ohlins

Kobayogas.com – Hola lads… Sejatinya shock standar yang disematkan pada kendaraan itu sudah memadai dan sesuai dengan kendaraan yang dibuat untuk penggunaan harian.. Namun bagaimana jika kita menginginkan lebih?

Suspensi atau shock breaker/ absorber yang akrab disebut juga sebagai peredam kejut adalah bagian dari kendaraan yang berguna untuk meredam/menyerap dampak langsung yang dialami dari jalanan menuju kabin atau jok kendaraan sehingga tubuh sang pengemudi/ pengendara tidak mengalami siksaan yang tentunya dapat membuat cepat letih.

STANDAR IS THE BEST? MASA??

Banyak yang berpendapat bahwa standar adalah yang terbaik (dalam konteks ini tentunya shock absorber) karena para engineering pabrikan sudah mendesain dan menghitung sedemikian rupa saat membuat dan meproduksi kendaraan. Itu betul adanya, jika kita cukup puas dengan performa shock standar pabrikan.

Yang harus kita garisbawahi adalah, pabrikan membuat sedemikian rupa settingan ataupun tipe suspensi yang pas untuk kendaraan yang ada, settingannya moderate, mengakomodir semua settingan meski kadang jatuhnya terlalu lembut atau terlalu keras, intinya mencukupi lah terutama untuk kendaraan yang harganya terjangkau. Nah disinilah produsen after market berperan, bagi mereka yang ingin lebih dari standar, para produsen dapat mengakomodirnya sesuai kebutuhan konsumen, dari mulai penggunaan untuk harian sampai kompetisi.

Shock Honda PCX

SESUAIKAN DENGAN KARAKTER

Intinya, saat lads menginginkan lebih, produsen after market mempunyainya… sebut saja merek-merek seperti Ohlins, Showa, Sachs, Bitubo, Zelioni, Kayaba, Tanabe, Eibach, Tokico, blackhawk milik mang ulid hingga pabrikan lokal Thailand, YSS siap memberikan beragam suspensi yang disesuaikan dengan kendaraan dan keinginan karakter sang pemilik. Itu mengapa cukup banyak kita lihat kendaraan roda dua yang mengganti shocknya meski mungkin kebanyakan lebih kepada orientasi gaol 😀

Jika lebih suka dan berorientasi terhadap kenyamanan bantingan, maka standar saja sudah cukup, jangan di apa-apain. Nah KBY sendiri menginginkan handling presisi dan stabil terutama pada kecepatan menengah ke atas. Suspensi Honda New PCX sebenarnya sudah cukup dalam keadaan standar, cukup empuk apalagi jika diduduki berdua, terasa nyaman dan lembut. Namun keterbatasannya tetap ada, saat sendiri suspensinya cukup terasa keras kadang hingga ke punggung, namun kadang pula terasa cukup lembut.

Memang agak sulit menyampaikan feelingnya karena paling afdal ya mengetesnya hehe, namun kurang lebih seperti itu adanya, suspensi standar Honda PCX berorientasi kepada kenyamanan bantingan terutama ketika ada penumpang, meski ayunannya menjadi berlebih ketika menemui jalanan bergelombang. Singkatnya sang suspensi standar kurang adaptif terhadap permukaan jalan yang dilalui. Namun ini bukanlah  kelemahan, jika bicara standar suspensinya sudah sangat memadai.

si Kuro dah pake Coil Over Tanabe
si Kuro dah pake Coil Over Tanabe

AFTER MARKET LEBIH KERAS?

Bagi orang lain mungkin sudah cukup, tapi bagi KBY sih kurang karena setiap orang itu berbeda kan? Hehe. After market lebih keras? Ya dan tidak, rata-rata per atau shock after market (terutama brand yang sudah populer) mempunyai ulir progresif, alias lingkarannya tidak sama antara atas, tengah dan bawah. Gunanya ya untuk mengakomodir perubahan kondisi jalanan yang ada, bisa menjadi lembut lalu keras dan stabil.

Memang rata-rata shock after market akan sedikit lebih keras dari bawaan standar kecuali untuk motor-motor yang dalam keadaan standar sudah siap dipacu biasanya memang settingan shock standar-nya sudah keras. Namun bagi KBY selama kerasnya tidak seperti shock mati dan stabilnya dapat, ya cocok, apalagi jika harganya masih dalam jangkauan dompet hehe… Suspensi YSS G Euro tipe XL akhirnya yang KBY pilih.

Impresi penggunaan suspensi YSS G Euro XL akan KBY bahas di artikel berikutnya, sudah kepanjangan nih hehe… So sebelum mengganti suspensi standar, pastikan dulu tujuannya apa? Sekedar gaul? Atau beneran mencari fungsi? Jadi ingat sharingnya Sijidewe 😀

JI Magic Coil Over
Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing…

Baca juga artikel lainnya lads…

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: [email protected]
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)
Tweet me: @kobayogasblog

email me: [email protected]
path me: Yogas Kobayogas.com

KobaYogas from WordPress for Android

71 KOMENTAR

  1. tricolore ganti ke YSS karena beberapa alasan. pertama shock bawaan sudah berumur 6 tahun dan agak bengkok waktunya ganti. kedua pengen yang kalo diajak manuver lebih enak. ketiga pengen yang warnanya lebih mentereng. 😆

    • Euhh dibanding Sulama mah masih enakan ini 😛

      Tanabe Coil Over, setting rendah turun sentul, ulet bulu juga bakal susah liwat 😛 hari-hari taekkin pol, hanya sedikit lebih keras dari oem tapi jauh lebih stabil 😀

      • Om,shocbreaker aftermarket yg cocok buat shock RRmono?minta referensinya.lunak bener nih.kl ngerem pas speed dah masuk 70kpj enjotannya itu lho,, gmna gt.ga nahan 🙂

        • BIKIN EDI DI TEMPAT YAK? WKWKWK…wadih kok capslock semua…
          coba cek YSS webnya, atau TDR, cek yang pas/cocok byat RR Mono.
          Kalau ada duit yang merek wahid sekalian, ohlins gitu 😀

  2. Ane justru ingin memodif sok depan agar tidak mudah mentok dan terlalu mengayun, sekaligus buat tambah tinggi sekitar 1-2cm…. Di matik ane,
    Ada solusi…?
    Selama ini cuma ada tips n trik buat sok belakang aja….

    • spek ane
      depan perny ganjel ring….
      blakang pake yss hibrid
      ban pake zeneos/fdr/michelin depan 90/80
      blakang 110/80…murah meriah stabil buat
      miring2 ..

    • ganjel ring ukuran 12 jumlahnya 2 biji per shock…
      kl masih kurang ngatasin berati harus expert dikit(:-D) dgn modif lubang suling… lubang suling kan ada 2….lubang lama d tutup aja….bikin lubang baru posisiny lebih d deketin dr yg lama….misal lubang atas d turunin 3mm,lubang yg yg bawah d bikin lebih ke atas 2 mm….ukuran bornya 3mm….(standar nya 2mm)
      bisa buat miring2 kayak marques tu 😀

  3. spek ane
    depan perny ganjel ring….
    blakang pake yss hibrid
    ban pake zeneos/fdr/michelin depan 90/80 blakang 110/80…murah meriah stabil buat miring2 ..

  4. @wtf170
    makasi kang, kalo ane bilang spek kaya yg ente bilang itu ke tukang reparasi sokbreker, ngarti ga dia tu…??? Ato punya bengkel yg rekomen sekitar pasar minggu, depok, cijantung, jalan raya bogor, cibubur…… Makasi infona kang…. Ane bookmark nih…..

  5. karena rombak Suspensi dan Ban, bakalan meningkatkan “Riding Quality” itu benar adanya :v oiya, buat suspensi depan cara bikin agak keras atau agak lembut, gimana ya Om? ada yg bilang nambah atau ngurangin Oli/Minyak Shockbreaker nya aja yak?

  6. Ada ga ya bngkel sokbreker yg bisa modif sokbreker depan….
    Kalo yg belakang mah gampang…
    Tinggal ganti, mau merk apa juga ada…. Depan yg ribeud…..

  7. kirain mau ganti ohlins gara2 gambar yg dipajang pertama itu. si onethree jual tuh ohlins pcx. hehhehee. review shocknya yak. pengen ganti yang reboundnya cepet tapi nggak keras. jangan2 nanti udah ganti macem2 trus dijual lagi motornya. hahahaha

  8. Bro Kobayogas , ulasan lengkap performa Shock ohlins utk R25 sangat di nantikan nih. Ulasan mengenai tingkat kenyamanan di bandingkan dengan shock std pabrik, kestabilan dan kenyamanan di kecepatan menengah, kurang lebih 80 sampe 100 km per jam, dan di atas 100 km per jam.

    • Waduh gimana caranya, beli R25 aja ay ga sanggup hehe.. Ada kok blogger yg punya R25, tinggal tunggu waktu Dia pasang ohlins aja mang..

  9. Bro Kobayogas bisa pinjam dan mengulas tentang stelan paling empuk utk kenyaman harian. Dan stelan paling stabil utk kecepatan tinggi sehingga pembaca blog membeli shock ohlins bukan semata2 karena gengsi tp juga kenyamanan bantingan suspensi. Dan punya opsi juga dlm melakukan penyetelan shock ohlins utk kestabilan. Tentu saja di bandingkan dengan suspensi standar bawaan motor. Yg Udh pernah pake shock ohlins di R25 sudah berkomentar bahwa bedanya itu bumi dan langit jika di bandingkan dengan standar. Tp bedanya itu di mana??? Trims atas balasannya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini