Vespa Primavera Up Close and Personal: The 1085 Kilometer Story

Primavera

Steve Farrel, penulis Visordown pernah menulis pada artikelnya saat first ride Vespa Primavera; no one in the world is immune to the charm of the historic Italian scooter marque. We may not all find them viable to own and use, but deep in our heart of hearts, we all like Vespas, with their cheery pastel colours and assorted feminine curves.

Kobayogas.com – Dan KBY harus mengakui bahwa ucapannya paling tidak, 90% benar…tidak ada yang benar-benar kebal akan pesona Vespa walaupun tidak harus sampai memiliki, namun dalam hati terdalam mengakui bahwa Vespa punya pesona tersendiri. Can you resist the charm?

Tepat tanggal 17 Mei lalu, Vespa Primavera Azzurro Marechiaro sudah menunjukkan kilometer sebanyak 1085…ternyata cepat juga, servis pertama sudah dilakukan kini tinggal berbagi cerita di baliknya…

Primavera

Behind the Story
Tidak pernah menyangka ternyata banyak yang kaget, terperangah, terkejut dan bertanya tanya saat KBY beralih dari sebuah motor sport 250 cc dual silinder – yang membuat KBY dijuluki oleh Mbah Bonsai sebagai Ghost Rider – menjadi skutik asal Itali yang tentu saja performanya jauh dibawah mesin dua silinder..

Z250

250 2 silinder sementara menunggu waktu…

Selain itu, image Vespa yang nyusahin dan gak asik dikendarai bagi kebanyakan bikers alias menjadi minoritas tentu membuat mereka memicingkan mata atas keputusan dari KBY. Jauh banget lads… They said. Sebenarnya bisa saja dijawab dengan ‘duit duit aing kumaha aing’ .. Tapi gak gitu juga dong, wong teman teman dan pengunjung blog bertanya dengan baik baik masa dijawabnya dengan ngajak ribut hehehe.

Primavera

modif modif dan modif

Sebenarnya jawabannya tidak ada yang benar benar pasti, hanya bisa menjawab ‘there’s always a first time for everything’  dan ‘that’s the way it is’ alias ya memang akan selalu ada untuk pertama kalinya dalam hidup dan memang harus seperti itu jalannya… KBY memang harus punya Vespa pertama kalinya dan dengan jalannya sendiri. Spekulasi adanya kekecewaan terhadap produk sport Yamaha terbaru sempat menjadi hits tersendiri, ini berarti para pengunjung blog memperhatikan blog ini dengan baik, I should say thank you to all audience.

vespa primavera kobayogas.com

Awal jatuh cinta pada Vespa sudah KBY buat di artikel ini dan di sebelah sini termasuk alasan melepas si Shiro Z 250 ke adik ipar ada di sebelah sana… Sebenarnya sebagai biker yang hasrat terhadap power begitu tinggi, keinginan memiliki 250 cc 2 silinder tetap ada kok, hanya tentunya perhitungan kemampuan secara finansial wajib di-manage dengan baik…KBY juga pernah bahas hal tersebut di sebelah sonoan dikit

vespa primavera kobayogas

jatuh cinta pada pandangan pertama

Pros dan Cons

Kembali ke Azzurro… Ibarat jatuh cinta dan sayang, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sudah KBY terima, bahkan sejak memutuskan akan mengambil Primavera, KBY sudah siap menerima segala konsekuensinya…karena KBY bukan tipikal emosional buyer, beli dulu nyesel belakangan, semua yang dibeli sudah diperhitungkan masak-masak termasuk jika nantinya menemukan troubles. Berikut resume kekurangan Primavera setelah berjalan sejauh 1085 kilometer.

CONS

1. Kualitas perakitan

Jujur saja, kualitasnya masih di bawah Indonesia punya, wajar karena Vespa sekarang ini sebagian besar di impor dari Vietnam, agar harganya masuk akal saat dikirim ke Indonesia. Jarak kerapatan antar part kurang presisi, bahkan kualitas pengecatan (bukan kualitas catnya loh) masih kurang baik, jika diteliti terdapat ketidaksamaan ketebalan pengecatan.

2. Konsumsi BBM Boros

Mesin cuma 154 cc, tapi boros bingit untuk ukurannya, dikomparasikan dengan PCX yang “katanya” (hasil googling) dan bertanya sama Kang Yadi pemilik warung cahyadip.wordpress.com hasilnya berada di kisaran 1:40 dengan bobot 129 kg, Primavera kalah telak. Dengan gaya riding KBY, Primavera dengan bobot 125 kg, terbaik yang pernah diraih ada di 1:29++ (artikel sebelah sini).

3. Mesin

Bicara teknologi, sebenarnya negeri Pizza tidak pernah ketinggalan, mesin Primavera adalah perbaikan dari teknologi 3 katup injeksi yang dimiliki sebelumnya di Vespa LX dan S. Namun demikian, Jepang punya memang lebih baik, dari sisi tenaga, durabilitas, reliabilitas serta efisiensi bbm. Entah ya kalau line up Vespa ke depannya juga disertai idling stop system (ISS).

4. Biaya Perawatan

Sejauh ini cukup membuat terkejut, spare parts, biaya jasa perawatan, nyaris 2x lipat dari merek Jepang. Bicara aksesoris, harganya pun tidak ada yang murah, apalagi jika sudah main original.

PROS

1. Nilai Sejarah

Harga baru unitnya memang tidak murah, menurut KBY sih selain material bodi yang didominasi oleh plat baja ringan, juga sejarah panjang Vespa membuatnya sangat tidak bisa dipandang sebelah mata. Nilai dan nama yang membuatnya tinggi, bukan breakdown parts to parts…

2. Unik dan Pride

Bicara Vespa lama, hampir bisa dipastikan si empunya bukan lah tipikal orang yang cengeng, tidak mudah mengeluh dan menyerah, karena memelihara Vespa berarti wajib tahu menangani ‘kemewekannya’ dan dijamin mereka sudah siap menghadapinya. Sedangkan untuk Vespa modern, walau ‘berjibaku’ bukanlah kata yang tepat untuk mendeskripsikan tipikal pemiliknya, namun model tidak mengeluh juga sama dimiliki para pemilik Vespa modern, paham akan semuanya yang serba tidak murah, tetap saja mereka membayarnya, ya servisnya, ya partsnya, ya aksesorisnya… kecuali yang gak siap, gakan lama pasti dijual 😀

Dari sisi ini, Vespa memang unik, dan pride saat memilikinya akan muncul dengan sendirinya, sebagai pemakai minoritas.

3. Tepo Seliro Yang Solid.

Dari 10 kali papasan dengan Vespa, apapun jenisnya, 8 klakson diantaranya, pasti mendapat sambutan baik. Apakah itu balas mengelakson atau melambaikan tangan. Pernah mengalami hal yang serupa? Hanya terjadi di kelas lebih atas, 250 cc ke atas tepatnya. Tidak sedikit KBY membaca maupun mendengar kisah pengendara Vespa (lebih tepatnya Vespa jadul – karena MoVe gak pernah mogok :D) yang dibantu oleh pengendara Vespa lainnya saat mengalami trouble, bahkan kenal pun tidak!! Luar biasa? Buat KBY sih iya…

4. Nyaman

Kata mereka yang sudah atau pernah memiliki Vespa LX dan S dan model sebelumnya, Vespa Primavera adalah yang ternyaman, ergonomi joknya masuk kategori luar biasa. KBY tidak dapat menyangkal hal itu, dengan matik Jepang perjalanan jarak jauh kenyamanannya ada batasnya… biasanya bokong cepat panas dan kebas, at least pada Mio dan Scoopy sudah pernah KBY rasakan, bahkan Vario yang ternyaman pun tidak senyaman Primavera. PCX? Gak tau, belum pernah tes jarak jauh harian.

5. Harga Jual Yang Relatif Stabil

Bahkan bisa lebih tinggi dari pasaran, tapi dengan catatan, hanya terjadi di kalangan pencinta Vespa…

Itu dia, sekelumit kisah Vespa yang bisa KBY rangkum sejauh ini… tidak ada kata penyesalan yang ada malah pernak perniknya nambah terus 😀 Jika belum siap punya Vespa, mendingan jangan… bisa kaget semua-muanya nanti dan yang ada imej Vespa malah rusak akibat ketidaksiapan pemilik tersebut…Dan bagi yang belum suka? Better stay that way, since Vespa is not for everyone lads 🙂

Vespa Primavera

state of the art from every angle 😀

Baca juga artikel lainnya, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. www.sakahayangna.com

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogas
  • YouTube channel: Yogas Kobayogas
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

About these ads

About Kobayogas

Seorang kuli di dunia asuransi, pencinta otomotif motor dan mobil sejak kecil, oleh rekan rekan dijuluki blogger motor dan blogger mobil
This entry was posted in Sharing, Vespa and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

90 Responses to Vespa Primavera Up Close and Personal: The 1085 Kilometer Story

  1. otogadjet says:

    Mungkin dari sisi performa, desain, efisiensi, value for money vespa/piaggio bukanlah yg terbaik.

    Tp d balik itu semua, vespa/piaggio mempunyai andil yg sangat besar dalam sejarah sepeda motor dunia, tanpa vespa/piaggio kita tidak akan pernah mengenal var*o, m*o, sp*n seperti skarang ini. Dan juga komunitas yg menyebar dmana2. D negara manapun pasti ada komunitas Vespa/piaggio.

  2. noveri22 says:

    Vespa=motor penuh kenangan, jadi inget masa saya kecil dulu sering dianter sekolah naik vespa sama bapak saya 😀

  3. warungasep says:

    Asik artikel beurat geus beres…
    Mantap boss…
    “beli duluan nyesel belakangan…” jossss
    http://warungasep.wordpress.com/2014/06/08/yamaha-motor-show-di-kota-tasikmalaya/

  4. wtf170 says:

    tepo seliro yg solid …nah ini yg bikin ane kagum ma scooteris…mo knal ato kagak kl mogok d tolong…

  5. Bonn Djoovy Anak Rumahan says:

    gak usah beli R25 om, nunggu yg V-Twin aje sklian ngehehe 😀

  6. bowo says:

    Cerita kang kobay mirip sama saya.. Sblumnya sy ga pernah punya vespa.. Bahkan sy jg sebelumnya pake 250cc walo yg 1 silinder.. Setelah ganti, temen2 kantor nanyain terus, tp pada akhirnya mereka mesem2 kalo liat primavera ane.. Lucu kiyut imoet katanya.. 100% satuju kang.. Artikelnya ngegambarin ane bgt…

  7. Tito says:

    mantap motornya kang,,,,awesome,,motorcycle

  8. Mase says:

    Ane cuma bisa bilang “WOW” untuk biaya perawatan dan konsumsi bbmnya om…

    http://satuaspal.com/2014/06/09/gt-125-memang-nampak-mewah/

  9. pak tarno says:

    uniknya lagi mas, barang antik ini suka jadi perhatian,
    gak perlu jauh2 ke mol. di parkiran aja kadang ada yg suka nyolong foto (terutama cewek) dengan posenya di samping motor italy ini.
    coba kalo skuter yg lain, jarang terjadi seperti ini.

  10. Vespa motor yang sudah lama sekali haha

  11. vespanya keren-keren mas…

  12. petirabang says:

    Juozz… Nunggu artikel brojole Primavera modif boncengan samping + payung nih, udah ada blm yak ??

  13. genbuz says:

    Hadir kang…

  14. dadot says:

    vespa memang cantik tapi ane mungkin termasuk banyak dari mereka yang cukup mengagumi saja, ibarat nabila jkt48, aku hanya bisa mengelus botol bekas bibirmu minum di situ #eeehhhh 😆

  15. orong-orong says:

    weleh belum ulang tahun to, nanti dirayain enggak lek?

  16. rossifumi says:

    Sayang ta Kang itu senaplott jadi bikin gak klasik lagi , mungkin itu juga ente ga dapat surat re call, karena modifikasi terkait engine dan terusannya bisa menggugurkan Garansi

  17. anggiwirza says:

    primavera emang enak meskipun kondisi standar pabrik 🙂

  18. lexyleksono says:

    Liberty 150 saya lebih irit ternyata, bisa dapat 1:35km, mungkin body plastik nya yg membuat lbh irit haha..

  19. yunus says:

    sama kang, saya di rumah sudah nabung dua vespa, satu si vera dan satu lagi si lexi (panggilannya) semnejak naik vespa emosi menjadi lebih stabil, dijalan banyak menikmati perjalanan naik vespa.. oh iya, alhamdulillah vespa vera ane dari pertama beli ga ada keluhan sama sekali sampai sekarang..

  20. hendrajaua says:

    auw auw auw… vespa lover sejati sekarang.. hehehehehe.. tinggal diracunin ama “vbb” nih.. hehehehe….

  21. rizkyrm says:

    fotonya di rumah pak tri ya om? gak sempet ketemu, baru dateng jam 10an saya..

  22. ari says:

    pernah bilang ke orang rumah kalau ane mau beli vespa…eh langsung dia bilang”vespa itu motor jelek mending beli PCX aja”…..hadehh gimana nanti kalau ane mau punya vespa 😀

  23. almeirazahra says:

    ngabelaan bikin blog cuma buat komen di warung aa kobay… pertamax… haha 😀

  24. almeirazahra says:

    bebelaan bikin blog di Wp cuma buat komeng di warung aa kobay… pertamax… haha 😀

  25. Bonsai Biker says:

    jragan vespa suka mojok hahah

  26. yudhistria says:

    Prima vespa ke 3 bagi gw. Yg pertama px bokap yg jago mogok. Yg kedua lx yg udah sampai jogja. Klo yg ini plg jauh cuma ke bengkel sm kantor. Km baru 800, niatnya mau pake harian nih prima. Tapi karena sudah terlanjur sayang dan terlalu cantik buat harian,banyakan parkir dirumah. Buat jalan2 weekend aja or iseng dipake harian. Bakal senasib sm dengan lx yg keluar weekend aja. Klo soal naek kelas, smoga gts super 300 msk sini dan harganya affordable dan smoga ada duit. Punya vespa ibarat punya anak, bagi gw baret sebiji aja gak bs tidur. Klo motor operasional sih bodo amat baret2 dan jarang mandi. Anyway jd nemenin gw ke juraganhelm sob? Prima kelar nih rabu dah gw ambil. Uhuy……

  27. Namasayadhika says:

    Very nice article om… 👍👍

  28. Pingback: Review Tas Onepolar Cross Body Bag – Simple, Fungsional, Eye Catching!! | KobaYogas.COM

  29. Pingback: Email Pembaca: Help, Vespa S 125 3V Apakah Layak Dipinang? | KobaYogas.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *