…berisik tuh…!!!
    oh iya kang kobay…….saya sdh ganti velg naiknya cuma satu step dari R17 ke R18 dan ban Turun satu step juga dari 55 ke 50.
    Apakah karena penggantian ini garansi jadi gugur klo misalnya suatu saat nanti terjadi masalah di roda..??

    • Stuju. Motor temen aja, sebut saja merknya supra x 125 fi baru 2 bln speedo mati. Klaim ditolak alasan trompet klakson gak ori alias ngubah kelistrikan. Emang sih klakson ganti denso,tp hub sama speedometer apa?kl mencet klakson gambar di speedo goyang gitu kayak tipi antennanya ketiup? Tp ya logika pedagang sih beda.

  13. bener kata bokap

    “barang baru launching jgn2 buru2 beli, tunggu minimal setahun sambil cari info”

    #sambilngelusGRANDISdirumah

  14. memang hrv quality nya di bawah standar produk honda r4, mungkin supaya harga bisa murah ya, . .tp anehnya klau cuma dilihat sebentar & test drive beberapa jam ini mobil keliatan sempurna (kesannya sangat value for money), tp percaya deh, kalau dah dipakai sekian ribu kilo, baru terlihat kualitas kabin & kaki2 nya tak lebih baik dr brio (klau brio masih wajar ya, murah ini mobil)

  15. Terlalu berlebihan kek nya

    Kayak emak emak jualan ikan

    Dikit dkit tereak dikit dikit tereak

    Orang kaya baru ..mungkin?

    • ckckckckc

      met met

      itu HRV 1.8 PRESTIGE yg harga nya 368 jutaan

      368jutaan biarpun kaya raya juga mikir met

      masa 368 jutaan kualitas dibawah mobilio rusak sana sini

      kecuali harga nya seharga honda beat laen cerita

      ckkckckckc

      *untung blog om kobay kalo blog laen gue katain lu*

  16. Sepertinya HPM harus menunggu hingga tercapai data statistik yg “mengesankan” utk bisa memutuskan recall atau tidak.

    Saya sempet ikuti juga berita diatas, sepintas bengkel resmi tsb masih cukup responsif dan jalankan kewajiban sebatas kewenangannya.

    Data keluhan, kerusakan, dsb (baik itu jenis kerusakan, terjadi pada serial number produksi yg mana, hingga frekuensi terjadinya kerusakan) dari berbagai bengkel resmi pasti masuk ke HPM.

    Kalau HPM belum berbuat sesuatu, artinya berdasarkan data statistik keluhan kerusakan tsb maka kondisi dilapangan masih dianggap “wajar”.

  17. menurut pendapat ane yah:

    suara klotok2 lagi di kaki depan kanan dan belakang = lakher bermasalah karena menghajar lubang pas ngebut

    fog lamp mati = da kabel ato lampu yang putus

    door trim bergetar = da baut/klip kendor atau lepas bahkan putus

    dan wiper depan bunyi saat hujan = tinggal ganti yang baru gak nyampe 100 ribu

    empat penyakit diatas menurut ane bukan hanya di mobil baru bisa juga terjadi di motuba termasuk si timie ane

      • tergantung bawanya juga sih, material sekuat apapun klo cara bawanya gak bagus pasti bakal jelek juga, contoh lakher roda sebagus apapun dipake ngebut kena lubang pasti rontok juga.
        yang aneh menurut saya sih yang door trim masih baru kok sudah bunyi, ini yang harus dilihat dan diteliti

  18. Maklum.. bukan kelas kendaraan perang…..
    Hahahaha… nggumun juga… ada yang sampe ngomen Kby ini professinya apa..

    tapi… 300 juta lebih loh…

    kalo sampe komplain bisa sampe segitu.. pada umurnya yg msh segini…

    org awam bgt juga sdh bisa lbh hatihati kl beli mobil yg terkenal.. krn troublenya…

  19. mantab, perspektif dari Honda Boy 😀
    tapi kalo diliat dari TS Kaskus yg masalah beres karena ganti part. paling ga ya HPM perlu stock part baru untung penggantian, ketimbang recall yg “ternyata” ga dialami semua user

    • kebijakan recall pasti mereka sudah punya track recordnya, kayana ini lebih kepada case by case aja penggantiannya..

      Afaik juga, setiap new product terus dipantau via unit tes yang mungkin jumlahnya gak satu dua, dari situ biasanya suka ada feedback juga kalau ada problem…

      Ay rasa sudah jadi SOP di setiap pabrikan ya.. mungkin hehehhe

      • iya setuju mang

        setidaknya dengan kasus ini, pengguna HRV jadi lebih aware sama kendaraannya, semisal ada keluhan dan butuh pergantian, tinggal lakukan hal yg sama seperti TS Kaskus

        yg disesalkan adalah citra Honda terganggu 😀

  20. Terima kasih om artikelnya, bermanfaat sekali. Padahal hrv ini mobil inceran saya, tapi ternyata banyak masalahnya. Yg kelihatan bagus di luar ngga jaminan dalemannya juga bagus..hehe

    • sebenarnya tidak semua mengalaminya, pesan saya sih sbnrnya kalau ada kasus yang sama, beres honda mau bertanggung jawab dan mereka mau memperbaiki kualitasnya

  21. hrv saya 2017 akhir jg problem di bunyi deg waktu akselerasi.
    ini problem di drive shaft.
    geleng2 sampean saya.. beli di honda jemursari surabaya

Yuk Tinggalin Jejak Lads..