leopold

Kobayogas.com – Dyno, adalah kegiatan yang kadang-kadang asyik untuk dinantikan hasilnya, karena kita dapat mengetahui potensi dari mesin kendaraan yang kita miliki. Namun demikian terdapat beberapa hal yang harus kita kenali saat melakukan dyno…

Yang pertama adalah kenali berapa standar horse power mesin kita, spesifikasi teknis dari brosur bisa menjadi acuan walau hasil tersebut merupakan penilaian power dari mesin, bukan power saat mencapai roda, saat selesai melakukan dyno ada toleransi kerugian dari tenaga yang tercantum pada spesifikasi teknis. Misal aslinya pada brosur 32 HP maka 29-30 HP on wheel dapat menjadi acuan.

Dan jika naik 2-3 hp dari standar sudah bagus asumsi melakukan parts kompetisi atau racing yang dapat mendongkrak tenaga mesin, kenali juga timing saat melakukan dyno, pagi, siang malam, juga jenis bbm yang diisi, ron 88 dlsb, mesin sudah diservis? sehat? oli syntetik? ban gundul? dlsb…

Om Leo, mentor saya dalam hal testing MoGe sharing hasil Tes Dyno Yamaha R25 miliknya dalam blognya di sini

Mengagetkan.

Saat ini saya sdg di Sportisi melakukan test dynojet bersama mas Bram (Sportisi), Bie Hau (Prospeed), dan media Sportku.com. Rencananya akan mengetest perubahan performa apabila knalpot Prospeed dipasang.

Kita mulai dengan baseline tenaga standard.
Otomotif pernah mengetest dyno sample product R25 dan didapat data max HP 29.21 HP pada torsi 19.09. Test dilakukan di mesin yang sama di tempat yang sama

Mengagetkan.

Saat R25 bawaan saya ditest ternyata HP melandai setelah 10.500 RPM di angka 27.63 HP pada torsi 18.67. Perhatikan bentuk grafik yang berbeda antara unit test dan R25 saya. Pada unit test grafik masih meningkat stlh 10.500 RPM menyentuh HP max di 29.21. Sementara pada R25 saya grafik melandai bahkan turun. Bukan sekedar fluktuasi tapi turun.

Jika kendaraan baru, dalam arti kilometer masih sangat sedikit, kemungkinan kinerja mesin belum lah maksimal tentu ada, singkatnya semua parts masih seret belum lancar gesekannya. Gesekan seret ini menurut pengetahuan yang terbatas dari KBY bisa mengebiri power yang seharusnya.Β  Kadang pula, tenaga antara mesin satu dengan yang lainnya walaupun sama dan satu pabrik dapat berbeda. Namun pendapat setiap orang pun boleh berbeda, simak opini om Leopold selanjutnya:

Tapi mas kondisi kelembapan dan temperatur kan mungkin beda?

Benar, tapi bentuk grafik harusnya tidak berubah hanya lebih tinggi atau lebih rendah.

Apakah edisi sample product dan mass product berbeda setting ECU?

Menurut mas Bram Sportisi diduga ignition timing di dalam ECU diprogram agar tenaga tertahan setelah 10.500RPM. RPM masih bisa naik namun tenaga tidak bertambah. Ini mungkin utk memperpanjang umur mesin terutama di daerah2 yang bensin beroktan tinggi sulit supplynya.

leopold2

Jujur saja, KBY sih penasaran Point of Β Origin nya alias asal muasal penyebab mengapa bisa tenaga Yamaha R25 versi masspro tersebut terkebiri padahal tes dilakukan di tempat dan mesin yang sama. Benarkah akibat kilometer yang masih sangat minim sehingga mesin belum mencapai peak performance nya, atau ada penyebab lainnya?

Dengan demikian, defisit dari spek pabrikan dan unit tes otomotif adalah sbb:

Spesifikasi pabrik: 36 PS (35,51 HP) dan 22 Nm

Unit Tes Otomotif: 29,21 HP dan 19,09 = 6,3 HP dan 2,91 Nm dari Spesifikasi pabrik

Unit Bro Leopold: 27,63 HP dan 18,67 Nm = 7,88 HP dan 3,33 Nm (dari spesifikasi pabrik) serta 1,58 HP dan 0,42 Nm (dari hasil unit tes otomotif).

Jika para pemilik Yamaha R25 dapat menerima besaran defisit tersebut maka tidak ada masalah.

Sambil menunggu artikel sambungan dari om Leo dan semoga ada klarifikasi dari YIMM, mangga jika lads mempunyai pendapat lain akan hasil ini…

Mangga digeber lads…

Terima kasih sudah bantu sharing.. Baca juga yang menarik lainya dan kunjungi blog mang saka www.sakahayangna.com :

Kontak kobayogas.com :

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogas
  • Youtube Channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

129 COMMENTS

  1. jadi gini om kobay, IMHO YIMM melakukan itu karena mereka tau, tidak semua pembeli R25 ini adalah orang yang tak berkelebihan duit untuk membeli bensin sekelas Pertamax/ yg harganya sudah 11 ribuan per liter ini, selisihnya jauh cooyy sama Bensin Miskin yg cuma 6,5K doang/liter, kalikan 10 liter BBM udah berapa coba selisihnya, bagi yg berpikir ekonomis dan masih punya pacar, selisih segitu bisalah buat nambah uang traktir ceweknya, atau beliin boneka buat dia.
    nah makanya dg adanya fakta diatas, maka tidak heran biar R25 tetep bisa mimik Premium, ada penyetelan ulang di ECU nya, yaa bagi pembeli klo ga mau ribet masalah ginian tinggal beli ECU racing/Juice Box/PowerCommanderV dsb Exhaust Full System, dah dijamin naik cukup significant powernya. dilema memang bagi pabrikan, disatu sisi ingin memberikan yg terbaik bagi konsumen, disisi lain terkendala soal BBM, #TepokJidat

    • Pendapat boleh beda tapi menurutku itu pendapat paling tolol, gak dewasa..
      Alay bgt, kalo cara berfikir luas pasti gak bkl kyk gtu
      Ada kata pacar, BBM dll
      Haduhh emg blom realistis pikirannya

    • Mohon penjelasan,
      1. Apakah setting ECU bisa menurunkan perbandingan kompresi ?
      2. Apa faktor utama penentu jenis BBM ?
      Penjelasan penggunaan jenis BBM tidak sesederhana setting up or setting down ignition timing/system sebab knocking adalah buruk bagi performance and durability.
      Terimakasih.

      • 1. Afaik bisa, istilahnya retard atau forward (memundurkan dan memajukan) timing pengapian.
        2. Secara teori memang dari kompresinya, tapi balik lagi ke nomor 1, kompresi pada prakteknya bisa diakali

        Dengan adanya retard timing pengapian maka gejala knocking bisa dieliminir…

        Semoga membantu

      • Makasih banyak bung Kobay, namun saya persilakan untuk membuat test sederhana dengan compression gauge/tester setelah retard or forward ignition system…mohon dimengerti perbedaan ignition timing dengan perbandingan kompresi. Semoga tidak membahas metode ‘akalan’ (diakali) sebab system motor bakar adalah ilmu pasti.
        User bisa leluasa ‘upgrade’ jenis BBM namun sulit untuk ‘downgrades’ jenis BBM karena terbentur spesifikasi perbandingan kompresi.

      • Itu hanya jwaban dari knowledge saya yang terbatas ini om… mudah2an ada yang lebih paham dari saya bisa bantu jawab yah… πŸ™‚

  2. Produk gagal itu ler..atau pas dpt yg understandard..

    Kayak di GE8 dulu..klaim pabrikan 120hp..kondisi standar gw dapet 118hp..si adam dpt 116 hp..bahkan ada anak genji yg mblnya keluar showroom lgsg dastek dll standarnya 122 hp..dyno di tempat yg sama..

    • kalau spek pabrikan lo harus tau bahwa itu itungan di mesin, bukan tenaga sampai roda, duh gimana sih ah wkwkwkwk…. kek baru dyno aja ah

      Spek pabrik di brosur 120 trus pas dyno on wheel 118 ya udah bagus…ada toleransi defisit transfer tenaga ke roda.

      Nah di sini, spek on wheel itu patokannya yg dari otomotif, 29++ DK, saat cuma dapat 27 Leo mempertanyakan hal itu.

  3. sebenarnya maslahnya cuma berat crackshalf+magnet+balancer yang terlalu ringan. makanya penurunan power dan torsi menjadi sangat besar.

  4. Kemungkinannya emang beberapa…

    1. Mesin blm “break-in”, performa blm sempurna..
    2. Setting ECU dibikin lebih ramah dengan kualitas BBM lokal..
    3. Kebetulan unit yg dites emang kurang bagus.. As u know juga, kang.. Mesin ada yg “ditakdirkan” utk jadi bengis, ada juga yg kurang beruntung n bikin owner nangis krna powernya lebih kecil padahal spec sama2 std..

    Demikian analisis sotoy gw… Reply dengan bener ye, jangan cuma tenkyu ato ekekekek…

    * lanjut pasang OCBI di kuroemon

  5. Kebiasaan YIMM klu unit tes pasti beda, mulai dari part mesin sampai ecu diset lebih tinggi.
    Terus PressRiliess digembor2kan tenaga paling gede dan torsi paling gede juga, dan diblowUp
    dimedia2 yg seolah2 motor paling superior.
    Ingat NVL unit tes mengalahkan CBSF, tapi baru2 ini ada tabloit otomotif ngetes di Dyno antara
    NVL CBSF dab Satria FU, NVL kalah segala2nya dari CBSF.

  6. jika powernya bener2 turun dari versi trial.. liat aja bakal banyak yang kecewa..karna daya tarik utama r25 ke konsumen ya karna memiliki power jauh diatas kompetitor..
    kalau karna alasan untuk keawetan mesin kenapa nggk dari versi trial dulu aja powernya dibuat segitu, agar konsumen nggk merasa di bohongi..
    semoga yamaha segera beri penjelasan dgn masalah ini..

  7. Baru tahu kalo yimm tukang ngibul?

    Ngoahahhaahah

    Belum bach ke 2 dan ke 3 sampe bach belakang2nya. Power pasti drop mulu

    Percaya

    Sekarang test aja dyno sama di jalan antara cebong sama nvl produksi tahun pertama sama tahun sekaranh

    Nvl tahun pertama bakalan paling gede, di susul cebong, baru ngl tahun berikutnya

    Kenapa? Yamaha mau ngeklaim motor awet, dan kencang, makanya di buatlah penipuan kaya gini

  8. Belum valid om Kobay,…baru satu yg di test….minim tigalah baru bisa aml kesimpulan apa memang ade penurunan perfomance dibanding spec pabriknya….
    BBM juga sangat berpengaruh….yang om Leo pake ape yo RON 95(pertamax plus)…?,….yg unit test awal pake RON 100 (Pertamax Racing)?….
    jadi menurut ane untuk sementara belum bisa diambil sebagai kesimpulan / Major result…..
    BTW….mau dong jadi relawan tester……wkwkwkwkkkk
    Seandainya memang terbukti gak sesuai spec pabrik….mari kita sama2 class action…..xixixixixi

    • Tugas YIMM lah yg harus mampu menjaga dan memvalidasi produknya sebelum diterima end user.
      YIMM harus memiliki QC menyeluruh dan stabil sebagai pembuktian bahwa produknya sudah sesuai dengan expectation and requirements end user.
      End user harus menerima barang yg dibeli sesuai spesifikasi sebagai bentuk mandatory dari jumlah uang yg telah dibayarkan…bila tidak maka bisa diperkarakan !

  9. R25 torsi besar? untuk kelas 250cc hi performance torsinya rata2 23-28nm itu didapet di 7000-8500rpm dan masih bisa ditingkatkan lagi dengan menaikan peak torsi dirpm yang lebih tinggi. nah R25 torsi on crack cuma 22nm/10rb rpm saya yakin udah mentok.

  10. meskipun motor masih dalam tahap inreyen, masa perbedaannya sampai lebih dari 1.5 an (baik power-torquenya) ???

  11. apa gara2 blm habis masa inreyennya ya om ?? dulu kasusnya cebong yg top speednya 130 kpj (on speedo) nggk sampek.. yg diangkat dijadikan artikel oleh lek iwb.. itu jg karna motor baru 3 minggu.. apalagi ini miliknya om leo baru be2rapa hari.. menurut ane ini gara2 motor masih inreyen om..

  12. semua motor baru memang begitu,diatas 8000kilo barulah kita benar2 bisa rasakan perfoma aslinya.karna sdh ganti oli 3 kali,2kali ganti busi,1 kali ganti filter oli.kalo mw langsung kencang beli sekennya

  13. walah turun ampir 10 dk dr brosur….salah ni….harusnya d spek ditulis 32-33dk aja ,lawong mirip2 ninja jg hasile…..la jauh banget tenaga ilangnya…..
    kl ninja rr ane….ditulis di brosur 22,1 KW (30 PS)….pas di dyno 26 dk….ganti knalpot +velg almu jadi 30 dk…..asik premium ready

    • Nah,, seandainya emang versi mass pro ternyata tersunat 2dk kenapa di brosur klaimnya yg 35hp, kenapa gk ditulis 33hp saja ya

      Tebakan saya yamaha ragu dengan kualitas dan reliability mesin r25 yg kompresi tinggi begini untuk dipakai di indo,,

      Yah paling bijak yamaha mengubah klaim dari 35hp jadi 32/33hp
      Tapi bakal jadi sandungan juga sih, artinya bakal mengurangi daya saing terhadap ninja fi yg 32hp tapi udah dapet naman besar

  14. di indonesia seorang koruptor yang jelas salah aja bela diri dengan alasan inilah itulah, supaya diperingan hukumannya kali, tapi dasarnya rakyat indonesia itu pemaaf ya…gitulah
    Om mau tanya apa ada undang2 perlindungan konsumen terhadap masalah ini ?

    • YLKI sih ada…tapi gak tau ya, kudu ada class action sih dr konsumen sendiri… Mksdnya apakah hal ini memang mengecewakan mereka atau tidak

  15. wadalahhh, YIMM bohong pada publik!!! penurunan 2 dk lumayan besar jga. lah kok bisa ECU beda sama yang mass produksi, di rpm 10,500 udah mentok lagi.
    ALIBI aja demi realibilty mesinn -_-

  16. Terlalu juga nih YIMM, pencitraan sih boleh lah, asal jangan TERLALU.
    Jauh banget bedanya unit test dengan unit produksi massalnya…
    Mending kayak tetangga ga umbar tenaga, jadi ga pake bo’ong…

  17. kebanyakan jualan sinchan, cust-nya diboongin juga pada diem.
    sekarang market yang beda (kritis) pake strategi yang sama.
    ketahuan deh tuh kucing ternyata gempor.

  18. Yamaha, mana tanggung jawabmu? Ane sih end user. Tapi kalo ketipu ama iklan powernya oke sih ga mau lahh..

  19. Ane juga ikutan kena tipu iklan yang bombastis, neh……. padahal buat beli r25 ane sampe korbanin menjual z250 kesayangan, tuch…. koar koar 35,51hp tapi kenyataan cuma 27,63hp….. sakitnya tuh disini….. bukan disono, hikz

Yuk Tinggalin Jejak Lads..