GSX

Cara melakukan Italian Tune Up

Kobayogas.com – Hola lads…Ada salah satu trik yang dapat meminimalisasi penumpukan kerak alias carbon di dalam ruang bakar, seringkali disebut sebagai Italian Tune Up.. Apa itu? Pada dua artikel sebelumnya KBY telah bahas seputar ruang bakar mesin kendaraan, berlaku untuk roda dua maupun roda empat. Artikel Italian Tune Up ini bisa disebut sebagai sekuel dari dua artikel sebelumnya.

Tips: Membersihkan Ruang Bakar Mesin – Pilih Metode Semprot atau Tuang

Tips: Efek Penggunaan BBM Premium Membuat Ruang Bakar Berjelaga

Istilah Italian Tune Up KBY dapatkan beberapa tahun lalu sejak membaca majalah AutoBild Indonesia, dari situ KBY mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang selama ini dishare melalui blog dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Namanya sendiri dikatakan berasal dari pabrikan mobil Ferrari dimana para mekaniknya sering melakukan tune ala geber untuk menghilangkan deposit kerak dari mobil-mobil pelanggannya…

Sementara praktek Italian Tune Up juga KBY dapatkan dari berbagai komunitas yang KBY ikuti khususnya Jazz Fit Club tercinta. Begini Italian Tune Up yang KBY praktekkan pada si Kuro yang kebetulan bertransmisi otomatis CVT.

Prinsipnya, Italian Tune Up dilakukan pada jalanan kosong, karena mesin kendaraan akan digeber maksimal hingga mendekati red line dan menahannya selama 2-3 detik untuk kemudian menaikkan ke gigi yang lebih tinggi.

Idealnya Italian Tune Up dilakukan setelah mesin kendaraan kita selesai diservis (tune up, setel klep, semprot throttle dll) dan ganti oli. Mengapa demikian? Agar sisa-sisa yang sudah dibersihkan oleh carbon cleaner dapat keluar melalui exhaust alias knalpot.. Namun, untuk menjaga ritme kebersihan ruang bakar, Italian Tune Up tidak harus dilakukan menunggu kendaraan selesai servis, cukup seminggu sekali diajak ‘berlari’ alias berolah raga..

Mampu berlari kencang walau diraihnya cukup lama

Cara melakukan Italian Tune Up

  1. Pastikan jalur yang dilalui tidak padat, utamakan jalur lurus (untuk roda empat sebaiknya jalan tol)
  2. Nyalakan mesin seperti biasa
  3. Geber kendaraan sejak gigi 2 (atau gigi 1 juga boleh) hingga mendekati Red Line (namun jangan sampai terbatuk), tahan 2-3 detik baru kemudian naikkan ke gigi lebih tinggi
  4. Lakukan cukup hingga gigi 3 (untuk total 4 speed), 4 (untuk total 5 speed) atau 5 (untuk 6 speed). Hal ini dilakukan untuk mencegah kendaraan melaju terlalu kencang
  5. Ulangi 2 hingga 3 x.

Dengan melakukan Italian Tune Up, diharapkan kerak atau karbon yang ada diruang bakar dapat membara pada saat RPM tinggi dan kemudian ikut terbakar dan keluar bersamaan katup buang terbuka hingga terbuang melalui exhaust..

TIPS ITALIAN TUNE UP UNTUK MATIK

Untuk roda empat bertransmisi matik, caranya mirip-mirip apalagi ada mode manualnya yang bisa diatur naik turun giginya… namun pada transmisi model 1-2-D3 dan D atau S dan D saja, tinggal gunakan gigi 2 atau S hingga red line dan kemudian pindahkan ke gigi yang lebih tinggi. Atau lebih mudah lagi jika treknya panjang, tinggal injak gas pedal to metal, biarkan ECU yang ambil alih perpindahannya..

Bagaimana dengan skutik? Mirip dengan roda empat, trek harus panjang dan langsung gas pol saja to the max… Ingat ya, safety first, jangan dicoba kalau tidak aman.. Selamat ber Italian Tune Up lads..

Italian Tune Up

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogasblog
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

35 KOMENTAR

  1. Gas poll tanpo rem, huahaha….
    Trus ntar kalo gigi rompal gimana kang, bisa di tambal tak ??…..

  2. kayaknya utk roda 4 hanya bisa dilakukan di jalan tol jam 1 pagi.
    itung2an kasar aja nih:
    utk gigi 1, butuh track lurus kosong sepanjang100 mtr (dari 0 s/d red line)
    gigi 2, 200 mtr
    gigi 3, 300 mtr
    gigi 4, 400 mtr
    cool down, 100 mtr
    total = 1.100 mtr, atau 1,1 km

  3. tapi yg pernah sy baca gak semua gigi harus sampe red line om,jika motornya 6 speed hanya gigi 3,4,5 aja sampe red line, gigi 6 baru gaspol.untuk gigi 1&2 kalo mesin sudah terasa kasar bunyinya baru naik gigi.imho

      • Klo yang dilakukan orang bengkel itu apa om? Asal abis selesai service kan juga digeber2 tuh motor, tapi dalam keadaan netral. Bukannya prinsipnya sama aja ya om? Membuang kerak2 sisa pembakaran biar ikut terbakar? Dulu klo motor ane larinya udah ngga enak, ane sering nyari tempat sepi, trus ane geber2 dah tuh motor dalam posisi netral sampe keluar asep hitam. Baru dah enak lagi larinya.

  4. trus emang terbukti bkn mesin tetep sehat om?dgn cara di atas mobil jazz nya emang blm pernah turun mesin?

    • alhamdulillah 10 taun sehat2 aja… sebenernya turun mesin pun bukan merupakan patokan mesin sehat atau gak, turun mesin itu ibarat GMCU general medical check up..
      kalau di luar negeri, menurut literature yang saya baca.. turun mesin itu rutin dilakukan setiap sekian puluh ribu kilometer dan merupakan hal yang lumrah dilakukan..

      tapi kalau disini selain biayanya gak murah juga, turun mesin identik dengan mesin bermasalah… hehehe

  5. dulu pas masih naik Capella sering melakukan Italian Tune Up di tol Bandung,
    tapi sejak naik Kijang, jadi jarang.
    lagipula harga BBM makin lama makin mahal, jadi sebisa mungkin econo drive.

    • Betul, harga bbm ngaruh banget wkwkwkk… Econo drive itu emg bikin irit/efisien… Tp daleman lom tentu bersih/sehat..
      Gpp sih eco drive toh ITU gak tiap hari dilakukan ..cukup 1-2 minggu sekali

  6. Ooh, makanya kharisma saya tetep awet sampe sekarang,soalnya kalo make gaspol gaspol terus, ala ala Italian tuneup itu hehe

  7. berlaku buat kilometer berapa kang.. ini baru 4ribuan udah direkomendasikan belom.. bbm pertamax.

  8. yang matic nggak bisa karena redlinenya nggak bisa bener2 redline.
    terus posisinya 2 gigi di bawah maksimal, misal mobil gigi 5 ya berarti di gigi 3.
    nggak boleh geber2 motor sampe redline hanya dengan standar tengah, bukan karena takut lompat dari standar tengah. tapi karena nggak ada beban.. bisa2 klep floating, mesin ambyar.

    • sekedar menambahkan kenapa tidak bole dengan standar tengah dan juga gigi rendah hubungannya dengan suhu mesin yang sangat panas ketika di geber, dengan melakukannya sambil jalan (gak jalan pelan ya) pendinginan mesin terbantu oleh aliran udara,

      cmiiw 😀

      *info ane dapet dari forum yg bahas mobil

      btw ane pikir ini berlaku buat motor dan mobil.

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.