image

BMW ini cukup fenomenal di kalangan roda 4, karena mesin diesel nya yang punya performa luar biasa, padahal hanya berkapasitas 2000 cc.

KBY – Artikel mobil lagi, mungkin banyak dari pengunjung blog yang “ogah” tau seputar kendaraan roda empat ini, mungkin karena gak tertarik atau emang tidak mau tau atau juga merasa “ah gakan pernah kebeli”.

Tidak salah, walaupun tidak bisa dibilang benar, kita tidak pernah tau yang namanya rejeki datang dari mana, someday? Who knows? Apakah kalau KBY ngetes mobil artinya akan beli? jawabnya belum tentu (belum tentu adalah jawaban yang paling afdal karena siapa tahu ada rejeki durian runtuh besok-besok toh? hehe). Jadi ayo semangat!! Ini adalah knowledge bagi kita semua. Bukan berarti KBY tahu banyak soal roda empat, sama seperti pengunjung blog kok, hanya sedikit lebih tahu saja dan inilah tugas yang KBY emban agar pengunjung blog bisa tahu karakteristik, driving experience, fitur, bentuk, teknologi dan sejenisnya yang ada pada suatu mobil, ocreh? Let’s get it on.

image

Ibarat pepatah, sekali merangkuh dayung, 2-3 pulau terlewati. Begitulah yang terjadi dengan KBY saat mencoba mobil seharga 800 juta lebih (off the road ini) beberapa waktu lalu. Niat hanya test ride Ducati Hyperstrada milik om Syaifu, kolega di J-Bikers, sang pemilik Ducati tersebut malah sekaligus menyodorkan kunci BMW X3 xDrive 2.0 Diesel miliknya kepada KBY, well, heaven smiles upon me surely that day lads, a quite big smile actually. Simak cerita selanjutnya…

Hujan masih tersisa sedikit saat KBY dan Om Syaifu memutuskan untuk mengeluarkan si X3 dari garasi, jalanan pun masih basah dan becek, however, sebenarnya ini saat yang tepat untuk menguji ketangguhan dan kecanggihan X-Drive milik X3 ini. Tombol start/stop sudah ditekan, mesin menyala dan suara gemeretak atau kemrosak ala Diesel hanya sayup sayup terdengar dari dalam kabin. Well, sudah seharusnya peredamannya kelas wahid, wong mobilnya juga kelas premium :D.

Setelah posisi duduk sempurna dari jok elektrik didapatkan, KBY segera melajukan X3 keliling komplek, oia tuas transmisi matiknya yang unik dan berkesan hi-tech sangat nyaman digenggam dan halusss sekali saat digeser geser, lebih terasa seperti menggerakkan joystick daripada tuas transmisi.

Di jalan yang sama seperti yang dilalui saat test ride Ducati Hyperstrada sebelumnya, kendali penuh berada di kedua tangan KBY. Seperti khas BMW bantingannya memang agak terasa keras, karena memang suspensi BMW rata-rata di set firm untuk handling dan kestabilan pengendalian, ya seperti Honda lah yang mendewakan handling :D.

Tes Akselerasi
Pada satu kesempatan, om Syaifu meminta KBY berhenti di ujung jalan untuk kemudian melakukan akselerasi dari diam. Jalur lurus tersebut panjangnya kurang lebih 150-170 meter. Pada percobaan pertama, posisi tuas ada di D, injak rem dengan kaki kanan agar mobil tidak bergerak, kemudian pindahkan kaki untuk menginjak gas sedalam-dalamnya, pedal to metal lads…
image

Sepersekian detik, mobil tidak melaju dan begitu bergerak, sedikit agak tertahan untuk kemudian melesat bagai anak panah yang lepas dari busurnya, cepat dan badan bagaikan dihempaskan ke atas jok. Woww…impresif. Adanya delay sebelum melesat biasanya diakibatkan faktor throttle yang menggunakan drive by wire (DBW).

Tapi akselerasi tersebut ternyata masih kurang pas bagi om Syaifu, masih telat katanya. Woh, yasudah, kita ulangi. Kali ini tuas persneling kita geser ke S. Lakukan seperti tadi, si X3 melesat sekali lagi, lebih cepat dari sebelumnya. Lagi lagi katanya belum oke, soalnya beliau merasa pernah lebih cepat lagi. Mobil kembali berputar sambil KBY memutar otak, sepertinya X3 belum dilengkapi launch control (confirm memang belum), tapi gada salahnya kita coba gayanya.

Kembali X3 berhenti, kali ini KBY injak pedal rem kuat-kuat dengan kaki kiri dan pedal to metal dengan kaki kanan…RPM naik dan tertahan di sekitar 3500, begitu siap, kaki kiri diangkat dari pedal rem dan wowwww… super jet melesat seperti ledakan peluru, twin turbo VGT nya kali ini langsung aktif gak pake mikir, tubuh seperti dihempaskan ke badan jok dengan lebih kencang. Entah berapa kecepatan maksimumnya yang diraih sebelum trek habis dan harus mengerem. Malam hari dan becek membuat mata harus berkonsentrasi ke depan, kali ini om Syaifu tidak berkomentar, cuma nyengir doang hehehe.

Performa sesuai klaim BMW:

  • 0-100 km/ jam: 8,5 detik
  • Top Speed: 210 km/ jam
  • Tenaga: 184 HP
  • Torsi 380 Nm

Tes Rem

Kali ini yang disiksa adalah sistem pengereman. Akselerasi dilakukan seperti di awal tadi dan kemudian injak rem sekeras-kerasnya. Dengan jalan aspal yang kurang mulus dihiasi kerikil, seharusnya dengan ABS pun ban akan sedikit ndlosor, tapi tidak untuk X3 ini, mobil berhenti seberhenti berhentinya, tidak ada gejala ban ndlosor atau ngesot… teknologi ABS+EBD+BA+DSC bekerja dengan sangat sempurna. Luar biasa. KBY hanya bisa menggeleng gelengkan kepala, kagum.

Tes X-Drive All Wheel Drive (AWD)

image

Masih ingat trek jalan jelek saat mengetes Ducati Hyperstrada tempo hari? Nah, jika kita bertemu jalan jelek, berbatu, tidak rata, apa yang biasanya reflek kita lakukan? Pelan-pelan kan pastinya?.. Namun tidak untuk BMW X3 ini. Alih-alih diminta jalan perlahan saat akan melewati jalan berbatu, om Syaifu malah bilang,

“Berhenti disini, terus geber seperti tadi yang sudah kita lakuin, lewat jalan situ (jalan berbatu) gak pake ngerem ya”… Ucapannya bikin KBY terhenyak.

Orang lain mungkin akan meminta kita perlahan saat melewati jalan rusak, apalagi ini X3 ini bukanlah jeep sedjati, lah ini malah disuruh kebut dilarang ngerem pula.

“Ciyusan lo om?” tanya KBY.
“Ciyusss…biar lo tau bagaimana suspensi si X3 ini dan all wheel drive (x-Drive) nya bekerja.”

Wuedaannn batin KBY. Yasudah, itu request si owner, bukan keinginan KBY. Sesaat KBY menyeringai kesenangan. Setelah memastikan jalan lengang, lampu jauh diaktifkan, langsung KBY melakukan seperti tes akselerasi tadi, injak rem kuat, lalu “pedal to metal”, RPM tertahan di 3000 dan lepas rem!! Seperti tadi, ibarat pesawat take off, X3 melesat kembali seperti sebelumya, hanya kali ini yang dihadapi jalan berbatu. “Ingat, gas tetap pol!!” teriak om Syaifu.

Gredek..gredek..gredek… Bunyi bebatuan terlindas ban mobil, tapi…hey kemana goncangan itu? Loh… tidak ada efek terombang ambing sebagaimana yang seharusnya dirasakan saat melaju di jalan berbatu. Mobil hanya berjalan seperti biasa seperti berjalan di aspal dengan goncangan minim. This is totally awesome!!

“Gimana? Lagi?” tanya si owner. KBY kembali menyeringai dan berputar menuju trek yang sama. Hasilnya, masih sama juga. Namun kali ini buritan terasa bergeser sesaat untuk kemudian kembali lurus dan stabil. “Itulah suspensi BMW om, dan yang dirasa bergeser tadi kemudian kembali lurus, sistem x-Drive-nya langsung mengambil alih”, terang om Syaifu. Hanya satu kata yang terucap… Juosssss…!!!

DSC_0372

Kemudian om Syaifu kembali mengajak ke trek tadi, namun kali ini diminta untuk perlahan-lahan. Dan apa yang terjadi, getaran dan limbung kendaraan malah terasa lads…aneh… sungguh. Ternyata, suspensi yang adaptif lah penyebabnya, saat perlahan sensor membaca suspensi bergerak sedemikian rupa begitu juga saat menerabas dengan cepat. Incredible.

Heaven surely got its smile upon me… twice 🙂 Thanks for reading lads.

Special thanks: Om Syaifu atas pinjaman dan ijinnya dalam mengacak acak si X3.

Artikel berikutnya KBY akan bahas kemewahan dan fitur si BMW X-Drive 2.0 Diesel

77 KOMENTAR

  1. klo nanti ane punya rejeki lebih, Aminn…, nnti ane bakal minta masukan om kobay mobil ap yg pas bwt ane… 🙂

  2. saat mencoba mobil seharga 800 juta lebih (off the road ini) beberapa waktu lalu.
    ——————————————————————————————————
    800-an juta, masih Off The Road, Om??? :O

  3. pertanyaan awam ane om,
    apkah mesin diesel pd mobil bisa diibaratkan sbg msin 2 tak pd motor om (aksel+konsumsibbm)??

    • Agak sulit sih ya… Karena diesel bisa kenceng akibat penambahan turbo apalagi plus turbo variable dan intercooler.
      Kalau tanpa turbo ya cuma torsinya aja yang gede, larinya sih gada. Hanya konsumsi bbm lbih hemat dari bensin dengan kapasitas mesin sama.
      Jadi beda banget sama 2T sebenarnya.
      Mungkin yg mirip2 itu mesin rotary spt mazda RX7-RX8 dengan 2T. Mesin kecil, tenaga dahsyat tanpa turbo. Cuma bensin dan emisinya jempol ke bwah…hehhe

  4. di tunggu artikel berikutx om…
    penasaran sm nih mobil..
    #pdhl g mgkn kebeli tuh mobil….hehehehe…

  5. Wah jangan ngomong gitu dong om..
    Pembaca blog kan berbeda-beda.. Contohnya saya.. Sy malah termasuk yg menunggu nunggu om kobay bahas artikel roda 4.. Kenapa..?
    Blog yg membahas roda 2 sdh cukup banyak dan lengkap.. Contohnya tmc dan iwb..
    Nah yg khusus bahas roda 4 sendiri jarang yg ada..
    Yg saya tau cuma 1 malah, blog nya yudakusuma..
    Sbg catatan sy penggemar otomotif roda 2 maupun roda 4..
    Nah sy juga senang baca artikel ttg roda2 maupun roda4..
    Jd jangan berkata pesimis bgtu lah om..
    Sy rasa pasti ada pengunjung warung selain sy yg menunggu nunggu artikel roda4 nya om kobay..
    Salam dari ambon ya om..

  6. Iya om kobay.. Jauh ya.. Hehe.
    Makanya dengan adanya blog2 sperti ini bisa membantu kita2 yg minim informasi..
    Apalagi artikel test drive, yg dibahas berdsarkan apa yg dirasakan penulis, jd kelbihan dan kekurangannya dibahas semuanya..
    Teruslah menulis dgn semangat om kobay.. Tulisan2 itu sangat bermanfaat bagi kita2 yg haus akan informasi seputar otomotif..
    Semoga Tuhan sllu memberkati om kobay dan keluarga.. 🙂

  7. Hehe mirip suspensi mobil saya, kl lewat jln ky bgtu ato polisi tidur pelan2 malah kurang nyaman tp berhubung ganti kaki2ny mahal sy tetep pelan2 bawany hehehe..
    X3 ini menurut sy lbh proporsional dibanding x1 dr desainy. Diesel BMW 2000cc mg bagus bahkan versi autobild 520d bisa lebih irit dari jazz waktu jalan konstan 100kpj ditol. Nunggu rondone 520d atau 320d f30 kl ad rejeki hehehe..

  8. Oh BMW Oh X3??:mrgreen: Kalau aja sempet test drive peugeot di share ya Om.Penasaran sama Brand satu ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini