CBR

Taksi Baru Hyundai Excel III

image
Dashboard futuristik dan menyenangkan dilihat, juga lengkap

Holla lads,

Balik dari Sub malam ini, naik Damri dari bandara Soetta, biar gak mahal sih intinya, cuma effort nunggunya aja agak lebih hehehe…naik Damri ke Rawamangun cuma 30rb, lah pake taksi bisa 100-130rb…mending selisihnya buat belanja harian 🙂

Kali ini niat dimantapkan untuk menunggu Damri, kalau 2 minggu lalu menyerah setelah setengah jam lebih menanti karena pesawat dari Djogja baru mendarat jam 10.30 malam dan fisik sudah fatigue pengen segera cepat sampai rumah dan istirohat akhirnya taksi bandara jadi pilihan.

Tepat setelah 40 menit menunggu, si Damri tercintapun tiba, KBY segera naik dan mencari tempat duduk yang diinginkan. Sekitar 1 jam perjalanan, sambil baca baca blog milik teman-teman, tak terasa si Damri sudah mencapai destinasi, yaitu terminal rawamangun. Begitu turun, disambut tukang ojek, supir taksi dan angkot yang menawarkan jasanya.

Karena memang kebiasaan KBY kalau sudah sampai terminal dilanjut pakai taksi ke rumah, mata jelalatan cari taksi yang laik pakai, dalam hati mau mencari taksi vios baru aka new limo kalau versi taksinya. Sekalian nyobain gitu hehe. Sapuan mata tertancap pada sosok taksi putih yang terasa asing buat KBY, wah mobil apa ini, dari kejauhan garis lampu belakangnga sih punya Hyundai nih, karena mirip tarikan garis Hyundai Sonata yang belakangan ini jadi tarikan khas produk-produk Hyundai, hyundai accent kah?

image
Foto milik stephen langitan, lihat tarikan garis lampu remnya...Sonata banget

Kaki melangkah mantap ke arah taksi tersebut, diiringi langkah supir taksi di belakang yang tak kenal lelah menawarkan jasanya, taksi pak? Tawarnya lagi. Eh ladalah, si taksi itu ya punya Bapak yang mengikuti KBY dari belakang hehe…

Setelah menyebutkan tujuan, mesin dinyalakan, halus sekali, tak pelak ini pasti mobil baru. Tangan gerayangan menyentuh panel pintu, hmmm serba plastik keras, tp bentuknya elegan sih, wajar lah down spec namanya juga buat taksi. Duduk di belakang, joknya juga cukup nyaman, lekuknya pas dengan tubuh dan sudut kemiringannya cukup rebah, sehingga membuat rilek penumpang. Headrest yang menyatu dengan jok juga membuat kepala nyaman, tidak keras seperti yang lain yang kadang membuat kepala alih alih rilek malah pusing karena busanya yang keras dan terlalu merojok ke depan posisinya.

Mobil melaju pada kecepatan 40-60 km/jam di jalanan yang sudah mulai lengang. Bantingannya mantap, dalam arti tidak empuk mengayun tapi mantap, KBY senang bantingan suspensi seperti ini, mencirikan mobil yang stabil digeber pada  kecepatan tinggi. Hal ini diamini oleh pak supir yang bilang bahwa pernah dilarikan pada 130km/jam dan setir serta bodi masih stabil dan mantap dibawa. Kesenyapan kabin lebih dari cukup, hanya suara intrusi ban cukup mengganggu, ya namanya aja ban ekonomis buat taksi, gak perlu senyap toh?

Melirik dan menatap ke arah area dashboard, warna biru terang tapi tak menyilaukan mendominasi dashboard…jadi inget Bajaj Pulsar hehehe. Terlihat informasi yang ditampilkan cukup lengkap dan informatif, odometer, tripmeter, penunjuk suhu mesin dan petunjuk bensin dihidangkan dalam bentuk digital. Sepertinya ada MID-nya juga seperti average bbm, tapi kudu dipencet sih biar tau atau tidak walau pak supir bilang ada.

image
Dashboard futuristik dan menyenangkan dilihat, juga lengkap

Pak supir juga menginformasikan bahwa di RPM tertentu, jika mengemudi ekonomis, maka komputer akan menginfokan ECO On pada MID, hooo ECO Mode yah, cuma ini dalam bentuk tulisan, oke juga, produk lain hanya dalam bentuk lampu berwarna hijau yang akan menyala jika kita mengemudi irit/ efisien.

image
Indikator ECO On akan muncul saat mengemudi ekonomis (sori fotonya blur :P)

Kembali pak Supir bilang kalau dia baru memegang mobil ini 15 hari belakangan saja, wah benar benar baru, seperti dugaan KBY, selain itu ditambahkan info bahwa dalam kemacetan hari-hari, paling parah konsumsi BBM masih di dapat di 1:10…cukup irit menurut KBY. Beliaupun bercerita lagi kalau setiap hari dia baru pulang jam 2 dini hari, kecuali uang lebihan sudah dapat, maka baru beliau bisa pulang lebih cepat. Life is hard though

Well, akhirnya KBY sudah sampai rumah, argo menunjukkan 22ribu++, KBY kasih 25rb tanpa kembalian. Hati-hati di jalan Pak, keluarga menanti…terima kasih atas obrolan singkatnya dan kesempatan dalam mencoba Hyundai Accent III (Excel III versi taksi).

Kalau versi non taksinya dijual bebas, keknya value for money-nya bakal bagus nih, tapi seperti produk Hyundai di kelas bawah s.d menengah, biasanya fitur juga dipangkas, seperti yg terjadi di Gran Avega dan Tucson. Hmmm…menarik juga sih.

Cekidot penampakannya lads…

image

image

image
Foto milik bosmobil.com, sangar ya, dari depan memang Gran Avega banget, satu platform sepertinya
image
Foto milik bosmobil
image
Garisannya sporty dan classy - foto milik bosmobil
image
Pake mobilku aja taksinya 🙂

Posted by KobaYogas from WordPress for Android

About Kobayogas 3437 Articles
Seorang kuli di dunia asuransi, pencinta otomotif motor dan mobil sejak kecil, oleh rekan rekan dijuluki blogger motor dan blogger mobil

78 Comments

  1. waktu naik taxi blue bi** sempat salah ane…..
    “gila…. lancer evo x buat taxi”…. eh gak taunya new limo,skilas mirip grilny,ahaha

  2. woi..dr surabaya bro kob, tahu gitu ane ingin jumpa dgn blogger pujaan hati..*haassyyaahh opo iki rek ! btw produk hyundai sbnrnya bagus. Ane pernah bawa i20. Eksterior, interior, dan akustik gak kalah sama produk T dan H utk produk sekelas. Utk handling dan bantingan lbh keras emang. Dashboard lbh edgy+good looking. Sayang di sby ada istilah, ‘sayang ini mobil logonya H miring..’

    • Pengennya juga sowanan lek…tapi waktunya mepet buat gawe euy…jd ga smpt kemana2 juga kekkeek…kali lain ya…
      Hyundai dan Kia sbnrnya sudah mulai mendekati kualitas Jepang, malah utk bbrp produk sudah mengungguli daihatsu dan toyota loh, misal xenia/avanza, rush/terios, sama daihatsu apa tuh yg kecil kok jd lupa namanya..bah.
      Iya suka ada yg bilang gitu, H tegak dan H miring kekekke

      • siiip… Ini kelihatan lebay n sepele, tapi memberi dengan ikhlas tak peduli berapa jumlahnya. Pasti membawa berkah dan berkah bisa menjaukan kita dari kesialan yg tidak perlu.

    • English mang hehe…lad (single), lads (plural), aslinya dari Irish/ Irlandia…dipakai biasanya lebih seperti bung/kawan (atau disini coy, cuy, gan hehe).
      Kalau british biasanya sering make mate atau mates, USA make pal atau pals…

  3. Ane suka masuk blog ini kadang2 bikin ngakak aja karena bonus *ifyouknowwhatimean yg melampaui batas pikiran akal manusia level : mode sanin kyubi naruto

    • Btul, mereka ngambil eks desainer BMW, mantan anak buahnya Cris Bangle eks desainer BMW juga.
      Begitu juga Kia, Peter Schreyer dibajak dari Audi, makanya desain Kia sekarang audi banget hehehe..

1 Trackback / Pingback

  1. Riding pake Safety Gear, Selain aman juga nambah keren lho.. | TegeanBlog

Yuk Tinggalin Jejak Lads..