om kobay-6

Kobayogas.com – Hola lads, pada artikel sebelumnya, KBY menceritakan adanya undangan safety riding dan track day yang diadakan oleh MV Agusta Owner Club Indonesia..

Kini saatnya artikel sesungguhnya, momen dan pengalaman test ride melesat di kecepatan yang belum pernah KBY alami sebelumnya!! Badai banget deh pokoknya, ahoy kalau kata mang Saka mah… Seperti apa pengalaman KBY melesat di ambang batas kemampuan yakni 242 km/jam? Geber lads!!

Performa MV Agusta Brutale 675 vs F3 675 vs Yamaha R6

Brutale 675

KBY memang tidak asing dengan srigala berbulu domba satu ini, kami pernah menghabiskan waktu bersama sama ketika MotoArte meminjamkan unit test Brutale 675 Zero Spec kepada KBY. So dari sisi fitur dan handling KBY sudah dapat dikatakan hafal di luar kepala lah soal Brutale… Tapi nanti dulu, itu di jalan raya, bagaimana dengan sirkit?

Setelah siap dengan segala safety gear dan settingan MVICS (Motor & Vehicle Intregrated Control System) ke Sport, KBY meluncur bersama dua sahabat blogger lainnya, lek Iwan Banaran dan Vandra MMBlog. Lap 1 dilewati dengan pengenalan trek yang susah payah KBY lalui akibat sok tau memakai settingan Sport (akan dibahas pada artikel terpisah)..

Memasuki penghujung lap 1, yakni tikungan terakhir di R11 ke kanan, KBY beranikan diri membuka gas lebih banyak karena tahu setelah ini trek lurus sepanjang ±900 meter akan dilalui Brutale. Begitu keluar tikungan, gas di putar tapi belum berani mentok… Edaannn !!… Bukan hanya raungan suara exhaust Zero milik Brutale yang terdengar, namun gemuruh ban dan terpaan angin di sekitar tubuh motor dan KBY juga ikut terdengar… Benar-benar badai..!!

brutale 1

Padahal KBY ini amatir, dan keluar tikungan R11 tidaklah cepat, namun demikian putaran mesin yang sangat cepat dari tenaga sebesar 111 HP (plus Zero Exhaust) yang berada di bawah menuju ban, membuat kecepatannya naik dengan sangat cepat!! Thanks to EAS (Electronic Assist Shift) alias quick shift yang dimiliki Brutale, sehingga perpindahan gigi dapat dilakukan hanya dengan mengungkit tuas gigi tanpa harus menarik tuas kopling..

Dengan gas yang tidak pol saja kecepatan terus meningkat dengan cepat!! gigi per gigi KBY naikkan hingga gigi 5 (redline belum mentok) hingga tak terasa, 140 – 180 – 220 dan 228 km/jam!! Menjelang 200 m KBY harus mengerem karena belum hafal titik pengereman yang maksimal.. Vandra pun masih berada di depan dengan Brutale 1090 R-nya.

Memasuki lap kedua, kini KBY lebih cautious pada setiap tikungan, tidak memaksakan skill yang memang tidak terlatih. Setiap tikungan terutama yang tajam, dilakukan dengan slow in fast out, hanya di beberapa titik tikungan berkarakter cepat seperti R2, R5 dan S besar, kecepatan menikung bisa mencapai 120-140 km per jam, sisanya hanya bermain di 60-80 km/jam…daripada ndlosor? Hehehe..

Nah, menjelang tikungan terakhir sebelum straight, KBY yang sudah lebih pede memberanikan diri lebih cepat lagi, kali ini gas dipuntir habis!! Terpaan angin begitu dahsyatnya hingga jika kita sengaja mengangkat satu tangan, sepertinya kita akan terlempar jika tidak memegang setang dengan erat. Begitu pula saat paha dibuka untuk membelok, terpaan anginnya begitu dahsyat! Kini Brutale berlari sekencang yang dia bisa. Tujuannya hanya satu mencoba menyusul Vandra dengan Brutale 1090, apakah berhasil?

brutale top speed
vandra ada di sebelah kanan

Sukses!! Brutale 675 berhasil menyusul sang kakak 1090 R tepat ketika Vandra melakukan pengereman dan KBY masih laju sebelum melakukan late braking pada sekitar 150 meter menjelang tikungan… Angka 238 km/jam adalah rekor baru!! Sungguh berat tekanan yang dialami pengendara pada kecepatan setinggi itu apalagi Brutale bertipe naked, merapatkan tubuh dengan motor tidaklah terlalu membantu pada kecepatan itu…

MV Agusta F3 675

Bagaimana dengan F3? Nah yang ini memang bengal sebengal bengalnya kubikasi 675 cc counter-rotating crankshaft!! Dengan badan slipstream, melaju 200 km per jam diraih lebih cepat dari Brutale yang naked tentunya!! Posisi mengendarai yang “in-bike” turut menyumbang dalam membelah udara menuju puncak kecepatan..

f3 sanggup 248 namun yang terekam hanya 242 :(
f3 sanggup 248 namun yang terekam hanya 242 🙁

Hanya karena adanya kamera di tangki saja yang mencegah KBY menyembunyikan kepala lebih jauh lagi di balik fairing.. rekor pun diraih, 248 km/jam yang sayangnya tak terekam dan hanya menyisakan catatan resmi 242 km/jam!! Rekor baru diciptakan! F3 juga memiliki EAS seperti halnya Brutale, sehingga cukup mengungkit tuas gear tanpa harus menarik tuas kopling…

pada tikungan yang sama, F3 lebih cepat dari brutale
pada tikungan yang sama, F3 lebih cepat dari brutale

Yamaha R6

Motor ketiga yang KBY tes setelah Brutale dan F3. Yamaha R6 ini sudah tidak standar, mesin 600 cc-nya sudah dilakukan pengembangan untuk mengakomodir pemakaian sirkit..”Circuit used only”! men. Yamaha R6 sepertinya tidak memiliki quick shift, karena beberapa kali KBY mencoba menaikkan tuas giginya tanpa menarik kopling, gearbox Yamaha R6 tidak bereaksi. Alhasil adaptasi kembali dilakukan akibat keenakan menggunakan EAS pada MV Agusta Brutale dan F3.

Pada satu kesempatan, KBY beriringan dengan sang adik, yaitu Yamaha R25… sang pengendara R25 sudah terbiasa, jadi R6 selalu kalah saat ditikungan, iyalah amatir gitu loh yang bawa. Ketika di straight, jelas R5 bukanlah lawan R6, begitu mudahnya KBY mengovertake sang R25 di lintasan lurus.. Kecepatan saat itu KBY lupa, karena berkonsentrasi ke atas trek plus posisi speedo yang lebih rendah membuat video tidak dapat merekamnya. Hanya sekilas sepertinya kecepatan berada pada 140 mil/hour…

Intinya, wajar R6 masih kalah kencang oleh MV Agusta F3 mengingat kapasitas mesinnya pun lebih kecil 75 cc… Namun bukan berarti R6 pelan, tetap saja kecepatannya mengerikan lads!

Yamaha R6

Handling Brutale vs F3 675 vs Yamaha R6

Yang perlu digarisbawahi adalah, Brutale merupakan jenis naked bike, bukan sport berfairing, GC-nya pun lebih tinggi dan ergonomi serta setang lebih tegak, akibatnya, menikung di sirkit sedikit berbeda dengan jalan raya. Ketika menikung pada tikungan patah atau hairpin, terasa sekali inferior-nya Brutale dibanding kedua motor berfairing, membuatnya ada di posisi buncit dari sisi handling.

Sementara, antara dua motor berfairing, KBY dan Vandra mempunyai pendapat berbeda, Vandra merasa ergonomi Yamaha R6 yang lebih racy dibanding MV Agusta F3, membuatnya lebih enak ditekuk tekuk ditikungan. Selain itu pengaplikasian ban slick di Yamaha R6 membuat gigitan ke aspal lebih mantap.

Sedangkan menurut KBY, justru MV Agusta F3 lah yang paling asyik untuk menikung. F3 mungkin akan menyiksa ketika dibawa di jalan raya nan padat, namun di sirkit, F3 bagaikan binatang peliharaan yang lepas bebas!! Abilitynya dikeluarkan semua, menikung, berakselerasi, top speed dan pengereman, F3 merupakan juaranya.

Yamaha R6 tidaklah buruk, sepertinya pengaruh fatigue pada tubuh KBY adalah penyebabnya. KBY merasa foot step underbone terlalu ke belakang dan posisi tuasnya kurang kebawah, hingga sempat membuat betis kiri keram! Belum lagi posisi tuas kopling dan rem yang agak jauh dibanding kedua MVA. Vandra pun mengakuinya, sehingga ketika akan melakukan pengereman, tangan kita harus diregangkan untuk meraih tuas rem depan… performa rem pun masih lebih baik kedua MVA.

Finally, sungguh pengalaman yang mendebarkan, menegangkan sekaligus menyenangkan!! Membayangkan kecepatan Om Rossi, Mang Daped, lek Marquez dan cak Lorenzo di straight dan berlomba-lomba mengerem sedekat mungkin dengan tikungan adalah hal yang gila!!

many thanks to: MotoArte, Steven Oentoro MVOCI, Mbah Dukun Satar, IWB dan Vandra..

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)

KobaYogas from WordPress for Android

61 COMMENTS

  1. Wow… tyt kang kobay lg satu track sama kawn saya, bro lanna dr komunitas C3 yg bawa r25 item, wearpack putih. 😀

  2. Ini…. baru jambakan setan yg sesungguhnya, hehehe….
    Kata lek Iwb speed segitu semakin dekat (ketemu) Tuhan…

  3. counter-rotating crankshaft!!
    ————————————————-
    Kalo kata FBY, teknologi Yamaha nih, dah di pake sejak tahun 86 kemari an.

    waks

    Coba Ronax 500 masuk sini ya beuh…

  4. sorry om sesuai feeling sy om kobay habis artikel NMaX pasti bikin artikel Mogeh. dan benar
    hahaha
    PCX memang kejam eh NMaX memang kejam eh bully emang kejam
    maafin sy om yg sotoy ini

    • masih bisa nambah, pertama keluar R11 harus lebih kenceng, minimal 120 km/jam, kedua ngeremnya di 50 meter sebelum belok, pasti bisa 270-an buat F3..
      tapi yang gak bisa itu sayanya… 😀

      • bang kobay, ntu pake body protectornya segitu ajah kagak mw pake yg lebih bagusan or safety btw di sentul ada penyewaan motor buat track day ngga yah ? jadi dateng ke ke sentul tinggal bawa badan sm safety gear lengkap ples pulus

      • setau ay gada om…
        wear pack sih pengen tapi belum urgent… kebetulan itu jaketnya yg udah berprotector… tinggal kaki dilindungi … ya tpi tetep aja mantapan wear pack… mahal, mengingat makenya belum tentu sebulan sekali juga

  5. suaranya 3 slinder kalo lagi ngebut kaya gimana kang, lagi rpm tinggi gitu loh, kalo di bandingin sama suara r6 ???

  6. Tetep aja ngejelekin salah satu brand, meskipun bahasanya dibikin halus… blogger kok berat sebelah

Yuk Tinggalin Jejak Lads..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.