image

Kobayogas.Com – Dari sekian motor yang KBY pernah punya ataupun tes milik orang, baik sekedar tes singkat ataupun cukup menyeluruh, sejauh ini hanya dua motor yang bisa bikin shaking dan berkeringet dingin. Yang pertama adalah Honda CB1000R produk tahun 2011 (klik di sini artikelnya)…dan yang terakhir adalah test ride The Beast Kawasaki Z800! Are You Ready To Unleash The Beast?!

Di artikel sebelumnya, dikisahkan KBY kopdar dengan om Indra sang pemilik Z800 kinyis kinyis produk 2013. Alhamdulillah, KBY diberi kepercayaan oleh om Indra untuk mengetes motor barunya yang masih kinyis kinyis, belum genap 600km loh lads.

Motor seharga 169jt yang aslinya berwarna hitam-hijau ini ditebus bulan Oktober dan tidak perlu menunggu lama untuk dicat ulang dengan warna orange deep custom by JDM (Joddy Motor).

Seperti yang mungkin sudah diketahui oleh lads bahwa Z800 mempunyai seat height yang kurang bersahabat dengan para kebanyakan biker di Indonesia. Tingginya jarak antara tempat duduk dengan tanah memang membuat sulit handling saat motor dalam keadaan steady untuk biker bertinggi kurang dari 170cm, dan hal tersebut bukan pengecualian alias dialami pula oleh om Indra. Oleh karena itu beliau melakukan sedikit modifikasi pada tunggangannya tersebut di bagian dudukan shock breaker belakang.

Dengan adanya modifikasi tersebut maka ketinggian motor lumayan berkurang sekitar 2cm. Saat KBY mencoba pun, kaki lebih pede menapak ke tanah, kekhawatiran jatuh bego pun berkurang drastis hehehe…Sayangnya om Indra tidak dapat menjabarkan tepatnya modifikasi apa yang dilakukan terhadap tunggangannya yang dipermak di bengkel JDM ini. “Pokoknya ya gitu deh, bingung gw jelasinnya”, ujar beliau. Selain itu KBY tidak dapat bertanya langsung kepada owner JDM karena si empunya sedang tidak di tempat sehingga informasi seputar modifikasi menjadi nihil.

Bagaimana dengan modifikasi papas jok? hehehe…sayang laahh motor ginian joknya dipapas. Pegangan/ segitiga fork depan gimana? Mboh ora mudeng, KBY gak terlalu paham modifikasi seperti itu. Yang jelas bagian situ gak diapa-apain sama om Indra.

Yasudah, tanpa banyak cingcong, KBY segera melompat ke atas jok si Beast ini. Gear set seperti helm kesayangan – Airoh Miro XRP, jaket kulit asgar, sarung tangan Fox Bomber, sudah lengkap, alas kaki pake sendal buaya, loh kok? iya karena buru-buru dari rumah males pakai sepatu tali temali hehe.

Menunggu sebentar agar mesin yang dingin mencapai temperatur idealnya, KBY mencoba memundurkan si Z800, pelan-pelan, tidak terlalu sulit, tapi dengan hati-hati, motor orang coy hehe.. Yup seperti prediksi KBY, kaki yang menapak ke tanah jauh lebih banyak dari sebelumnya, efek psikologisnya, membuat rider lebih pede tapi tidak sampai over confident.
image

image

Setelah kuda-kuda siap, KBY lirik ke kanan, menunggu jalanan agak lowong. Area ini memang tak pernah sepi lads, roda dua yang berjalan di sisi kiri pun jarang yang pelan, dengan motor yang dimensinya lebih kecil, mungkin KBY bisa lebih mudah ‘mengambil jalan’ motor lain, tapi tidak dengan menumpak the beast ini, salah tumpu kaki karena kagok oleh kendaraan lain, bisa jatuh bego tar hehehe, soalnya elevasi jalannya berbeda antara parkiran dan aspal jalan raya.

Sip, ada celah buat masuk, masuk gigi 1, KLEK! gigi masuk disertai suara keras, lebih keras dari Z250 KBY…hmm normalkah? Puntir gas sedikit, si beast melaju perlahan disertai suara NGUUNG dalam, khas 4 silinder, aduh mak merdunya, minta di geber.

Jalanan yang padat membuat KBY hanya bisa bermain maksimal di gigi 2, dari gigi 1 ke 2, KBY rasakan sangat mudah masuk tanpa hentakan…hmmm..macet, tapi gak masalah karena justru disini KBY bisa merasakan impresi Z800 saat terjebak kemacetan.

KBY coba merasakan hembusan panas di kaki dan (maaf) selangkangan, tidak ada, ya..betul nyaris tidak ada, mirip seperti mengendarai adiknya, si Shiro. Mungkin akan beda ceritanya kalau kita memakai celana pendek ya. Maju perlahan mencoba selap selip agar bisa merangsek ke depan di gigi 1, dapat dilakukan dengan mudah. Posisi mengemudinya pun gak jauh dengan adik kecilnya, Z250. Agak merunduk tapi tidak sebungkuk Ninja 250. Setangpun terasa enteng digerakkan di kemacetan.

Tiba di jejeran depan bergabung dengan motor lain saat menunggu lampu merah, KBY dapat merasakan banyak mata memandang ke arah rider (maaf, ke arah motornya sih :D)…duh level kegantengan naek to the max lads…hihihi..belum lagi suara gemuruh 4 silindernya mengalahkan suara mesin motor lain…like a music to my ear

Eh apa ini, kaki KBY gemeteran lads, dan ada perasaan membuncah seperti ada sesuatu yang ingin dikeluarkan…efek excited kah? Adrenalin? Atau ketakutan karena pinjem motor mahal punya orang? Hahaha..apapun itu, rasanya menakutkan sekaligus menyenangkan.

Hijau, masukkan lagi ke gigi 1, KLEK! suara gemeretak itu datang lagi, sepertinya memang begitu adanya…setelah memberi sein kanan, puntir gas sedikit..NGUUNGG…suara knalpot standar yang sudah di bobok sesaat membahana sebelum gigi dikembalikan ke posisi netral karena kembali terkena lampu merah…

Sambil menunggu lampu hijau, kembali KBY mencoba merasakan impresi berkendara si Z800…kali ini kaki sudah tidak gemeteran lagi, sudah rileks, tangan pun berani di lepaskan dari setang, saat itulah KBY merasakan kalau the beast ini sangat jinak saat sedang diam/steady, bodinya well balanced, asal gak digoyang-goyang ya, cari masalah namanya itu mah hehe. Tidak ada getaran malahan, sangat stabil. Saat diam, tidak terasa sedang membawa motor berbobot 229kg loh…

Melirik ke arah speedo meter, semua terlihat jelas, rpm digital, jam digital, odometer dan … Wow ada average bbm juga, terlihat saat itu menunjukkan 1:13,3…sama ya ma mobil hihihi, gak usah dibahas deh.

Hijau, dan kosong! Kesempatan, kali ini KBY gak peduli bunyi KLEK itu muncul lagi saat masuk gigi satu, mumpung kosong, geberrrr….NGUUUNG, mesin 4 silinder bersuara nyaring seiring KBY memasukkan ke gigi 2, sesaat melirik ke arah RPM, jambakan + toyoran durjana dimulai sejak 4000-an RPM…dahsyat!! Gak perlu bejek gas pol lads, malah KBY hanya open throttle sekitar ½ saja dan tidak perlu RPM tinggi untuk unleash the beast… Mata sudah tidak bisa melihat speedo lagi, saat itu KBY merasa speedo hanyalah hiasan belaka…siapa yang mau beresiko terus melihat ke arah speedo dengan lecutan kecepatan seganas ini? Cari cilaka namanya hehhe…

Ah sayang, belum lagi masuk gigi 4 (KBY sengaja naikkan ke gigi 3 lebih cepat karena ingin tahu apakah tenaganya ngedrop saat kembali di gas di RPM yang sudah mulai turun, dan itu keputusan yang konyol karena gak ngaruh! Toyoran itu masih sangat ada lads..) jalanan di depan sudah crowded lagi…kali ini KBY konsentrasi saja ke keempukan jok dan lebarnya, enak, empuk dan lebar, senyaman ER6, hmmm..nyaman lah buat turing…

Saat melewati speed trap, sengaja KBY tidak mengerem, ingin tahu bantingannya, ternyata suspensinya mengayun lembut…baik depan maupun belakang, gak nyangka, padahal sistemnya yang belakang uni-trak dengan gas…yg afaik kuduna sih lebih keras, atau KBY salah? Yang jelas KBY merasakan si suspensinya adaptif sih. Kalau depan, ada yang meragukan sistem USD? Jangan, sangat nyaman di setang kok hehhee.

Kemudian, di jalanan yang padat namun tidak sampai berhenti, KBY mencoba meliak liuk diantara mobil, wah…sirna sudah kesan motor bongsor…sekali lagi well balanced, selama perhitungan kita tepat, maka meliuk di kepadatan lalu lintas bukanlah masalah. Sambil berkelit, suara 4 silindernya berkali kali minta di gas, hihihi…NGUNG..NGUNGG..

Saat kecepatan rendah sekitar 5-10km/jam di kemacetan, KBY baru sadar kalau suara mesin saat idle atau berjalan pelan, terdengar mirip suara mesin mobil diesel, ada gemeretak dan kasar, tapi ya itu lah ciri khasnya, untuk KBY tidak masalah sama sekali, justru itu toh yang membedakannya dengan 2 silinder? Hehehe..

Menjelang U Turn, KBY siap-siap ambil kanan…teringat kata-kata si pemilik…Hati-hati saat memutar balik, kaki harus firm dan setang jangan terlalu mentok kecuali siap, karena radius putar si monster ini besar, jadi ancang-ancangnya kudu pas…benar saja, saat berbelok, berputarnya jauh sekali, dan kaki harus selalu siap menapak aspal, ga siap bisa celaka..jadi ingat saat ingin berbelok pakai CB1000R dulu…mirip hehe..

1 putaran buat KBY cukup, ya gak cukup sih kalau mau jujur, tapi KBY batasi saja…tahu diri lah, kan niatnya juga tes singkat, lagipula tidak mungkin explore tenaganya yang ganas di kondisi padat seperti itu. Mungkin lain kali, ada kesempatan mengeksplorasi tenaganya. Tapi impresi di kemacetan sudah di dapat, kan tidak selamanya jalanan lancar toh? 🙂

Impresi KBY seputar The Beast:
KBY suka:
– Tenaga pada putaran rendah sangat jinak, tidak intimidatif, saat cruising atau jalan perlahan tidak ada ndut-ndutan…tapi sekali betot…Josssss
– Ada petunjuk average BBM
– Posisi mengemudi
– Jok nyaman
– Suara 4 silinder
– Rem mantap

KBY gak suka:
– Tingginya nyusahin (kondisi standar)
– Radius putar
– arm belakang batang seperti tipe termurah

Modifikasi:
Repaint dengan warna orange deep
– Knalpot standar di bobok
– Katup knalpot di copot
– Spion aftermarket
– Grip harris
– spakbor belakang, sein depan/ belakang, radiator cover R&G
– custom dudukan shock belakang

Thanks a bunch to Om Indra Saputro atas kepercayaannya.

KBY bukanlah ahli, baik mesin atau geometri atau ergonomi atau bahkan motor secara detail. Mohon maaf jika analisanya masih cetek, KBY hanya mencoba mengejewantahkan apa yang KBY rasakan dan alami pada setiap produk yang kebetulan KBY tes…Mohon maaf juga apabila reportnya kali ini sangat panjang hehehe.

Cekidot foto-fotonya lads…
image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Bonus ala kadarnya – tiga gadis yang gak mau kalah “gahar” dari The Beast

image

image

Spesifikasi Kawasaki Z800 (sumber: otomotifnet.com)

Dimensi
Berat : 229 kg
Panjang : 2100 mm
Lebar :  800 mm
Tinggi : 1050 mm
Sasis : Tubular backbone (with engine sub-frame)
Wheelbase : 1445 mm
Ground clearance : 150 mm

Mesin
Tipe : 4 stroke, DOHC berpendingin cairan
Bore X stroke : 71,0 mm X 50,9 mm
Displacement : 806 cm3
Tenaga maksimum : 83 kW / 10.200 rpm
Torsi maksimum : 83 Nm / 8000 rpm
Bahan bakar : Bensin (RON 95)
Sistem bahan bakar : EFI 34 mmx4 (mikuni), dual throttle valves
Pengapian  : Digital
Starter : Electric

Sistem Pengereman
Depan : Dual semi floating 310mm petaldisc
Belakang : Single 250 mm petal disc

Sistem Suspensi
Depan : 41 mm inverted fork adjustable
Belakang : Bottom link uni-trak
Steering System : Handle Bar

Transmisi
Tipe : Manual 6 speed
Clutch : Wet multi disc, manual

Terima kasih sudah bantu sharing.. Baca juga yang menarik lainnya dan kunjungi blog mang saka www.sakahayangna.com :

Kontak kobayogas.com :

  • Email me: kobayogasblog@gmail.com
  • Facebook : @kobayogas
  • Twitter : @kobayogasblog
  • Instagram: Kobayogablogs
  • YouTube Channel: Yogas Erlangga
  • Path: Yogas Kobayogas.com

<

138 COMMENTS

    • Oia FZ1 kotak juga ya? Memang sih ini kotaknya gak kaya adiknya, masih ada luwesnya dikit, cuma gimanaaa gitu, kalau dari sudut pandang hitech dan futuristis, masih menang ER6 series…keliatan banget dari model bodynya. Karena memang itu yang ditonjolinnya ya.

  1. dowo ne artikel.e hehe..
    libur dlu bahas bonuse hihi..
    om lebih tinggian mn joknya cb1000 dgn z800 kondisi standar??

  2. ..efek excited kah ? Adrenalin ? Atau krn motor pindjaman ? Bukan. Itulah efek nenggak Monster Energy..hahahaha..*lempar mertjon..

  3. pemilik warung ini sangat mengerti memanjakan pelanggan,,,,menu berita juoozzzz apalagi bonusnya….bikin ngileeerrrr smuaaaa…..

    #nyot..nyot…dikenyoott…nyooootttt…
    (waduh koq kyk iklan jajanan anak2? hehehe)

  4. Blm pernah nyobain gen FZ yah.iyalah harga moge yamaha emang nggilani.tp sepadan ama ke hebatanya.hihihihihihi….coba jg nyobain YZF R1.bakalan bergidik bulu kuduknya.
    Btw,itu Z800 swing arm kok kitak tahu sumedang.wajar harganya murah.
    $hihihihi

  5. bonusnya overrr, saya nyoba ninin250r aja sudah menyenangkan mas, sensasinya bedaa dari motor sekelas.. Apalagi nyoba Z800 ya?? lhawong cuma baca artikel ini aja udah nggak bisa ngebayangin, 4 silinder dengan body sangarr

    • Hehehe…begitulah…650cc aja dah berbeda, ini 800cc dan 1000cc sudah bermain di liga yang benar-benar berbeza…
      Dari 250 ke 650 gak terlalu banyak berbeda impresinya, hanya karena ER6 adalah motor dengan cc besar dan setang yang berbeda dengan Z250, tapi impresinya tidak terlalu wah…
      Nah dari ER6 ke Z800…totally different, silinder berjumlah 4 memang ajib…impresi yang nyaris sama seperti saat tes CB1000R

    • besok semoga bisa nyobain gen FZ atau YZF R family mas, supaya bisa ngrasain engine crossplane, ane tunggu review’nya dah, hehe,, kalau saya sih, kayaknya masih lama 😀

      • Mau cari dulu ah maksud crossplane itu apa, biar nanti kalau kesampean bisa konsentrasi ke maksud pengaplikasian crossplane itu, atau rizka bisa ksh tau?

      • Tadi udah baca baca, ga tau deh sejenis big bang atau bukan, dia kruk as nya yg beda, itu loh yg megang batang piston, yg bikin piston bergerak. Disitu bedanya crossplane sama yg biasa. Karena bentuknya itu, bikin Piston naeknya nyaris bebarengan dr piston 1 smp 4…kalau yg standar kan biasanya piston 1 dan 3 naek, piston 2 dan 4 turun…

      • hayah! Crossplane crankshaft tuh maksudnya susunan big end stang seher kalo di liat mirip lambang + (cross ato plus tuh??) sedangkan kalo konvensional malah mirip lambang – (flat). Kalo konvensional pistonnya saling berpasangan, tapi kalo crossplane malah saling berkejaran! Kayaknya gitu dah! Apa iya!

      • Betul, sepemahaman aja juga gitu, cross karena jd kaya lambang + (tambah/plus) jika sedang berdiri…
        Betul juga, naek turunnya piston di crossplane seperti tangga kalau dilihat, susul menyusul beda sepersekian detik atau derajat. Walau gw ga tau teknisnya tapi pemahaman dasar dr kinerja crossplane dah paham deh hehehe…

  6. BEAAAAAAAAAAAASTTTTT
    review yg joss.. walau mungkin agak berantakan urutannya hehe ,
    harus dibaca semua critanya…

    nah bro senyaman er6n? …bener nih bro?…
    mestinya kalo posisi riding agak merunduk mestinya agak cape punggung dan telapak tangan karena hrs nahan berat tubuh kita..

    tapi itu teorinya , belum pernah nyoba sih si z800 dan er6n..

    tapi pasti ada pegel2nya ga?
    ato mungkin karena tes singkat jadi masih belum terasa pegelnya..
    yg dpt malah excitednya karena sebuah mtr yg belum pernah di jajal.

    jadi bisa ga kira2 buat kesimpulan..
    urutan kenyamanan riding waktu kemacetan = z250, er6n , z800
    urutan kenyamanan saat turing bebas hambatan = er6n z800 z250
    urutan keiritan konsumsi bbm = z250, er6n ,z800
    ? ato gimana yg benar bro….
    sayang bgt waktu test ride cuma singkat dan saya sinyalir masih belum dpt essensi tingkat kelelahan compare to another bike like z250 n er6n.
    ato mungkin bro bisa meraba raba walau cuma test ride singkat..
    dan bisa menyimpulkan kalo z800 ini lebih enak buat kemacetan ketimbang..si a si b..si c…?

    nah benar kan bro 4silindeer itus sgt merdu..
    bahkan sensasi 2 silinder pun lama2 jadi hambar..
    sekarang aku bener2 ga tertarik dengan dentuman 2silinder setelah mendengar dentuman 4silinder
    …apalagi 1silinder, apalagi 2 tak..

    that ‘s is so human..

    • Kalau nyaman sih, gw merasakannya dr sisi jok yg menopang bokong ya, kalau dr sisi ergonomis buat harian mwnurut gw sih urutannya ER6N, Z250 terus baru Z800. ER6 menang karena setang tinggi seperti tiger, NVL,Megapro dan sejenisnya, kemudian Z250 menang karena bobotnya yg lebih enteng sehingga bisa lebih luwes buat selap selip…Z800 kalah dibobot dan dimensi walau cukup lincah menurut ay.

      Betul karena tes singkat, efek ke telapak tangan belum kerasa apa apa, tapi dengan posisi riding mirip Z250, gw yakin tempo pegel telapaknya bakal sama diraihnya.

      Konsumsi BBM Z250, ER6 baru Z800…

  7. kemarin saya coba seat heigh pulsar 200 ns no problemo.. walau agak jinjit..
    tinggi saya sekitar 173cm

    semoga saja 2thn lagi waktu meminang z800 seat height nya tdk jadi masalah.
    z800 ini buas… berotot intimidating..tapi kurang seksi dan ganteng..
    tapi cukup affordable bagi saya, hanya dgn 170jt an dpt 4silinder bandigin dgn cbr 1000cc tmn saya bilang dpt seharga 370jt an lewat importir umum tentunya,,, ckckck…dgn surat lengkap tentunya..(say no to bodong)
    sama 4 silinder,,,tapi harga beda selangit..dpt jazz satu tuh selisihnya..
    kecuali besok ada fireblade lewat atpm seharga 200jt .. wow menggiurkan..

    fireblade1000cc ganteng , elegan, keren, seksi.
    r1 the sexiest motor on this earth, keren, agresip,
    gsx1000cc, speed tengah2 kecepatan tengah2 kegantengan tengah2 ?

  8. Kobayogas responded: November 5, 2013 at 9:27 AM

    Z800 euy…CB1000 gak segitunya, naekin relatif mudah, napakin kaki juga gak canggung…
    Z800, begitu kaki kanan naek, mau ditapakin ke jalan aja dah susah, ngeri gabrug ke kanan wkwkwkk
    ——
    waduh kayaknya mending er6n lebih asia wi

  9. gue pernah coba seat heigh cbr 1000 fireblade, agak lomayan njinjit , lebih njijit ketimbang pulsar 200ns..

  10. btw kalo z800 ini ada traction control gak yah om, seperti zx6r? udah bos ganti aja z250 jd z800, 2x ngetes brati penasaran, 1x lg wajib beli tuh…..hehehehe

  11. Mosok…? pNS kurleb sama lah ma CB1000

    cbr bang..
    bukan yg cb…

    cb kan yg model naked..
    cbr fireblade fairing..

  12. lowering kit nya Z800 skrg sudah mulai banyak ya
    yg penting setelah supensinya harus hati2 agar handling tdk terganggu.

    sama yg bonus no 3 coba dikirim bro hihi

  13. Anjrooot warnanya keren bngt…btw masbrot, kenapa gak dibikin 2-3 artikel aja masbro….lumayan neh bacanya….lagian kalo dua 3 artikel kan bonusnya bisa 3×3 berarti 9…wakakakka….

    kenapa kalo seri Z headlampnya kegedean tetep keren…kalo NVl …no comment deh…ntar kena marah usernya….

  14. Hadir Om…

    Permisi, anak baru nih saya, hehehe
    salam kenal om Kobay…
    mo nanya, itu test nya didaerah mana om daerahnya ky di sekitar wr buncit / ragunan..
    bukan ya? hehe..

    segitu dulu, cheers…!

  15. iya bro tiap pabrikan emang beda2 suara engine 4 silindernya
    klo ane scara pribadi lbh sneng suara engine suzuki suaranya ngebass n dlm bgt klo honda rada kyk suara tawon sdangkan yamaha suaranya agak cempreng klo kawasaki agak kyk mesin diesel/ kyk (maav) suzuki carry 800 pas jln pelan2……
    cman opini aja karna oetnah nyobain betot gas doang tapi gak dinaekin soalnya gak brani dgn resikonya……….^_^

  16. iya bro tiap pabrikan emang beda2 suara engine 4 silindernya
    klo ane scara pribadi lbh sneng suara engine suzuki suaranya ngebass n dlm bgt klo honda rada kyk suara tawon sdangkan yamaha suaranya agak cempreng klo kawasaki agak kyk mesin diesel/ kyk (maav) suzuki carry 800 pas jln pelan2……
    cman opini aja karna pernah nyobain betot gas doang tapi gak dinaekin soalnya gak brani dgn resikonya……….^_^

    • Suzuki lom pernah nyoba…mmmm…di kuping ay sama aja euy, lom ahli, ngahahaha….
      Yang bener2 beda cuma 3 silinder MV Agusta, itu bener2 kek panther bunyinya, hanya lebih pelan…

    • klo cman mau ngetes suaranya, harus ada minimal 2 motor 4silinder yg beda merk klo menurut ane yg paling kliatan beda suarana gsx 1000rr dgn yamah r1 dmn gsx 1000rr lbh ngebass n smooth di telinga suaranya sedangkan yamaha r1 suaranya rada cempreng n kasar
      opini ane aja yg cman pernah nyobain mainin throtlle gas pas di bengkel tmn……..^_^

    • klo bisa ngrekam suaranya atau buffering di yusup aeeh salah…..youtube bro….
      pelan2 dengerinnya diulang ulang ntar paham kok bedanya
      klo fz6 mlh blm pernah nyobain bro
      alhamdulilah utk kelas moge yg bener2 pernah ane coba naekin baru suzuki bandit 400, honda hornet 250, cb 400 super four, yamaha xjr 400 dri smua motor ane paling suka suzuki bandit 400 ama honda hornet 250 karna gak begitu berat yg jelas alhamdulilah ane punya tmn yg baek jd blh pinjam motornya kbetulan tmn ane emang jualan motor gede cman rata2 bodong paling klo ada stnk doang ataupun klo lengkap suratnya kimpoan tp skrg lbh maen ke limbah aja karna dsini sdh mulai sepi pasarnya semenjak ninja 250 keatas menguasai market di bali…….

  17. wah,4 silinder 800 cc.selisih 200 cc sama suzuki carry saia yg 1000 cc qiqi 😀
    seandainya ada yg nawarin tes motor itu maka saya tolak dg halus om.ga berani & resikonya besar 🙂

Yuk Tinggalin Jejak Lads..